Analisis Rasio Return On Asset (ROA) Terhadap Profitabilitas Bank Umum Konvensional di Indonesia Periode 2016-2020

Silvia Intan Aulia

2023-05-27

Library:

> # install.packages("knitr")
> # install.packages("rmarkdown")
> # install.packages("prettydoc")
> # install.packages("dplyr")
> # install.packages("tidyr")
> # install.packages("ggplot2")
> # install.packages("agricolae")
> # install.packages("tseries")
> # install.packages("car")

1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang perbankan yang merupakan revisi dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 menyatakan bahwa bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Pada dasarnya bank di Indonesia dikelompokkan dalam Bank Umum Konvensional dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Bank Umum Konvensional didefinisikan oleh undang-undang sebagai suatu bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Kondisi perekonomian di Indonesia pada beberapa tahun terakhir ini sedang mengkhawatirkan. Masih terdapat beberapa persoalan yang tersisa setelah krisis di Asia yang terjadi pada tahun 1997. Seperti perkembangan penyaluran kredit perbankan yang relatif tumbuh lebih lambat dibandingkan dengan periode sebelum krisis dan terus berfluktuasinya nilai tukar Rupiah terhadap mata uang dunia (misal dollar Amerika) yang mampu memengaruhi perkembangan ekonomi di Indonesia. Oleh karena itu, perbankan di Indonesia perlu meningkatkan kinerjanya agar mampu mendorong peningkatan pencapaian laba atau profitabilitasnya sehingga persoalan-persoalan yang disebutkan dapat teratasi.

Tingkat profitabilitas dapat diukur dengan menggunakan rasio Return On Asset (ROA). Return On Asset (ROA) adalah rasio antara laba setelah pajak terhadap total aset. Semakin besar nilai ROA menunjukkan kinerja yang baik, berarti semakin meningkat pula profitabilitas perusahaan. Ada beberapa faktor yang memengaruhi ROA diantaranya adalah Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan To Deposit Ratio (LDR), Non Performing Loan (NPL) dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO). Untuk mengetahui faktor mana yang lebih memengaruhi ROA pada periode tertentu, dilakukan analisis perbandingan faktor yang memengaruhi ROA tersebut sebagai perlakuan terhadap persentase kinerja bank umum konvensional di Indonesia pada periode 2016-2020.

Analisis yang tepat untuk melakukan perbandingan faktor yang memengaruhi ROA yaitu dengan menggunakan one-way ANOVA beserta asumsinya. Penerapan metode one-way ANOVA diharapkan dapat memberikan kesimpulan yang tepat untuk mendapatkan perbedaan dari keempat faktor perlakuan tersebut. Serta asumsi ANOVA diharapkan dapat memberikan informasi terkait keabsahan dan kehomogenan data yang akan mengarah terhadap kesimpulan apakah data sah dan tidak bias.

2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Faktor yang Memengaruhi Return On Asset (ROA)

  • Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio solvabilitas digunakan untuk mengukur tingkat pengelolaan sumber dana perusahaan dan ukuran kemampuan bank dalam menyerap kerugian-kerugian yang tidak dapat dihindari.
  • Loan To Deposit Ratio (LDR) atau rasio likuiditas digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban-kewajiban lancarnya.
  • Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasi (BOPO) atau rasio rentabilitas berfungsi untuk mengetahui kemampuan bank dalam menghasilkan laba atau keuntungan serta mengukur tingkat efektifitas manajemen dalam menjalankan operasional perusahaannya.
  • Non Performing Loan (NPL) merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam menutupi risiko pengembalian kredit oleh debitur. Semakin rendah rasio NPL, menunjukkan kinerja yang bagus.

2.2 Analisis One-Way ANOVA

Metode ANOVA dikembangkan oleh R.A Fisher. Wackerley pada bukunya mengemukakan bahwa Analysis of Variance (ANOVA) satu arah adalah proses menganalisis data yang diperoleh dari percobaan dengan berbagai tingkat faktor, biasanya terdiri dari dua atau lebih tingkat faktor. Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi variabel independen yang penting dan bagaimana variabel tersebut memengaruhi variabel dependen. Model linier analisis ragam satu arah (one-way ANOVA), yaitu:

\[ Y_{ij} =\mu_i + e_{ij}, i=1,\dots, k=1,\dots,n_i \]

  • Hipotesis untuk uji ANOVA satu arah:

\[ H_0 : \mu_1=\mu_2=\mu_3=\dots=\mu_k \] \[ H_1:{Minimal~ada~satu~pasang~yang~berbeda} \] Penyajian penguraian derajat bebas, jumlah kuadrat, dan kuadrat tengah dapat disajikan pada tabel analisis ragam dengan format umum sebagai berikut.

  • Keterangan:

k = banyaknya perlakuan

n = jumlah data

  • Kriteria Penolakan

  • Tolak \(H_0\) jika \(F_{hit} > F_{\alpha (v_1,v_2)}\) atau \(p-value \leq {\alpha}\)

  • Terima \(H_0\) jika \(F_{hit} < F_{\alpha (v_1,v_2)}\) atau \(p-value \geq {\alpha}\)

dimana: \(F_{\alpha (v_1,v_2)}\) adalah nilai kritis F dengan derajat bebas perlakuan (\(v_1\)) dan derajat bebas sisa atau galat (\(v_2\))

  • Kesimpulan dan Interpretasi

Pada taraf signifikansi \(\alpha\) dapat disimpulkan bahwa \(\dots\) .

2.3 Uji Lanjut

2.3.1 Uji BNT

Uji BNT (Beda Nyata Terkecil) atau disebut juga sebagai uji LSD (Least Significance Different) adalah perbandingan rata-rata antar perlakuan atau perbandingan rata-rata perlakuan secara berpasang-pasangan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk uji BNT antara lain:

  1. Gunakan uji LSD apabila uji F dalam Analisis Ragam (ANOVA) signifikan atau terdapat cukup bukti untuk menolak \(H_0\).
  2. Prosedur LSD akan mempertahankan taraf nyata \(\leq\) 0.05 hanya jika perbandingan semua kombinasi pasangan nilai tengah perlakuan \(\leq\) 3 perlakuan.
  3. Gunakan uji LSD untuk perbandingan terencana tanpa memperhatikan banyaknya perlakuan.
  • Hipotesis

\[ H_0 : \mu_A =\mu_n \]

\[ H_1 : \mu_A \neq \mu_n \]

  • Rumus Menentukan Nilai Kritis BNT

  • Untuk perlakuan dengan ulangan sama:

\[ BNT (\alpha)=t_\frac{\alpha}{2};db_g \sqrt \frac {2KTG} {r} \]

  • Untuk perlakuan dengan ulangan tidak sama:

\[ BNT (\alpha)=t_\frac{\alpha}{2};db_g \sqrt {KTG (\frac {1} {r_A}+\frac {1} {r_B})} \]

  • Kriteria Pengambilan Keputusan
    • Jika beda dari dua perlakuan lebih besar dari BNT maka kedua perlakuan tersebut berbeda nyata pada taraf \(\alpha\).
    • Jika beda dari dua perlakuan lebih kecil atau sama dengan BNT maka kedua perlakuan tersebut tidak berbeda nyata pada taraf \(\alpha\).

2.3.2 Uji BNJ

Uji BNJ (Beda Nyata Jujur) atau disebut juga Uji Tukey digunakan apabila perlakuan berpengaruh nyata atau sangat nyata. Prosedur pengujiannya mirip dengan LSD, yakni memiliki satu pembanding dan digunakan sebagai alternatif pengganti LSD apabila ingin menguji seluruh pasangan rata-rata perlakuan tanpa rencana. Pada uji ini, dua buah populasi dikatakan memiliki rata-rata yang berbeda, jika selisih rata-rata antara rata-rata contoh lebih besar dari nilai BNJ. Rumus yang digunakan untuk menghitung nilai BNJ yaitu sebagai berikut.

\[ BNJ = q_{\frac {\alpha}{2};p;db_g}\sqrt {\frac {KTG} {r}} \]

2.4 Asumsi ANOVA

2.4.1 Uji Normalitas Galat

Uji normalitas adalah suatu prosedur yang digunakan untuk menguji apakah data berdistribusi normal atau tidak. Distribusi normal adalah distribusi simetris dengan modus, mean dan median berada di pusat kurva. Kurva berbentuk seperti lonceng. Dalam analisis statistik parametrik, data berdistribusi normal adalah suatu syarat mutlak yang harus dipenuhi. Apabila data tersebut tidak berdistribusi normal, maka semua pengujian menjadi tidak sah. Data yang tidak berdistribusi normal disebabkan oleh adanya nilai ekstrim pada data.

Hipotesis dari asumsi ini adalah:

  • \(H_0\) : Pengamatan menyebar normal

  • \(H_1\) : Pengamatan tidak menyebar normal

Uji normalitas yang dapat digunakan diantaranya adalah uji grafis (seperti Histogram dan Q-Q Plot) atau uji statistik (seperti Liliefors, Shapiro-Wilk, Jarque Bera, dll).

2.4.2 Uji Homogenitas Ragam

Uji homogenitas adalah suatu prosedur yang digunakan untuk mengetahui apakah beberapa ragam populasi adalah sama atau tidak. Uji kesamaan dua ragam berfungsi untuk menguji apakah sebaran data tersebut homogen atau tidak, yaitu dengan membandingkan kedua ragamnya. Uji ini dilakukan untuk menunjukkan bahwa perbedaan yang terjadi pada uji statistik parametrik benar-benar terjadi akibat adanya perbedaan antar kelompok, bukan sebagai akibat perbedaan dalam kelompok. Apabila data tersebut tidak homogen, berarti pendugaan parameter menjadi bias.

Hipotesis yang digunakan adalah:

\[ H_0:\sigma^2_1=\sigma^2_2=\sigma^2_3=\sigma^2_4 \] \[ H_1:\sigma^2_i \neq \sigma^2_j,untuk~paling~tidak~ada~satu~pasang~i,j \]

Beberapa uji homogenitas yang bisa digunakan antara lain uji secara grafis (seperti Plot Fitted Value vs Residuals) atau uji statistik (seperti Levene, Breusch-Pagan, Bartlett, dll).

3 SOURCE CODE

3.1 Library

> library(knitr)
> library(rmarkdown)
> library(prettydoc)
> library(dplyr)
> library(tidyr)
> library(ggplot2)
> library(agricolae)
> library(tseries)
> library(car)
> # library (knitr)
> # library (rmarkdown)
> # library (prettydoc)
> # library (dplyr)
> # library (tidyr)
> # library (ggplot2)
> # library (agricolae)
> # library (tseries)
> # library (car)

Penjelasan

  1. library knitr digunakan untuk membuat laporan dinamis dan dokumen yang dapat direproduser dalam bahasa R.

  2. library rmarkdown digunakan untuk membuat laporan, artikel, presentasi, dan dokumen lainnya dengan format yang dapat direproduser menggunakan bahasa R. Package ini menyediakan alat untuk menghasilkan dokumen dalam berbagai format output, seperti HTML, PDF, Word, dan PowerPoint.

  3. library prettydoc merupakan package tambahan yang digunakan bersama dengan rmarkdown untuk menghasilkan dokumen yang lebih estetis dan menarik secara visual.

  4. library dplyr digunakan untuk melakukan operasi manipulasi dan transformasi data, seperti menggabungkan, mengubah bentuk, dan menghitung ringkasan data.

  5. library tidyr digunakan untuk membersihkan dan mengubah bentuk data.

  6. library ggplot2 digunakan untuk membuat visualisasi yang menarik dan informatif.

  7. library agricolae digunakan untuk melakukan analisis statistik dalam bidang pertanian atau agronomi. Package ini menyediakan fungsi-fungsi untuk perancangan percobaan, analisis variasi, analisis kelompok, dan sebagainya.

  8. library tseries digunakan untuk analisis deret waktu dalam R. Package ini menyediakan berbagai fungsi untuk memodelkan, memvisualisasikan, dan menganalisis data deret waktu, termasuk peramalan dan pengujian hipotesis.

  9. library car menyediakan fungsi-fungsi untuk memeriksa asumsi-asumsi dasar dalam analisis regresi, melakukan analisis outlier, dan menghasilkan hasil yang ringkas dan mudah dipahami.

3.2 Data

Data yang digunakan adalah data kinerja bank umum konvensional di Indonesia dalam 5 tahun yaitu dari tahun 2016 sampai 2020 (dalam persen %) berdasarkan rasio CAR, LDR, NPL, dan BOPO. Variabel independen adalah Rasio ROA dan variabel dependen adalah Tahun.

Kinerja Bank Umum Konvensional di Indonesia Periode 2016-2020 (dalam %)

Sumber:

  • Data = Statistik Perbankan Indonesia (OJK, Maret 2021)

  • Jurnal = Berutu, A, Widawati, A.S, & Mulyatun, S. 2022. Analisis Rasio Kesehatan Bank Umum Konvensional di Indonesia Periode 2016-2020. Upajiwa Dewantara, 6(1).

3.2.1 Membangkitkan Data

> data_rasio <- data.frame(
+   CAR = c(22.93,23.18,22.97,23.40,23.89),
+   LDR = c(90.70,90.04,94.78,94.43,82.54),
+   NPL = c(1.71,2.84,2.95,2.76,3.68),
+   BOPO = c(82.22,78.64,77.86,73.39,86.58))
> data_rasio
    CAR   LDR  NPL  BOPO
1 22.93 90.70 1.71 82.22
2 23.18 90.04 2.84 78.64
3 22.97 94.78 2.95 77.86
4 23.40 94.43 2.76 73.39
5 23.89 82.54 3.68 86.58

3.2.2 Mengubah Data Menjadi Tabel 2 Kolom

> data_rasio <- data_rasio %>%
+   pivot_longer(c(CAR,LDR,NPL,BOPO))
> 
> names(data_rasio) <- c("Rasio.ROA","Persentase.Kinerja")
> data_rasio$Rasio.ROA <- as.factor(data_rasio$Rasio.ROA)
> 
> data_rasio
# A tibble: 20 × 2
   Rasio.ROA Persentase.Kinerja
   <fct>                  <dbl>
 1 CAR                    22.9 
 2 LDR                    90.7 
 3 NPL                     1.71
 4 BOPO                   82.2 
 5 CAR                    23.2 
 6 LDR                    90.0 
 7 NPL                     2.84
 8 BOPO                   78.6 
 9 CAR                    23.0 
10 LDR                    94.8 
11 NPL                     2.95
12 BOPO                   77.9 
13 CAR                    23.4 
14 LDR                    94.4 
15 NPL                     2.76
16 BOPO                   73.4 
17 CAR                    23.9 
18 LDR                    82.5 
19 NPL                     3.68
20 BOPO                   86.6 

3.3 Eksplorasi Data

3.3.1 Boxplot

> plot_1 <- ggplot(data_rasio) +
+   aes(x = Rasio.ROA, y = Persentase.Kinerja, fill = Rasio.ROA) +
+   geom_boxplot() +
+   scale_fill_hue(direction = 1) +
+   theme_minimal() +
+   theme(legend.position = "none")
> 
> plot_1

Penjelasan:

  • Fungsi ggplot digunakan untuk membuat sebuah objek plot dari library ggplot2 dan menginisialisasi objek tersebut dengan data rasio yang telah dibangkitkan secara manual sebelumnya. Objek plot tersebut disimpan dalam variabel plot_1.
  • Fungsi aes digunakan untuk menentukan mapping estetika pada plot. Menentukan bagaimana variabel dalam data akan diwakili dalam visualisasi data. Sumbu X direpresentasikan oleh variabel Rasio.ROA dan variabel ini juga digunakan untuk mengisi fill atau warna pada boxplot, sumbu Y direpresentasikan oleh variabel Persentase.Kinerja.
  • Geometri geom_boxplot berfungsi untuk membuat boxplot berdasarkan data yang ada. Boxplot adalah grafik yang menunjukkan distribusi variabel numerik melalui kotak dan garis-garis yang disebut dengan whisker.
  • Fungsi scale_fill_hue untuk mengatur skala warna yang mengisi boxplot.
  • Tema theme_minimal digunakan untuk mengatur tampilan plot menjadi tampilan minimalis.
  • Fungsi theme untuk mengatur tema (termasuk posisi) elemen-elemen di dalam plot dan menghilangkan legend dari plot.

3.4 One-Way ANOVA

3.4.1 Menghitung Derajat Bebas

> N    <- nrow(data_rasio)
> p    <- data_rasio$Rasio.ROA %>% unique() %>% length()
> DBt  <- N - 1
> DBp  <- p - 1
> DBg  <- N - p
> 
> DBt; DBp; DBg
[1] 19
[1] 3
[1] 16

3.4.2 Menghitung Jumlah Kuadrat

> perlakuan.mean <- aggregate(Persentase.Kinerja ~ Rasio.ROA, data_rasio, mean  )[,2]
> n              <- aggregate(Persentase.Kinerja ~ Rasio.ROA, data_rasio, length)[,2]
> grand.mean     <- mean(data_rasio$Persentase.Kinerja)
> 
> JKt <- sum(    (data_rasio$Persentase.Kinerja - grand.mean)^2 )
> JKp <- sum( n* (perlakuan.mean                - grand.mean)^2 )
> JKg <- JKt - JKp
> 
> JKt; JKp; JKg
[1] 27519.29
[1] 27321.31
[1] 197.9818

3.4.3 Menghitung Kuadrat Tengah

> KTp <- JKp / DBp
> KTg <- JKg / DBg
> 
> KTp; KTg
[1] 9107.104
[1] 12.37386

3.4.4 Menghitung Statistik F

> F_hit <- KTp / KTg
> F_hit
[1] 735.9954

3.4.5 Menghitung P-Value

> pval <- pf(F_hit, DBp, DBg, lower.tail = F)
> pval
[1] 2.388128e-17

3.4.6 Interpretasi dalam Bentuk Tabel ANOVA

> tabel_anova <- data.frame(
+  SK = c("Perlakuan", "Galat", "Total"),
+  DB = c(DBp, DBg, DBt),
+  JK = c(JKp, JKg, JKt),
+  KT = c(KTp, KTg, NA),
+  Fhitung = c(F_hit, NA, NA),
+  P.Value = c(pval, NA, NA)
+ )
> tabel_anova
         SK DB         JK         KT  Fhitung      P.Value
1 Perlakuan  3 27321.3123 9107.10411 735.9954 2.388128e-17
2     Galat 16   197.9818   12.37386       NA           NA
3     Total 19 27519.2941         NA       NA           NA

Keterangan:

  • SK = Sumber Keragaman
  • DBp = Derajat Bebas Perlakuan
  • DBg = Derajat Bebas Galat
  • DBt = Derajat Bebas Total
  • JKp = Jumlah Kuadrat Perlakuan
  • JKg = Jumlah Kuadrat Galat
  • JKt = Jumlah Kuadrat Total
  • KTp = Kuadrat Tengah Perlakuan
  • KTg = Kuadrat Tengah Galat
  • F_hit = hasil perhitungan statistik uji F
  • pval = hasil p-value dengan x adalah F_hit

3.5 Uji Lanjut

3.5.1 Uji BNT

> fit <- aov(Persentase.Kinerja ~ Rasio.ROA, data = data_rasio)
> fit
Call:
   aov(formula = Persentase.Kinerja ~ Rasio.ROA, data = data_rasio)

Terms:
                Rasio.ROA Residuals
Sum of Squares  27321.312   197.982
Deg. of Freedom         3        16

Residual standard error: 3.51765
Estimated effects may be unbalanced
> BNT <- LSD.test(fit, "Rasio.ROA", alpha = 0.05)
> BNT
$statistics
   MSerror Df    Mean       CV  t.value      LSD
  12.37386 16 49.0745 7.167979 2.119905 4.716274

$parameters
        test p.ajusted    name.t ntr alpha
  Fisher-LSD      none Rasio.ROA   4  0.05

$means
     Persentase.Kinerja       std r        LCL      UCL   Min   Max   Q25   Q50
BOPO             79.738 4.9498202 5 76.4030905 83.07291 73.39 86.58 77.86 78.64
CAR              23.274 0.3920842 5 19.9390905 26.60891 22.93 23.89 22.97 23.18
LDR              90.498 4.9339761 5 87.1630905 93.83291 82.54 94.78 90.04 90.70
NPL               2.788 0.7048901 5 -0.5469095  6.12291  1.71  3.68  2.76  2.84
       Q75
BOPO 82.22
CAR  23.40
LDR  94.43
NPL   2.95

$comparison
NULL

$groups
     Persentase.Kinerja groups
LDR              90.498      a
BOPO             79.738      b
CAR              23.274      c
NPL               2.788      d

attr(,"class")
[1] "group"

3.5.2 Uji BNJ

> dataproject <- lm(data_rasio$Persentase.Kinerja ~ data_rasio$Rasio.ROA, data = data_rasio)
> model <- aov(dataproject)
> BNJ <- TukeyHSD(model, conf.level = 0.95)
> BNJ
  Tukey multiple comparisons of means
    95% family-wise confidence level

Fit: aov(formula = dataproject)

$`data_rasio$Rasio.ROA`
            diff        lwr       upr     p adj
CAR-BOPO -56.464 -62.829074 -50.09893 0.0000000
LDR-BOPO  10.760   4.394926  17.12507 0.0009438
NPL-BOPO -76.950 -83.315074 -70.58493 0.0000000
LDR-CAR   67.224  60.858926  73.58907 0.0000000
NPL-CAR  -20.486 -26.851074 -14.12093 0.0000005
NPL-LDR  -87.710 -94.075074 -81.34493 0.0000000

3.6 Asumsi ANOVA

3.6.1 Uji Normalitas Galat

3.6.1.1 Uji Saphiro-Wilk

> formula_1 <- as.formula("Persentase.Kinerja ~ Rasio.ROA")
> model_2 <- aov(formula_1, data_rasio)
> summary(model_2)
            Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)    
Rasio.ROA    3  27321    9107     736 <2e-16 ***
Residuals   16    198      12                   
---
Signif. codes:  0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
> 
> model_2$residuals %>% shapiro.test()

    Shapiro-Wilk normality test

data:  .
W = 0.88433, p-value = 0.02119

Penjelasan:

  • Fungsi as.formula digunakan untuk menentukan model regresi linear sederhana, dengan variabel respons Persentase Kinerja sebagai variabel dependen dan variabel prediktor Rasio.ROA sebagai variabel independen.
  • Fungsi aov untuk membuat model ANOVA yang akan digunakan untuk melakukan analisis regresi sederhana. Model analisis regresi sederhana memperkirakan hubungan antara variabel dependen dan variabel independen.
  • Fungsi summary digunakan untuk menampilkan ringkasan dari model. Ringkasan ini berisi hasil analisis regresi linear sederhana.
  • Syntax model_2$residuals berfungsi untuk mengambil residual atau sisa dari model yang dimaksud. Residual adalah selisih antara nilai observasi aktual dan nilai prediksi yang diberikan oleh model. Kemudian, fungsi %>% merupakan pipe operator yang berguna untuk mengalirkan residual tersebut ke suatu fungsi yang lain.

3.6.1.2 Plot Q-Q

> qqnorm(data_rasio$`Persentase.Kinerja`)
> qqline(data_rasio$`Persentase.Kinerja`)

Penjelasan:

  • Fungsi qqnorm digunakan untuk menampilkan normal Q-Q Plot sebagai persebaran titik dengan argumen data_rasio$Persentase.Kinerja.
  • Fungsi qqline digunakan untuk menampilkan normal Q-Q Plot sebagai garis linear dengan argumen data_rasio$Persentase.Kinerja.

3.6.1.3 Uji Jarque Bera

> model_2$residuals %>% jarque.bera.test()

    Jarque Bera Test

data:  .
X-squared = 2.1784, df = 2, p-value = 0.3365

3.6.2 Uji Homogenitas Ragam

3.6.2.1 Uji Levene

> leveneTest(Persentase.Kinerja ~ Rasio.ROA, data = data_rasio)
Levene's Test for Homogeneity of Variance (center = median)
      Df F value  Pr(>F)  
group  3  2.9167 0.06624 .
      16                  
---
Signif. codes:  0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1

3.6.2.2 Uji Breusch-Pagan

> model_2 %>% lmtest::bptest()

    studentized Breusch-Pagan test

data:  .
BP = 5.7221, df = 3, p-value = 0.1259

4 HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Boxplot

Hasil plot Boxplot di atas, menunjukkan bahwa Rasio ROA dengan rata-rata persentase kinerja tertinggi yaitu dari Rasio LDR. Maka dapat disimpulkan bahwa Rasio ROA terbaik pada periode 2016-2020 adalah Rasio LDR (Loan To Deposit Ratio). Serta ditemukan satu outlier pada jenis Rasio LDR dan dua outlier pada jenis Rasio NPL.

4.2 One-Way ANOVA

  • Hipotesis

\[ H_0 : \mu_1=\mu_2=\mu_3=\mu_4~(tidak~terdapat~perbedaan~keempat~perlakuan~rasio~ROA) \] \[ H_1 : Paling~sedikit~ada~1~\alpha_i~yang~tidak~sama~(terdapat~perbedaan~keempat~perlakuan~rasio~ROA) \]

  • Tabel ANOVA
> kable(tabel_anova,caption = "Tabel ANOVA Satu Arah")
Tabel ANOVA Satu Arah
SK DB JK KT Fhitung P.Value
Perlakuan 3 27321.3123 9107.10411 735.9954 0
Galat 16 197.9818 12.37386 NA NA
Total 19 27519.2941 NA NA NA
  • Keputusan:

    Karena p-value < \(\alpha (0.05)\), maka tolak \(H_0\)

  • Interpretasi:

    Dengan taraf nyata 5% dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata keempat perlakuan rasio ROA terhadap persentase kinerja bank umum konvensional periode 2014-2020.

Karena terdapat perbedaan perlakuan pada uji ANOVA, maka dilanjutkan dengan analisis uji lanjut. Uji lanjut yang digunakan adalah Uji BNT dan Uji BNJ.

4.3 Uji Lanjut

4.3.1 Uji BNT

> BNT$groups
     Persentase.Kinerja groups
LDR              90.498      a
BOPO             79.738      b
CAR              23.274      c
NPL               2.788      d

Berdasarkan perhitungan di atas, dapat dilihat bahwa rata-rata empat perlakuan tidak didampingi atau berada pada huruf yang sama. Sehingga dengan tingkat signifikansi 5% dapat disimpulkan bahwa keempat perlakuan rasio ROA berbeda sangat signifikan atau berbeda sangat nyata.

4.3.2 Uji BNJ

> BNJ$`data_rasio$Rasio.ROA`
            diff        lwr       upr        p adj
CAR-BOPO -56.464 -62.829074 -50.09893 1.703082e-13
LDR-BOPO  10.760   4.394926  17.12507 9.437958e-04
NPL-BOPO -76.950 -83.315074 -70.58493 2.298162e-14
LDR-CAR   67.224  60.858926  73.58907 2.631229e-14
NPL-CAR  -20.486 -26.851074 -14.12093 4.730311e-07
NPL-LDR  -87.710 -94.075074 -81.34493 2.275957e-14

Berdasarkan output dari perhitungan BNJ diperoleh nilai p adj dari semua pasangan perlakuan \(< \alpha(0.05)\). Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada taraf nyata 5% semua pasangan perlakuan, yaitu CAR-BOPO, LDR-BOPO, NPL-BOPO, LDR-CAR, NPL-CAR, dan NPL-LDR berbeda signifikan atau berbeda sangat nyata.

4.4 Asumsi ANOVA

Sebelum menganalisis asumsi dengan menggunakan berbagai uji yang tersedia, terdapat beberapa hal yang harus dilakukan terlebih dahulu, antara lain:

  1. Membuat formula untuk menentukan model regresi linier sederhana, dimana variabel respons sebagai variabel dependen dan variabel prediktor sebagai variabel independen.

  2. Membuat model ANOVA dengan memanfaatkan fungsi aov.

4.4.1 Uji Normalitas Galat

  • Hipotesis yang digunakan adalah:

  • \(H_0\) : Pengamatan menyebar normal

  • \(H_1\) : Pengamatan tidak menyebar normal

4.4.1.1 Uji Saphiro-Wilk

  • Berdasarkan uji Saphiro-Wilk, diperoleh:

\[ p-value = 0.02119 \]

  • Keputusan:

Karena p-value < \(\alpha(0.05)\), maka tolak \(H_0\)

  • Kesimpulan:

Dengan taraf nyata 5% dapat disimpulkan bahwa data tidak berdistribusi normal.

4.4.1.2 Plot Q-Q

Dari gambar plot di atas, dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Hal tersebut dapat dilihat pada titik-titik yang menyebar dan berada di sekitar garis horizontal.

4.4.1.3 Uji Jarque Bera

  • Berdasarkan uji Jarque Bera, diperoleh:

\[ p-value = 0.3365 \]

  • Keputusan:

Karena p-value > \(\alpha(0.05)\), maka terima \(H_0\)

  • Kesimpulan:

Dengan taraf nyata 5% dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal.

4.4.2 Uji Homogenitas Ragam

  • Hipotesis yang digunakan adalah:

\[ H_0:\sigma^2_1=\sigma^2_2=\sigma^2_3=\sigma^2_4 \]

\[ H_1:\sigma^2_i \neq \sigma^2_j,untuk~paling~tidak~ada~satu~pasang~i,j \]

4.4.2.1 Uji Levene

  • Berdasarkan uji Levene, diperoleh:

\[ p-value = 0.06624 \]

  • Keputusan:

Karena p-value > \(\alpha(0.05)\), maka terima \(H_0\)

  • Kesimpulan:

Dengan taraf nyata 5% dapat disimpulkan bahwa sudah cukup bukti untuk menyatakan bahwa data sampel berasal dari populasi yang homogen.

4.4.2.2 Uji Breusch-Pagan

  • Berdasarkan uji Breusch-Pagan, diperoleh:

\[ p-value = 0.1259 \]

  • Keputusan:

Karena p-value > \(\alpha(0.05)\), maka terima \(H_0\)

  • Kesimpulan:

Dengan taraf nyata 5% dapat disimpulkan bahwa sudah cukup bukti untuk menyatakan bahwa data sampel berasal dari populasi yang homogen.

5 KESIMPULAN

Analisis One-Way ANOVA merupakan salah satu analisis ragam yang digunakan untuk mengetahui perbedaan rata-rata antar perlakuan. Penerapan analisis terhadap kasus profitabilitas bank umum konvensional di Indonesia tepat karena hanya terdapat satu variabel independen yang bersifat kategorik dan satu variabel dependen yang bersifat kuantitatif pada sampel. Rasio Return On Asset (ROA) sebagai variabel independen dan persentase kinerja sebagai variabel dependen.

Berdasarkan perhitungan menggunakan software RStudio di atas, diperoleh cukup bukti untuk menyatakan bahwa rata-rata antar perlakuan berbeda dengan taraf nyata 5%. Sesuai dengan konsep teori yang telah dijelaskan, analisis bisa dilanjutkan dengan melakukan uji lanjut dan mengetahui bahwa semua pasangan perlakuan berbeda sangat nyata terhadap variabel dependen. Serta untuk mendukung keabsahan dan kehomogenan data, dilakukan analisis asumsi normalitas galat dan homogenitas ragam. Analisis asumsi tersebut menunjukkan bahwa data kinerja bank umum konvensional di Indonesia periode 2016-2020 berdasarkan CAR, LDR, NPL, dan BOPO berdistribusi normal dan berasal dari populasi yang homogen.

6 DAFTAR PUSTAKA

  1. Asmaul, H. 2022. ONE WAY ANOVA. rpubs.com. Diakses pada 27 Mei 2023 dari https://rpubs.com/asmaulhsh/OnewayANOVA.

  2. Berutu, A, Widawati, A.S, & Mulyatun, S. 2022. Analisis Rasio Kesehatan Bank Umum Konvensional di Indonesia Periode 2016-2020. Upajiwa Dewantara, 6(1).

  3. Putri, F. N. 2022. Analisis Ragam Satu Arah (One-Way ANOVA) dalam Perbandingan Dosis Pupuk Organik Pada Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill). rstudio-pubs-static.s3.amazonaws.com. Diakses pada 27 Mei 2023 dari https://rstudio-pubs-static.s3.amazonaws.com/904921_c3603d5dd27e463183b04d695adca12c.html.

  4. Sari, V. 2016. Pengaruh Rasio Keuangan, Ukuran Perusahaan, dan Exchange Rate Terhadap Profitabilitas Bank Umum di Indonesia dan Bank Umum di Thailand Periode 2010-2014. Skripsi. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta.

  5. Susilawati, M. 2015. Perancangan Percobaan. Denpasar: Universitas Udayana.

  6. Usmadi. 2020. Pengujian Persyaratan Analisis (Uji Homogenitas dan Uji Normalitas). Inovasi Pendidikan, 7(1).

  7. Zidan, R. Analisis Varians Satu Arah (One Way ANOVA). slideplayer.info. Diakses pada 28 Mei 2023 dari https://slideplayer.info/slide/2591259/.