Sesi 1: Pengenalan Konsep GIS, Sistem Koordinat, dan QGIS 3.44
1 Konsep Dasar GIS
Geographic Information System (GIS) adalah sistem berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan, mengelola, menganalisis, dan menyajikan data berspesifikasi spasial.
Komponen utama data GIS dibagi menjadi dua jenis:
- Data Vektor: Memiliki entitas Titik (Point), Garis (Line), dan Poligon (Polygon).
- Data Raster: Tersusun dari sel-sel piksel bergrid (contoh: citra satelit, elevasi DEM).
2 Pengenalan Sistem Koordinat (CRS)
Setiap data spasial harus memiliki referensi lokasi di bumi yang ditentukan oleh Coordinate Reference System (CRS).
- Geographic Coordinate System (GCS):
- Satuan: Derajat Lintang & Bujur (Degree).
- Contoh umum: WGS 84 (EPSG:4326).
- Projected Coordinate System (PCS):
- Satuan: Meter.
- Contoh umum di Indonesia: UTM (Universal Transverse Mercator) (misal: Zone 48S, 49S, 50S).
NoteCatatan Penting QGIS 3.44
Pastikan selalu mengecek kode EPSG/CRS di pojok kanan bawah jendela QGIS sebelum memulai impor data dan analisis spasial.
3 Antarmuka QGIS 3.44
Komponen utama antarmuka pengguna pada QGIS 3.44:
- Menu Bar & Toolbar: Akses berbagai alat navigasi, olah data, dan fungsi analisis.
- Browser Panel: Navigasi direktori folder file lokal dan koneksi server data (XYZ Tiles, WMS/WFS).
- Layers Panel: Daftar layer data spasial yang aktif di dalam proyek.
- Map Canvas: Area utama untuk visualisasi peta.
- Status Bar: Menampilkan informasi koordinat kursor, skala tampilan, dan status kode EPSG/CRS.
4 Latihan Sesi 1
- Buka aplikasi QGIS 3.44 di komputer Anda.
- Ubah CRS project menjadi EPSG:3857 (WGS 84 / Pseudo-Mercator) melalui menu
Project > Properties > CRS. - Tambahkan basemap OpenStreetMap melalui panel XYZ Tiles di Browser Panel.