Nama : Fahrendra Khoirul Ihtada
Instantansi : UIN Maulana Malik Ibrahin Malang
Jurusan : Teknik Informatika
Mata Kuliah : Aljabar Linear
Dosen Pengampu : Prof. Dr. SUHARTONO, M.Kom
Daftar Pustaka : https://rstudio-pubs-static.s3.amazonaws.com/99415_2b07b7f8b93d4d4ca79ade8bacc4f89d.html
Pada fungsi ini, terdapat 4 variabel, yaitu:
1). data, yaitu data yang ingin dimasukkan ke dalam matriks.
2). nrow, yaitu jumlah baris yang diinginkan.
3). ncol, yaitu jumlah kolom yang diinginkan.
4). byrow, yaitu jenis urutan input data berdasarkan baris atau kolom.
TRUE untuk berdasarkan baris.
FALSE untuk berdasarkan kolom.
Berikut contohnya:
A.Data diisi urut per baris
A <- matrix(data = 1:25, nrow = 5, ncol = 5, byrow = TRUE)
A
## [,1] [,2] [,3] [,4] [,5]
## [1,] 1 2 3 4 5
## [2,] 6 7 8 9 10
## [3,] 11 12 13 14 15
## [4,] 16 17 18 19 20
## [5,] 21 22 23 24 25
Contoh Matriks diatas diisi perbaris, jika baris sudah penuh, maka dilanjutkan ke baris selanjutnya. dengan catatan format “byrow = TRUE”
B.Data diisi urut per kolom
B <- matrix(data = 1:425, nrow = 5, ncol = 5, byrow = FALSE)
B
## [,1] [,2] [,3] [,4] [,5]
## [1,] 1 6 11 16 21
## [2,] 2 7 12 17 22
## [3,] 3 8 13 18 23
## [4,] 4 9 14 19 24
## [5,] 5 10 15 20 25
Contoh Matriks diatas diisi perkolom, jika kolom sudah penuh, maka dilanjutkan ke kolom selanjutnya. dengan catatan format “byrow = FALSE”