Pendahuluan

Regresi linier berganda merupakan metode statistik yang digunakan untuk menganalisis hubungan antara satu variabel dependen dengan beberapa variabel independen. Praktikum ini membahas faktor-faktor yang berhubungan dengan pengeluaran konsumsi bulanan rumah tangga berdasarkan dataset simulasi yang terdiri atas 200 observasi.

Analisis dilakukan menggunakan metode Ordinary Least Squares (OLS). Tahapan analisis mencakup pemeriksaan data, statistik deskriptif, visualisasi, estimasi model, pemeriksaan asumsi klasik, pengujian hipotesis, koefisien determinasi, serta interpretasi hasil dalam konteks ekonomi rumah tangga.

Data dan Variabel Penelitian

Sumber dan struktur data

Dataset yang digunakan adalah dataset_regresi_linier_ekonomi_200_observasi.xlsx, pada sheet Data_200_Observasi. Berdasarkan keterangan pada workbook, data merupakan data simulasi atau sintetis sebanyak 200 rumah tangga, bukan data survei resmi. Struktur pengamatan bersifat cross-sectional, yaitu menggambarkan karakteristik rumah tangga pada satu periode pengamatan.

Variabel dependen dan independen yang digunakan disajikan pada Tabel 1.

Tabel 1. Definisi operasional variabel
Kode Variabel Definisi Satuan
Y Pengeluaran konsumsi bulanan Total pengeluaran konsumsi rumah tangga per bulan Juta rupiah/bulan
X1 Pendapatan bulanan Total pendapatan rumah tangga per bulan Juta rupiah/bulan
X2 Jumlah anggota rumah tangga Jumlah anggota yang tinggal dalam rumah tangga Orang
X3 Pendidikan kepala rumah tangga Lama pendidikan formal kepala rumah tangga Tahun
X4 Tabungan bulanan Jumlah tabungan rumah tangga per bulan Juta rupiah/bulan
X5 Usia kepala rumah tangga Usia kepala rumah tangga Tahun

Pemeriksaan awal data

Pemeriksaan awal dilakukan untuk mengetahui jumlah observasi, jumlah variabel, dan keberadaan nilai hilang. Variabel ID hanya digunakan sebagai identitas observasi, sedangkan analisis regresi menggunakan variabel Y dan X1 sampai X5.

Tabel 2. Hasil pemeriksaan awal data
Keterangan Hasil
Jumlah observasi 200
Jumlah variabel analisis 6
Jumlah nilai hilang pada seluruh variabel analisis 0
Tabel 3. Pemeriksaan nilai hilang per variabel
Variabel Jumlah_Nilai_Hilang
Y 0
X1 0
X2 0
X3 0
X4 0
X5 0

Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik setiap variabel melalui jumlah observasi, rata-rata, median, standar deviasi, nilai minimum, dan nilai maksimum.

Tabel 4. Statistik deskriptif variabel penelitian
Variabel N Rata_rata Median Standar_deviasi Minimum Maksimum
Pengeluaran konsumsi (Y) 200 7.539 7.500 2.096 2.99 12.10
Pendapatan (X1) 200 7.528 7.665 2.786 2.00 14.25
Jumlah anggota rumah tangga (X2) 200 3.530 4.000 1.748 1.00 6.00
Pendidikan kepala rumah tangga (X3) 200 12.095 12.000 2.970 6.00 18.00
Tabungan (X4) 200 1.214 1.160 0.735 0.05 3.57
Usia kepala rumah tangga (X5) 200 43.995 43.000 10.197 22.00 65.00

Visualisasi Data

Visualisasi digunakan untuk membantu memahami distribusi pengeluaran konsumsi, hubungan antara pendapatan dan konsumsi, serta korelasi antarvariabel penelitian.

Distribusi pengeluaran konsumsi

Gambar 1. Histogram pengeluaran konsumsi rumah tangga

Gambar 1. Histogram pengeluaran konsumsi rumah tangga

Hubungan pendapatan dan konsumsi

Gambar 2. Hubungan pendapatan dan pengeluaran konsumsi

Gambar 2. Hubungan pendapatan dan pengeluaran konsumsi

Hubungan jumlah anggota rumah tangga dan konsumsi

Gambar 3. Distribusi konsumsi berdasarkan jumlah anggota rumah tangga

Gambar 3. Distribusi konsumsi berdasarkan jumlah anggota rumah tangga

Korelasi antarvariabel

Gambar 4. Matriks korelasi antarvariabel

Gambar 4. Matriks korelasi antarvariabel

Estimasi Regresi Linier Berganda

Spesifikasi model

Model regresi linier berganda yang digunakan dalam praktikum dirumuskan sebagai berikut:

\[ Y_i = \beta_0 + \beta_1X_{1i} + \beta_2X_{2i} + \beta_3X_{3i} + \beta_4X_{4i} + \beta_5X_{5i} + \varepsilon_i \]

Keterangan:

  • \(Y\): pengeluaran konsumsi bulanan rumah tangga (juta rupiah).
  • \(X_1\): pendapatan bulanan rumah tangga (juta rupiah).
  • \(X_2\): jumlah anggota rumah tangga (orang).
  • \(X_3\): pendidikan kepala rumah tangga (tahun).
  • \(X_4\): tabungan bulanan rumah tangga (juta rupiah).
  • \(X_5\): usia kepala rumah tangga (tahun).
  • \(\beta_0\): konstanta.
  • \(\beta_1,\ldots,\beta_5\): koefisien regresi.
  • \(\varepsilon_i\): galat atau error.

Estimasi parameter dilakukan dengan metode Ordinary Least Squares (OLS) menggunakan fungsi lm() pada R.

Tabel 5. Hasil estimasi parameter regresi OLS
Parameter Estimasi Std_Error t_hitung p_value Batas_bawah_95 Batas_atas_95
(Intercept) 0.7230 0.5405 1.3376 0.1826 -0.3430 1.7890
X1 0.6024 0.0286 21.0825 0.0000 0.5460 0.6587
X2 0.4779 0.0422 11.3362 0.0000 0.3948 0.5611
X3 0.0780 0.0251 3.1080 0.0022 0.0285 0.1275
X4 -0.1697 0.1072 -1.5826 0.1151 -0.3812 0.0418
X5 -0.0033 0.0073 -0.4440 0.6575 -0.0177 0.0112

Persamaan regresi berdasarkan hasil estimasi ditampilkan secara otomatis berikut ini.

Persamaan regresi estimasi:

\[Ŷ = 0,7230 + 0,6024X1 + 0,4779X2 + 0,0780X3 - 0,1697X4 - 0,0033X5\]

Residual standard error model sebesar 1,0338 dengan 194 derajat bebas.

Uji Asumsi Klasik

Pemeriksaan asumsi klasik dilakukan untuk mengevaluasi karakteristik residual dan hubungan antarvariabel independen. Tingkat signifikansi yang digunakan adalah 5% (\(\alpha = 0,05\)).

Uji normalitas residual

Uji Shapiro-Wilk digunakan untuk memeriksa apakah residual model mengikuti distribusi normal.

Hipotesis:

  • H0: residual berdistribusi normal.
  • H1: residual tidak berdistribusi normal.
Tabel 6. Hasil uji normalitas residual
Metode Statistik_W p_value Keputusan
Shapiro-Wilk 0.9954 0.8128 Tidak menolak H0

Uji multikolinearitas

Multikolinearitas diperiksa menggunakan Variance Inflation Factor (VIF) dan nilai Tolerance. Secara umum, VIF di bawah 10 dan Tolerance di atas 0,10 menunjukkan tidak terdapat indikasi multikolinearitas yang tinggi berdasarkan batas tersebut.

Tabel 7. Hasil pemeriksaan multikolinearitas
Variabel VIF Tolerance Keputusan
X1 1.1795 0.8478 Tidak terindikasi multikolinearitas tinggi
X2 1.0109 0.9892 Tidak terindikasi multikolinearitas tinggi
X3 1.0343 0.9669 Tidak terindikasi multikolinearitas tinggi
X4 1.1584 0.8633 Tidak terindikasi multikolinearitas tinggi
X5 1.0415 0.9601 Tidak terindikasi multikolinearitas tinggi

Uji heteroskedastisitas

Uji Breusch-Pagan digunakan untuk memeriksa apakah varians residual bersifat konstan.

Hipotesis:

  • H0: tidak terdapat heteroskedastisitas (homoskedastisitas).
  • H1: terdapat heteroskedastisitas.
Tabel 8. Hasil uji heteroskedastisitas
Metode Statistik_BP Derajat_bebas p_value Keputusan
BP Breusch-Pagan 8.3076 5 0.1401 Tidak terdapat bukti heteroskedastisitas

Relevansi uji autokorelasi

Data yang digunakan merupakan data cross-sectional yang berisi observasi rumah tangga pada satu periode pengamatan. Urutan baris dalam dataset bukan urutan waktu. Oleh karena itu, uji autokorelasi runtut waktu seperti Durbin-Watson tidak diterapkan sebagai pengujian utama karena tidak terdapat urutan temporal yang bermakna. Independensi antarobservasi tetap perlu diperhatikan berdasarkan rancangan pembentukan data.

Uji Hipotesis

Uji t (parsial)

Uji t digunakan untuk mengetahui apakah setiap variabel independen memiliki hubungan yang signifikan secara parsial dengan pengeluaran konsumsi rumah tangga, dengan variabel independen lainnya dianggap tetap.

Hipotesis untuk setiap koefisien:

  • H0: \(\beta_j = 0\), tidak terdapat hubungan linear parsial.
  • H1: \(\beta_j \ne 0\), terdapat hubungan linear parsial.

Keputusan dilakukan dengan membandingkan p-value dengan taraf signifikansi 0,05.

Tabel 9. Hasil uji t parsial
Variabel Koefisien t_hitung p_value Keputusan
X1 Pendapatan (X1) 0.6024 21.0825 0.0000 Signifikan
X2 Jumlah anggota rumah tangga (X2) 0.4779 11.3362 0.0000 Signifikan
X3 Pendidikan kepala rumah tangga (X3) 0.0780 3.1080 0.0022 Signifikan
X4 Tabungan (X4) -0.1697 -1.5826 0.1151 Tidak signifikan
X5 Usia kepala rumah tangga (X5) -0.0033 -0.4440 0.6575 Tidak signifikan

Uji F (simultan)

Uji F digunakan untuk mengetahui apakah seluruh variabel independen secara bersama-sama memiliki hubungan yang signifikan dengan pengeluaran konsumsi rumah tangga.

Hipotesis:

  • H0: \(\beta_1 = \beta_2 = \beta_3 = \beta_4 = \beta_5 = 0\).
  • H1: minimal terdapat satu koefisien regresi yang tidak sama dengan nol.
Tabel 10. Hasil uji F simultan
F_hitung df1 df2 p_value Keputusan
124.7523 5 194 0 Menolak H0: model signifikan secara simultan

Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui proporsi variasi pengeluaran konsumsi rumah tangga yang dapat dijelaskan oleh variabel independen dalam model. Nilai Adjusted R-squared juga disajikan karena telah memperhitungkan jumlah variabel independen dan ukuran sampel.

Tabel 11. Koefisien determinasi model
Ukuran Nilai Persentase
R-squared 0.7628 76.2767
Adjusted R-squared 0.7567 75.6653

Diagnostik Model

Grafik diagnostik digunakan sebagai pemeriksaan visual terhadap pola residual, normalitas residual, kesamaan varians, dan kemungkinan pengamatan yang berpengaruh. Grafik ini melengkapi hasil pengujian formal yang telah dilakukan.

Gambar 5. Grafik diagnostik model regresi

Gambar 5. Grafik diagnostik model regresi

Interpretasi Hasil dan Implikasi Ekonomi

Interpretasi koefisien dilakukan dengan prinsip ceteris paribus, yaitu perubahan satu variabel independen ditafsirkan ketika variabel independen lainnya dianggap tetap. Karena satuan Y adalah juta rupiah per bulan, koefisien menunjukkan perubahan pengeluaran konsumsi dalam juta rupiah per bulan.

## - **Pendapatan (X1)**: Kenaikan pendapatan sebesar Rp1 juta per bulan berkaitan dengan kenaikan pengeluaran konsumsi sekitar 0,6024 juta rupiah per bulan, dengan variabel lain tetap. Keputusan uji t: Signifikan pada 5%.
## 
## - **Jumlah anggota rumah tangga (X2)**: Penambahan satu anggota rumah tangga berkaitan dengan kenaikan pengeluaran konsumsi sekitar 0,4779 juta rupiah per bulan, dengan variabel lain tetap. Keputusan uji t: Signifikan pada 5%.
## 
## - **Pendidikan kepala rumah tangga (X3)**: Penambahan satu tahun pendidikan kepala rumah tangga berkaitan dengan kenaikan pengeluaran konsumsi sekitar 0,0780 juta rupiah per bulan, dengan variabel lain tetap. Keputusan uji t: Signifikan pada 5%.
## 
## - **Tabungan (X4)**: Kenaikan tabungan sebesar Rp1 juta per bulan berkaitan dengan penurunan pengeluaran konsumsi sekitar 0,1697 juta rupiah per bulan, dengan variabel lain tetap. Keputusan uji t: Tidak signifikan pada 5%.
## 
## - **Usia kepala rumah tangga (X5)**: Kenaikan usia kepala rumah tangga selama satu tahun berkaitan dengan penurunan pengeluaran konsumsi sekitar 0,0033 juta rupiah per bulan, dengan variabel lain tetap. Keputusan uji t: Tidak signifikan pada 5%.

Secara keseluruhan, hasil uji t digunakan untuk mengidentifikasi variabel yang memiliki hubungan parsial signifikan, sedangkan uji F mengevaluasi signifikansi model secara simultan. Nilai koefisien determinasi menunjukkan kemampuan model dalam menjelaskan variasi pengeluaran konsumsi rumah tangga.

Hasil analisis harus ditafsirkan secara hati-hati karena dataset merupakan data simulasi. Hubungan statistik yang diperoleh tidak dengan sendirinya membuktikan hubungan sebab-akibat dan tidak dapat langsung digeneralisasikan sebagai kondisi seluruh rumah tangga.

Kesimpulan

Kesimpulan akhir disusun berdasarkan hasil estimasi OLS, pengujian asumsi klasik, uji t, uji F, dan koefisien determinasi yang dihasilkan dari dataset. Dengan demikian, seluruh angka dan keputusan pengujian dalam laporan mengikuti hasil perhitungan R terhadap file Excel yang digunakan.

Informasi Perangkat Lunak

## R version 4.5.1 (2025-06-13 ucrt)
## Platform: x86_64-w64-mingw32/x64
## Running under: Windows 11 x64 (build 26200)
## 
## Matrix products: default
##   LAPACK version 3.12.1
## 
## locale:
## [1] LC_COLLATE=English_Indonesia.utf8  LC_CTYPE=English_Indonesia.utf8   
## [3] LC_MONETARY=English_Indonesia.utf8 LC_NUMERIC=C                      
## [5] LC_TIME=English_Indonesia.utf8    
## 
## time zone: Asia/Jakarta
## tzcode source: internal
## 
## attached base packages:
## [1] stats     graphics  grDevices utils     datasets  methods   base     
## 
## other attached packages:
## [1] knitr_1.50    lmtest_0.9-40 zoo_1.8-15    car_3.1-5     carData_3.0-6
## [6] ggplot2_3.5.2 dplyr_1.1.4   readxl_1.4.5 
## 
## loaded via a namespace (and not attached):
##  [1] Matrix_1.7-3       gtable_0.3.6       jsonlite_2.0.0     compiler_4.5.1    
##  [5] tidyselect_1.2.1   jquerylib_0.1.4    splines_4.5.1      scales_1.4.0      
##  [9] yaml_2.3.10        fastmap_1.2.0      lattice_0.22-7     R6_2.6.1          
## [13] labeling_0.4.3     generics_0.1.4     Formula_1.2-5      tibble_3.3.0      
## [17] bslib_0.9.0        pillar_1.11.0      RColorBrewer_1.1-3 rlang_1.1.6       
## [21] cachem_1.1.0       xfun_0.52          sass_0.4.10        cli_3.6.5         
## [25] mgcv_1.9-3         withr_3.0.2        magrittr_2.0.3     digest_0.6.37     
## [29] grid_4.5.1         rstudioapi_0.17.1  nlme_3.1-168       lifecycle_1.0.4   
## [33] vctrs_0.6.5        evaluate_1.0.5     glue_1.8.0         farver_2.1.2      
## [37] cellranger_1.1.0   abind_1.4-8        rmarkdown_2.29     tools_4.5.1       
## [41] pkgconfig_2.0.3    htmltools_0.5.8.1