Penerapan One-Way ANOVA dalam Perbandingan Metode Pembelajaran Teacher-directed, Student-centered, dan Combination approach terhadap Hasil Ujian Matematika Siswa Tahun Ajaran 2017/2018

Arian Fadila

Mei 2022


1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

    Hasil belajar siswa merupakan salah satu cara untuk mengukur kemampuan siswa dan keberhasilan proses belajar mengajar, terlebih pelajaran Matematika. Sebagian siswa memiliki stigma bahwa Matematika adalah pelajaran yang mutlak sulit. Padahal hal tersebut terjadi karena berbagai hal, baik internal maupun eksternal. Faktor eksternal merupakan salah satu faktor yang dapat dikendalikan langsung oleh tenaga pengajar, misalnya metode pembelajaran. kedudukan metode adalah sebagai alat motivasi ekstrinsik, sebagai strategi pengajaran dan juga sebagai alat untuk mencapai tujuan (Djamarah & Zain,2010).
    Dalam penelitian ini, ingin diketahui perbedaan dari tiga metode pembelajaran yaitu Teacher-directed,Student-centered, dan Combination approach terhadap hasil ujian Matematika siswa. Sehingga, analisis yang tepat untuk digunakan adalah one-way ANOVA. Penerapan one-way ANOVA ini diharapkan mampu memberikan kesimpulan dengan tepat agar evaluasi tenaga pengajar terhadap proses pembelajaran dapat dilakukan secara tepat sasaran.

1.2 Statistika Deskriptif

    Statistika deskriptif adalah metode yang berkaitan dengan pengumpulan / penyajian data hingga memberi informasi yang berguna.Statistik deskriptif berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data sampel atau populasi (Sugiyono, 2007). Statistika deskriptif dapat disajikan dalam berbagai bentuk yaitu Histogram, pie chart, tabel, poligon, ogive, dan diagram batang daun (stem and leaf). Berikut merupakan contoh diagaram pada statistika deskriptif.

Statistika deskriptif digunakan para peneliti untuk dapat memvisualisasi hasil data yang diperoleh di lapangan.

1.3 Asumsi Normalitas

    Menurut Rukmana (2017) uji normalitas dimaksudkan untuk menguji apakah nilai residual dalam persamaan regresi berdistribusi normal atau tidak.Nilai residual dikatakan berdistribusi normal jika nilai residual tersebut sebagian besar mendekati nilai rata-rata. Uji normalitas tidak dilakukan pervariabel tetapi dilakukan terhadap nilai residualnya. Parameter asumsi normalitas data metode deskriptif adalah Histogram, Boxplot, Normal q-q Plot, Detrended Q-Q Plot (data menyebar sekitar garis pada nilai 0). Dasar pengambilan keputusan pada Normal q-q plot dapat dilihat dari titik-titik yang menyebar pada q-q plot.

Jika titik-titik berada disekitar garis diagonal maka data residual data berdistribusi secara normal. (Dahlan, 2017). Namun pada perhitungan one-way ANOVA uji normalitas langsung menggunakan variabel continue tanpa residual.

1.4 Asumsi Homoskedastisitas

    Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual pada model regresi. Variabel dependen dalam tiap kategori atau kelompok atau perlakuan (dari variabel independen) harus memiliki varian yang sama. Apabila terdapat lebih dari satu variabel independen maka varian variabel dependen di dalam grup (within) atau varian antar grup (between) harus sama. Berikut merupakan gambar data homogen:

Salah satu uji homoskedastisitas adalah Bartlett Test untuk melihat apakah grup memiliki varian sama atau berbeda.

Hipotesis yang diajukan sebagai berikut:

\(H_0: Varian~grup~bersifat~homogen~(sama)\)
\(H_1: Varian~grup~bersifat~heterogen~(berbeda)\)

Kriteria pengambilan keputusan:

Jika sig. (p value) kurang dari sama dengan alpha (5%) maka H0 ditolak artinya varian grup bersifat heterogen (berbeda). sebalikya jika sig. (p value) lebih besar dari alpha (5%) maka H0 diterima artinya varian grup bersifat homogen (sama) (Ghozali,2016).

1.5 One-Way ANOVA

    One-way ANOVA (one-way analysis of variance) dimaksudkan untuk menguji perbedaan kinerja diantara tiga kelompok sampel bebas atau lebih. Berbeda dengan uji t dua kelompok sampel bebas atau lebih adalah observasi/subjek pada sampel pertama, sampel kedua, sampel ketiga, dan sampel seterusnya adalah independen (Roscoe, 1969: 230; Bruning & Kintz, 1977: 18). Sama seperti uji t dua kelompok bebas, one-way ANOVA (disebut juga uji F) mempunyai ciri, yakni didasari oleh suatu kerangka teoretis tertentu yang memuat satu variabel bebas/variabel independen dan satu variabel tergantung/variabel dependen. Variabel bebas berskala pengukuran interval atau rasio (Tuckman: 255). One-way ANOVA hanya memiliki 1 (satu) variabel independen dan bersifat between subject.

1.6 Data

    Data merupakan sekumpulan informasi atau juga keterangan– keterangan dari suatu hal yang diperoleh dengan melalui pengamatan atau juga pencarian ke sumber – sumber tertentu. Pengambilan data dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diambil secara langsung oleh peneliti tanpa melalui perantara sehingga data yang didapatkan berupa data mentah. Sedangkan, data yang diambil melalui perantara atau pihak yang telah mengumpulkan data tersebut sebelumnya, dengan kata lain peneliti tidak langsung mengambil data sendiri ke lapangan. Sumber data primer dan sekunder pun bermacam-macam, tergantung dari metode apa yang digunakan oleh peneliti.
    Dalam penerapan one-way ANOVA kasus ini digunakan data sekunder yang berasal dari hasil pengumpulan data primer hasil ujian Matematika siswa yang dilakukan oleh sekolah X tahun ajaran 2017/2018. Data berisi hasil ujian Matematika siswa dengan menggunakan metode pembelajaran yang berbeda. Ada 3 (tiga) metode pembelajaran yang digunakan pada kasus ini yaitu Teacher-directed, Student-centered, dan Combination approach. Dalam upaya evaluasi tenaga pengajar terhadap proses pembelajaran dilakukan perbandingan ketiga metode pembelajaran tersesbut terhadap hasil ujian Matematika.

2 SOURCE CODE

2.1 Library yang Dibutuhkan

> # Library (readxl)
> # Library (dplyr)
> # Library (tidyr)

2.2 Data Hasil Ujian Matematika Siswa

> library(readxl)
> Datasekunder <- read_excel("C:/Users/Asus A407UF/Downloads/Datasekunder.xlsx", 
+     range = "B4:D24")

Source code diatas merupakan hasil ujian Matematika siswa sekolah X. Data diperoleh dari file excel dengan menggunakan function read_excel yang ada pada library readxl.

> library(rmarkdown)
> paged_table(as.data.frame(Datasekunder))

Source code diatas adalah untuk menampilkan data yang telah diimport dari excel dalam tampilan sebuah tabel. Library yang dibutuhkan adalah rmarkdown.Namun syarat dalam penggunaan function paged_table adalah data harus berbentuk dataframe.

2.3 Asumsi Normalitas

Normal QQ-Plot

> library(tidyr)
> library(dplyr)
> 
> A <- Datasekunder$`Teacher-directed`    
> B <- Datasekunder$`Student-centered`    
> C <- Datasekunder$`Combination approach` 
> Dataku <- data.frame (A,B,C)
> 
> Dataku <- Dataku %>%
+ pivot_longer(c(A,B,C))
> 
> names(Dataku) <- c("Metode","Hasil.Ujian")
> Dataku
# A tibble: 60 × 2
   Metode Hasil.Ujian
   <chr>        <dbl>
 1 A               91
 2 B               76
 3 C               94
 4 A               78
 5 B               87
 6 C               94
 7 A              100
 8 B               87
 9 C               86
10 A               88
# … with 50 more rows
> Dataku$Metode <- as.factor(Dataku$Metode) 
> 
> qqnorm(Dataku$Hasil.Ujian, col = "red")
> qqline(Dataku$Hasil.Ujian)

    A, B, dan C merupakan ekstrak data berturut-turut Teacher-directed,Student-centered, dan Combination approach. Ekstrak data dapat dilakukan dengan simbol $. Setelah itu, membentuk data frame “Dataku” dari A, B, dan C. Dalam uji one-way ANOVA nilai dan faktor A, B, C disatukan menjadi satu kolom dengan function pivot_longer dengan argumen vektor dari nilai A, B, dan C. Tujuannya memisahkan antara faktor dan nilai. Sehingga, terbentuk kolom yakni menjadi 2 saja.

function names digunakan untuk memberi nama pada objek, dalam hal ini argumen yang diisi adalah “Metode” dan “Hasil.Ujian”. Selanjutnya mendefinisikan “Metode” sebagai faktor dengan menggunakan function as.factordan argumen yang digunakan adalah ekstrak Metode Dataku$Metode. Menampilkan QQ-Plot normality dapat menggunakan function qqnorm() sebagai persebaran titik-titik data dan qqline() sebagai garis linear. Argumen yang digunakan adalah ekstrak Hasil.Ujian Dataku$Hasil.Ujian.

2.4 Asumsi Homoskedastisitas

Bartlett test

> #hitung varian masing masing metode pembelajaran
> A <- Datasekunder$`Teacher-directed`
> B <- Datasekunder$`Student-centered`
> C <- Datasekunder$`Combination approach`
> 
> A2 <- A^2
> B2 <- B^2
> C2 <- C^2
> 
> nA <- length(A)
> nB <- length(B)
> nC <- length(C)
> 
> dbA <- nA - 1
> dbB <- nB - 1
> dbC <- nC - 1
> 
> Si2A    <- (nA*sum(A2) - (sum(A))^2)/nA*dbA
> 
> Si2B    <- (nB*sum(B2) - (sum(B))^2)/nB*dbB
> 
> Si2C    <- (nC*sum(C2) - (sum(C)^2))/nC*dbC

Berikut merupakan perhitungan manual untuk mencari varian masing-masing Metode. Dimulai dengan mendefinisikan A, B, dan C berturut-turut dari ekstrak Teacher-directed,Student-centered, dan Combination approach. Ekstrak data dapat dilakukan dengan simbol $.

A2, B2, dan C2 merupakan hasil kuadrat berturut-turut dari A, B, dan C dengan simbol ^. nA, nB, dan nC merupakan jumlah data berturut-turut dari A, B, C dengan function length. Argumen nya dapat diisikan untuk masing variabel mulai dari A, B, dan C. dbA, dbB, dan dbC merupakan derajat kebebasan dengan rumus \(n - 1\). Menghitung nilai \(S_i^2\) atau varian masing-masing variabel. Salah satu function yang digunakan adalah sum untuk menjumlahkan seluruh data yang diinginkan.

> #Menghitung varian gabungan
> dbS2A   <- dbA*Si2A 
> dbS2B   <- dbB*Si2B
> dbS2C   <- dbC*Si2C 
> 
> S2gab   <- sum(dbS2A + dbS2B  + dbS2C) / (dbA+dbB+dbC)
> 
> LogS2gab <- log10(S2gab)

Menghitung varian gabungan yakni hasil dari \(Log (S^2gab)\). Function yang digunakan yaitu Log10().

> #Menghitung nilai satuan Barttlet
> Bartlet <- (dbA+dbB+dbC)*LogS2gab
> 
> #Menghitung chi kuadrat hitung
> dblogs2A <- dbA*log10(Si2A)
> dblogs2B <- dbB*log10(Si2B)
> dblogs2C <- dbC*log10(Si2C)
> sumdblog <- (sum(dblogs2A + dblogs2B+ dblogs2C))
> 
> chikuadrat <- log(10)*(Bartlet - (sumdblog))
> 
> 
> chitabel <- qchisq(0.5,9)
> 
> chikuadrat ; chitabel
[1] 1.410576
[1] 8.342833

Perhitungan nilai satuan bartlett merupakan hasil dari total derajat bebas dikali dengan hasil \(Log(S^2gab)\). Setelah itu untuk menghitung statistik uji \(Chisquare\) adalah hasil dari \(Ln\) dikali hasil dari nilai satuan bartlett dikurangi jumlah derajat bebas. Titik kritis \(X^2table\) diperoleh dengan function qchisq dengan argumen yang diisikan adalah peluang tingkat kebenaran dan degree of freedom kelompok.

2.5 One-way ANOVA

Langkah 1 - Mengubah Bentuk Tabel

> A <- Datasekunder$`Teacher-directed`    
> B <- Datasekunder$`Student-centered`    
> C <- Datasekunder$`Combination approach` 
> Dataku <- data.frame (A,B,C)
> Dataku
     A  B   C
1   91 76  94
2   78 87  94
3  100 87  86
4   88 96  77
5   82 91  65
6   82 69  71
7   76 76  73
8   92 65  83
9   81 79 100
10  87 84  98
11  72 75  79
12  86 88  74
13  84 99  96
14  66 82  66
15  87 96  79
16  80 83  68
17  92 82  70
18  99 73  79
19  79 80  81
20  82 92  78

Mengubah bentuk tabel dari excel dalam bentuk dataframe dengan mendefinisikan ekstrak dari data excel yakni A, B, dan C dari berturut-turut Teacher-directed, Student-centered, dan Combination approach. Selanjutnya, membentuk dataframe dengan nama “Dataku” dari A, B, dan C.

Langkah - 2 Menghitung n

> nA <- length(A)
> nB <- length(B)
> nC <- length(C)
> 
> N  <- nA + nB + nC

Menghitung jumlah data dapat menggunakan function length dengan argumen yang diisi adalah variabelnya. N merupakan total jumlah data didapatkan dari hasil tambah seluruh \(n\) variabel.

Langkah - 3 Menghitung Jumlah Masing-Masing Variabel

> sumA <- sum (A)
> sumB <- sum (B)
> sumC <- sum (C)
> 
> SumGab <- sumA + sumB + sumC
> 
> Akuadrat <- A^2
> Bkuadrat <- B^2
> Ckuadrat <- C^2

Jumlah dari masing-masing variabel didapatkan dengan function sum. Argumen yang - diisikan sesuai variabelnya. sumGab merupakan total dari jumlah masing-masing variabel. Akuadrat, Bkuadrat, dan Ckuadrat merupakan hasil kuadrat dari masing-masing variabel.

Langkah - 3 Hitung Jumlah Kuadrat

> JKP <- ((sumA^2/nA) + (sumB^2/nB) + (sumC^2/nC)) - (SumGab^2/N)
> 
> JKT <- (sum(Akuadrat) + sum(Bkuadrat) + sum(Ckuadrat)) - SumGab^2/N
> 
> JKG <- JKT - JKP
> 
> JKP ; JKG ; JKT
[1] 138.4333
[1] 5190.15
[1] 5328.583

JKP merupakan jumlah kuadrat perlakuan hasil perhitungan \(\sum\frac{A^2}{nA}\), \(\sum\frac{B^2}{nB}\), dan \(\sum\frac{C^2}{nC}\) - \(\frac{sumGab^2}{N}\).

JKT merupakan jumlah kuadrat tengah hasil perhitungan \(\sum A^2\) + \(\sum B^2\) + \(\sum C^2\).

JKG merupakan jumlah kuadrat galat atau error hasil perhitungan \(JKT - JKP\)

Langkah - 4 Hitung DB

> DBp <- (dim(Datasekunder)[2]) - 1
> DBg <- N - (dim(Datasekunder)[2])
> DBt <- N - 1
> DBp ; DBg ; DBt
[1] 2
[1] 57
[1] 59

Derajat bebas perlakuan (DBp) merupakan hasil dari \(total~perlakuan - 1\). Derajat bebas galat (DBg) merupakan hasil dari \(total~pengamatan - total~perlakuan\). Derajat bebas total (DBt) merupakan hasil dari \(total~pengamatan - 1\)

Langkah 5 - Hitung Kuadrat Tengah

> KTp <- JKP / DBp
> KTg <- JKG / DBg
> 
> KTp ; KTg
[1] 69.21667
[1] 91.05526

Kuadrat tengah perlakuan merupakan hasil dari \(\frac{JKP}{DBp}\).

Kuadrat tengah galat merupakan hasil dari \(\frac{JKG}{DBg}\)

Langkah - 6 Hitung Statistik Uji Simultan F

> Fp   <- KTp / KTg
> pVal <- pf(Fp,DBp, DBg, lower.tail = F)
> 
> Fp ; pVal
[1] 0.7601611
[1] 0.472272

Nilai statistik uji F diperoleh dari hasil bagi \(\frac{KTp}{KTg}\). \(p-value\) diperoleh dengan function pf dan argumen yang diisi adalah Fhitung,db perlakuan, db galat, sisi kanan.

Langkah - 7 Bentuk Tabel one-way ANOVA

> 
>  SK    <- c("Perlakuan", "Galat", "Total")
>  DB    <- c(DBp,  DBg, DBt) 
>  JK    <- c(JKP,  JKG, JKT)
>  KT    <- c(KTp,  KTg, NA)  
>  Fhit  <- c(Fp,   NA,  NA)  
>  p.Val <- c(pVal, NA,  NA)  
> paged_table(data.frame(SK,DB,JK,KT,Fhit,p.Val))

Menyusun hasil perhitungan kedalam bentuk tabel ANOVA dengan mendefinisikan masing-masing vektor SK, DB, JK, KT, Fhit, dan \(p-value\). NA merupakan data kosong yang tetap tercantum dalam tabel. Tujuannya agar pembentukkan dataframe tidak eror karena dimensi yang berbeda. Function paged_table untuk membentuk tabel dengan argumen dataframe dari SK,DB,JK,KT,Fhit, dan \(p-value\).

3 HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil Asumsi Normalitas

Hasil QQ-Plot normalitas sebagai berikut:

Interpretasi

    Berdasarkan dari Normal QQ-Plot titik-titik menyebar disekitar daerah garis diagonal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data menyebar secara normal. Namun terdapat 2 (dua) outlier pada data artinya ada data yang berbeda jauh dari pola data lainnya. Dalam penelitian ini tetap menggunakan data outlier tersebut dikarenakan dapat mempengaruhi hasil dan keputusan. Hasil Ujian Matematika juga disertai soal essay sehingga perbedaan pola angka terjadi.

3.2 Hasil Asumsi Homoskedastisitas

Hipotesis

\(H_0: Varian~grup~bersifat~homogen~(sama)\)
\(H_1: Varian~grup~bersifat~heterogen~(berbeda)\)

Nilai Satuan Bartlett:

       \(B = (\sum db).(LogS^2_g)= 257.458\)

Chi-Square Hitung:

       \(X^2_{hitung}= Ln.(B-\sum dbLogS^2_i) = 1.410\)

Chi-Square tabel:

       \(X^2_{(0.05;2)} = 5.991\)

Keputusan

       Nilai \(X^2_{hitung}\) < \(X^2_{(0.05;2)}\), maka Terima \(H_0\)

Interpretasi

Dapat disimpulkan berdasarkan taraf nyata 5%, varian grup bersifat homogen.

3.3 Hasil One-way ANOVA

Hipotesis

\(H_0: Tidak~terdapat~perbedaan~signifikan~antar~metode~pembelajaran\)
\(H_1: Terdapat~perbedaan~signifikan~antar~metode~pembelajaran\)

Hasil perhitungan uji F parsial disajikan pada tabel ANOVA berikut:

Keputusan

Karena \(p-value\) (0.7601) > \(alpha (0.05)\), Maka Terima \(H_0\)

Interpretasi

Dengan taraf nyata 5% dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan signifikan antar metode pembelajaran.

4 KESIMPULAN

    Berdasarkan hasil perhitungan one-way ANOVA dapat disimpulkan bahwa antar ketiga metode pembelajaran yakni Teacher-directed,Student-centered, dan Combination approach tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Sehingga, tidak perlu dilakukan uji lanjut untuk mengetahui metode pembelajaran yang paling baik diterapkan pada siswa. Para tenaga pengajar dapat menggunakan ketiga metode tersebut karena sama efektifnya.

5 DAFTAR PUSTAKA

Ross, A., & Willson, V. L. (2017). One-way anova. In Basic and advanced statistical tests (pp. 21-24). SensePublishers, Rotterdam.

Djamarah, S.B dan Zain. A. (2010). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Rukmana, R. 2017. Perbandingan Regresi Stepwise dengan Newstepwise dalam Menentukan Model Terbaik pada Kasus Multikolinieritas. [Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau].Institutional Repository

Ghozali, Imam. 2013. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS. Semarang: Undip

F Danardana Murwani, M. M., Efrata, T. C., & Tina Melinda, M. M. Statistika untuk bisnis dan manajemen: one way Anova. Penerbit Universitas Ciputra.

Ghozali. 2016. ANOVA, O. W. (2008). Analysis of Variance (ANOVA). Group, 1(4), 3.