Universitas : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Jurusan : Teknik Informatika

R merupakan salah satu software gratis yang sangat populer di Indonesia. Kemudahan penggunaan serta banyaknya dukungan komunitas membuat R menjadi salah satu bahasa pemrograman paling populer di dunia. Kali ini kita akan membahas tentang sejarah, kekurangan, kelebihan, cara menginstal, mengubah working directory, memasang dan mengaktifkan paket, dan fasilitas help dalam bahasa pemrograman R.

Sejarah R

R Merupakan bahasa yang digunakan dalam komputasi statistik yang pertama kali dikembangkan oleh Ross Ihaka dan Robert Gentlement di University of Auckland New Zealand yang merupakan akronim dari nama depan kedua pembuatnya. Sebelum R dikenal ada S yang dikembangkan oleh John Chambers dan rekan-rekan dari Bell Laboratories yang memiliki fungsi yang sama untuk komputasi statistik.

Fitur dan Karakteristik R

R juga memiliki karakteristik bahasa pemrograman yang berbeda dengan yang lain. Beberapa ciri dan fitur pada R antara lain:

  1. Bahasa R bersifat case sensitif. Maksudnya adalah dalam proses input R huruf besar dan kecil sangat diperhatikan.
  2. Segala sesuatu yang ada pada program R akan diangap sebagai objek. Bahasa R relatif lebih sederhana dibandingkan bahasa pemrograman berbasis objek yang lain.
  3. Interpreted language atau script. Bahasa R memungkinkan pengguna untuk melakukan kerja pada R tanpa perlu kompilasi kode program menjadi bahasa mesin.
  4. Mendukung proses loop, decision making, dan menyediakan berbagai jenis operstor (aritmatika, logika, dll).
  5. Mendukung export dan import berbagai format file, seperti:TXT, CSV, XLS, dll.
  6. Mudah ditingkatkan melalui penambahan fungsi atau library.
  7. Menyedikan berbagai fungsi untuk keperluan visualisasi data.

Selain itu, bahasa pemrograman R memiliki kelebihan lain, yaitu :

  1. Protability. Penggunaan software dapat digunakan kapanpun tanpa terikat oleh masa berakhirnya lisensi.
  2. Multiplatform. R bersifat Multiplatform Operating Systems, dimana software R lebih kompatibel dibanding software statistika lainnya.Tidak ada perbedaan antara pengoperasian menggunakan Windows maupun Linux.
  3. General dan Cutting-edge. Software ini dapat digunakan untuk analisis statistika dengan pendekatan klasik dan pendekatan modern.
  4. Programable. Pengguna dapat memprogram metode baru atau mengembangakan modifikasi dari analisis statistika yang telah ada pada sistem R.
  5. Berbasis analisis matriks.
  6. Fasiltas grafik yang lengkap.

Adapun kekurangan R, yaitu :

  1. Paket R-Commander yang memiliki fungsi yang terbatas.
  2. Meskipun analisis statistika dalam R sudah cukup lengkap, namun tidak semua metode statistika telah diimplementasikan ke dalam R.

RStudio

RStudio merupakan salah satu bentuk frontend R yang memungkinkan kita melakukan penulisan laporan menggunakan Rmarkdown atau RNotebook serta membuat berbagai bentuk project seperti shyni, dll. Pada R studio juga memungkinkan kita mengatur working directory tanpa perlu mengetikkan sintaks pada Commander, meng-import file berisikan data tanpa perlu mengetikkan pada Commander.

Menginstall R dan RStudio

Sebelum memulai menginstal sebaiknya pembaca mengunduh terlebih dahulu installer R dan RStudio. 1. Jalankan proses pemasangan dengan meng-klik installer aplikasi R dan RStudio. 2. Ikuti langkah proses pemasangan aplikasi yang ditampilkan dengan klik OK atau Next. 3. Apabila pemasangan telah dilakukan, jalankan aplikasi yang telah terpasang untuk menguji jika aplikasi telah berjalan dengan baik.

Working Directory

Working directory merupakan sebuah folder dimana R akan membaca dan menyimpan file kerja kita. Pada pengguna Windows, terletak pada folder c:\Document.

Mengubah Lokasi Working Directory

Berikut adalah cara mengubah working directory pada R.

  1. Buatlah folder pada drive (kita bisa membuat folder pada selain drive c) dan namai dengan nama yang kalian inginkan. Pada tutorial ini penulis menggunakan nama folder R.
  2. Jika pengguna menggunakan RStudio, pada menu RStudio pilih Session > Set Working Directory > Chooses Directory.
  3. Pilih folder yang telah dibuat pada step 1 sebagai *working directory.

Penting:

  1. Data atau file yang hendak dibaca selama proses kerja pada R harus selalu diletakkan pada working directory. Jika tidak maka data atau file tidak akan terbaca.
  2. Pada proses pengisian lokasi folder pastikan pemisah pada lokasi folder menggunakan tanda “/” bukan "".

Mengubah Lokasi Working Directory Default

Untuk membuat lokasi default working directory pindah, kita dapat melakukannya dengan memilih pada menu: Tools > Global options > pada “General” klik pada “Browse” dan pilih lokasi working directory yang diinginkan.

Memasang dan Mengaktifkan Paket R

Berikut adalah contoh bagaimana cara menginstall Paket tidyverse:

install.packages(“tidyverse”)

Paket yang telah diinstall tidak dapat langsung digunakan. Untuk menggunakan fungsi-fungsi yang tersedia pada Paket tersebut kita perlu terlebih dahulu mengaktifkannya menggunakan fungsi library(). Berikut adalah contoh sintaks untuk mengaktifkan Paket tidyverse:

library(tidyverse)

Fasilitas Help

Agar dapat menggunakan R dengan secara lebih baik, pengetahuan untuk mengakses fasilitas help in cukup penting untuk disampaikan. Cara yang dapat digunakan adalah sebagai berikut.

  1. Mencari Help dari Suatu Perintah Tertentu. Secara umum format yang digunakan adalah sebagai berikut:

help(nama_perintah)

atau dapat juga menggunakan tanda tanya (?) pada awal nama_perintah seperti berikut:

?nama_perintah

Keterangan :

  1. Pada bagian jendela kiri atas jendela help, diberikan keterangan nama dari perintah yang sedang ditampilkan.

  2. Selanjutnya, pada bagian atas dokumen, ditampilkan infomasi terkait nama perintah, dan nama Paket yang memuat perintah tersebut. Pada gambar diatas informasi terkait perintah dan nama Paket ditunjukkan pada teks mean {base} yang menunjukkan perintah mean() pada Paket (Paket) base (Paket bawaan R).

  3. Setiap jendela help dari suatu perintah tertentu selanjutnya akan memuat bagian-bagian berikut:

    1. Title
    2. Description : deskripsi singkat tentang perintah.
    3. Usage : menampilkan sintaks perintah untuk penggunaan perintah tersebut.
    4. Arguments : keterangan mengenai argument/inputyang diperlukan pada perintah tersebut.
    5. Details : keterangan lebih lengkap lengkap tentang perintah tersebut.
    6. Value : keterangan tentang output suatu perintah dapat diperoleh pada bagian ini.
    7. Author(s) : memberikan keterangan tentang Author dari perintah tersebut.
    8. References : seringkali referensi yang dapat digunakan untuk memperoleh keterangan lebih lanjut terhadap suatu perintah ditampilkan pada bagian ini.
    9. See also: bagian ini berisikan daftar perintah/fungsi yang berhubungan erat dengan perintah tersebut.
    10. Example : berisikan contoh-contoh penggunaan perintah tersebut.

Kita juga dapat melihat contoh penggunaan dari perintah tersebut. Untuk melakukannya kita dapat menggunakan fungsi example(). Fungsi tersebut akan menampilkan contoh kode penerapan dari fungsi yang kita inginkan.

  1. General Help Kita juga dapat membaca beberapa dokumen manual yang ada pada R. Untuk melakukannya jalankan perintah berikut:

help.start()

  1. Fasilitas Help Lainnya Kita juga dapat memanfaatkan fasilitas help lainnya melalui fungsi apropos() dan help.search(). apropos (): mengembalikan daftar objek, berisi pola yang pembaca cari, dengan pencocokan sebagian.

Referensi

https://bookdown.org/moh_rosidi2610/Metode_Numerik/intro.html