BAB I PENDAHULUAN

Perkembangan teknologi informasi mendorong penggunaan metode pembelajaran mesin untuk menganalisis data dan menghasilkan prediksi. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah Artificial Neural Network (ANN). ANN merupakan metode komputasi yang terinspirasi dari sistem jaringan saraf manusia dan mampu mempelajari pola hubungan antara variabel melalui proses pembelajaran. Metode ini dapat diterapkan pada permasalahan regresi maupun klasifikasi dengan menyesuaikan bentuk variabel respons yang digunakan (Aggarwal, 2023).

ANN regresi digunakan untuk memprediksi variabel respons berbentuk numerik berdasarkan sejumlah variabel prediktor. Model ini memiliki beberapa komponen, yaitu input layer, hidden layer, dan output layer. Hidden layer berperan dalam mempelajari pola hubungan antara variabel input dan output, termasuk hubungan yang bersifat nonlinier. Jumlah neuron pada hidden layer dapat memengaruhi kemampuan model dalam mempelajari pola data (Nguyen dan Mücke, 2024).

Pada praktikum ini dilakukan pemodelan ANN regresi menggunakan dataset BreastCancer dari paket mlbench. Variabel Bare.nuclei digunakan sebagai variabel respons, sedangkan variabel lainnya digunakan sebagai prediktor. Pemodelan dilakukan dengan membandingkan jumlah hidden neuron sebanyak 10, 20, dan 30 serta jumlah iterasi (maxit) sebanyak 250 dan 500. Perbandingan tersebut dilakukan untuk mengetahui konfigurasi model yang memberikan hasil prediksi terbaik berdasarkan ukuran kesalahan prediksi.

1.2 Rumusan Masalah

  1. Bagaimana penerapan Artificial Neural Network untuk regresi menggunakan data BreastCancer?
  2. Bagaimana hasil ANN regresi dengan jumlah hidden neuron 10, 20, dan 30?
  3. Bagaimana perbandingan hasil model dengan maxit 250 dan 500?
  4. Konfigurasi model manakah yang menghasilkan tingkat kesalahan prediksi paling kecil?

1.3 Tujuan Praktikum

  1. Memahami penerapan Artificial Neural Network untuk regresi.
  2. Membentuk model ANN dengan jumlah hidden neuron 10, 20, dan 30.
  3. Membandingkan model ANN dengan maxit 250 dan 500.
  4. Mengevaluasi performa model menggunakan MSE, RMSE, dan MAE.
  5. Menentukan konfigurasi model ANN dengan performa prediksi terbaik.

BAB II. LANDASAN TEORI

2.1 Artificial Neural Network

Artificial Neural Network (ANN) merupakan metode pembelajaran mesin yang meniru prinsip kerja jaringan saraf manusia. ANN terdiri atas sejumlah neuron yang saling terhubung melalui bobot. Setiap neuron menerima masukan, mengolahnya melalui kombinasi bobot dan bias, kemudian menghasilkan keluaran berdasarkan fungsi aktivasi yang digunakan (Aggarwal, 2023).

ANN dapat digunakan untuk mempelajari pola hubungan yang kompleks antara variabel prediktor dan variabel respons. Kemampuan tersebut membuat ANN dapat diterapkan pada berbagai permasalahan prediksi, termasuk regresi.

2.2 Arsitektur Artificial Neural Network

Arsitektur ANN secara umum terdiri atas tiga lapisan utama, yaitu:

  1. Input layer, merupakan lapisan yang menerima variabel prediktor sebagai masukan model.
  2. Hidden layer, merupakan lapisan tersembunyi yang mengolah informasi dari input layer untuk mempelajari pola hubungan antarvariabel.
  3. Output layer, merupakan lapisan yang menghasilkan nilai prediksi dari model.

Jumlah neuron pada hidden layer dapat memengaruhi kompleksitas model. Jumlah neuron yang terlalu sedikit dapat menyebabkan model kurang mampu mempelajari pola data, sedangkan jumlah yang terlalu banyak dapat meningkatkan kompleksitas dan risiko overfitting (Nguyen dan Mücke, 2024).

2.3 ANN Regresi

ANN regresi merupakan penerapan jaringan saraf untuk memprediksi variabel respons numerik. Pada regresi, lapisan output menghasilkan nilai prediksi, bukan kategori kelas. Oleh karena itu, model ANN regresi menggunakan pengaturan linear output (linout = TRUE) pada fungsi nnet.

Penelitian mengenai neural network untuk prediksi regresi menunjukkan bahwa pemilihan arsitektur dan pengaturan model dapat memengaruhi hasil prediksi (Lesmana, 2025).

2.4 Hidden Neuron

Hidden neuron merupakan jumlah neuron yang terdapat pada hidden layer. Setiap neuron berfungsi mengolah informasi dari variabel input melalui bobot dan fungsi aktivasi. Pada praktikum ini digunakan tiga variasi jumlah neuron, yaitu 10, 20, dan 30. Perbedaan jumlah neuron digunakan untuk mengetahui pengaruh ukuran jaringan terhadap hasil prediksi.

2.5 Maxit

Maxit merupakan jumlah maksimum iterasi yang digunakan dalam proses pelatihan jaringan saraf. Iterasi merupakan proses pembaruan bobot jaringan untuk memperoleh nilai kesalahan yang lebih kecil. Pada praktikum ini digunakan dua variasi maxit, yaitu 250 dan 500. Penggunaan jumlah iterasi yang berbeda bertujuan untuk membandingkan hasil pelatihan model.

2.6 Evaluasi Model Regresi

Evaluasi model dilakukan dengan membandingkan nilai aktual dan nilai prediksi. Ukuran evaluasi yang digunakan adalah:

1. Mean Squared Error (MSE)

MSE merupakan rata-rata kuadrat selisih antara nilai aktual dan nilai prediksi.

\[ MSE = \frac{1}{n}\sum_{i=1}^{n}(y_i-\hat{y}_i)^2 \]

2. Root Mean Squared Error (RMSE)

RMSE merupakan akar kuadrat dari MSE sehingga memiliki satuan yang sama dengan variabel respons.

\[ RMSE = \sqrt{\frac{1}{n}\sum_{i=1}^{n}(y_i-\hat{y}_i)^2} \]

3. Mean Absolute Error (MAE)

MAE merupakan rata-rata nilai absolut dari selisih antara nilai aktual dan nilai prediksi.

\[ MAE = \frac{1}{n}\sum_{i=1}^{n}|y_i-\hat{y}_i| \]

Nilai MSE, RMSE, dan MAE yang lebih kecil menunjukkan kesalahan prediksi yang lebih rendah. Pemilihan ukuran evaluasi perlu mempertimbangkan karakteristik data dan tujuan analisis (Hodson, 2022). # BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Sumber Data

Data yang digunakan adalah dataset BreastCancer dari package mlbench pada perangkat lunak R. Dataset tersebut berisi karakteristik sel kanker payudara. Pada praktikum ini, variabel Bare.nuclei digunakan sebagai variabel respons (Y), sedangkan Cl.thickness, Cell.size, Cell.shape, Marg.adhesion, Epith.c.size, Bl.cromatin, Normal.nucleoli, dan Mitoses digunakan sebagai variabel prediktor (X). Variabel Id dihapus karena hanya berfungsi sebagai identitas observasi, sedangkan Class tidak digunakan karena merupakan variabel kategorik.

3.2 Rancangan Percobaan

Percobaan dilakukan menggunakan enam model ANN regresi yang berasal dari kombinasi tiga jumlah hidden neuron dan dua nilai maxit. Pembagian data dilakukan dengan proporsi 80% training dan 20% testing.

Model Hidden Neuron Maxit Training Testing
Model 1 10 250 80% 20%
Model 2 10 500 80% 20%
Model 3 20 250 80% 20%
Model 4 20 500 80% 20%
Model 5 30 250 80% 20%
Model 6 30 500 80% 20%

3.3 Langkah-Langkah Analisis

  1. Memanggil package yang diperlukan dan memuat dataset BreastCancer.
  2. Menghapus variabel identitas dan menangani nilai hilang.
  3. Menentukan Bare.nuclei sebagai variabel respons dan delapan variabel lainnya sebagai prediktor.
  4. Membagi data menjadi 80% training dan 20% testing.
  5. Melakukan standardisasi prediktor dan respons berdasarkan data training.
  6. Membentuk enam model ANN berdasarkan kombinasi hidden neuron dan maxit.
  7. Melakukan prediksi pada data testing.
  8. Menghitung nilai MSE, RMSE, dan MAE.
  9. Membandingkan hasil keenam model dan menentukan model terbaik.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Memuat Package dan Dataset

Ringkasan Dataset untuk ANN Regresi
Keterangan Nilai
Jumlah observasi setelah pembersihan 683
Jumlah variabel prediktor 8
Jumlah variabel respons 1
Jumlah nilai hilang 0
##    Min. 1st Qu.  Median    Mean 3rd Qu.    Max. 
##   1.000   1.000   1.000   3.545   6.000  10.000

Berdasarkan hasil pemuatan dataset, data yang digunakan telah melalui proses pembersihan dengan menghapus variabel identitas, variabel kategorik Class, serta observasi yang memiliki nilai hilang. Variabel Bare.nuclei ditetapkan sebagai variabel respons, sedangkan delapan variabel lainnya digunakan sebagai prediktor. Dengan demikian, analisis difokuskan pada kemampuan ANN dalam memprediksi nilai Bare.nuclei berdasarkan karakteristik sel lainnya.

Perlu diperhatikan bahwa Bare.nuclei merupakan variabel numerik diskrit yang bersifat ordinal. Oleh karena itu, penggunaannya sebagai variabel respons regresi merupakan pendekatan untuk keperluan praktikum, bukan representasi variabel kontinu murni.

4.2 Pembagian Data Training dan Testing

Pembagian Data Training dan Testing
Data Jumlah Persentase
Training 546 80%
Testing 137 20%

Pembagian data dilakukan dengan menggunakan proporsi 80% sebagai data training dan 20% sebagai data testing. Data training digunakan untuk membentuk model ANN dan mempelajari pola hubungan antara variabel prediktor dengan Bare.nuclei. Sementara itu, data testing digunakan untuk mengukur kemampuan model dalam memprediksi observasi yang tidak digunakan selama proses pelatihan. Penggunaan satu pembagian data yang sama pada seluruh model bertujuan agar perbandingan kinerja berdasarkan jumlah hidden neuron dan maxit dapat dilakukan secara konsisten.

4.3 Standardisasi Data dan Pembentukan Model ANN

Hasil Evaluasi Enam Model ANN Regresi
Model Hidden_Neuron Maxit MSE RMSE MAE Konvergensi
ANN_Hidden10_Maxit250 10 250 7.0147 2.6485 1.6147 1
ANN_Hidden20_Maxit250 20 250 9.6053 3.0992 1.8246 1
ANN_Hidden30_Maxit250 30 250 11.7000 3.4205 1.8843 1
ANN_Hidden10_Maxit500 10 500 8.2978 2.8806 1.5882 0
ANN_Hidden20_Maxit500 20 500 10.8589 3.2953 1.9098 1
ANN_Hidden30_Maxit500 30 500 11.3735 3.3725 1.9270 1

Standardisasi dilakukan agar variabel prediktor memiliki skala yang lebih seragam sehingga proses pembelajaran jaringan dapat berjalan lebih stabil. Parameter standardisasi dihitung berdasarkan data training dan kemudian diterapkan pada data testing. Variabel respons juga distandardisasi selama proses pelatihan, kemudian hasil prediksi dikembalikan ke skala aslinya sebelum dilakukan evaluasi.

Pembentukan model dilakukan menggunakan enam kombinasi, yaitu hidden neuron 10, 20, dan 30 dengan maxit 250 dan 500. Parameter linout = TRUE digunakan untuk menghasilkan keluaran numerik sehingga model dapat diterapkan pada permasalahan regresi. Selanjutnya, setiap model menghasilkan prediksi pada data testing yang dievaluasi menggunakan MSE, RMSE, dan MAE.

4.4 Hasil Prediksi Masing-Masing Model ANN

Model ANN_Hidden10_Maxit250

Sepuluh Hasil Prediksi ANN_Hidden10_Maxit250
Aktual Prediksi
1 1.4306
10 1.1909
1 0.6188
1 1.3450
1 0.9354
1 5.1234
10 6.3142
9 7.0830
2 8.5648
1 0.0004
Evaluasi Model ANN_Hidden10_Maxit250
Model Hidden_Neuron Maxit MSE RMSE MAE Konvergensi
ANN_Hidden10_Maxit250 10 250 7.0147 2.6485 1.6147 1

Model ANN_Hidden10_Maxit250 menghasilkan nilai MSE sebesar 7.0147, RMSE sebesar 2.6485, dan MAE sebesar 1.6147. Nilai tersebut menunjukkan besarnya kesalahan prediksi model pada data testing. Semakin kecil nilai ketiga metrik tersebut, semakin dekat hasil prediksi terhadap nilai aktual.

Model ANN_Hidden20_Maxit250

Sepuluh Hasil Prediksi ANN_Hidden20_Maxit250
Aktual Prediksi
1 2.1597
10 1.0535
1 0.8647
1 0.7383
1 0.9349
1 -6.9791
10 9.3011
9 5.0140
2 8.3731
1 -0.0763
Evaluasi Model ANN_Hidden20_Maxit250
Model Hidden_Neuron Maxit MSE RMSE MAE Konvergensi
ANN_Hidden20_Maxit250 20 250 9.6053 3.0992 1.8246 1

Model ANN_Hidden20_Maxit250 menghasilkan nilai MSE sebesar 9.6053, RMSE sebesar 3.0992, dan MAE sebesar 1.8246. Nilai tersebut menunjukkan besarnya kesalahan prediksi model pada data testing. Semakin kecil nilai ketiga metrik tersebut, semakin dekat hasil prediksi terhadap nilai aktual.

Model ANN_Hidden30_Maxit250

Sepuluh Hasil Prediksi ANN_Hidden30_Maxit250
Aktual Prediksi
1 0.4579
10 1.0344
1 1.0869
1 0.7171
1 1.0663
1 2.7482
10 4.7878
9 6.1769
2 4.2913
1 1.0986
Evaluasi Model ANN_Hidden30_Maxit250
Model Hidden_Neuron Maxit MSE RMSE MAE Konvergensi
ANN_Hidden30_Maxit250 30 250 11.7 3.4205 1.8843 1

Model ANN_Hidden30_Maxit250 menghasilkan nilai MSE sebesar 11.7000, RMSE sebesar 3.4205, dan MAE sebesar 1.8843. Nilai tersebut menunjukkan besarnya kesalahan prediksi model pada data testing. Semakin kecil nilai ketiga metrik tersebut, semakin dekat hasil prediksi terhadap nilai aktual.

Model ANN_Hidden10_Maxit500

Sepuluh Hasil Prediksi ANN_Hidden10_Maxit500
Aktual Prediksi
1 1.2171
10 1.1738
1 0.6981
1 1.0657
1 1.0786
1 8.0337
10 8.4137
9 5.9555
2 8.1263
1 1.0615
Evaluasi Model ANN_Hidden10_Maxit500
Model Hidden_Neuron Maxit MSE RMSE MAE Konvergensi
ANN_Hidden10_Maxit500 10 500 8.2978 2.8806 1.5882 0

Model ANN_Hidden10_Maxit500 menghasilkan nilai MSE sebesar 8.2978, RMSE sebesar 2.8806, dan MAE sebesar 1.5882. Nilai tersebut menunjukkan besarnya kesalahan prediksi model pada data testing. Semakin kecil nilai ketiga metrik tersebut, semakin dekat hasil prediksi terhadap nilai aktual.

Model ANN_Hidden20_Maxit500

Sepuluh Hasil Prediksi ANN_Hidden20_Maxit500
Aktual Prediksi
1 1.4876
10 1.2423
1 1.0814
1 0.8505
1 1.0483
1 -2.2321
10 10.3893
9 6.0256
2 6.2386
1 0.7531
Evaluasi Model ANN_Hidden20_Maxit500
Model Hidden_Neuron Maxit MSE RMSE MAE Konvergensi
ANN_Hidden20_Maxit500 20 500 10.8589 3.2953 1.9098 1

Model ANN_Hidden20_Maxit500 menghasilkan nilai MSE sebesar 10.8589, RMSE sebesar 3.2953, dan MAE sebesar 1.9098. Nilai tersebut menunjukkan besarnya kesalahan prediksi model pada data testing. Semakin kecil nilai ketiga metrik tersebut, semakin dekat hasil prediksi terhadap nilai aktual.

Model ANN_Hidden30_Maxit500

Sepuluh Hasil Prediksi ANN_Hidden30_Maxit500
Aktual Prediksi
1 1.0496
10 1.1738
1 0.5841
1 1.2255
1 0.9153
1 5.8680
10 6.3592
9 10.5489
2 6.6151
1 1.2030
Evaluasi Model ANN_Hidden30_Maxit500
Model Hidden_Neuron Maxit MSE RMSE MAE Konvergensi
ANN_Hidden30_Maxit500 30 500 11.3735 3.3725 1.927 1

Model ANN_Hidden30_Maxit500 menghasilkan nilai MSE sebesar 11.3735, RMSE sebesar 3.3725, dan MAE sebesar 1.9270. Nilai tersebut menunjukkan besarnya kesalahan prediksi model pada data testing. Semakin kecil nilai ketiga metrik tersebut, semakin dekat hasil prediksi terhadap nilai aktual.

Hasil prediksi pada setiap model menunjukkan perbedaan kemampuan ANN dalam memperkirakan nilai Bare.nuclei. Perbedaan tersebut dapat dilihat melalui nilai aktual dan prediksi yang dihasilkan pada data testing. Model dengan nilai kesalahan yang lebih kecil menunjukkan bahwa hasil prediksinya relatif lebih dekat dengan nilai aktual. Perbandingan ini digunakan untuk mengetahui pengaruh perubahan jumlah hidden neuron dan maxit terhadap ketepatan prediksi.

4.5 Perbandingan Seluruh Model ANN Regresi

Perbandingan Kinerja Enam Model ANN Regresi
Model Hidden_Neuron Maxit MSE RMSE MAE Konvergensi
ANN_Hidden10_Maxit250 10 250 7.0147 2.6485 1.6147 1
ANN_Hidden20_Maxit250 20 250 9.6053 3.0992 1.8246 1
ANN_Hidden30_Maxit250 30 250 11.7000 3.4205 1.8843 1
ANN_Hidden10_Maxit500 10 500 8.2978 2.8806 1.5882 0
ANN_Hidden20_Maxit500 20 500 10.8589 3.2953 1.9098 1
ANN_Hidden30_Maxit500 30 500 11.3735 3.3725 1.9270 1

Berdasarkan tabel dan grafik perbandingan, kinerja enam model ANN dapat diamati melalui nilai MSE, RMSE, dan MAE. Ketiga metrik tersebut digunakan untuk mengetahui seberapa besar kesalahan prediksi yang dihasilkan oleh masing-masing konfigurasi. Perubahan jumlah hidden neuron dan nilai maxit dapat menghasilkan perbedaan nilai kesalahan karena setiap konfigurasi memiliki kemampuan pembelajaran yang berbeda. Model dengan nilai kesalahan paling rendah menunjukkan hasil prediksi yang lebih mendekati nilai aktual.

4.6 Menentukan Model Terbaik

Peringkat Model ANN Regresi
Model Hidden_Neuron Maxit MSE RMSE MAE Konvergensi
ANN_Hidden10_Maxit250 10 250 7.0147 2.6485 1.6147 1
ANN_Hidden10_Maxit500 10 500 8.2978 2.8806 1.5882 0
ANN_Hidden20_Maxit250 20 250 9.6053 3.0992 1.8246 1
ANN_Hidden20_Maxit500 20 500 10.8589 3.2953 1.9098 1
ANN_Hidden30_Maxit500 30 500 11.3735 3.3725 1.9270 1
ANN_Hidden30_Maxit250 30 250 11.7000 3.4205 1.8843 1
## 
## Berdasarkan hasil evaluasi, model terbaik adalah ANN_Hidden10_Maxit250 dengan hidden neuron sebanyak 10 dan maxit sebesar 250. Model tersebut menghasilkan MSE sebesar 7.0147, RMSE sebesar 2.6485, dan MAE sebesar 1.6147. Model dipilih karena menghasilkan nilai MSE paling rendah, dengan RMSE dan MAE sebagai pertimbangan berikutnya.

Model terbaik ditentukan berdasarkan nilai MSE terkecil, kemudian dibandingkan menggunakan RMSE dan MAE. MSE menjadi kriteria utama karena memberikan penalti lebih besar terhadap kesalahan prediksi yang tinggi. Sementara itu, RMSE menunjukkan besarnya kesalahan dalam satuan yang sama dengan variabel respons dan MAE menunjukkan rata-rata kesalahan absolut. Kombinasi dengan nilai kesalahan paling rendah dipilih sebagai model ANN regresi terbaik di antara enam model yang diuji.

4.7 Visualisasi Prediksi Model Terbaik

Berdasarkan grafik aktual dan prediksi, kedekatan titik-titik terhadap garis diagonal menunjukkan kesesuaian antara nilai prediksi dan nilai aktual. Apabila sebagian besar titik berada di sekitar garis diagonal, model memiliki kemampuan prediksi yang relatif baik. Sebaliknya, titik yang semakin jauh dari garis menunjukkan adanya kesalahan prediksi yang lebih besar. Grafik ini memberikan gambaran visual mengenai kemampuan model terbaik dalam memperkirakan nilai Bare.nuclei.

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa metode Artificial Neural Network (ANN) dapat diterapkan untuk melakukan prediksi regresi dengan menggunakan variabel Bare.nuclei sebagai respons dan delapan variabel lainnya sebagai prediktor pada dataset BreastCancer. Pemodelan dilakukan dengan pembagian data 80% training dan 20% testing serta menggunakan enam kombinasi parameter, yaitu hidden neuron 10, 20, dan 30 serta maxit 250 dan 500. Perbedaan kombinasi parameter menghasilkan nilai kesalahan prediksi yang berbeda berdasarkan MSE, RMSE, dan MAE. Model terbaik ditentukan berdasarkan nilai MSE terkecil dengan mempertimbangkan nilai RMSE dan MAE. Dengan demikian, kombinasi hidden neuron dan maxit yang menghasilkan nilai kesalahan paling rendah merupakan konfigurasi terbaik di antara enam model yang diuji.

5.2 Saran

Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan variabel respons kontinu agar penerapan ANN regresi lebih sesuai dengan karakteristik permasalahan regresi. Selain itu, variasi jumlah hidden neuron dan nilai maxit dapat diperluas untuk memperoleh konfigurasi model yang lebih optimal. Penggunaan validasi silang juga dapat dipertimbangkan untuk menguji kestabilan kinerja model pada berbagai pembagian data. Evaluasi sebaiknya tidak hanya berfokus pada satu metrik, tetapi mempertimbangkan MSE, RMSE, dan MAE secara bersamaan agar kemampuan prediksi model dapat dinilai secara lebih menyeluruh.

DAFTAR PUSTAKA

Aggarwal, C. C. (2023). Neural Networks and Deep Learning: A Textbook (2nd ed.). Springer.

Bishop, C. M., dan Bishop, H. (2024). Deep Learning: Foundations and Concepts. Springer.

Hodson, T. O. (2022). Root-mean-square error (RMSE) or mean absolute error (MAE): When to use them or not. Geoscientific Model Development, 15, 5481–5487. https://doi.org/10.5194/gmd-15-5481-2022.

Lesmana, D. (2025). Pengaplikasian deep learning dengan desain arsitektur JST untuk tugas regresi dan klasifikasi. Elektronika Sistem Senjata, 6(1). https://doi.org/10.54317/elka.v6i1.564.

Nguyen, M., dan Mücke, N. (2024). How many neurons do we need? A refined analysis for shallow networks trained with gradient descent. Journal of Statistical Planning and Inference, 233, 106169. https://doi.org/10.1016/j.jspi.2024.106169.