Universitas : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Jurusan : Teknik Informatika

Penerapan penyelesaian sistem persamaan non-linier banyak dijumpai dalam berbagai kasus di bidang lingkungan. Pada bagian ini penulis tidak akan menjelaskan seluruhnya. Penulis hanya akan menjelaskan penerapannya pada sebuah persamaan yaitu Hukum Bernoulli.

Hukum Bernoulli

Untuk penyelesaiannya penulis akan memberikan tebakan awal nilai h=h0=0,6 . Berikut adalah sintaks penyelesaian menggunakan metode secant:

f <- function(h){
  (h^3) + ((0.075-((1.2^2)/(2*9.81*(1.8^2)*(0.6^2))))*h^2)+ (1.2^2/(2*9.81*(1.8^2)))
}
root_secant(f, 0.6)

## $`function`
## function (h) 
## {
##     (h^3) + ((0.075 - ((1.2^2)/(2 * 9.81 * (1.8^2) * (0.6^2)))) * 
##         h^2) + (1.2^2/(2 * 9.81 * (1.8^2)))
## }
## <bytecode: 0x000000001d1483f0>
## 
## $root
## [1] -0.287
## 
## $iter
## [1] 26

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai h=−0,2870309 atau ketinggian air sekitar 0,3 m dengan jumlah iterasi sebanyak 26 kali.

Pembaca dapat mencoba menggunakan metode lain seperti metode tertutup. Untuk dapat melakukannya, pembaca perlu memperoleh rentang lokasi akar persamaan tersebut berada menggunakan metode tabel.

Daftar Pustaka

https://bookdown.org/moh_rosidi2610/Metode_Numerik/rootfinding.html#studi-kasus