Data yang digunakan pada laporan ini adalah data prouksi padi dan lahan sawah di Kabupaten Kediri menurut kecamatan tahun 2017. Data diperoleh dari website resmi BPS Kabupaten Kediri yaitu http://kedirikab.bps.go.id. Data prouksi padi dan lahan sawah di Kabupaten Kediri menurut kecamatan pada tahun 2017 adalah sebagai berikut:
| Kecamatan | Luas Lahan Sawah (Ha) | Produksi Padi (Kw) |
|---|---|---|
| Mojo | 1530 | 142983 |
| Semen | 1474 | 137750 |
| Ngadiluwih | 1171 | 74248 |
| Kras | 1947 | 50598 |
| Ringinrejo | 1286 | 34156 |
| Kandat | 1613 | 38411 |
| . | . | . |
| . | . | . |
| . | . | . |
| Tarokan | 1546 | 172667 |
Analisa yang digunakan adalah statistika deskriptif, visualisasi data, analisis korelasi, dan analisis regresi. Berikut analisis pada data produksi padi dan lahan sawah di kabupaten kediti menurut kecamatan:
Statistika deskriptif yang digunakan pada laporan ini menggunakan nilai minimum, quartil 1, median, rata-rata, quartil 3, dan nilai maksimum. Berikut hasil analisa statistika deskriptif:
data=read.csv("E:/DataRM.csv")
summary(data)
## Kecamatan Luas.Lahan.Sawah Produksi.Padi
## Badas : 1 Min. : 413 Min. : 8060
## Banyakan : 1 1st Qu.:1333 1st Qu.: 55286
## Gampengrejo: 1 Median :1774 Median :110376
## Grogol : 1 Mean :1814 Mean :122898
## Gurah : 1 3rd Qu.:2286 3rd Qu.:158178
## Kandangan : 1 Max. :3503 Max. :331184
## (Other) :20
Kabupaten Kediri memiliki 26 kecamatan. Rata-rata luas sawah di Kabupaten Kediri adalah 1814 Hektar, dengan luas lahan sawah terbesar adalah 3503 Hektar sedangkan yang terkecil adalah 413 Hektar, 50% luas tanah berada di bawah 1774 Hektar dan 50% sisanya berada di atas 1774 Hektar. Rata-rata produksi padi di Kabupaten Kediri adalah 122898 Kwintal, dengan produksi padi terbesar adalah 331184 Kwintal sedangkan yang terkecil adalah 8060 Kwintal, 50% produksi padi berada di bawah 110376 Kwintal dan 50% sisanya berada di atas 110376 Kwintal.
Visualisasi data pada laporan ini menggunakan scatterplot, boxplot, dan histogram. Berikut hasil visualisasi data:
par(mfrow=c(2,2))
plot(data$Luas.Lahan.Sawah,data$Produksi.Padi,main="Scatterplot",xlab="Luas Lahan Sawah",ylab="Produksi Padi")
boxplot(data$Luas.Lahan.Sawah,data$Produksi.Padi, main="Boxplot",names=c("L. Lahan Sawah","Produksi Padi"))
hist(data$Luas.Lahan.Sawah,main="Histogram Luas Lahan Sawah",xlab="Luas Lahan Sawah")
hist(data$Produksi.Padi, main="Histogram Produksi Padi",xlab="Produksi Padi")
Hasil scatterplot menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara variabel luas lahan sawah dengan produksi padi, jika luas sawah meningkat maka produksi padi akan bertambah, namun jika luas sawah menurun maka produksi padi akan menurun. Hasil boxplot dapat diketahui bahwa tidak terdapat data outlier pada variabel luas lahan sawah, namun terdapat data outlier pada data produksi padi. Histogram luas sawah membentuk lonceng yang berarti secara visual variabel luas sawah mengikuti distribusi normal yang memiliki nilai rata-rata di sekitar angka 2000 Hektar, sedangkan histogram produksi padi memiliki bentuk curam dikanan dengan nilai rata-rata berada di sekitar 100000 Kwintal.
Analisis korelasi digunakan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara dua varaibel. Berikut hasil analisis korelasi pada data luas lahan sawah dengan produksi padi:
cor.test(data$Produksi.Padi,data$Luas.Lahan.Sawah)
##
## Pearson's product-moment correlation
##
## data: data$Produksi.Padi and data$Luas.Lahan.Sawah
## t = 3.8976, df = 24, p-value = 0.0006822
## alternative hypothesis: true correlation is not equal to 0
## 95 percent confidence interval:
## 0.3100027 0.8137091
## sample estimates:
## cor
## 0.6225935
Uji Korelasi
\(H_{0}\): \(\rho_{xy}\) = 0
\(H_{1}\): \(\rho_{xy}\) \(\neq\) 0
Taraf Signifikansi: = 0.05
Daerah Penolakan: \(H_{0}\) ditolak jika \(T\) > \(T_{\alpha/2;n-1}\). \(T_{\alpha/2;n-1}\) = 2.385
Statistik Uji: \(T\) = 3.8976
Keputusan: Tolak \(H_{0}\) karena 3.8976 > 2.385
Kesimpulan: Terdapat korelasi antara variabel luas lahan padi dengan produksi padi
Nilai Korelasi
\(\rho_{xy}\) = 0.623
Nilai korelasi sebesar 0.623 menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif yang kuat antara variabel luas lahan sawah dengan produksi padi. Jika luas lahan sawah meningkat maka produksi padi juga akan meningkat, begitu juga sebaliknya jika luas lahan sawah menurun maka produksi padi juga akan turun.
Analisis regresi pada laporan ini menggunakan varaibel respon yaitu produksi padi, sedangkan variabel prediktor yaitu luas lahan sawah. Berikut hasil analisis regresi:
summary(lm(data$Produksi.Padi~data$Luas.Lahan.Sawah))
##
## Call:
## lm(formula = data$Produksi.Padi ~ data$Luas.Lahan.Sawah)
##
## Residuals:
## Min 1Q Median 3Q Max
## -108789 -46497 -2899 42288 154760
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)
## (Intercept) -10663.04 36631.69 -0.291 0.773485
## data$Luas.Lahan.Sawah 73.63 18.89 3.898 0.000682 ***
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Residual standard error: 66020 on 24 degrees of freedom
## Multiple R-squared: 0.3876, Adjusted R-squared: 0.3621
## F-statistic: 15.19 on 1 and 24 DF, p-value: 0.0006822
Model Regresi
\(\hat{y}\) = -10663.04 + 73.63 \(x\)
Model tersebut menjelaskan bahwa setiap pertambahan luas sawah sebesar satu hektar maka produksi padi akan meningkat sebanyak 73.63 Kwintal.
Nilai \(R^{2}\)
\(R^{2}\) = 0.3621
Nilai sebesar 0.3621 menunjukkan bahwa variabilitas produksi padi yang dapat dijelaskan oleh variabel luas sawah adalah sebesar 36.21%, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel diluar model.
Uji Parsial
\(H_{0}\): \(\beta_{1}\) = 0
\(H_{1}\): \(\beta_{1}\) \(\neq\) 0
Taraf Signifikansi: \(\alpha\) = 0.05
Daerah Penolakan: \(H_{0}\) ditolak jika \(F\) > \(F_{\alpha;k,n-k-1}\). \(F_{\alpha;k,n-k-1}\) = 4.26
Statistik Uji: \(F\) = 15.19
Keputusan: Tolak \(H_{0}\) karena 15.19 > 4.26
Kesimpulan: Variabel luas lahan sawah berpengaruh signifikan terhadap produksi padi