PENDAHULUANPerkembangan ekonomi yang semakin pesat tidak hanya membawa peluang bagi bisnis perbankan, tapi juga risiko yang semakin besar. Risiko usaha bank didefinisikan sebagai tingkat ketidakpastian mengenai pendapatan yang diperkirakan akan diterima. Risiko usaha yang dapat dihadapi bank antara lain risiko kredit, risiko investasi, risiko likuiditas, dan lain-lain. Risiko kredit ternyata merupakan perkara besar bagi dunia perbankan. Oleh karena itu risiko kredit perlu mendapat perhatian khusus dan serius, karena setiap dollar yang tidak tertagih menjadi macet dan akan berdampak negatif terhadap kondisi perbankan. Oleh karena itu dilakukan analisis untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap resiko kredit. Diharapkan dengan adanya analisis ini dapat membantu perbankan dalam menentukan kreditur banknya.
METODOLOGI PENELITIANData yang digunakan dalam analis ini yaitu “German Credit Risk” yang diambil dari kaggle. Data ini terdiri dari 9 variabel dengan 6 variabel kategorik dan sisanya numerik. Variabel tersebut yaitu sebagai berikut.
DATAdata <- read.csv("germancredit1.csv", sep=";")
head(data)
## Age Credit.amount Duration Job Sex Housing Saving.accounts
## 1 22 5951 48 2 female own little
## 2 45 7882 42 2 male free little
## 3 53 4870 24 2 male free little
## 4 35 6948 36 3 male rent little
## 5 28 5234 30 3 male own little
## 6 25 1295 12 2 female rent little
## Checking.account Purpose
## 1 moderate radio/TV
## 2 little furniture/equipment
## 3 little car
## 4 moderate car
## 5 moderate car
## 6 moderate car
ANALISISlibrary(plotly)
## Loading required package: ggplot2
##
## Attaching package: 'plotly'
## The following object is masked from 'package:ggplot2':
##
## last_plot
## The following object is masked from 'package:stats':
##
## filter
## The following object is masked from 'package:graphics':
##
## layout
library(datasets)
library(ggplot2)
library(tidyr)
library(dplyr)
##
## Attaching package: 'dplyr'
## The following objects are masked from 'package:stats':
##
## filter, lag
## The following objects are masked from 'package:base':
##
## intersect, setdiff, setequal, union
library(ggplot2)
ggplot(data, aes(Age)) + geom_histogram(binwidth=4, colour="black", fill="green") +
labs(x= "Age",y= "Frequency" , title = "Plot of Age")
Berdasarkan histogram Age diatas menunjukkan bahwa mayoritas orang yang memiliki resiko kredit di Jerman yaitu orang yang berusia 20-40 tahun.
ggplot(data, aes(Sex) ) + geom_bar(aes(fill = as.factor(data$Sex))) +
scale_fill_discrete(name="Sex",
labels=c( "Female","Male")) +
theme(axis.text.x=element_blank(),
axis.ticks.x=element_blank()) +
labs(x= "Sex",y= "Frequency" , title = "Plot of Sex")
Dari plot jenis kelamin menunjukkan bahwa wanita (female) lebih banyak melakukan kredit daripada laki-laki. Jumlah kreditur wanita di Jerman hampir sebanyak 2 kali kreditur laki-laki.
ggplot(data, aes(Purpose) ) + geom_bar(aes(fill = as.factor(data$Purpose))) +
scale_fill_discrete(name="Purpose of Loan",
labels=c( "Business","Car", "Domestic Appliances","Education","Furniture/Equipment","Radio/TV","Repairs","Vacation/Others")) +
theme(axis.text.x=element_blank(),
axis.ticks.x=element_blank()) +
labs(x= "Purpose of Loan",y= "Frequency" , title = "Plot of Loan Purpose")
Grafik diatas menunjukkan tujuan kreditur melakukan peminjaman uang. Alasan melakukan peminjaman uang terbanyak secara berturut-turut yaitu untuk keperluan repairs, furnituer, pendidikan, bisnis, dan lain-lain. Repairs atau perbaikan rumah merupakan tujuan terbanyak kreditur Jerman melakukan peminjaman uang.
ggplot(data, aes_string(x=data$Saving.accounts, y =data$Credit.amount, fill=data$Saving.accounts)) + geom_boxplot()
ggplot(data, aes(x="", y=data$Housing,fill=data$Housing))+
geom_bar(width = 1,stat="identity")+
theme_void()+
theme(axis.line = element_blank(),
plot.title = element_text(hjust=0.5))+
coord_polar("y", start=0)
sdata=data[,1:3]
summary(sdata)
## Age Credit.amount Duration
## Min. :19.00 Min. : 276 Min. : 6.00
## 1st Qu.:26.00 1st Qu.: 1298 1st Qu.:12.00
## Median :31.50 Median : 2326 Median :18.00
## Mean :34.89 Mean : 3279 Mean :21.34
## 3rd Qu.:41.00 3rd Qu.: 3971 3rd Qu.:26.75
## Max. :75.00 Max. :18424 Max. :72.00
Berdasarkan output statistika deskriptif diatas menunjukkan bahwa rata-rata orang yang melakukan kredit di Jerman yaitu orang yang berumur 31 tahun dengan kreditur paling muda berumur 19 tahun dan yang paling tua berumur 75 tahun. Jumlah kredit yang dilakukan penduduk Jerman paling sedikit sebesar 276 dan paling banyak sebesar 18424 dengan durasi pengembalian paling lama 72 bulan atau 6 tahun.
kore <- data[,c(1:3)]
cor(kore)
## Age Credit.amount Duration
## Age 1.000000000 0.08201393 0.001548979
## Credit.amount 0.082013934 1.00000000 0.613297863
## Duration 0.001548979 0.61329786 1.000000000
Dari output korelasi diatas credit amout dan duration memiliki korelasi yang cukup tinggi yaitu sebesar 0.613. Hal ini menunjukkan adanya hubungan antara jumlah kredit yang dilakukan oleh kreditur terhadap lama waktu pengembaliannya.
data$Sex=factor(data$Sex,
levels = c("male","female"),
labels = c(1,2))
data$Job=factor(data$Job,
levels = c("0","1","2","3"),
labels = c(0,1,2,3))
data$Housing=factor(data$Housing,
levels = c("free","own","rent"),
labels = c(1,2,3))
data$Saving.accounts=factor(data$Saving.accounts,
levels = c("little","moderate","rich","quite rich"),
labels = c(1,2,3,4))
data$Checking.account=factor(data$Checking.account,
levels = c("little","moderate","rich"),
labels = c(1,2,3))
data$Purpose=factor(data$Purpose,
levels = c("business","domestic appliances","education","furniture/equipment", "radio/TV", "vacation/other", "repairs", "car"),
labels = c(1,2,3,4,5,6,7,8))
linreg= lm(formula = Credit.amount ~ ., data = data)
summary(linreg)
##
## Call:
## lm(formula = Credit.amount ~ ., data = data)
##
## Residuals:
## Min 1Q Median 3Q Max
## -5414.2 -1122.9 -298.1 725.5 11758.5
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)
## (Intercept) -524.476 835.727 -0.628 0.5306
## Age 7.809 8.328 0.938 0.3489
## Duration 125.032 7.809 16.012 < 2e-16 ***
## Job1 759.763 591.399 1.285 0.1995
## Job2 945.791 573.777 1.648 0.0999 .
## Job3 2421.604 612.002 3.957 8.71e-05 ***
## Sex2 -148.738 199.593 -0.745 0.4565
## Housing2 -251.456 312.389 -0.805 0.4212
## Housing3 19.779 356.848 0.055 0.9558
## Saving.accounts2 -450.505 289.415 -1.557 0.1202
## Saving.accounts3 -343.874 440.686 -0.780 0.4356
## Saving.accounts4 -77.124 441.861 -0.175 0.8615
## Checking.account2 492.624 201.594 2.444 0.0149 *
## Checking.account3 -166.081 314.048 -0.529 0.5972
## Purpose2 -1221.220 881.364 -1.386 0.1665
## Purpose3 -260.913 484.524 -0.538 0.5905
## Purpose4 -146.750 356.947 -0.411 0.6812
## Purpose5 -877.915 339.864 -2.583 0.0101 *
## Purpose7 15.080 618.889 0.024 0.9806
## Purpose8 210.675 331.197 0.636 0.5250
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Residual standard error: 2017 on 493 degrees of freedom
## (9 observations deleted due to missingness)
## Multiple R-squared: 0.4691, Adjusted R-squared: 0.4487
## F-statistic: 22.93 on 19 and 493 DF, p-value: < 2.2e-16
UJI SERENTAK
Berdasarkan pengujian serentak didapatkan nilai P-value sebesar 2.2e-16. Nilai tersebut kurang dari taraf signifikansi sebesar 5%. Jadi dapat simpulkan bahwa variabel dalam penelitian ini berpengaruh signifikan terhadap jumlah kredit (credit amount)
UJI PARSIAL
Dari pengujian parsial didapatkan variabel yang signifikan yaitu variabel Duration, Job 3, Checking Accounts2, Purpose 5 karena memiliki nilai P-value kurang dari tarafsignifikansi 5%.
MODEL REGRESI
credit amount = -524.476 + 125.032 Duration + 2421.604 Job3 + 492.624 checking account2 - 877.915 purpose5
Berdasarkan analisis faktor faktor yang mempengaruhi resiko kredit di jerman, saran yang dapat diberikan yaitu sebagai berikut.
Sebaiknya debitur mengetahui riwayat hidup kreditur sebelum melakukan transaksi peminjaman
Semakin banyak jumlah kredit yang diberikan, maka semakin lama pula durasi waktu pengembaliannya. Hal ini ditunjukkan dari nilai korelasi yang tinggi serta hasil pengujian parsial yang menunjukkan bahwa durasi pengembalian berpengaruh signifikan terhadap jumlah kredit
Hasil penelitian resiko kredit di Jerman sebaiknya diperhatikan pula oleh kreditur di Indonesia sebagai bahan pertimbangan melakukan proses kredit untuk menghindari kredit macet.