1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Banyak faktor yang dapat menyebabkan kemacetan pada jalan tol. Antara lain adalah meningkatnya jumlah penduduk dari tahun ke tahun yang tentu saja semakin bertambahnya volume kendaraan pribadi beroda empat. Faktor lainnya yang ingin diamati adalah waktu pelayanan antar operator dalam satu gerbang tol. Tujuan penelitian ini adalah peneliti ingin mengetahui apakah ada perbedaan waktu yang signifikan atau tidak pada operator dalam melayani kendaraan beroda empat dengan menggunakan software R. Data yang diamati oleh peneliti adalah waktu pelayanan per mobil saat masuk gerbang tol. Kemudian peneliti akan mengolah data tersebut dengan One-Way ANOVA.
1.2 Statistika Deskriptif
1.3 Asumsi Normalitas
Kriteria pengambilan keputusan adalah sebagai berikut:
- Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.
- Jika data menyebar jauh dari diagonal dan/tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram tidak menunjukkan pada distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.
1.4 Asumsi Homoskedatisitas
Berikut ini adalah dasar analasis grafik scatterplot:
- Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar, kemudian menyempit), maka mengindikasikan terjadi heteroskedastisitas.
- Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas
Berikut merupakan contoh grafik homoskedatisitas
Salah satu uji homogenitas adalah Uji Levene. Uji levene digunakan untuk menguji kesamaan varians dari beberapa populasi. Uji levene merupakan uji alternatif dari uji Bartlett. Uji Levene menggunakan analisis varian satu arah.
Hipotesis yang digunakan pada uji ini adalah:
\(H_{0}\) : Semua kelas populasi mempunyai variansi yang homogen
\(H_{1}\) : Tidak Semua kelas populasi mempunyai variansi yang homogen
1.5 One-Way Anova
Analisis pada uji ANOVA ditegakkan pada beberapa asumsi. Pertama, populasi harus independen dan data yang diamati juga independen pada kelompoknya. Artinya, setiap sampel tidak berhubungan dengan sampel yang lain. Kedua, populasi yang diteliti dalam uji ini haruslah berdistribusi normal. Normalitas ini harus terpenuhi dikarenakan pada prinsipnya uji ANOVA merupakan uji beda rataan. Ketiga, populasi harus memiliki standar deviasi atau variansi yang sama. Kesamaan variansi ini akan berhubungan dengan uji F yang akan dilakukan nantinya. Jika variansi pada populasi tidak sama, maka tidak dapat dilakukan uji F. Syarat yang terakhir adalah apabila sampel yang diambil dari sebuah populasi adalah bersifat bebas maka sampel diambil secara acak.
Hipotesis yang digunakan adalah sebagai berikut:
\(H_{0}\) : \(\mu_{}=...=\mu_{i}=\mu\)
\(H_{1}\) : paling sedikit terdapat satu kelompok dengan \(μ_{i}≠μ\)
1.6 Data
Dalam penerapan One-Way ANOVA kasus ini dakan digunakan data sekunder yang berasal dari hasil pengumpulan data primer waktu pelayanan per mobil saat masuk gerbang tol, khususnya gerbang tol Ancol Timur yang terletak di Jakarta Utara. Data berisi waktu pelayanan per mobil saat masuk ke gerbang tol dengan menggunakan 3 jalur yang berbeda. Terdapat tiga jalur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Jalur 1, Jalur 2, dan Jalur 3. Dalam upaya evaluasi terhadap kemacetan pada jalan tol dilakukan perbandingan antara ketiga jalur tersbeut terhadap waktu pelayanan operator pintu tol.
2 SOURCE CODE
2.1 Library yang Dibutuhkan
> # Library (knitr)
> # Library (rmarkdown)
> # Library (prettydoc)
> # Library (equatiomatic)
> # Library (car)2.2 Data Waktu Pelayanan Operator
Mengimport Data
> d <- file.path("D:","RESPONSI","KOMSTAT","Datapelayanan.csv")
> Datapelayanan = read.csv(d,sep=";",header=TRUE)Source code diatas merupakan Waktu Pelayanan Operator per mobil saat masuk Pintu Tol. Data diperoleh dari file csv dengan menggunakan function file.path dan read.csv. Pada perintah file.path digunakan untuk mencari data yang akan kita import dan disimpan dalam objek d. kemudian, digunakan perintah read.csv untuk membaca data tersebut dan disimpan dalam objek Datapelayanan.
Menampilkan Data
> Datapelayanan
Jalur.1 Jalur.2 Jalur.3
1 10.21 6.60 8.30
2 8.80 9.30 7.44
3 10.50 8.60 8.00
4 6.45 10.56 6.26
5 11.61 10.66 8.29
6 8.72 10.58 9.70
7 9.70 11.16 7.00
8 11.25 8.58 7.80
9 7.81 9.51 7.30
10 10.18 10.26 11.60
11 9.86 10.28 10.60
12 9.65 8.51 8.10
13 10.85 7.36 6.70
14 7.50 9.05 9.00
15 8.00 9.43 11.50
16 11.20 8.90 8.90
17 8.00 8.65 7.50Source code diatas adalah untuk menampilkan data yang telah diimport dari file csv dalam tampilan sebuah tabel dengan menggunakan perintah read.csv.
Mendefinisikan Data
> J1 <- Datapelayanan$Jalur.1
> J2 <- Datapelayanan$Jalur.2
> J3 <- Datapelayanan$Jalur.3
>
> Jalur <- as.factor(c("J1","J1","J1","J1","J1","J1","J1","J1","J1","J1","J1","J1","J1","J1","J1","J1","J1",
+ "J2","J2","J2","J2","J2","J2","J2","J2","J2","J2","J2","J2","J2","J2","J2","J2","J2",
+ "J3","J3","J3","J3","J3","J3","J3","J3","J3","J3","J3","J3","J3","J3","J3","J3","J3"))
>
> Waktu_Pelayanan <- c(J1,J2,J3)
>
> Datawaktu <- data.frame (Jalur,Waktu_Pelayanan)
>
> Datawaktu
Jalur Waktu_Pelayanan
1 J1 10.21
2 J1 8.80
3 J1 10.50
4 J1 6.45
5 J1 11.61
6 J1 8.72
7 J1 9.70
8 J1 11.25
9 J1 7.81
10 J1 10.18
11 J1 9.86
12 J1 9.65
13 J1 10.85
14 J1 7.50
15 J1 8.00
16 J1 11.20
17 J1 8.00
18 J2 6.60
19 J2 9.30
20 J2 8.60
21 J2 10.56
22 J2 10.66
23 J2 10.58
24 J2 11.16
25 J2 8.58
26 J2 9.51
27 J2 10.26
28 J2 10.28
29 J2 8.51
30 J2 7.36
31 J2 9.05
32 J2 9.43
33 J2 8.90
34 J2 8.65
35 J3 8.30
36 J3 7.44
37 J3 8.00
38 J3 6.26
39 J3 8.29
40 J3 9.70
41 J3 7.00
42 J3 7.80
43 J3 7.30
44 J3 11.60
45 J3 10.60
46 J3 8.10
47 J3 6.70
48 J3 9.00
49 J3 11.50
50 J3 8.90
51 J3 7.50J1, J2, dan J3 merupakan ekstrak data berturut-turut Jalur.1, Jalur.2, dan Jalur.3. Ekstrak data dapat dilakukan dengan simbol $. Selanjutnya mendefinisikan “Jalur” sebagai faktor dengan menggunakan function as.factor dan argumen yang digunakan adalah “J1” sesuai dengan jumlah data pada Jalur.1, “J2” sesuai dengan jumlah data pada Jalur.2, dan “J3” sesuai dengan jumlah data pada Jalur.3. Kemudian, membentuk vektor dengan objek bernama Waktu_pelayanan yang berisi J1, J2, dan J3. Setelah itu, membentuk data frame Datawaktu dari Jalur dan Waktu_pelayanan.
2.3 Statistika Deskriptif
Boxplot
> boxplot(Waktu_Pelayanan~Jalur, data=Datawaktu, main="Boxplot dari Waktu Pelayanan Operator Pintu Jalan Tol", xlab="Jalur", ylab="Waktu pelayanan") Perintah
boxplot() digunakan untuk membentuk boxplot dari waktu pelayanan operator. Argumen yang digunakan:
Waktu_Pelayanan~Jalur → untuk menyatakan bahwa boxplot Waktu Pelayanan dibuat untuk setiap level yang ada di variabel “Jalur”.
data=Datawaktu → untuk menyatakan nama obyek “Datawaktu” yang sudah didefinisikan sebelumnya, yg berisi variabel “Jalur” dan “Waktu_pelayanan”.
Argumen lain untuk menunjukkan identitas grafik.
2.4 Asumsi Normalitas
Normal QQ-Plot
> qqnorm(Datawaktu$Waktu_Pelayanan, col = "blue")
> qqline(Datawaktu$Waktu_Pelayanan) Menampilkan QQ-Plot normality dapat menggunakan function
qqnorm() sebagai persebaran titik-titik data dan qqline() sebagai garis linear. Argumen yang digunakan adalah ekstrak Datawaktu$Waktu_Pelayanan.
2.5 Asumsi Homoskedastisitas
Uji Levene
> library(car)
> levene <- leveneTest(Waktu_Pelayanan~Jalur, data=Datawaktu)
> levene
Levene's Test for Homogeneity of Variance (center = median)
Df F value Pr(>F)
group 2 0.4183 0.6606
48 Untuk melakukan uji Levene, setelah instalasi package car dan mengaktifkannya, digunakan perintah leveneTest() dengan argumen object dataframe bernama Datawaktu dan berisi variabel Waktu_Pelayanan dan Jalur.
2.6 One-Way ANOVA
One-Way ANOVA
> anova <- aov(Waktu_Pelayanan~Jalur, data = Datawaktu)
> summary(anova)
Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
Jalur 2 9.16 4.578 2.203 0.122
Residuals 48 99.78 2.079 Untuk melakukan analisis ragam, agar diperoleh tabel analisis ragam dan statistik uji F, digunakan perintah aov() yang disimpan dalam obyek dengan nama anova. Dengan argumen:
formula → Waktu_Pelayanan~Jalur
data → Datawaktu
Argumen lain dibiarkan sesuai defaultnya
Perintah summary(anova) digunakan untuk menampilkan hasil dari obyek anova.
3 HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Hasil Statistika Deskriptif
Hasil Boxplot sebagai berikut:
> boxplot(Waktu_Pelayanan~Jalur, data=Datawaktu, main="Boxplot dari Waktu Pelayanan Operator Pintu Jalan Tol", xlab="Jalur", ylab="Waktu pelayanan")Interpretasi
Secara visual terlihat bahwa tidak terdapat perbedaan rata - rata waktu pelayanan diantara ketiga jalur. Pada jalur 3 ditemukan adanya outlier data artinya ada data yang berbeda jauh dari pola data lainnya. Dalam penelitian ini tetap menggunakan data outlier tersebut dikarenakan dapat mempengaruhi hasil dan keputusan.
3.2 Hasil Asumsi Normalitas
Hasil QQ-Plot normalitas sebagai berikut:
> qqnorm(Datawaktu$Waktu_Pelayanan, col = "blue")
> qqline(Datawaktu$Waktu_Pelayanan)Interpretasi
Berdasarkan dari Normal QQ-Plot titik-titik menyebar disekitar daerah garis diagonal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data menyebar secara normal. Namun terdapat 2 (dua) outlier pada data artinya ada data yang berbeda jauh dari pola data lainnya. Dalam penelitian ini tetap menggunakan data outlier tersebut dikarenakan dapat mempengaruhi hasil dan keputusan. Titik-titik pada grafik berada tidak jauh dari garis dengan sudut 45 derajat antara sumbu X dan Y di kuadran I. Secara grafis, tidak terdapat indikasi pelanggaran normalitas atau dengan kata lain mengindikasikan terpenuhinya asumsi normalitas.
3.3 Hasil Asumsi Homoskedastisitas
Uji Levene
- Hipotesis
\(H_{0}\) : Semua kelas populasi mempunyai variansi yang homogen
\(H_{1}\) : Tidak Semua kelas populasi mempunyai variansi yang homogen
- Statistik Uji
> levene
Levene's Test for Homogeneity of Variance (center = median)
Df F value Pr(>F)
group 2 0.4183 0.6606
48 Diperoleh p-value sebesar 0.6606
Keputusan: Karena p-value (0.6606)> alpha (0.05), sehingga H0 tentang kesamaan ragam antar perlakuan, tidak dapat ditolak (Terima H0).
Kesimpulan: Dengan taraf nyata 5%, dapat disimpulkan bahwa asumsi kesamaan ragam (Homoskedastisitas) antar perlakuan masih terpenuhi.
3.4 Hasil One-Way ANOVA
One-Way ANOVA
- Hipotesis
\(H_{0}\) : \(\mu_{}=...=\mu_{i}=\mu\)
\(H_{1}\) : paling sedikit terdapat satu kelompok dengan \(μ_{i}≠μ\)
- Statistik Uji
> summary(anova)
Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
Jalur 2 9.16 4.578 2.203 0.122
Residuals 48 99.78 2.079 Diperoleh p-value sebesar 0.122
Keputusan: Karena p-value (0.122) > alpha (0.05) , maka Terima H0.
Kesimpulan: Dengan taraf nyata 5%, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan secara signifikan antara ketiga jalur.
4 KESIMPULAN
5 DAFTAR PUSTAKA
Alawiyah, Nur. 2019. Pengaruh Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kota Bekasi Tahun 2004 – 2018. Skripsi. Jakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia.
Ghozali, Imam. 2009. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS . Semarang: UNDIP.
Tannady, H. & Munardy, W. E. 2015. Pengamatan Waktu Pelayanan Operator Pintu Tol Dengan Uji Hipotesis Analysis Of Variance (ANOVA). Journal of Industrial Engineering & Management Systems, 8(1).
Usmadi. 2020. Pengujian Persyaratan Analisis (Uji Homogenitas dan Uji Normalitas). Inovasi Pendidikan, 7(1).
Walpole, Ronald E. 1995. Pengantar Statistika, edisi ke-3. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama.