R Markdown merupakan format dokumen yang menggabungkan teks, kode program, dan hasil analisis dalam satu dokumen. R Markdown dapat digunakan untuk membuat laporan penelitian, laporan praktikum, dan dokumentasi analisis data.
Keunggulan R Markdown adalah mampu menghasilkan laporan secara otomatis sehingga penulis tidak perlu memindahkan hasil perhitungan dan grafik secara manual.
Dokumen R Markdown memiliki tiga bagian utama, yaitu:
YAML Header merupakan bagian paling atas dokumen yang digunakan untuk mengatur judul, penulis, tanggal, dan format output laporan.
Contoh struktur YAML Header:
---
title: "Judul Laporan"
author: "Nama Penulis"
date: "Tanggal"
output: html_document
---
Pada laporan ini, format output yang digunakan adalah HTML dengan tema default.
Penjudulan dalam Markdown menggunakan tanda pagar (#). Semakin banyak tanda pagar, semakin rendah tingkat judulnya.
Contoh penulisan:
Markdown menyediakan beberapa format tulisan yang dapat digunakan untuk memperjelas isi laporan.
A. Tulisan tebal
Sintaks:
**Tulisan tebal**
Hasil: Tulisan tebal
B. Tulisan miring
Sintaks:
*Tulisan miring*
Hasil: Tulisan miring
C. Tulisan tebal dan miring
Sintaks:
***Tulisan tebal dan miring***
Hasil: Tulisan tebal dan miring
D. Tulisan dicoret
Sintaks:
~~Tulisan dicoret~~
Hasil: Tulisan dicoret
E. Membuat kode dalam kalimat
Sintaks:
Fungsi `mean()` digunakan untuk menghitung rata-rata.
Hasil: Fungsi mean() digunakan untuk menghitung
rata-rata.
Penulisan paragraf dilakukan seperti mengetik biasa. Berikan satu baris kosong untuk memulai paragraf baru.
Contoh:
Statistika merupakan ilmu yang mempelajari cara mengumpulkan, mengolah, menganalisis, dan menyajikan data.
Analisis statistik digunakan untuk memperoleh informasi dan menarik kesimpulan berdasarkan data yang tersedia.
A. Daftar tidak berurutan
- Statistika deskriptif
- Regresi linear
- Analisis korelasi
- Analisis varians
Hasil:
B. Daftar berurutan
1. Mengumpulkan data
2. Mengolah data
3. Melakukan analisis
4. Menarik kesimpulan
Hasil:
C. Daftar bertingkat
1. Statistika
- Deskriptif
- Inferensial
2. Analisis regresi
- Regresi sederhana
- Regresi berganda
Kutipan menggunakan tanda lebih besar (>).
> Statistika merupakan ilmu yang mempelajari data.
Hasil:
Statistika merupakan ilmu yang mempelajari data.
Garis pemisah dibuat menggunakan tiga tanda strip.
---
Tabel dibuat menggunakan tanda garis vertikal (|).
Contoh:
| Nama | Umur | Nilai |
|------|------|------:|
| Rhefki | 20 | 85 |
| Nurman | 21 | 90 |
| Yuliansyah | 19 | 95 |
Hasil tabel:
| Nama | Umur | Nilai |
|---|---|---|
| Rhefki | 20 | 85 |
| Nurman | 21 | 90 |
| Yuliansyah | 19 | 95 |
R Markdown mendukung penulisan rumus matematika menggunakan bahasa LaTeX.
A. Rumus dalam kalimat
Gunakan satu tanda dolar ($).
Contoh:
Rumus luas persegi adalah $L=s^2$.
Hasil:
Rumus luas persegi adalah \(L=s^2\).
B. Rumus terpisah
Gunakan dua tanda dolar ($$).
Contoh:
$$
L=s^2
$$
Hasil:
\[ L=s^2 \]
C. Contoh rumus statistika
Rumus rata-rata:
\[ \bar{x}=\frac{\sum_{i=1}^{n}x_i}{n} \]
Rumus varians:
\[ s^2=\frac{\sum_{i=1}^{n}(x_i-\bar{x})^2}{n-1} \]
Rumus standar deviasi:
\[ s=\sqrt{\frac{\sum_{i=1}^{n}(x_i-\bar{x})^2}{n-1}} \]
Rumus regresi linear berganda:
\[ Y_i=\beta_0+\beta_1X_{1i}+\beta_2X_{2i} +\beta_3X_{3i}+\varepsilon_i \]
D. Beberapa simbol LaTeX
| Sintaks | Hasil |
|---|---|
\alpha |
\(\alpha\) |
\beta |
\(\beta\) |
\mu |
\(\mu\) |
\sigma |
\(\sigma\) |
\sum |
\(\sum\) |
\sqrt{x} |
\(\sqrt{x}\) |
\frac{a}{b} |
\(\frac{a}{b}\) |
\neq |
\(\neq\) |
\leq |
\(\leq\) |
\geq |
\(\geq\) |
Code Chunk merupakan tempat untuk menuliskan dan menjalankan sintaks R dalam dokumen R Markdown.
Struktur dasarnya adalah:
# Menampilkan tulisan
print("Halo, Selamat Belajar R Markdown!")
## [1] "Halo, Selamat Belajar R Markdown!"
Hasil:
[1] "Halo, Selamat Belajar R Markdown!"
Beberapa pengaturan Code Chunk yang sering digunakan:
| Parameter | Fungsi |
|---|---|
echo=TRUE |
Menampilkan sintaks dan hasil |
echo=FALSE |
Menyembunyikan sintaks |
eval=FALSE |
Tidak menjalankan sintaks |
include=FALSE |
Menyembunyikan sintaks dan hasil |
message=FALSE |
Menyembunyikan pesan |
warning=FALSE |
Menyembunyikan peringatan |
results='hide' |
Menyembunyikan hasil teks |
fig.width=8 |
Mengatur lebar grafik |
fig.height=5 |
Mengatur tinggi grafik |
Contoh penggunaan:
10 + 20
## [1] 30
Contoh menyembunyikan sintaks:
## [1] 87.5
Contoh tidak menjalankan sintaks:
mean(c(80, 90, 85, 95))
a <- 10
b <- 5
penjumlahan <- a + b
pengurangan <- a - b
perkalian <- a * b
pembagian <- a / b
penjumlahan
## [1] 15
pengurangan
## [1] 5
perkalian
## [1] 50
pembagian
## [1] 2
Berdasarkan hasil perhitungan, operasi matematika dapat dilakukan secara langsung menggunakan R. Simbol yang digunakan sama seperti operasi matematika pada umumnya.
# Membuat variabel
nama <- "Rhefki"
umur <- 20
# Membuat vektor
nilai <- c(80, 85, 90, 75, 95)
# Menampilkan hasil
nama
## [1] "Rhefki"
umur
## [1] 20
nilai
## [1] 80 85 90 75 95
# Menghitung statistik
mean(nilai)
## [1] 85
median(nilai)
## [1] 85
min(nilai)
## [1] 75
max(nilai)
## [1] 95
sd(nilai)
## [1] 7.905694
var(nilai)
## [1] 62.5
summary(nilai)
## Min. 1st Qu. Median Mean 3rd Qu. Max.
## 75 80 85 85 90 95
Hasil perhitungan tersebut digunakan untuk mengetahui ukuran pemusatan dan penyebaran data.
Visualisasi data merupakan salah satu cara untuk menyajikan informasi dalam bentuk grafik agar karakteristik data lebih mudah dipahami.
nilai <- c(80, 85, 90, 75, 95)
nama <- c("Rhefki", "Nurman", "Yuliansyah", "Kifrhe", "Kikik")
barplot(
nilai,
names.arg = nama,
col = "skyblue",
main = "Diagram Nilai Mahasiswa",
xlab = "Nama Mahasiswa",
ylab = "Nilai",
ylim = c(0, 100)
)
Berdasarkan diagram batang, dapat diketahui perbedaan nilai antara setiap mahasiswa. Grafik ini memudahkan perbandingan nilai secara visual.
hist(
nilai,
col = "lightgreen",
border = "black",
main = "Histogram Nilai Mahasiswa",
xlab = "Nilai",
ylab = "Frekuensi"
)
Histogram digunakan untuk melihat distribusi frekuensi dan konsentrasi nilai dalam suatu kumpulan data.
boxplot(
nilai,
col = "orange",
main = "Boxplot Nilai Mahasiswa",
ylab = "Nilai"
)
Boxplot memberikan informasi mengenai median, kuartil, rentang data, dan kemungkinan pencilan.
data(mtcars)
plot(
mtcars$wt,
mtcars$mpg,
main = "Hubungan Berat Mobil dan MPG",
xlab = "Berat Mobil",
ylab = "Konsumsi Bahan Bakar",
pch = 19,
col = "blue"
)
Scatterplot digunakan untuk melihat pola hubungan antara dua variabel numerik. Pola titik yang cenderung menurun menunjukkan hubungan negatif.
library(ggplot2)
ggplot(mtcars, aes(x = wt, y = mpg)) +
geom_point(color = "blue") +
geom_smooth(method = "lm", se = TRUE) +
labs(
title = "Hubungan Berat Mobil dan Konsumsi BBM",
x = "Berat Mobil",
y = "Konsumsi Bahan Bakar"
) +
theme_minimal()
## `geom_smooth()` using formula = 'y ~ x'
Analisis regresi linear berganda merupakan metode statistika yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara satu variabel dependen dengan dua atau lebih variabel independen.
Pada praktik ini digunakan dataset mtcars yang tersedia secara bawaan pada program R.
Variabel yang digunakan adalah:
| Variabel | Keterangan |
|---|---|
| Y (mpg) | Konsumsi bahan bakar |
| X1 (wt) | Berat mobil |
| X2 (hp) | Tenaga mesin |
| X3 (disp) | Kapasitas mesin |
Model regresi linear berganda secara umum dituliskan sebagai berikut:
\[ Y_i=\beta_0+\beta_1X_{1i}+\beta_2X_{2i} +\cdots+\beta_kX_{ki}+\varepsilon_i \]
Keterangan:
Estimasi parameter dapat dilakukan menggunakan metode Ordinary Least Squares (OLS).
\[ \hat{\beta}=(X'X)^{-1}X'Y \]
# Memanggil dataset
data(mtcars)
# Melihat struktur data
str(mtcars)
## 'data.frame': 32 obs. of 11 variables:
## $ mpg : num 21 21 22.8 21.4 18.7 18.1 14.3 24.4 22.8 19.2 ...
## $ cyl : num 6 6 4 6 8 6 8 4 4 6 ...
## $ disp: num 160 160 108 258 360 ...
## $ hp : num 110 110 93 110 175 105 245 62 95 123 ...
## $ drat: num 3.9 3.9 3.85 3.08 3.15 2.76 3.21 3.69 3.92 3.92 ...
## $ wt : num 2.62 2.88 2.32 3.21 3.44 ...
## $ qsec: num 16.5 17 18.6 19.4 17 ...
## $ vs : num 0 0 1 1 0 1 0 1 1 1 ...
## $ am : num 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 ...
## $ gear: num 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 ...
## $ carb: num 4 4 1 1 2 1 4 2 2 4 ...
# Melihat enam data pertama
head(mtcars)
## mpg cyl disp hp drat wt qsec vs am gear carb
## Mazda RX4 21.0 6 160 110 3.90 2.620 16.46 0 1 4 4
## Mazda RX4 Wag 21.0 6 160 110 3.90 2.875 17.02 0 1 4 4
## Datsun 710 22.8 4 108 93 3.85 2.320 18.61 1 1 4 1
## Hornet 4 Drive 21.4 6 258 110 3.08 3.215 19.44 1 0 3 1
## Hornet Sportabout 18.7 8 360 175 3.15 3.440 17.02 0 0 3 2
## Valiant 18.1 6 225 105 2.76 3.460 20.22 1 0 3 1
# Melihat dimensi data
dim(mtcars)
## [1] 32 11
Dataset mtcars terdiri atas 32 pengamatan dan 11 variabel. Data ini memuat berbagai karakteristik mobil yang dapat digunakan untuk latihan analisis.
# Mengambil variabel yang diperlukan
data_penelitian <- mtcars[, c("mpg", "wt", "hp", "disp")]
# Menampilkan data
knitr::kable(
head(data_penelitian),
digits = 3,
caption = "Enam Pengamatan Pertama"
)
| mpg | wt | hp | disp | |
|---|---|---|---|---|
| Mazda RX4 | 21.0 | 2.620 | 110 | 160 |
| Mazda RX4 Wag | 21.0 | 2.875 | 110 | 160 |
| Datsun 710 | 22.8 | 2.320 | 93 | 108 |
| Hornet 4 Drive | 21.4 | 3.215 | 110 | 258 |
| Hornet Sportabout | 18.7 | 3.440 | 175 | 360 |
| Valiant | 18.1 | 3.460 | 105 | 225 |
statistik <- data.frame(
Variabel = names(data_penelitian),
Minimum = sapply(data_penelitian, min),
Mean = sapply(data_penelitian, mean),
Median = sapply(data_penelitian, median),
Maksimum = sapply(data_penelitian, max),
SD = sapply(data_penelitian, sd)
)
knitr::kable(
statistik,
digits = 3,
caption = "Statistik Deskriptif"
)
| Variabel | Minimum | Mean | Median | Maksimum | SD | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| mpg | mpg | 10.400 | 20.091 | 19.200 | 33.900 | 6.027 |
| wt | wt | 1.513 | 3.217 | 3.325 | 5.424 | 0.978 |
| hp | hp | 52.000 | 146.688 | 123.000 | 335.000 | 68.563 |
| disp | disp | 71.100 | 230.722 | 196.300 | 472.000 | 123.939 |
Berdasarkan tabel statistik deskriptif, dapat diketahui karakteristik masing-masing variabel berdasarkan nilai minimum, rata-rata, median, maksimum, dan standar deviasi.
plot(
mtcars$wt,
mtcars$mpg,
pch = 19,
col = "blue",
main = "Hubungan Berat Mobil terhadap MPG",
xlab = "Berat Mobil (wt)",
ylab = "Konsumsi Bahan Bakar (mpg)"
)
abline(
lm(mpg ~ wt, data = mtcars),
col = "red",
lwd = 2
)
Berdasarkan scatterplot, terlihat kecenderungan hubungan negatif antara berat mobil dan konsumsi bahan bakar yang diukur menggunakan mpg.
korelasi <- cor(data_penelitian)
knitr::kable(
korelasi,
digits = 3,
caption = "Matriks Korelasi"
)
| mpg | wt | hp | disp | |
|---|---|---|---|---|
| mpg | 1.000 | -0.868 | -0.776 | -0.848 |
| wt | -0.868 | 1.000 | 0.659 | 0.888 |
| hp | -0.776 | 0.659 | 1.000 | 0.791 |
| disp | -0.848 | 0.888 | 0.791 | 1.000 |
Matriks korelasi digunakan untuk mengetahui arah dan kekuatan hubungan linear antarvariabel. Nilai korelasi berkisar antara -1 sampai 1.
Model regresi dibentuk menggunakan fungsi lm().
# Membentuk model regresi
model <- lm(mpg ~ wt + hp + disp, data = mtcars)
# Melihat hasil model
summary(model)
##
## Call:
## lm(formula = mpg ~ wt + hp + disp, data = mtcars)
##
## Residuals:
## Min 1Q Median 3Q Max
## -3.891 -1.640 -0.172 1.061 5.861
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)
## (Intercept) 37.105505 2.110815 17.579 < 2e-16 ***
## wt -3.800891 1.066191 -3.565 0.00133 **
## hp -0.031157 0.011436 -2.724 0.01097 *
## disp -0.000937 0.010350 -0.091 0.92851
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Residual standard error: 2.639 on 28 degrees of freedom
## Multiple R-squared: 0.8268, Adjusted R-squared: 0.8083
## F-statistic: 44.57 on 3 and 28 DF, p-value: 8.65e-11
Persamaan regresi linear berganda yang digunakan adalah:
\[ \widehat{mpg}=\hat{\beta}_0+ \hat{\beta}_1wt+\hat{\beta}_2hp+\hat{\beta}_3disp \]
Menampilkan estimasi koefisien:
koef <- coef(model)
knitr::kable(
data.frame(
Parameter = names(koef),
Estimasi = as.numeric(koef)
),
digits = 4,
caption = "Estimasi Parameter Regresi"
)
| Parameter | Estimasi |
|---|---|
| (Intercept) | 37.1055 |
| wt | -3.8009 |
| hp | -0.0312 |
| disp | -0.0009 |
Menampilkan persamaan regresi secara otomatis:
cat(sprintf(
"$$\\widehat{mpg}=%.4f %+.4f(wt) %+.4f(hp) %+.4f(disp)$$",
koef[1], koef[2], koef[3], koef[4]
))
\[\widehat{mpg}=37.1055 -3.8009(wt) -0.0312(hp) -0.0009(disp)\]
Uji F digunakan untuk mengetahui apakah seluruh variabel independen secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
Hipotesis:
\[ H_0:\beta_1=\beta_2=\beta_3=0 \]
\[ H_1:\text{Minimal terdapat satu }\beta_j\neq 0 \]
Taraf signifikansi:
\[ \alpha=0.05 \]
Statistik uji:
\[ F_{hitung}=\frac{MSR}{MSE} \]
Hasil pengujian:
hasil_anova <- anova(model)
knitr::kable(
hasil_anova,
digits = 4,
caption = "Tabel ANOVA"
)
| Df | Sum Sq | Mean Sq | F value | Pr(>F) | |
|---|---|---|---|---|---|
| wt | 1 | 847.7252 | 847.7252 | 121.7305 | 0.0000 |
| hp | 1 | 83.2742 | 83.2742 | 11.9579 | 0.0018 |
| disp | 1 | 0.0571 | 0.0571 | 0.0082 | 0.9285 |
| Residuals | 28 | 194.9907 | 6.9640 | NA | NA |
fstat <- summary(model)$fstatistic
p_value_f <- pf(
fstat[1],
fstat[2],
fstat[3],
lower.tail = FALSE
)
p_value_f
## value
## 8.649588e-11
Interpretasi:
if (p_value_f < 0.05) {
cat(
"Berdasarkan hasil Uji F, diperoleh p-value sebesar ",
signif(p_value_f, 4),
" yang lebih kecil dari 0,05. Maka H0 ditolak. ",
"Artinya, minimal terdapat satu variabel independen ",
"yang berpengaruh signifikan terhadap mpg.",
sep = ""
)
} else {
cat(
"Berdasarkan hasil Uji F, diperoleh p-value sebesar ",
signif(p_value_f, 4),
" yang lebih besar atau sama dengan 0,05. ",
"Maka H0 tidak dapat ditolak.",
sep = ""
)
}
Berdasarkan hasil Uji F, diperoleh p-value sebesar 8.65e-11 yang lebih kecil dari 0,05. Maka H0 ditolak. Artinya, minimal terdapat satu variabel independen yang berpengaruh signifikan terhadap mpg.
Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen.
Hipotesis:
\[ H_0:\beta_j=0 \]
\[ H_1:\beta_j\neq 0 \]
Taraf signifikansi:
\[ \alpha=0.05 \]
Statistik uji:
\[ t_{hitung}= \frac{\hat{\beta}_j}{SE(\hat{\beta}_j)} \]
Hasil pengujian:
hasil_uji_t <- summary(model)$coefficients
knitr::kable(
hasil_uji_t,
digits = 4,
caption = "Hasil Uji Parsial"
)
| Estimate | Std. Error | t value | Pr(>|t|) | |
|---|---|---|---|---|
| (Intercept) | 37.1055 | 2.1108 | 17.5788 | 0.0000 |
| wt | -3.8009 | 1.0662 | -3.5649 | 0.0013 |
| hp | -0.0312 | 0.0114 | -2.7245 | 0.0110 |
| disp | -0.0009 | 0.0103 | -0.0905 | 0.9285 |
Interpretasi otomatis:
for (i in 2:nrow(hasil_uji_t)) {
p <- hasil_uji_t[i, 4]
variabel <- rownames(hasil_uji_t)[i]
if (p < 0.05) {
cat(
"\n\nVariabel **", variabel,
"** memiliki pengaruh signifikan terhadap mpg ",
"karena p-value sebesar ", signif(p, 4),
" lebih kecil dari 0,05.",
sep = ""
)
} else {
cat(
"\n\nVariabel **", variabel,
"** belum terbukti berpengaruh signifikan terhadap mpg ",
"karena p-value sebesar ", signif(p, 4),
" lebih besar atau sama dengan 0,05.",
sep = ""
)
}
}
Variabel wt memiliki pengaruh signifikan terhadap mpg karena p-value sebesar 0.001331 lebih kecil dari 0,05.
Variabel hp memiliki pengaruh signifikan terhadap mpg karena p-value sebesar 0.01097 lebih kecil dari 0,05.
Variabel disp belum terbukti berpengaruh signifikan terhadap mpg karena p-value sebesar 0.9285 lebih besar atau sama dengan 0,05.
Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen.
Rumus:
\[ R^2=1-\frac{SSE}{SST} \]
Menghitung koefisien determinasi:
r2 <- summary(model)$r.squared
adj_r2 <- summary(model)$adj.r.squared
knitr::kable(
data.frame(
Ukuran = c("R-squared", "Adjusted R-squared"),
Nilai = c(r2, adj_r2)
),
digits = 4,
caption = "Koefisien Determinasi"
)
| Ukuran | Nilai |
|---|---|
| R-squared | 0.8268 |
| Adjusted R-squared | 0.8083 |
Interpretasi:
cat(
"Nilai R-squared sebesar ",
round(r2, 4),
" atau ",
round(r2 * 100, 2),
"%. Artinya, sebesar ",
round(r2 * 100, 2),
"% variasi mpg dapat dijelaskan oleh variabel wt, hp, dan disp. ",
"Sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar model.",
sep = ""
)
Nilai R-squared sebesar 0.8268 atau 82.68%. Artinya, sebesar 82.68% variasi mpg dapat dijelaskan oleh variabel wt, hp, dan disp. Sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar model.
Interpretasi koefisien dilakukan dengan menganggap variabel independen lainnya konstan.
for (i in 2:4) {
arah <- ifelse(koef[i] > 0, "meningkat", "menurun")
cat(
"\n\nKoefisien **", names(koef)[i],
"** sebesar **", round(koef[i], 4),
"**. Artinya, setiap kenaikan satu satuan variabel ",
names(koef)[i],
" diperkirakan akan menyebabkan nilai prediksi mpg ",
arah,
" sebesar ",
round(abs(koef[i]), 4),
" satuan, dengan variabel lainnya dianggap konstan.",
sep = ""
)
}
Koefisien wt sebesar -3.8009. Artinya, setiap kenaikan satu satuan variabel wt diperkirakan akan menyebabkan nilai prediksi mpg menurun sebesar 3.8009 satuan, dengan variabel lainnya dianggap konstan.
Koefisien hp sebesar -0.0312. Artinya, setiap kenaikan satu satuan variabel hp diperkirakan akan menyebabkan nilai prediksi mpg menurun sebesar 0.0312 satuan, dengan variabel lainnya dianggap konstan.
Koefisien disp sebesar -9e-04. Artinya, setiap kenaikan satu satuan variabel disp diperkirakan akan menyebabkan nilai prediksi mpg menurun sebesar 9e-04 satuan, dengan variabel lainnya dianggap konstan.
Model yang telah dibentuk dapat digunakan untuk memperoleh nilai prediksi variabel dependen.
# Prediksi nilai mpg
prediksi <- predict(model)
# Membandingkan nilai aktual dan prediksi
hasil_prediksi <- data.frame(
Aktual = mtcars$mpg,
Prediksi = prediksi,
Residual = residuals(model)
)
knitr::kable(
head(hasil_prediksi, 10),
digits = 3,
caption = "Perbandingan Nilai Aktual dan Prediksi"
)
| Aktual | Prediksi | Residual | |
|---|---|---|---|
| Mazda RX4 | 21.0 | 23.570 | -2.570 |
| Mazda RX4 Wag | 21.0 | 22.601 | -1.601 |
| Datsun 710 | 22.8 | 25.289 | -2.489 |
| Hornet 4 Drive | 21.4 | 21.217 | 0.183 |
| Hornet Sportabout | 18.7 | 18.241 | 0.459 |
| Valiant | 18.1 | 20.472 | -2.372 |
| Duster 360 | 14.3 | 15.566 | -1.266 |
| Merc 240D | 24.4 | 22.911 | 1.489 |
| Merc 230 | 22.8 | 22.041 | 0.759 |
| Merc 280 | 19.2 | 20.041 | -0.841 |
Hasil prediksi dapat digunakan untuk melihat perbedaan antara nilai aktual dan nilai yang dihasilkan oleh model regresi.
plot(
mtcars$mpg,
prediksi,
pch = 19,
col = "blue",
main = "Nilai Aktual dan Prediksi mpg",
xlab = "Nilai Aktual",
ylab = "Nilai Prediksi"
)
abline(
a = 0,
b = 1,
col = "red",
lwd = 2
)
Titik yang semakin dekat dengan garis merah menunjukkan bahwa nilai prediksi semakin dekat dengan nilai aktual.
Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda pada dataset mtcars, dapat diketahui hubungan antara berat mobil, tenaga mesin, dan kapasitas mesin terhadap konsumsi bahan bakar.
Pengujian simultan digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara bersama-sama, sedangkan pengujian parsial digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel.
Nilai koefisien determinasi memberikan gambaran mengenai kemampuan model dalam menjelaskan variasi konsumsi bahan bakar mobil.
R Markdown merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk menyusun laporan analisis statistik secara sistematis. Melalui materi ini, mahasiswa telah mempelajari penulisan Markdown, rumus LaTeX, penggunaan Code Chunk, visualisasi data, serta analisis regresi linear menggunakan R.