Lembaga : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Jurusan : Teknik Informatika

C. Operator Logika

Operator logika mirip dengan operator pembanding, hanya perbedaanya adalah jika operator pembanding yang di bandingkan adalah 2 buah data yang tipe datanya terserah (bisa int, double, float, dll), namun hasilnya berupa boolean. Jika operator Logika adalah operator yang membandingkan beberapa data (bisa lebih dari 2 atau lebih pembandingnya), dan yang dibandingkan harus berupa tipe data boolean. Operator ini hanya bisa digunakan pada tipe logical, numerik, atau complex. angka 1 mempresentasikan logika TRUE dan angka 0 mempresentasikan logika FALSE. Berikut adalah Tabel operator logika:

Simbol Keterangan
“&&” Operator Logika AND
"
! Operator Logika NOT
& Operator Logika AND Elemen WISE
" "

Contoh Penggunaan Operator ini adalah sebagai berikut

a <- c(FALSE, TRUE, FALSE)
b <- c(TRUE, TRUE, FALSE)

# *Operator AND (&&)*
print(a&&b)
## [1] FALSE
# *Operator OR (||)*
print(a||b)
## [1] TRUE
# *Operator NOT (!)*
print(!a)
## [1]  TRUE FALSE  TRUE
# *Operator AND Elemen Wise (&)*
print(a&b)
## [1] FALSE  TRUE FALSE
# *Operator OR Elemen Wise (|)*
print(a|b)
## [1]  TRUE  TRUE FALSE

Perlu diperhatikan bahwa:

  • Untuk elemen wise (&) dan (|) Pengecekann program dilakukan secara satu persatu, berpasangan dari kiri ke kanan

  • Untuk (&&) dan (||) Pengecekan hanya dilakukan pada observasi pertama, dari kiri ke kanan [Jika observ pertama bernilai TRUE maka yang lain akan di cek. sedangkan jika observ pertama bernillai FALSE maka proses akan berhenti dan akan bernilai FALSE]


Daftar Pustaka