Sebuah Balai Pertanian X yang berlokasi di Kota Malang yang sedang melakukan penelitian, dimana penelitian tersebut bertujuan apakah beberapa faktor yang telah dipilih oleh pihak Litbang memang benar cukup mempengaruhi jumlah hasil panen jagung. Faktor - fkator yang dianggap oleh tim Litbang antara lain, umur tanaman jagung, tinggi tanaman jagung, dan rendemen. Tim Litbang Balai Pertanian X telah melakukan pengambilan sampel sebanyak 16 sampel tanaman jagung dari beberapa varietas tanaman jagung yang ditanam. Berikut ini merupakan data yang telah terkumpul.
| No. | Umur Tanaman (hari) | Tinggi Tanaman (cm) | Rendemen (%) | Hasil Panen (ton) |
|---|---|---|---|---|
| 1. | 100 | 203 | 70 | 9.5 |
| 2. | 102 | 206 | 72 | 9.8 |
| 3. | 98 | 200 | 68 | 9.1 |
| 4. | 95 | 198 | 65 | 8.6 |
| 5. | 102 | 204 | 69 | 9.7 |
| 6. | 104 | 210 | 72 | 10.0 |
| 7. | 98 | 199 | 69 | 9.0 |
| 8. | 92 | 190 | 63 | 8.0 |
| 9. | 102 | 204 | 71 | 9.7 |
| 10. | 100 | 202 | 71 | 9.6 |
| 11. | 102 | 205 | 73 | 9.8 |
| 12. | 85 | 190 | 67 | 7.8 |
| 13. | 90 | 193 | 69 | 8.0 |
| 14. | 92 | 194 | 64 | 8.1 |
| 15. | 98 | 199 | 69 | 9.0 |
| 16. | 102 | 205 | 71 | 9.7 |
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara umur tanaman, tinggi tanaman, dan rendeman terhadap hasil panen jagung. Metode yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan analisis regresi linier. Dapat diketahui bahwa sebagai faktor yang mempengaruhi antara lain, umur tanaman, tinggi tanaman, dan rendeman merupakan variabel x. Sedangkan ketiga variabel tersebut akan mempengaruhi jumlah hasil panen yang merupakan variabel y. Namun, sebelum melakukan analisis regresi linier,
Statistika deskriptif ini digunakan untuk mengetahui gambaran secara umum mengenai data faktor yang mempengaruhi hasil panen jagung. Analisis ini dapat mengetahui nilai minimum, Q1, median, rata-rata, Q3, dan nilai maksimum dari masing-masing variabel.
jagung = read.csv("D:/Panen Jagung.csv", header = TRUE)
summary(jagung)
## Umur.Tanaman Tinggi.Tanaman Rendemen Hasil.Panen
## Min. : 85.00 Min. :190.0 Min. :63.00 Min. : 7.800
## 1st Qu.: 94.25 1st Qu.:197.0 1st Qu.:67.75 1st Qu.: 8.475
## Median : 99.00 Median :201.0 Median :69.00 Median : 9.300
## Mean : 97.62 Mean :200.1 Mean :68.94 Mean : 9.088
## 3rd Qu.:102.00 3rd Qu.:204.2 3rd Qu.:71.00 3rd Qu.: 9.700
## Max. :104.00 Max. :210.0 Max. :73.00 Max. :10.000
Berdasarkan hasil statistika deskriptif tersebut, maka hal yang dapat diketahui antara lain.
Umur tanaman jagung termuda yang digunakan dalam penelitian ini adalah berumur 95 hari, sedangkan tanaman jagung yang tertua berumur 104 hari. Sebanyak 25% tanaman yang digunakan pada penelitian ini berumur 94,25 hari, 50% tanaman jagung berumur sekitar 99 hari, dan 75% tanaman jagung berumur 102 hari. Kemudian, secara keseluruhan tanaman jagung yang digunakan pada penelian ini berumur 97,62 hari.
Tinggi tanaman yang digunakan dalam penelitian ini, tanaman jagung terpendek adalah 190 cm dan tanaman jagung tertinggi adalah sebesar 210 cm. Sebanyak 25% tanaman jagung memiliki tinggi setidaknya 197 cm, kemudian 50% tanaman jagung setidaknya juga memiliki tinggi sebesar 210 cm, dan 75% tanaman jagung yang digunakan dalam penelitian ini memiliki tinggi setidaknya 204 cm. Rata-rata tinggi 16 tanaman jagung ini adalah 200,1 cm.
Rendemen dalam komoditi jagung merupakan perbandingan antara berat bersih biji jagung dengan berat biji jagung yang masih bersama dengan bonggolnya. Kadar rendemen terendah sebanyak 63% dan kadar rendemen tertinggi sebanyak 73%. Kemudian, sebanyak 25% tanaman jagung yang digunakan dalam penelitian ini mengandung kadar rendemen minimal sebanyak 67,75%, 50% tanaman jagung mengandung kadar rendemen minimal sebanyak 69, dan 75% tanaman jagung dalam penelitian ini setidaknya mengandung kadar 71%. Rata-rata dari 16 tanaman jagung adalah sebesar 68,94%.
Tanaman jagung pada penelitian ini paling sedikit menghasilkan panen sebanyak 7,8 ton dan yang paling banyak menghasilkan panen sebanyak 10 ton. Sebanyak 25% tanaman jagung menghasilkan setidaknya panen sebanyak 8,475 ton, 50% tanaman jagung menghasilkan panen sebanyak 9,3 ton, dan sebanyak 75% tanaman jagung mampu menghasilkan panen sebanyaknya 9,7 ton. Selain itu, dapat diketahui bahwa rata-rata hasil panen yang mampu dihasilkan 16 tanaman jagung ini adalah sebanyak 9,088 ton.
Visualisasi data dapat digunakan untuk mengubah data-data yang berbentuk teks menjadi bentuk visual yang akan lebih mudah dimengerti. Visualisasi data ini dapat berupa boxplot, scatterplot, histogram, dan lain-lain.
jagung = read.csv("D:/Panen Jagung.csv", header = TRUE)
library(ggplot2)
g <- ggplot(jagung, aes(Umur.Tanaman, Hasil.Panen))
g+geom_boxplot(varwidth=T, fill= "Yellow")+
labs(title="Boxplot", subtitle= "Umur Tanaman Berdasarkan Hasil Panen",
x="Umur.Tanaman",
y = "Hasil.Panen",
fill="Umur.Tanaman")
## Warning: Continuous x aesthetic -- did you forget aes(group=...)?
library(ggplot2)
g <- ggplot(jagung, aes(Tinggi.Tanaman, Hasil.Panen))
g+geom_boxplot(varwidth=T, fill= "Green")+
labs(title="Boxplot", subtitle= "Tinggi Tanaman berdasarkan Hasil Panen",
x="Tinggi.Tanaman",
y = "Hasil.Panen",
fill="Tinggi.Tanaman")
## Warning: Continuous x aesthetic -- did you forget aes(group=...)?
library(ggplot2)
g <- ggplot(jagung, aes(Rendemen, Hasil.Panen))
g+geom_boxplot(varwidth=T, fill= "Blue") +
labs(title="Boxplot", subtitle= "Rendemen berdasarkan Hasil Panen",
x="Rendemen",
y = "Hasil.Panen",
fill="Rendemen")
## Warning: Continuous x aesthetic -- did you forget aes(group=...)?
Pada ketiga boxplot diatas dapat diketahui bahwa tidak terdapat data yang memiliki nilai outlier. Ketiga variabel yang mempengaruhi jumlah hasil panen jagung ini memiliki satuan yang berbeda. Sehingga, analisis boxplot ini ketiga variabel tidak dapat disatukan. Boxplot untuk variabel Umur Tanaman dan Hasil Panen menunjukkan bahwa variabel umur tanaman ini tidak simetris, karena ditunjukkan dengan garis median yang tidak berada tepat ditengah boxplot.Boxplot dari variabel Tinggi Tanmana dan Hasil Panen juga menunjukkan bahwa garis median juga tidak tepat berada di tengah boxplot, sehingga juga menunjukkan bahwa data Tinggi Tanaman tidak simetri. Tidak berbeda dengan kedua boxplot sbelumnya bahwa pada variabel Rendemen dan Hasil Panen juga menunjukkan bahwa garis median tidak berada ditengah boxplot hal ini membuktikan bahwa data tidak simetri.
Analisis korelasi ini dilakukan karena ingin mengetahui apakah ada diantara dua variabel atau lebih terdapat hubungan, dan jika ada hubungan, bagaimana arah hubungan dan seberapa besar hubungan tersebut.
jagung = read.csv("D:/Panen Jagung.csv", header = TRUE)
library(ggcorrplot)
corr <- round(cor(jagung), 1)
ggcorrplot(corr, hc.order = TRUE,
type = "lower",
lab = TRUE,
lab_size = 3,
method="circle",
colors = c("tomato2", "white", "springgreen3"),
title="Correlogram",
ggtheme=theme_bw)
Berdasarkan hasil correlogram dapat diketahui bahwa:
Umur tanaman dan hasil panen menujukkan korelasi yang cukup besar yaitu 0,972. Hal ini menujukkan bahwa umur tanaman sangat berpengaruh terhadap hasil panen jagung.
Tinggi tanaman dan hasil panen menunjukkan nilai korelasi sebesar yaitu 0,976. Nilai ini membuktikan bahwa tinggi tanaman sangat berpengaruh terhadap jumlah hasil panen jagung.
Rendemen dan hasil penen juga menunjukkan nilai korelasi yang sangat tinggi yaitu 0,826. Nilai ini membuktikan bahwa rendemen juga cukup mempengaruhi terhadap hasil panen jagung.
Ketiga variabel yaitu umur, tinggi tanaman dan rendemen cukup berpengaruh signifikan terhadap hasil panen jagung.
Analisis regresi linier adalah model probabilistik yan, menunjukkan hubungan linier antara dua atau lebih variabel dimana salah satu variabel dianggap memengaruhi variabel yang lainnya.
jagung = read.csv("D:/Panen Jagung.csv", header = TRUE)
regresi = lm(Hasil.Panen~Umur.Tanaman+Tinggi.Tanaman+Rendemen, data = jagung)
summary(regresi)
##
## Call:
## lm(formula = Hasil.Panen ~ Umur.Tanaman + Tinggi.Tanaman + Rendemen,
## data = jagung)
##
## Residuals:
## Min 1Q Median 3Q Max
## -0.21591 -0.07650 -0.00320 0.03976 0.18529
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)
## (Intercept) -9.48779 1.84229 -5.150 0.000241 ***
## Umur.Tanaman 0.07865 0.01909 4.120 0.001421 **
## Tinggi.Tanaman 0.03856 0.02072 1.861 0.087371 .
## Rendemen 0.04613 0.01817 2.539 0.025980 *
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Residual standard error: 0.1143 on 12 degrees of freedom
## Multiple R-squared: 0.9819, Adjusted R-squared: 0.9773
## F-statistic: 216.7 on 3 and 12 DF, p-value: 1.03e-10
Berdasarkan hasil analisis regresi linier yang telah dilakukan, dapat diketahui bila: 1. Variabel tinggi tanaman saja yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah hasil panen jagung yang ditunjukkan dari nilai p-value yang lebih dari \(\alpha =5\%\). Sedangkan, untuk variabel umur tanaman dan rendemen memiliki nilai p-value kurang dari \(\alpha =5\%\), yang menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah hasil panen. 2. Diperoleh nilai R-Square yang menunjukkan bahwa sebanyak 97,73% model yang terbentuk mampu dijelaskan oleh variabel independen, sedangkan 22,27% model akan dijelaskan oleh variabel lain di luar model yang telah terbentuk.