Sesi 1: Pengenalan Konsep GIS, Sistem Koordinat, dan QGIS 3.44

Author

Tim Instruktur

Published

October 25, 2026

1 Konsep Dasar GIS

Geographic Information System (GIS) adalah sistem berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan, mengelola, menganalisis, dan menyajikan data berspesifikasi spasial.

Komponen utama data GIS dibagi menjadi dua jenis:

  • Data Vektor: Memiliki entitas Titik (Point), Garis (Line), dan Poligon (Polygon).
  • Data Raster: Tersusun dari sel-sel piksel bergrid (contoh: citra satelit, elevasi DEM).

2 Pengenalan Sistem Koordinat (CRS)

Setiap data spasial harus memiliki referensi lokasi di bumi yang ditentukan oleh Coordinate Reference System (CRS).

  1. Geographic Coordinate System (GCS):
    • Satuan: Derajat Lintang & Bujur (Degree).
    • Contoh umum: WGS 84 (EPSG:4326).
  2. Projected Coordinate System (PCS):
    • Satuan: Meter.
    • Contoh umum di Indonesia: UTM (Universal Transverse Mercator) (misal: Zone 48S, 49S, 50S).
NoteCatatan Penting QGIS 3.44

Pastikan selalu mengecek kode EPSG/CRS di pojok kanan bawah jendela QGIS sebelum memulai impor data dan analisis spasial.


3 Antarmuka QGIS 3.44

Komponen utama antarmuka pengguna pada QGIS 3.44:

  • Menu Bar & Toolbar: Akses berbagai alat navigasi, olah data, dan fungsi analisis.
  • Browser Panel: Navigasi direktori folder file lokal dan koneksi server data (XYZ Tiles, WMS/WFS).
  • Layers Panel: Daftar layer data spasial yang aktif di dalam proyek.
  • Map Canvas: Area utama untuk visualisasi peta.
  • Status Bar: Menampilkan informasi koordinat kursor, skala tampilan, dan status kode EPSG/CRS.

4 Latihan Sesi 1

  1. Buka aplikasi QGIS 3.44 di komputer Anda.
  2. Ubah CRS project menjadi EPSG:3857 (WGS 84 / Pseudo-Mercator) melalui menu Project > Properties > CRS.
  3. Tambahkan basemap OpenStreetMap melalui panel XYZ Tiles di Browser Panel.