1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kemiskinan merupakan suatu keadaan ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar. Permasalahan ini menjadi bagian dari masalah pembangunan yang perlu diperhatikan, karena kemiskinan dapat menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan penduduk miskin yang tersebar di setiap kabupaten/kota. Jumlah Penduduk Miskin di Provinsi Jawa Timur pada Tahun 2021 sebanyak 4.259 juta orang pada September 2021. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan salah satunya adalah indeks pembangunan manusia. Terdapat 4 komponen IPM yang menggambarkan capaian pembangunan di bidang kesehatan (angka harapan hidup), pendidikan (angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah), dan kesehahteraan masyarakat (pengeluaran perkapita disesuaikan) (Merna, 2011:13). Mengingat pentingnya komponen-komponen indeks pembangunan manusia terhadap kemiskinan, maka perlu diteliti lebih lanjut kausalitas mengenai keduanya. Pada penelitian ini, akan dilakukan analisis pengaruh Angka Harapan Hidup (AHH), dan Rata-Rata Lama Sekolah terhadap Jumlah Penduduk Miskin di Jawa Timur tahun 2021.

1.2 Statistika Deskriptif

Statistika deskriptif merupakan metode terkait cara-cara pengumpulan, peringkasan, dan penyajian data untuk mendapatkan informasi yang lebih mudah dipahami. Informasi-informasi tersebut diantaranya pemusatan data, penyebaran data, kecenderungan suatu gugus data, dan ukuran letak. (Muchson, 2017:6) Di antara statistik deskriptif tersebut, ukuran pemusatan data merupakan yang paling sering digunakan.

1.3 Analisis Regresi

Analisi regresi merupakan analissi mengenai ketergantungan suatu variabel (prediktor) pada variabel lain (respon). Apabila analisis dilakukan pada beberapa variabel prediktor untuk mengetahui pengaruhnya terhadapp variabel respon, maka digunakan analisis regresi berganda. Suatu garis regresi dapat dinyatakan dalam suatu persamaan bernama persamaan regresi. Persamaan regresi untuk garis regresi linier dengan dua variabel prediktor yaitu sebagai berikut :

\[ Y = a + β_1X_1 + β_2X_2 + e \] di mana :
Y = Variabel Respon
X1, X2 = Prediktor1, Prediktor2
β1, β2 = koefisien prediktor 1, koefisien prediktor 2
a = intercept

1.4 Data

Jenis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data sekunder yang diperoleh dari website resmi Badan Pusat Statistika (BPS) Provinsi Jawa Timur. Adapun variabel yang digunakan antara lain Angka Harapan Hidup (AHH) dan Rata-Rata Lama Sekolah sebagai variabel prediktor (X), dan Jumlah Penduduk Miskin sebagai variabel Respon (Y). Pada penelitian ini, akan digunakan data pada tahun 2021 untuk seluruh variabel.

2 SOURCE CODE

2.1 Library yang Dibutuhkan

# Library
library(readxl)
## Warning: package 'readxl' was built under R version 4.0.4
library(tseries)
## Warning: package 'tseries' was built under R version 4.0.5
## Registered S3 method overwritten by 'quantmod':
##   method            from
##   as.zoo.data.frame zoo
library(lmtest)
## Warning: package 'lmtest' was built under R version 4.0.4
## Loading required package: zoo
## Warning: package 'zoo' was built under R version 4.0.4
## 
## Attaching package: 'zoo'
## The following objects are masked from 'package:base':
## 
##     as.Date, as.Date.numeric
library(car)
## Warning: package 'car' was built under R version 4.0.4
## Loading required package: carData
library(ggplot2)
## Warning: package 'ggplot2' was built under R version 4.0.4

2.2 Mengimpor Dataset

library(readxl)
datamiskin <- read_excel("H:/Kuliah/Semester VI/Komputasi Statistika/Laprak/datafix.xlsx")
View(datamiskin)

Source URL : https://jatim.bps.go.id/indicator/26/32/1/rata-rata-lama-sekolah.html
https://jatim.bps.go.id/indicator/23/421/1/jumlah-penduduk-miskin-menurut-kabupaten-kota-di-jawa-timur.html
https://jatim.bps.go.id/indicator/26/29/1/angka-harapan-hidup.html

2.3 Statistika Deskriptif

summary(datamiskin[,2:4])
##       AHH             RLS              JPM        
##  Min.   :66.89   Min.   : 4.860   Min.   :  8.37  
##  1st Qu.:70.44   1st Qu.: 7.200   1st Qu.: 79.34  
##  Median :72.45   Median : 7.695   Median :123.03  
##  Mean   :71.72   Mean   : 8.061   Mean   :120.34  
##  3rd Qu.:72.84   3rd Qu.: 9.220   3rd Qu.:166.48  
##  Max.   :74.18   Max.   :11.370   Max.   :276.58

##Analisis Regresi

reg <- lm(JPM~., data=datamiskin[2:4])
summary(reg)
## 
## Call:
## lm(formula = JPM ~ ., data = datamiskin[2:4])
## 
## Residuals:
##     Min      1Q  Median      3Q     Max 
## -72.354 -47.437  -5.677  28.751 127.836 
## 
## Coefficients:
##             Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)    
## (Intercept)  -37.409    450.398  -0.083 0.934278    
## AHH            6.266      6.950   0.902 0.373479    
## RLS          -36.176      8.705  -4.156 0.000198 ***
## ---
## Signif. codes:  0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
## 
## Residual standard error: 57.64 on 35 degrees of freedom
## Multiple R-squared:  0.4314, Adjusted R-squared:  0.3989 
## F-statistic: 13.28 on 2 and 35 DF,  p-value: 5.113e-05

2.4 Pemeriksaan Asumsi

2.4.1 Uji Normalitas

galat <- residuals(reg)
jarque.bera.test(galat)
## 
##  Jarque Bera Test
## 
## data:  galat
## X-squared = 3.0041, df = 2, p-value = 0.2227

2.4.2 uji Homoskedastisitas

bptest(reg)
## 
##  studentized Breusch-Pagan test
## 
## data:  reg
## BP = 0.86504, df = 2, p-value = 0.6489

2.4.3 Uji Multikolinieritas

vif(reg)
##      AHH      RLS 
## 2.097294 2.097294

2.4.4 Uji Autokorelasi

dwtest(reg)
## 
##  Durbin-Watson test
## 
## data:  reg
## DW = 1.5658, p-value = 0.05646
## alternative hypothesis: true autocorrelation is greater than 0

3 HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Statistika Deskriptif

Dari hasil analisis yang diperoleh, dapat dilihat bahwa sebagian besar Kabupaten/Kota di Jawa Timur memiliki Angka Harapan Hidup (AHH) sebesar 72.45 tahun. Angka Harapan Hidup (AHH) tertinggi adalah sebesar 74.18 tahun yaitu pada Kota Surabaya. Sedangkan Angka Harapan Hidup (AHH) terendah adalah sebesar 66.89 tahun yaitu pada Kabupaten Bondowoso.

Di samping itu, Rata-Rata Lama Sekolah di Provinsi Jawa Timur sebesar 8.061 tahun di sebagian besar Kabupaten/Kota. Rata-Rata Lama Sekolah paling besar ada pada Kota Madiun yaitu sebesar 11.37 tahun. Sedangkan Rata-Rata Lama Sekolah terendah ada pada Kabupaten Sampang yaitu sebesar 4.860.

Adapun Jumlah Penduduk Miskin di Provinsi Jawa Timur sebesar 120.24 di sebagian besar Kabupaten/Kota. Jumlah Penduduk Miskin Terbanyak ada pada Kabupaten Malang, yaitu sebesar 276.58. Sedangkan Jumlah Penduduk Miskin terendah terdapat pada Kota Mojokerto, yaitu sebesar 8.37.

3.2 Model Regresi

Dari data yang digunakan, diperoleh persamaan regresi yang terbentuk adalah sebagai berikut :
\[ Y_i = -37.409 + 6.266X_1 - 36.176X_2 \] Dari persamaann tersebut, dapat disimpulkan bahwa :
1. Angka Harapan Hidup (AHH)
Setiap kenaikan Angka Harapan Hidup (AHH) sebesar 1 tahun, maka akan meningkatkan Jumlah Penduduk Miskin sebesar 6.266

  1. Rata-Rata Lama Sekolah
    Setiap kenaikan Rata-Rata Lama Sekolah sebesar 1 tahun, maka akan menurunkan Jumlah Penduduk Miskin sebesar 36.176

3.3 Uji Signifikansi

3.3.1 Uji Simultan

Dari hasil analisis diperoleh p-value < alpha, maka H0 ditolak. Sehingga, dengan taraf nyata 5%, dapat disimpulkan bahwa Angka Harapan Hidup (AHH) dan Rata-Rata Lama Sekolah berpengaruh signifikan secara simultan terhadap Jumlah Penduduk Miskin.

3.3.2 Uji Parsial

Dari hasil analisis diperoleh p-value > alpha untuk variabel Angka Harapan Hidup (AHH), sehingga H0 diterima . Sedangkan pada variabel Rata-Rata, diperoleh p-value < alpha, sehingga H0 ditolak. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pada taraf nyata 5%, Angka Harapan Hidup (AHH) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Jumlah Penduduk Miskin, sedangkan Rata-Rata Lama Sekolah berpengaruh secara signifikan terhadap Jumlah Penduduk Miskin.

3.4 Pengujian Asumsi

3.4.1 Uji Normalitas :

Dari hasil uji normalitas menggunakan uji jarque bera, diperoleh p-value sebesar 0.2227. Sehingga, dengan taraf 5%, dapat disimpulkan bahwa sisaan sudah menyebar normal

3.5 Uji Homoskedastisitas

Dari hasil uji diperoleh p-value sebesar 0.6489. Sehingga, dengan taraf 5%, dapat disimpulkan bahwa asumsi homoskedastisitas terpenuhi.

3.6 Uji Non-Multikolinieritas

Dari hasil analissi diperoleh nilai VIF baik dari variabel Angka Harapan hidup (AHH) maupun Rata-Rata Lama Sekolah sebesar 2.097294. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa asumsi Non-Multikolinieritas terpenuhi.

3.7 Uji Autokorelasi

Dari hasil uji diperoleh p-value sebesar 0.05646. Sehingga, dengan taraf 5%, dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi kasus autokorelasi sisaan

4 DAFTAR PUSTAKA

Basuki, A. T. & Prawoto, N. (2015). Analisis Regresi dalam Penelitian Ekonomi & Bisnis. Depok:Raja Grafindo Persada

Merna K. 2011. Analisis Pertumbuhan Ekonomi, Angka Harapan Hidup, Angka Melek Huruf, Rata-Rata Lama Sekolah, Pengeluaran Perkapita dan Jumlah Penduduk Terhadap Tingkat Kemiskinan di Jawa Tengah. Skripsi. Tidak Diterbitkan. Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Universitas Diponegoro: Semarang.

Muchson, M. (2017). Statistika Deskriptif. Tuban: Spasi Media