Budidaya udang

Budidaya udang yang dilakukan dengan sistem semi intensif ditekankan pada pengolahan kualitas air untuk menumbuhkan plankton di tambak budidaya dan menjaga parameter kualitas air lainnya agar tetap berada pada nilai optimum untuk kegiatan budidaya. Ketersediaan plankton di tambak memegang peranan penting dalam menyuplai oksigen terlarut (Disolved Oxygen) bagi udang semakin banyak dan juga parameter kualitas air berperan penting sebagai kelangsungan hidup udang di tambak dan juga nafsu makan udang tersebut.

Dalam kasus ini kita memiliki beberapa tambak dengan siklus yang berbeda2

Data Daftar Siklus

siklus = read.csv("daftar_siklus.csv")
siklus = siklus %>% 
  mutate(Tanggal.Tebar = ymd(Tanggal.Tebar),
         Tanggal.Selesai.Siklus = ymd(Tanggal.Selesai.Siklus),
         Kode.Siklus = as.factor(Kode.Siklus),
         luas.kolam = Panjang.Kolam * Lebar.Kolam * Kedalaman.Kolam) 

siklus

Data Budidaya

budidaya = read.csv("Budidaya.csv")
budidaya = budidaya %>% 
  mutate(Date = as.Date(format(as.Date(Date, "%m/%d/%Y"), "%Y-%m-%d")),
         Kode.Siklus = as.factor(Kode.Siklus))

head(budidaya, 6)

Data Kualitas Air

kualitas_air = read.csv("kualitas_air.csv")
kualitas_air = kualitas_air %>% 
  mutate(Waktu.Pengukuran = ymd_hms(Waktu.Pengukuran),
         Waktu.Pengukuran = Waktu.Pengukuran + hours(7), # jam +07:00
         Kode.Siklus = as.factor(Kode.Siklus))  

head(kualitas_air,6)

Perbedaan Setiap Kolam

untuk melihat perbedaan perfoma tambak kita perlu melihat dari hasil panen

Dalam Plot di atas ada 1 tambak yang belom melakukan panen, tetapi dengan ini kita tahu bahwa perfoma dari tambak 66 dan 298 cukup bagus dengan persentasi panen di atas 90% dari jumlah benur. lalu siklus 812 mengalami panen yang sangat sedikit ada kemungkinan bahwa siklus 812 memiliki perawatan yang buruk.

## Warning: Ignoring unknown aesthetics: text
## Warning: `group_by_()` is deprecated as of dplyr 0.7.0.
## Please use `group_by()` instead.
## See vignette('programming') for more help
## This warning is displayed once every 8 hours.
## Call `lifecycle::last_warnings()` to see where this warning was generated.

Persentasi Kelangsungan Hidup dari siklus 812 sangatlah kecil

Metode

Untuk Mengetahui rata2 berat udang dilakukan sampling ketika sudah melwati DoC ke 27-30. Menurut Farchan (2006), sampling atau monitoring pertumbuhan adalah pengamatan terhadap udang untuk mengetahui pertumbuhannya dalam petakan tambak secara individu, populasi dan biomass yang dilakukan secara periodik. Pengamatan dilakukan dengan pengambilan contoh (sample), pemeriksaan udang di ancho (feeding try) dan sampling dengan menggunakan jala.

Perhitungan populasi dilakukan setiap 7 hari sekali menggunakan rumus : \[P = W / ABW\] Dimana : P = Populasi (ekor), W = Biomassa (g), ABW = Berat rata-rata udang (g)

Perhitungan konversi pakan dilakukan dengan menggunakn rumus dari NRC (1977) \[FCR = F / Biomass\] Dimana: FCR = Feed Conversion Ratio (Rasio Konversi Pakan), F = Jumlah pakan yang diberikan selama penelitian (Kg), Biomass = Biomassa udang di akhir penelitian (Kg).

Sedangkan Pengukuran kualitas air dapat dilakukan secara visual, yaitu dengan melihat tingkat kecerahan air dan warna air, atau dengan menggunakan alat ukur kualitas air. Peralatan pengukur kualitas air yang harus disiapkan di areal tambak minimal pH meter, termometer, refraktometer dan DO meter. Kadar hidrogen di dalam air, berpengaruh dalam mood udang dan proses moulting saat udang tumbuh. range normal 7.5 - 8.5, namun perlu diperhatikan fluktuasi antara nilai pagi dan sore, fluktuasi normal adalah di bawah 0.5.

Dissolved Oxygen adalah Jumlah oksigen terlarut di dalam kolam, berpengaruh terhadap kelangsungan hidup kolam. biasanya range normal di atas 4 ppm Untuk temperature Suhu kolam memiliki range normal kisaran 28°C - 31°C lalu ada Salinity, yaitu Kadar garam dalam air kolam range normal di atas 10 ppt.

Analisys Kolam 50

Diketahui Bahwa Pengukuran ABW Dilakukan 7 hari sekali setelah DoC Melewati 27 - 30, untuk mengetahui pertumbuhan DoC Perharinya kita melakukan Prediksi Menggunakan Machine learning dengan data training itu adalah hari Melakukan Sampling dan juga melakukan perhitungan FCR dan Populasi

Karakteristik pertumbuhan udang

berdasarkan Prediksi Pada Doc ke 44 rata2 berat udang mengalami penurunan selama 4 hari dan mulai naik lagi, dalam graph ini nilai akhir adalah nilai aktual, yaitu data ketika sedang melakukan panen. jika di liat dari alur bar chart nya Model machine learning berjalan cukup membantu. ## Kualitas Air Kolam

pada semua line plot disini memiliki titik merah. titik merah tersebut adalah kualitas air yang melewati nilai normalnya. Berdasarkan plot di atas parameter Suhu Air siklus 50 selalu mengalami penurunan dan keluar dari nilai normalnya. dan untuk parameter lainnya hanya sedikit keluar dari nilai normal

Pengaruh Kualitas air terhadap hasil Panen

pada siklus 50 suhu Air Selalu Menurun, itu mempengaruhi nilai persentasi hidup udang, tetapi disini persentasi hidup udang paling kecil masih di atas 60%

Nilai Konfersi Pakan

tail(budidaya50$FCR, 1)
##       52 
## 1.024173

Nilai Konfersi Pakan (FCR) Pada Patambak di bawah 1.1 yang artinya pakan yang diberikan selama proses budidaya dikonsumsi oleh udang dengan baik.

Analisys Siklus 66

seperti sebelumnya sebelum melakukan analysis kita memprediksi ABW terlebih dahulu. setelah beberapa research model regression, model regression yang paling cocok untuk siklus ini adalah Suport Vector Machine (SVM) dan pada siklus ini juga Panen dilakukan secara bertahap.

Karakteristik Pertumbuhhan Udang AVG

berdasarkan Prediksi dari DoC 30 ke depannya selalu mengalami pertumbuhan, dalam graph ini nilai akhir adalah nilai aktual yaitu data ketika sedang melakukan panen di akhir periode. jika di liat dari alur bar chart nya Model machine learning SVM berjalan dengan baik.

Kualitas Air Kolam

untuk Suhu air cukup sering keluar dari niali normalnya, Oksigen di air di bawah dari nilai normal terutama diantara bulan oktober dan november akan tetapi kadar garam berjalan di nilai normalnya walaupun ada drop sampai 0 dan kadar hidrogenselalu melibihi nilai normal di antara oktober dan november

Pengaruh Kualitas air terhadap hasil Panen

Nilai Konfersi Pakan

tail(budidaya66$FCR, 1)
##      112 
## 1.283896

Nilai Konfersi Pakan (FCR) Pada Patambak di atas 1.2 yang artinya pakan yang diberikan selama proses budidaya tidak dikonsumsi oleh udang dengan baik. dan akan memerlukan biaya lebih untuk pakan jika di bandingkan oleh siklus 50

Analisys Siklus 295

untuk Siklus ini Belom Melakukan Panen selama Periode, dengan kata lain kita akan menghitung jumlah panen itu sendiri. untuk siklus ini kita menggunakan model linear regression

## Warning in predict.lm(model295, budidaya295 %>% select(c(Age,
## Feed.Accumulation, : prediction from a rank-deficient fit may be misleading

dilihat dari graph di atas model selalu memprediksi bahwa ABW udang selalu tumbuh. dengan nilai akhir adalah nilai aktual, yang artinya model berjalan dengan sangat baik

Kualitas Air Kolam

Parameter Kualitas Air pada siklus ini Berjalan pada nilai normalnya

Pengaruh Kualitas air terhadap hasil Panen

persentasi kelangsungan hidup pada awalnya mengalami penurunan ke 60+ tetapi setelah itu meningkat melebihi 100% yang artinya kelangsungan hidup udang sangat terjamin

Jumlah Panen

Jika Kita Melakukan Panen Pada DoC ke 54 kita mendapatkan 533888 ekor udang dengan Berat rata2 7.41 Gram dan survival rate di angka 91.46%.

budidaya295[55,"populasi"]
##       55 
## 533888.6

Nilai Konfersi Pakan

budidaya295[55,"FCR"]
##       55 
## 1.521948

Jika Kita Melakukan Panen Pada DoC ke 54 nilai Konfersi Pakan (FCR) Pada Patambak di atas 1.5 yang artinya pakan yang diberikan selama proses budidaya sangatlah buruk, sepertinya terjadi over-feeding. jika seperti ini akan memakan biaya lebih untuk pakan udang yang seharusnya bisa di hemat.

Analisys siklus 298

Setelah melakukan Research data, siklus ini memiliki kemiripan pada siklus sebelumnya yaitu siklus 295. dengan begini kita bisa menggunakan model machine learning yang kita pakai untuk model di siklus 295.

## Warning in predict.lm(model295, budidaya298 %>% select(c(Age,
## Feed.Accumulation, : prediction from a rank-deficient fit may be misleading

Karakteristik Pertumbuhhan Udang AVG

nilai prediksi melebihi nilai aktual, yang berarti model tidak berkerja dengan baik. dengan research sebelumnya saya sudah mencoba model baru tetapi graph yang di tunjukan sangatlah buruk, dan yang paling bagus ada lah hasil sekarang

Kualitas Air Kolam

Siklus ini memiliki kualitas parameter air yang bagus dan mirip seperti kualitas air pada siklus 295

Pengaruh Kualitas air terhadap hasil Panen

Perfoma Air hampir sama dengan siklus 295 yang memiliki perfoma yang sangat bagus

Nilai Konfersi Pakan

tail(budidaya295$FCR, 1)
##       58 
## 1.184672

Nilai Konfersi Pakan (FCR) Pada Patambak di bawah 1.2 yang artinya pakan yang diberikan selama proses budidaya dikonsumsi oleh udang dengan baik.

Analisys Siklus 812

dari Pengamatan sebelumnya bahwa siklus 812 memiliki persentasi hasil panen yang sedikit, oleh karna itu kita akan menganalisys petambak di siklus ini

Karakteristik Pertumbuhhan Udang AVG

berdasarkan prediksi kenaikan ABW udang, ada lonjakan naik di tengah2 dan nilai yang berbeda jauh dari nilai aktual akhir, yang bisa di pastikan bahwa model berjalan kurang baik

Kualitas Air Kolam

di siklus ini suhu air selalu menurun yang bisa mengakibatkan kelangsungan hidup udang juga menurun, dengan ini kita mengetahui penyebab panen udang yang sangat sedikit pada siklu ini

Pengaruh Kualitas air terhadap hasil Panen

di siklus ini kita melihat persentasi kelangsungan hidup udang sempet menaik tetapi kemudian mulai menurus secara konstan dari akhir bulan juni sampai agustus

Nilai Konfersi Pakan

tail(budidaya812$FCR, 1)
##       87 
## 2.040012

Nilai Konfersi Pakan (FCR) Pada Patambak mencapai 2.0 yang artinya pakan yang diberikan selama proses budidaya sangatlah jelek, ini bisa di lihat dari kualitas air seperti suhu yang selalu turun di siklus ini

Pengaruh parameter kualitas air terhadap nafsu makan udang

Kondisi kualitas air juga dapat dijadikan pertimbangan saat memberikan pakan Misalnya suhu dan kadar oksigen terlarut (DO) yang dapat mempengaruhi aktivitas makan dan laju metabolisme udang. Suhu optimal bagi pencernaan udang pada kisaran 29-31 C. Pada suhu yang tinggi (32 C) pencernaan lebih cepat dan konsumsi pakan lebih tinggi, tetapi jumlah pakan tetap harus dikontrol agar tidak menyebabkan tingginya konsentrasi materi organik di dasar kolam. Pada saat DO 4-5 ppm nafsu makan udang baik, tetapi jika dibawah 4 ppm nafsu makan udang akan menurun.

Misalnya DO rendah menyebabkan turunnya nafsu makan udang dan justru cenderung mencari oksigen ke permukaan air. Selain itu, tingginya salinitas dapat menyebabkan udang memerlukan energi lebih untuk menyeimbangkan laju osmosis tubuhnya sehingga kompensasinya laju pertumbuhan akan turun. Parameter kualitas air lain yaitu amonia, konsentrasi amonia menjadi lebih tinggi pada saat salinitas tinggi (40 ppt), amonia juga dipengaruhi oleh suhu dan pH yaitu cenderung semakin tinggi pada suhu dan pH yang semakin tinggi. Amonia adalah salah satu senyawa paling beracun, sehingga sangat dihindari jumlahnya melebihi batas yang disarankan.

pada sebelumnya kita sudah mengetahui nilai suhu di setiap siklus dan untuk melihat ini kita bisa mengukurnya dengan FCR di setiap petambak siklus

tail(budidaya50$FCR, 1)
##       52 
## 1.024173
tail(budidaya66$FCR, 1)
##      112 
## 1.283896
tail(budidaya295$FCR, 1)
##       58 
## 1.184672
tail(budidaya298$FCR, 1)
##       59 
## 1.173036
tail(budidaya812$FCR, 1)
##       87 
## 2.040012

Refrensi

Budidaya Udang
penurunan kualitas air
tetang FCR