Artificial Neural Network (ANN) merupakan metode machine learning yang terinspirasi dari sistem kerja jaringan saraf manusia. ANN tersusun atas input layer, hidden layer, dan output layer yang saling terhubung melalui bobot. Setiap neuron mengolah masukan melalui bobot dan bias, kemudian menerapkan fungsi aktivasi untuk menghasilkan keluaran. Kemampuan ANN dalam mempelajari pola yang kompleks membuat metode ini dapat digunakan untuk permasalahan klasifikasi maupun regresi (Aggarwal, 2023).
Pada klasifikasi, ANN digunakan untuk memprediksi variabel respons berbentuk kategori. Proses pembelajaran dilakukan dengan memperbarui bobot jaringan melalui algoritma backpropagation agar kesalahan prediksi semakin kecil. Banyaknya neuron pada hidden layer merupakan salah satu pengaturan arsitektur yang dapat memengaruhi kemampuan model dalam mempelajari pola data. Oleh karena itu, jumlah hidden neuron perlu dibandingkan untuk mengetahui konfigurasi yang memberikan hasil klasifikasi lebih baik.
Praktikum ini menerapkan ANN klasifikasi pada dataset
BreastCancer dari package mlbench di R. Jumlah
hidden neuron yang digunakan adalah 10, 20, dan 30, sedangkan pembagian
data dilakukan dengan dua skenario, yaitu 80% training dan 20% testing
serta 60% training dan 40% testing. Kinerja setiap model dibandingkan
menggunakan confusion matrix, Accuracy, Precision, Recall, Specificity,
dan F1-score. Perbandingan tersebut digunakan untuk melihat pengaruh
jumlah hidden neuron dan proporsi data training-testing terhadap hasil
klasifikasi.
BreastCancer?Artificial Neural Network (ANN) merupakan metode komputasi yang meniru prinsip kerja jaringan saraf biologis melalui sejumlah neuron yang saling terhubung. Secara umum, jaringan ANN terdiri atas input layer, hidden layer, dan output layer. Input layer menerima variabel prediktor, hidden layer memproses informasi melalui bobot dan fungsi aktivasi, sedangkan output layer menghasilkan nilai prediksi. Kemampuan ANN dalam mempelajari pola hubungan yang kompleks menjadikannya salah satu metode yang dapat digunakan dalam berbagai permasalahan klasifikasi (Aggarwal, 2023).
Proses pembelajaran ANN dilakukan dengan menyesuaikan bobot jaringan berdasarkan kesalahan prediksi. Proses tersebut meliputi forward propagation, yaitu perhitungan keluaran jaringan dari data masukan, dan backpropagation, yaitu proses menghitung serta memperbarui bobot berdasarkan gradien kesalahan. Pembaruan bobot dilakukan secara berulang hingga model mencapai kondisi pembelajaran yang ditentukan. Uraian mengenai konsep dan praktik jaringan saraf modern juga dijelaskan oleh Martínez-Ramón, Ajith, dan Kurup (2024).
Kinerja ANN klasifikasi dievaluasi dengan membandingkan kelas aktual dan kelas hasil prediksi menggunakan confusion matrix. Pada klasifikasi biner, confusion matrix terdiri atas True Positive (TP), True Negative (TN), False Positive (FP), dan False Negative (FN). Nilai-nilai tersebut digunakan untuk menghitung beberapa ukuran evaluasi, yaitu:
Rumus evaluasi yang digunakan adalah:
\[ Accuracy = \frac{TP+TN}{TP+TN+FP+FN} \]
\[ Precision = \frac{TP}{TP+FP} \qquad Recall = \frac{TP}{TP+FN} \]
\[ Specificity = \frac{TN}{TN+FP} \qquad F1 = 2\frac{Precision \times Recall}{Precision+Recall} \]
Penggunaan confusion matrix dan ukuran evaluasi tersebut membantu
menilai kinerja model dari beberapa aspek, bukan hanya ketepatan
klasifikasi secara keseluruhan. Studi Abdullah, Altun, dan Ahmed (2024)
membandingkan ANN dan SVM untuk klasifikasi tumor payudara dengan
memperhatikan accuracy, sensitivity, dan specificity. Penelitian
Priyanta, Selvyana, dan Salsabila (2026) juga menggunakan accuracy,
precision, recall, dan F1-score dalam mengevaluasi model klasifikasi
kanker payudara. Dalam praktikum ini, kelas malignant
ditetapkan sebagai kelas positif. Dengan demikian, Recall menunjukkan
kemampuan model mengenali observasi malignant, sedangkan Specificity
menunjukkan kemampuan model mengenali observasi benign.
Data yang digunakan adalah dataset BreastCancer dari
package mlbench pada perangkat lunak R. Variabel
Class digunakan sebagai variabel target yang memiliki dua
kategori, yaitu benign dan malignant. Variabel
selain Class digunakan sebagai prediktor. Kolom
Id dihapus karena hanya berfungsi sebagai identitas
observasi, sedangkan observasi yang memiliki nilai hilang dihapus
sebelum pemodelan.
Percobaan dilakukan menggunakan enam model ANN yang berasal dari
kombinasi dua skenario pembagian data dan tiga jumlah hidden neuron.
Pembagian data dilakukan menggunakan createDataPartition()
agar proporsi kelas pada data training dan testing relatif terjaga.
| Skenario | Training | Testing | Hidden neuron |
|---|---|---|---|
| 1 | 80% | 20% | 10, 20, 30 |
| 2 | 60% | 40% | 10, 20, 30 |
Seluruh model menggunakan data training dan testing yang sama pada masing-masing skenario. Standardisasi prediktor dilakukan berdasarkan nilai rata-rata dan simpangan baku data training, kemudian parameter yang sama diterapkan pada data testing untuk menghindari kebocoran informasi. Random seed ditetapkan sebesar 234 agar pembagian data dapat direproduksi.
BreastCancer.| Keterangan | Nilai |
|---|---|
| Jumlah observasi setelah pembersihan | 683 |
| Jumlah variabel prediktor | 9 |
| Jumlah kelas target | 2 |
| Jumlah nilai hilang | 0 |
| Kelas | Jumlah |
|---|---|
| benign | 444 |
| malignant | 239 |
Berdasarkan hasil pemuatan dataset BreastCancer, diperoleh sebanyak 683 observasi dengan 9 variabel prediktor dan 1 variabel target yang terdiri atas dua kelas, yaitu benign dan malignant. Dataset tidak memiliki nilai hilang setelah proses pembersihan data. Distribusi kelas menunjukkan bahwa terdapat 444 observasi pada kelas benign dan 239 observasi pada kelas malignant. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah data pada kedua kelas belum seimbang, karena kelas benign memiliki jumlah observasi lebih banyak dibandingkan kelas malignant. Dataset tersebut selanjutnya digunakan untuk membangun model Artificial Neural Network (ANN) dalam mengklasifikasikan jenis tumor berdasarkan karakteristik sel yang tersedia.
| Skenario | Data | Jumlah |
|---|---|---|
| Training 80% - Testing 20% | Training | 548 |
| Training 80% - Testing 20% | Testing | 135 |
| Training 60% - Testing 40% | Training | 411 |
| Training 60% - Testing 40% | Testing | 272 |
| Skenario | Bagian | Kelas | Jumlah |
|---|---|---|---|
| 80:20 | Training | benign | 356 |
| 80:20 | Training | malignant | 192 |
| 80:20 | Testing | benign | 88 |
| 80:20 | Testing | malignant | 47 |
| 60:40 | Training | benign | 267 |
| 60:40 | Training | malignant | 144 |
| 60:40 | Testing | benign | 177 |
| 60:40 | Testing | malignant | 95 |
Pembagian data dilakukan menggunakan dua skenario, yaitu 80% data training dan 20% data testing serta 60% data training dan 40% data testing. Pada skenario pertama, sebanyak 548 observasi digunakan sebagai data training dan 135 observasi sebagai data testing. Sementara itu, pada skenario kedua, sebanyak 411 observasi digunakan sebagai data training dan 272 observasi sebagai data testing. Pembagian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi data training dan testing terhadap kemampuan model ANN dalam melakukan klasifikasi.
Berdasarkan distribusi kelas, kedua skenario tetap mempertahankan proporsi kelas benign dan malignant pada data training maupun testing. Pada skenario 80:20, data testing terdiri atas 88 observasi benign dan 47 observasi malignant. Sementara itu, pada skenario 60:40, data testing terdiri atas 177 observasi benign dan 95 observasi malignant. Dengan demikian, pembagian data memungkinkan evaluasi model dilakukan pada data yang tidak digunakan selama proses pelatihan.
| Model | Skenario | Hidden_Neuron | Accuracy | Precision | Recall | Specificity | F1_Score |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Train8020_Hidden10 | 80:20 | 10 | 0.9630 | 0.9773 | 0.9149 | 0.9886 | 0.9451 |
| Train8020_Hidden20 | 80:20 | 20 | 0.9778 | 1.0000 | 0.9362 | 1.0000 | 0.9670 |
| Train8020_Hidden30 | 80:20 | 30 | 0.9852 | 1.0000 | 0.9574 | 1.0000 | 0.9783 |
| Train6040_Hidden10 | 60:40 | 10 | 0.9706 | 0.9485 | 0.9684 | 0.9718 | 0.9583 |
| Train6040_Hidden20 | 60:40 | 20 | 0.9596 | 0.9286 | 0.9579 | 0.9605 | 0.9430 |
| Train6040_Hidden30 | 60:40 | 30 | 0.9743 | 0.9490 | 0.9789 | 0.9718 | 0.9637 |
Berdasarkan hasil evaluasi enam model ANN, diperoleh bahwa jumlah hidden neuron dan proporsi pembagian data memberikan hasil klasifikasi yang berbeda. Pada skenario 80:20, peningkatan jumlah hidden neuron dari 10 menjadi 30 diikuti oleh peningkatan nilai Accuracy dari 0,9630 menjadi 0,9852 dan F1-score dari 0,9451 menjadi 0,9783. Sementara itu, pada skenario 60:40, model dengan 30 hidden neuron menghasilkan Accuracy sebesar 0,9743 dan F1-score sebesar 0,9637. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model dengan 30 hidden neuron memberikan kinerja terbaik pada masing-masing skenario berdasarkan nilai F1-score.
Standardisasi dilakukan dengan menggunakan nilai rata-rata dan simpangan baku dari data training agar skala antarvariabel prediktor menjadi lebih seragam. Selanjutnya, model ANN dibentuk menggunakan variasi jumlah hidden neuron, yaitu 10, 20, dan 30. Penggunaan variasi tersebut bertujuan untuk mengetahui konfigurasi jaringan yang memberikan hasil klasifikasi paling baik. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model dengan jumlah hidden neuron lebih banyak tidak selalu menghasilkan kinerja yang lebih baik pada setiap skenario pembagian data.
| Model | Skenario | Hidden_Neuron | Accuracy | Precision | Recall | Specificity | F1_Score |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Train8020_Hidden10 | 80:20 | 10 | 0.9630 | 0.9773 | 0.9149 | 0.9886 | 0.9451 |
| Train8020_Hidden20 | 80:20 | 20 | 0.9778 | 1.0000 | 0.9362 | 1.0000 | 0.9670 |
| Train8020_Hidden30 | 80:20 | 30 | 0.9852 | 1.0000 | 0.9574 | 1.0000 | 0.9783 |
| Train6040_Hidden10 | 60:40 | 10 | 0.9706 | 0.9485 | 0.9684 | 0.9718 | 0.9583 |
| Train6040_Hidden20 | 60:40 | 20 | 0.9596 | 0.9286 | 0.9579 | 0.9605 | 0.9430 |
| Train6040_Hidden30 | 60:40 | 30 | 0.9743 | 0.9490 | 0.9789 | 0.9718 | 0.9637 |
Berdasarkan tabel dan grafik perbandingan enam model ANN, terlihat bahwa setiap konfigurasi menghasilkan kinerja klasifikasi yang berbeda. Pada skenario 80:20, model dengan 30 hidden neuron memperoleh nilai Accuracy sebesar 0,9852 dan F1-score sebesar 0,9783, yang merupakan nilai tertinggi dibandingkan model lainnya. Sementara itu, pada skenario 60:40, model dengan 30 hidden neuron memperoleh Accuracy sebesar 0,9743 dan F1-score sebesar 0,9637. Hasil tersebut menunjukkan bahwa konfigurasi 30 hidden neuron memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan konfigurasi lainnya berdasarkan nilai Accuracy dan F1-score pada kedua skenario.
Perbandingan grafik juga menunjukkan bahwa model dengan 30 hidden neuron pada skenario 80:20 memiliki nilai Precision dan Specificity sebesar 1,0000, sedangkan model dengan 30 hidden neuron pada skenario 60:40 memiliki nilai Recall tertinggi sebesar 0,9789. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan kemampuan model dalam mengenali masing-masing kelas. Secara keseluruhan, skenario 80:20 dengan 30 hidden neuron memberikan keseimbangan kinerja terbaik berdasarkan F1-score, sedangkan skenario 60:40 dengan 30 hidden neuron lebih unggul dalam mengenali kelas malignant berdasarkan nilai Recall..
| Model | Skenario | Hidden_Neuron | Accuracy | Precision | Recall | Specificity | F1_Score |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Train8020_Hidden30 | 80:20 | 30 | 0.9852 | 1.0000 | 0.9574 | 1.0000 | 0.9783 |
| Train8020_Hidden20 | 80:20 | 20 | 0.9778 | 1.0000 | 0.9362 | 1.0000 | 0.9670 |
| Train6040_Hidden30 | 60:40 | 30 | 0.9743 | 0.9490 | 0.9789 | 0.9718 | 0.9637 |
| Train6040_Hidden10 | 60:40 | 10 | 0.9706 | 0.9485 | 0.9684 | 0.9718 | 0.9583 |
| Train8020_Hidden10 | 80:20 | 10 | 0.9630 | 0.9773 | 0.9149 | 0.9886 | 0.9451 |
| Train6040_Hidden20 | 60:40 | 20 | 0.9596 | 0.9286 | 0.9579 | 0.9605 | 0.9430 |
##
## Berdasarkan urutan F1-score, Recall, dan Accuracy, model dengan hasil terbaik adalah Train8020_Hidden30 pada skenario training-testing 80:20 dengan 30 hidden neuron. Model tersebut memperoleh Accuracy sebesar 0.9852, Precision sebesar 1.0000, Recall sebesar 0.9574, Specificity sebesar 1.0000, dan F1-score sebesar 0.9783. Pemilihan ini mengutamakan keseimbangan Precision dan Recall melalui F1-score, kemudian mempertimbangkan Recall dan Accuracy sebagai kriteria berikutnya.
Berdasarkan hasil pemeringkatan menggunakan F1-score, Recall, dan Accuracy, model terbaik adalah ANN dengan skenario pembagian data 80:20 dan 30 hidden neuron, yaitu Train8020_Hidden30. Model tersebut memperoleh Accuracy sebesar 0,9852, Precision sebesar 1,0000, Recall sebesar 0,9574, Specificity sebesar 1,0000, dan F1-score sebesar 0,9783. Nilai F1-score tertinggi menunjukkan bahwa model memiliki keseimbangan yang sangat baik antara Precision dan Recall dalam melakukan klasifikasi. Selain itu, nilai Accuracy yang tinggi menunjukkan bahwa model mampu mengklasifikasikan sebagian besar observasi dengan benar.
Pemilihan model terbaik didasarkan pada urutan F1-score, Recall, dan Accuracy. F1-score digunakan sebagai kriteria utama karena mempertimbangkan keseimbangan antara Precision dan Recall, khususnya ketika jumlah observasi pada setiap kelas berbeda. Berdasarkan hasil tersebut, model Train8020_Hidden30 menjadi konfigurasi yang paling optimal di antara enam model yang diuji. Meskipun demikian, nilai Recall sebesar 0,9574 tetap menunjukkan bahwa masih terdapat sebagian kecil observasi malignant yang belum berhasil dikenali oleh model.
## $struct
## [1] 9 30 1
##
## $wts
## $wts$`hidden 1 1`
## [1] 0.5603902 3.0139384 -1.1781183 0.6790505 0.8887325 -1.0120227
## [7] -2.3560731 -1.4506238 -1.0413390 -0.7297169
##
## $wts$`hidden 1 2`
## [1] -0.06446015 0.24620484 -1.13779277 -0.98766649 0.97195005 -1.90401168
## [7] 1.98008789 0.67469395 3.17151330 2.28667444
##
## $wts$`hidden 1 3`
## [1] -0.21783567 0.25806626 -0.04753869 0.27311036 0.08234109 0.16210636
## [7] 0.11085721 0.47562862 0.41072119 0.05788880
##
## $wts$`hidden 1 4`
## [1] -1.5266791 2.1798846 0.8511024 -0.1507267 -0.6157715 0.5960058
## [7] 0.9331737 -2.9409187 2.5847380 -0.6531668
##
## $wts$`hidden 1 5`
## [1] 0.165785850 -0.205918413 -0.006591339 -0.257091238 -0.062306899
## [6] -0.176384799 -0.124882183 -0.380532476 -0.362168878 -0.025941568
##
## $wts$`hidden 1 6`
## [1] -0.7802849 0.2774071 -1.6786732 0.3450782 -0.7561680 1.5467701
## [7] -3.4692071 1.4476177 2.3787479 -1.0966196
##
## $wts$`hidden 1 7`
## [1] 0.165856560 -0.206206788 -0.006085045 -0.257210240 -0.062518953
## [6] -0.176136248 -0.124808159 -0.381564474 -0.362648250 -0.026176321
##
## $wts$`hidden 1 8`
## [1] 0.165153318 -0.205869994 -0.006644408 -0.256831137 -0.062223567
## [6] -0.176138019 -0.125017337 -0.380612143 -0.362070022 -0.025879201
##
## $wts$`hidden 1 9`
## [1] 0.165667373 -0.205869101 -0.006666122 -0.257068600 -0.062267948
## [6] -0.176414133 -0.124913989 -0.380457252 -0.362120506 -0.025895136
##
## $wts$`hidden 1 10`
## [1] 0.16515455 -0.20750053 -0.00564896 -0.25700741 -0.06279814 -0.17495110
## [7] -0.12473138 -0.38197712 -0.36253533 -0.02621188
##
## $wts$`hidden 1 11`
## [1] 0.4609859 -0.1680401 -1.5937523 -0.8037553 -2.3023576 -1.6226293
## [7] 1.0689250 0.5544688 -1.0519061 -1.1400563
##
## $wts$`hidden 1 12`
## [1] -1.6212961 -0.5752116 0.6727350 0.7921062 0.7727792 1.5648643
## [7] -2.1136696 -0.7887104 1.1033012 2.7225063
##
## $wts$`hidden 1 13`
## [1] 0.165424124 -0.206207496 -0.006425802 -0.256989314 -0.062531137
## [6] -0.176193460 -0.125001029 -0.381330404 -0.362274006 -0.026253801
##
## $wts$`hidden 1 14`
## [1] 0.166368026 -0.205579331 -0.006045517 -0.257016464 -0.062302447
## [6] -0.176992256 -0.124298198 -0.381197276 -0.362320670 -0.026178625
##
## $wts$`hidden 1 15`
## [1] 0.165156779 -0.207312310 -0.005621613 -0.257308327 -0.062708428
## [6] -0.175550137 -0.124645688 -0.382307237 -0.362949763 -0.026763789
##
## $wts$`hidden 1 16`
## [1] 0.165854505 -0.205876730 -0.006581395 -0.257028957 -0.062268137
## [6] -0.176380742 -0.124748055 -0.380479688 -0.362091804 -0.025902006
##
## $wts$`hidden 1 17`
## [1] 0.164306526 -0.206738941 -0.006151856 -0.257189574 -0.062294135
## [6] -0.175426691 -0.125623636 -0.381255001 -0.362337978 -0.026130497
##
## $wts$`hidden 1 18`
## [1] -0.21667638 0.25741592 -0.04679246 0.27294721 0.08212786 0.16213866
## [7] 0.11111111 0.47511391 0.41015617 0.05745176
##
## $wts$`hidden 1 19`
## [1] -1.0015843 -0.5902252 -1.0916065 -0.7107383 0.2570170 -0.5901541
## [7] -1.7685781 -0.3048282 -1.0641765 -0.2894253
##
## $wts$`hidden 1 20`
## [1] -1.1213351 0.2282609 -2.8835545 -2.2117515 1.8445604 0.5659305
## [7] 0.3275284 1.8043803 -0.6713831 1.2409443
##
## $wts$`hidden 1 21`
## [1] -1.6315864 -1.0500400 -1.4587022 0.2924474 -0.9919920 -2.7212290
## [7] 2.5517780 1.4984779 -0.6067943 -2.7312134
##
## $wts$`hidden 1 22`
## [1] -1.0075935 -0.5898564 -1.0979980 -0.7113952 0.2595648 -0.5942040
## [7] -1.7803089 -0.3068952 -1.0714570 -0.2916944
##
## $wts$`hidden 1 23`
## [1] 1.3845852 1.4621222 0.1134484 -0.7501977 -3.1800123 0.7685446
## [7] 1.4375371 0.4438232 -0.5192339 0.5589897
##
## $wts$`hidden 1 24`
## [1] -1.8489210 0.6289774 1.9584253 0.3326509 0.1405198 1.3734861
## [7] 1.6964101 0.2631589 -1.9729798 -0.7085858
##
## $wts$`hidden 1 25`
## [1] -2.1151464 1.6609364 -0.9979464 -0.7409230 -2.7930217 3.1722099
## [7] -0.2585266 -0.2117361 -0.2127722 1.8655379
##
## $wts$`hidden 1 26`
## [1] 0.1257534 -2.8857115 -0.1020874 0.1271416 -0.2979397 1.2497913
## [7] 1.8193542 -1.8298085 -0.5496318 -0.4914061
##
## $wts$`hidden 1 27`
## [1] 0.9078270 1.2383297 -0.4432518 -0.4363142 1.6491951 0.4031745
## [7] 1.4543904 1.3870069 0.4253239 0.7230481
##
## $wts$`hidden 1 28`
## [1] 0.165336764 -0.206365959 -0.006437868 -0.257061887 -0.062430244
## [6] -0.176120287 -0.124979714 -0.381403216 -0.362234046 -0.026199065
##
## $wts$`hidden 1 29`
## [1] 0.165619344 -0.205888137 -0.006618547 -0.257054247 -0.062274212
## [6] -0.176363573 -0.124915585 -0.380518634 -0.362152620 -0.025910388
##
## $wts$`hidden 1 30`
## [1] -0.21676197 0.25904213 -0.04746543 0.27304402 0.08250850 0.16097234
## [7] 0.11051579 0.47556655 0.41017190 0.05747675
##
## $wts$`out 1`
## [1] 0.1674287 4.1454601 5.3002766 1.1836822 -4.4048480 -0.9348565
## [7] -4.8570680 -0.9365510 -0.9348891 -0.9347660 -0.9350751 3.3961006
## [13] 4.2971354 -0.9355779 -0.9351646 -0.9363797 -0.9345687 -0.9351208
## [19] 1.1830486 -2.6471647 -4.7167199 5.0245086 -2.6653240 -3.8854897
## [25] 3.9105203 5.9268191 -3.8409332 3.1560433 -0.9355481 -0.9348734
## [31] 1.1828706
Berdasarkan visualisasi struktur jaringan ANN, model terbaik terdiri atas sembilan variabel input, 30 neuron pada lapisan tersembunyi (hidden layer), dan satu variabel output, yaitu Class. Jaringan tersebut juga memiliki node bias yang membantu proses pembentukan model. Setiap variabel input terhubung dengan neuron pada lapisan tersembunyi, kemudian diteruskan menuju lapisan output untuk menghasilkan klasifikasi kelas benign atau malignant. Banyaknya hubungan antarneuron menunjukkan bahwa ANN mampu mempelajari pola hubungan yang kompleks antara variabel prediktor dan variabel target.
Berdasarkan grafik variable importance menggunakan metode Olden, variabel Bare.nuclei memiliki nilai kepentingan paling tinggi, diikuti oleh Cl.thickness, Bl.cromatin, Mitoses, dan Cell.shape. Hal ini menunjukkan bahwa variabel-variabel tersebut memberikan kontribusi relatif lebih besar terhadap hasil prediksi model ANN. Sementara itu, variabel Epith.size, Normal.nucleoli, dan Marg.adhesion memiliki nilai kepentingan yang relatif lebih rendah atau negatif. Nilai negatif pada grafik menunjukkan arah kontribusi berdasarkan bobot jaringan, bukan berarti variabel tersebut tidak memiliki pengaruh. Dengan demikian, hasil eksplorasi menunjukkan bahwa Bare.nuclei merupakan variabel yang memiliki kontribusi relatif paling besar dalam proses klasifikasi tumor pada model ANN yang digunakan.
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa metode Artificial Neural Network (ANN) mampu melakukan klasifikasi tumor ke dalam dua kategori, yaitu benign dan malignant, menggunakan sembilan variabel prediktor pada dataset BreastCancer. Pembentukan model dilakukan dengan dua skenario pembagian data, yaitu 80:20 dan 60:40, serta tiga variasi jumlah hidden neuron, yaitu 10, 20, dan 30. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perbedaan proporsi data training dan testing serta jumlah hidden neuron menghasilkan kinerja klasifikasi yang berbeda. Dari enam model yang dibangun, model dengan skenario pembagian data 80:20 dan 30 hidden neuron menghasilkan kinerja terbaik dengan Accuracy sebesar 0,9852, Precision sebesar 1,0000, Recall sebesar 0,9574, Specificity sebesar 1,0000, dan F1-score sebesar 0,9783. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model mampu mengklasifikasikan sebagian besar observasi dengan tepat serta memiliki keseimbangan yang baik antara Precision dan Recall. Selain itu, hasil eksplorasi jaringan ANN menggunakan metode Olden menunjukkan bahwa variabel Bare.nuclei memiliki kontribusi relatif paling tinggi terhadap hasil klasifikasi, diikuti oleh Cl.thickness, Bl.cromatin, Mitoses, dan Cell.shape. Dengan demikian, konfigurasi ANN dengan 30 hidden neuron pada skenario 80:20 merupakan model terbaik di antara enam model yang dibandingkan dalam penelitian ini. Markdown dijalankan.
Penelitian selanjutnya dapat melakukan pengulangan pembagian data atau validasi silang agar kestabilan kinerja ANN dapat dievaluasi. Selain itu, jumlah hidden neuron dan parameter pembelajaran lainnya dapat diuji dengan rentang yang lebih luas. Pada data dengan dua kelas yang jumlahnya berbeda, evaluasi sebaiknya tidak hanya berfokus pada Accuracy, tetapi juga memperhatikan Recall, Specificity, Precision, dan F1-score.
Abdullah, M. O., Altun, Y., & Ahmed, R. M. (2024). Leveraging artificial neural networks and support vector machines for accurate classification of breast tumors in ultrasound images. Cureus, 16(11), e73067. https://doi.org/10.7759/cureus.73067
Aggarwal, C. C. (2023). Neural networks and deep learning: A textbook (2nd ed.). Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-031-29642-0
Han, L., & Yin, Z. (2022). A hybrid breast cancer classification algorithm based on meta-learning and artificial neural networks. Frontiers in Oncology, 12, 1042964. https://doi.org/10.3389/fonc.2022.1042964
Martínez-Ramón, M., Ajith, M., & Kurup, A. R. (2024). Deep learning: A practical introduction. Wiley. https://doi.org/10.1002/9781119861898
Peleshchak, I., & Koshtura, D. (2024). Evaluation of classification accuracy using feedforward neural network for dynamic objects. Scientific Journal of Information Systems and Networks, 15, 260–272. https://doi.org/10.23939/sisn2024.15.260
Priyanta, S., Selvyana, D. R., & Salsabila, A. (2026). Optimizing early breast cancer classification using hybrid SVM-ANN with Ridge embedded feature selection. Scientific Journal of Informatics, 13(1), 1–14. https://doi.org/10.15294/sji.v13i1.36676
Rahman, M. A., Muniyandi, R. C., Albashish, D., Rahman, M. M., & Usman, O. L. (2021). Artificial neural network with Taguchi method for robust classification model to improve classification accuracy of breast cancer. PeerJ Computer Science, 7, e344. https://doi.org/10.7717/peerj-cs.344