Pengaruh Pengetahuan Orangtua Tentang Kesehatan Gigi Anak Terhadap Perilaku Menyikat Gigi di SDN Bangah dan SDN Tropodo II Sidoarjo

Muhammad Rizky Zaidan

18 Mei 2022

Library:

> # install.packages("knitr")
> # install.packages("rmarkdown")
> # install.packages("prettydoc")
> # install.packages("equatiomatic")

1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Menjaga kesehatan tubuh dapat dilakukan dengan menjalani pola hidup yang sehat. Pola hidup yang sehat dapat dijadikan kebiasaan jika dilakukan terus menerus sejak dini. Untuk menerapkan pola hidup yang sehat, terutama dapat kita lakukan di lingkungan keluarga. Orang tua memiliki peran utama pada kondisi ini. Apabila tidak memiliki kebiasaan hidup yang sehat, maka tubuh akan mudah terkena suatu penyakit. Salah satunya adalah masalah kesehatan gigi dan mulut.

Kesehatan gigi dan mulut menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memiliki perhatian khusus dan harus segera ditangani, terutama pada anak-anak. Hal ini berdasar pada Riset Kesehatan Dasar Nasional (Riskesdas) tahun 2007, prevalensi nasional masalah kesehatan gigi dan mulut sebesar 23,5% (Worang dkk, 2014). Data yang lain menunjukkan persentase penduduk di Indonesia yang mempunyai masalah gigi dan mulut untuk anak usia >10 tahun riskesdas tahun 2007 dan 2013 meningkat dari 20,6% menjadi 25,3% (Tarigan dkk, 2016). Semakin dini kesehatan gigi dan mulut dijaga, maka semakin tinggi pula upaya dalam meningkatkan kesehatan gigi dan mulut pada anak.

Kesadaran masyarakat Indonesia, khususnya orang tua, untuk mendidik dan mencontohkan cara menjaga kesehatan gigi pada anak masih tergolong rendah (Tarigan dkk, 2016). Orang tua sebagai guru pertama anak, memiliki peran yang besar dalam pencegahan penyakit gigi dan mulut pada anak (Palupi, 2020). Pengetahuan yang dimiliki orang tua tentang cara menjaga rongga mulut untuk disalurkan pada anak dianggap sangat penting. Hal ini berkaitan dengan perilaku yang akan diterapkan oleh anak dalam menjaga kebersihan gigi dan mulutnya (Worang dkk, 2014). Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh World Health Organization (2012) diketahui bahwa sebanyak 91% anak menyikat gigi setiap hari tapi hanya 7,3% dari keseluruhan yang mengikuti petunjuk untuk menyikat gigi pada pagi hari dan malam hari sebelum tidur dengan cara yang benar. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa kesadaran waktu menyikat gigi yang tepat masih rendah (Tarigan dkk, 2016).

Dari data-data yang didapatkan, kemudian menjadi dasar-dasar penelitian ini dilaksanakan. Penelitian ini memiliki fokus utama pada tingkat pengetahuan orang tua tentang kesehatan gigi pada anak terhadap perilaku menyikat gigi dengan berdasarkan theory of health belief model yang dimana Orang tua menjadi model sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi individu (anaknya) dalam berperilaku menyikat gigi. Penelitian ini sebelumnya telah dilaksanakan, namun pada penelitian kami akan fokus dilaksanakan di SDN Bangah dan SDN Tropodo II Sidoarjo. SDN tersebut berada tidak jauh dari tengah kota, lingkungan ini menyebabkan terdapatnya keragaman tingkat pendidikan orangtua yang tentu saja akan mempengaruhi pengetahuan orangtua mengenai kesehatan gigi, dengan begitu hal ini juga akan mempengaruhi perilaku dalam menyikat gigi. Penelitian ini dilaksanakan dengan harapan, kesadaran serta pengetahuan orang tua untuk mendidik anak menjaga kesehatan gigi meningkat. Oleh karena itu, dibutuhkan evaluasi dengan mendata tingkat pengetahuan orang tua tentang cara menjaga kesehatan gigi pada anak.

1.2 Statistika Deskriptif

Satistika deskriptif adalah proses pengumpulan dan menggambarkan kumpulan data atau hasil pengamatan sehingga dapat menjadi sebuah informasi yang mudah untuk dipahami oleh pembaca. Menurut Walpole, E.R statistika deskriptif merupakan metode yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian suatu gugusan data sehingga memberikan informasi yang berguna tanpa menarik inferensia atau kesimpulan. Penyusunan tabel,diagram, grafik, dan besaran-besaran lain di majalah dan koran-koran, termasuk dalam kategori statistika deskriptif.(Ronald E. Walpole, 1993) Bentuk-bentuk penyajian data secara umum dibagi dalam dua aspek, yaitu : 1. Penyiapan data yang mencakup proses editing, pengkodean, dan pemasukkan data, serta 2. Analisis pendahuluan meliputi pemilihan, pemeriksaan, dan penyusunan data sehingga diperoleh gambaran, pola, dan hubungan yang lebih bermakna.

1.2.1 Analisis Regresi

  1. Uji Analisis Regresi Linier Sederhana

Analisis regresi linier sederhana merupakan metode pendekatan untuk permodelan hubungan antara satu variabel dependen dan satu variabel independen. Berikut merupakan bentuk analisis regresi linier sederhana :

\[ y = a+bX \] 2.Uji Simultan (Uji-F)

Uji F juga disebut sebagai uji signifikansi keseluruhan karena uji ini nantinya akan menunjukkan apakah variabel Y atau variabel respon (dependen) berhubungan linear dengan keseluruhan variabel X atau variabel penjelas (independen) (Ghozali, 2018).

\[ F=\frac{R^2 (n-k-1)}{k(1-R^2)} \]

3.Uji T

Uji t atau dapat disebut juga sebagai uji signifikansi secara parsial, yang dilakukan untuk menunjukkan seberapa jauh masing masing variabel independen/ penjelas secara individual dalam menerangkan variasi dari variabel dependen atau variabel respon (Gujarati, 2003)

\[ t=\frac{β_j-β_j}{se(β_j)} \] 4. Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi untuk mengukur seberapa baik garis regresi yang dimiliki. Dalam hal ini kita mengukur seberapa besar proporsi variasi variabel dependen dijelaskan oleh semua variabel dependen. Semakin besar nilai r^2 maka persentase perubahan variabel terikat yang disebabkan variabel bebas semakin tinggi dan semakin kecil r^2 , maka persentase perubahan variabel terikat yang disebabkan oleh variabel bebas semakin rendah. Nilai r^2 berkisar antara 0 < r^2< 1.(Kuncoro, 2011) Sebelum mengetahui nilai koefisien determinasi maka harus mengetahui hubungan keeratan antara dua variabel digunakan analisis korelasi, maka koefisien korelasi (r ) dihitung berdasarkan rumus berikut: \[ R=\sqrt\frac{{{b_1}\sum{x_1y}+ \dots +{b_k}\sum{x_ky}}}{\sum{y}^2} \] 5. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak.Peneliti biasanya menggunakan pengujian uji normalitas KolmogorovSmirnov.Keputusan normalitas dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov adalah : a) Nilai Sig atau signifikasi atau nilai probabilitas < 0,05 distribusi data adalah tidak normal. b) Nilai Sig atau signifikasi atau nilai probabilitas > 0,05 distribusi data adalah normal.

\[ Dhitung=Sup |F_n (x)-F_0 (x) \]

  1. Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas adalah uji yang menilai apakah ada ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi linear. Model regresi yang baik adalah model yang tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali, 2013). Untuk menentukan heteroskedastisitas dapat menggunakan uji Glejser. Dasar pengambilan keputusan pada uji ini adalah a) Nilai Sig atau signifikasi atau nilai probabilitas < 0,05 maka terjadi masalah heteroskedastisitas b) Nilai Sig atau signifikasi atau nilai probabilitas > 0,05 maka tidak terjadi masalah heteroskedastisitas

\[ |e|= a_1+b_2 X_2 \]

  1. Uji Linieritas

Menurut Sugiyono dan Susanto (2015:323) uji linearitas dapat dipakai untuk mengetahui apakah variabel terikat dengan variabel bebas memiliki hubungan linear atau tidak secara signifikan.

\[ 𝑟𝑥𝑦 =\frac{𝑁 ∑ X𝑌 − (∑ X)(∑ 𝑌)} {√[𝑁 ∑ X^2 − (∑ X)^ 2][𝑁 ∑ 𝑌^ 2 − (∑ 𝑌)^2]} \]

1.3 Data

Data diambil dari hasil kuesioner orang tua siswa kelas 5 SDN Bangah Gedangan Sidoarjo dan SDN Tropondo II Sidoarjo. Dengan :

X = Pengetahuan Orangtua tentang Kesehatan Gigi Anak

Y = Perilaku Menyikat Gigi

2 SOURCE CODE

2.1 Library yang Dibutuhkan

> # Library
> # install.packages("stats")
> # install.packages("tseries")
> # install.packages("lmtest")

2.2 Import Data

> library(readxl)
> Data_Kuesioner <- read_excel("D:/BARU/Semester 6/2. Komputasi Statistika G/Mini Project Praktikum/Data Kuesioner.xlsx", sheet = "Total Jawaban Kuesioner")
> View(Data_Kuesioner)

3 HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Uji Validitas

> library(readxl)
> Data_Kuesioner <- read_excel("D:/BARU/Semester 6/2. Komputasi Statistika G/Mini Project Praktikum/Data Kuesioner.xlsx", 
+     sheet = "Uji Validitas", range = "G1:H8")
> View(Data_Kuesioner)

Berdasarkan Data yang digunakan, diperoleh nilai rataan sebesar…. \[ \mu_{X} = 0,489 \] \[ \mu_{Y} = 0,419 \]

3.2 Uji Normalitas

Dari grafik histogram, dapat disimpulkan bahwa grafik diatas berbentuk lonceng (bell shaped), tidak condong ke kanan atau ke kiri sehingga dari grafik tersebut dinyatakan bahwa data berdistribusi normal. Dan dibuktikan juga dengan hasil uji normalitas dengan kolmogorov- smirnov mempunyai nilai signifikasi sebesar 0,053 yang berarti lebih besar dari 0,05. Sehingga menunjukkan bahwa variabel Pengetahuan orangtua tentang kesehatan gigi anak dan Perilaku menyikat gigi berdistribusi normal.

3.3 Analisis Regresi Linier Sederhana

Berdasarkan analisis regresi linier sederhana dengan data tersebut mendapatkan hasil persamaan regresi sebagai berikut :

\[ Y = 0,573 + 0,266X \] Persamaan tersebut menjelaskan bahwa jika variabel pengetahuan orangtua tentang kesehatan gigi anak tidak mengalami pertambahan maka perilaku menyikat gigi berada pada nilai 0,573 satuan atau sebesar 57,3%, namun saat variabel pengetahuan orangtua tentang kesehatan gigi anak meningkat sebanyak 1 satuan,maka variabel perilaku menyikat gigi akan mengalami peningkatan sebesar 0,266 satuan atau sebesar 26,6%.

4 PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Kesimpulan dari penelitian yang berjudul “Pengaruh Pengetahuan Orangtua Tentang Kesehatan Gigi Anak Terhadap Perilaku Menyikat Gigi di SDN Bangah dan SDN Tropodo II Sidoarjo” dengan 46 responden adalah :

  1. Berdasarkan tingkat pengetahuan orang tua tentang kesehatan gigi anak didapatkan 8 responden dengan kriteria baik (17,4%), 31 responden dengan kriteria sedang (67,4%), dan 7 responden dengan kriteria buruk (15,2%).

  2. Berdasarkan tingkat pemahaman perilaku orang tua tentang kesehatan gigi anak didapatkan 9 responden dengan kriteria baik (19,6%), 17 responden dengan kriteria sedang (36,9%), dan 20 responden dengan kriteria buruk (43,5%).

  3. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear sederhana dan menghasilkan kesimpulan bahwa pengetahuan orangtua tentang kesehatan gigi anak berpengaruh pada perilaku menyikat gigi pada anak. Hal ini telah dibuktikan dengan dilihat dari besarnya nila F-hitung = 5.520 dengan tingkat signifikasi sebesar 0,023 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh variabel pengetahuan orangtua tentang kesehatan gigi anak terhadap perilaku menyikat gigi adalah sebesar 11,1% dan selebihnya sebanyak 88,9% ditentukkan oleh variabel lain yang tidak diteliti.

4.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitian, maka peneliti dapat memberikan saran bahwa diharapkan orang tua dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman perilaku terkait kesehatan gigi anak seperti cara menyikat gigi, alat menyikat gigi dan waktu menyikat gigi yang baik.

5 DAFTAR PUSTAKA

Abadi, NY., Suparno. 2019. Perspektif Orang Tua pada Kesehatan Gigi Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 161-169.

Abdat, M., & Ramayana, I. (2020). Relationship between mother’s knowledge and behaviour with oral health status of early childhood. Padjadjaran Journal of Dentistry, 32(3), 166-173.

American Dental Association. Mouth Healthy: Brushing Your Teeth. Accessed March 28, 2019. Amila., Hasibuan, EK. 2020. Peningkatan Pengetahuan Anak Usia Dini dalam Perawatan Kesehatan

Gigi dan Mulut. Jurnal Abdimas Mutiara Volume 1, Nomor 1, Hal 30-41.

Khasanah, NN., Susanto, H., Rahayu., WF. 2019. Gambaran Kesehatan Gigi dan Mulut serta Perilaku Menggosok Gigi Anak Usia Sekolah. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Volume 9 No 4, Hal 327-334.

Nursalam, Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan, Salemba Me. Jakarta, 2017.

Pratamawari, D. N. P., & Hadid, A. M. (2019). HUBUNGAN SELF-RATED ORAL HEALTH TERHADAP INDEKS KUNJUNGAN RUTIN PEMERIKSAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT KE DOKTER GIGI. ODONTO: Dental Journal, 6, 6-11.

Rizaldy, A., Susilawati, S., & Suwargiani, A. A. (2017). Perilaku orang tua terhadap pemeliharaan kesehatan gigi anak pada Sekolah Dasar Negeri Mekarjaya Parents’ behaviour on the children’s oral health care at Mekarjaya State Elementary School. Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, 29(2).

Rompis, C., Pangemanan, D., & Gunawan, P. (2016). Hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang kesehatan gigi anak dengan tingkat keparahan karies anak TK di Kota Tahuna. e-GiGi, 4(1).

Sami, A., Fatima, K., Moin, H., Bashir, R., & Ahmed, J. (2016). Relationship of parental knowledge and attitude with oral health status of children in Karachi East. Journal of Advances in Medicine and Medical Research, 1-9.

Umar, Husein, 2008. Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis, PT. Rajagrafindo Persada, Jakarta.

Worotitjan, I., Mintjelungan, C. N., & Gunawan, P. (2013). Pengalaman karies gigi serta pola makan dan minum pada anak Sekolah Dasar di Desa Kiawa Kecamatan Kawangkoan Utara. e-GiGi, 1(1).

Zia, H. K., Nurhamidah, N., & Afriza, D. (2014). Hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu terhadap kebiasaan menyikat gigi anak. B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah, 1(1), 43-48.