A. Tujuan Praktikum

Setelah menyelesaikan praktikum ini, peserta diharapkan mampu:

  1. Menggunakan variabel dan vektor di RStudio.
  2. Memanfaatkan fungsi sum() serta operasi aritmetika dasar.
  3. Menerapkan struktur percabangan (if, else if, else) untuk pengambilan keputusan otomatis.
  4. Menyelesaikan studi kasus nyata terkait pengelolaan anggaran mingguan.

B. Dasar Teori

  1. Variabel dan Vektor: Vektor adalah struktur data dasar di R yang berisi sekumpulan elemen dengan tipe data yang sama. Variabel digunakan untuk menyimpan nilai atau hasil dari suatu operasi.
  2. Operasi Aritmatika dan Fungsi Agregasi: R menyediakan operator matematika standar serta fungsi built-in seperti sum() untuk menjumlahkan seluruh elemen dalam vektor.
  3. Percabangan (if-else): Digunakan untuk mengarahkan alur eksekusi program berdasarkan kondisi logika tertentu (misalnya membandingkan total pengeluaran dengan batas anggaran)

C. Studi Kasus

Seorang mahasiswa ingin mengetahui kategori pengeluaran mingguannya berdasarkan perbandingan antara total pengeluaran mingguan dan anggaran mingguan yang telah ditetapkan. Program akan menerima masukan berupa pengeluaran mingguan dan anggaran mingguan. Selanjutnya, program akan menentukan kategori pengeluaran mahasiswa berdasarkan persentase penggunaan anggaran dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. Hemat: persentase pengeluaran <80% dari anggaran mingguan.
  2. Boros: persentase pengeluaran >=80% dan <=100% dari anggaran mingguan.
  3. Melebihi Anggaran: persentase pengeluaran >100% dari anggaran mingguan.

D. Algoritma

  1. Mulai.

  2. Masukkan anggaran mingguan.

  3. Masukkan pengeluaran mingguan.

  4. Hitung persentase pengeluaran dengan rumus:

    \[ \text{Persentase Pengeluaran} = \frac{\text{Total Pengeluaran}}{\text{Anggaran Mingguan}}\times 100\% \]

  5. Tentukan kategori pengeluaran:

  1. Tampilkan persentase pengeluaran dan kategorinya.
  2. Selesai.

E. Flowchart

Flowchart
Flowchart

F. Implementasi Program R

#Input anggaran mingguan dan pengeluaran mingguan
anggaran_mingguan<-#Input nominal anggaran mingguan

makan<-#(input pengeluaran untuk makan selama 7 hari)
transportasi<-#(input pengeluaran untuk transportasi selama 7 hari)
kebutuhan_harian<-#(input pengeluaran untuk kebutuhan harian selama 7 hari)
total_pengeluaran<-sum(makan,transportasi,kebutuhan_harian)

#Mengitung Persentase Pengeluaran
persen<-(total_pengeluaran/anggaran_mingguan)*100

#Analisis Kategori Pengeluaran Berdasarkan Persentase Pengeluaran
if(persen<80){
  kategori<-"Hemat"
}else if(persen<=100){
  kategori<-"Boros"
}else{
  kategori<-"Melebihi Anggaran"
}

#Hasil Persentase Pengeluaran dan Kategori Pengeluaran
cat("Persentase Pengeluaran Mingguan:",persen,"%\n",
    "Kategori Pengeluaran Mingguan:",kategori)

G. Contoh Input

a) Input

Anggaran mingguan: Rp350.000

Pengeluaran mingguan:

Hari Makan Transportasi Kebutuhan harian
Senin Rp25.000 Rp10.000 Rp15.000
Selasa Rp20.000 Rp15.000 Rp15.000
Rabu Rp25.000 Rp5.000 Rp20.000
Kamis Rp20.000 Rp10.000 Rp20.000
Jumat Rp30.000 Rp10.000 Rp10.000
Sabtu Rp25.000 Rp15.000 Rp10.000
Minggu Rp35.000 Rp15.000 Rp20.000

b) Proses

anggaran_mingguan<-350000

makan<-c(25000,20000,25000,20000,30000,25000,35000)
transportasi<-c(10000,15000,5000,10000,10000,15000,15000)
kebutuhan_harian<-c(15000,15000,20000,20000,10000,10000,20000)
total_pengeluaran<-sum(makan,transportasi,kebutuhan_harian)

persen<-(total_pengeluaran/anggaran_mingguan)*100

if(persen<80){
  kategori<-"Hemat"
}else if(persen<=100){
  kategori<-"Boros"
}else{
  kategori<-"Melebihi Anggaran"
}

cat("Persentase Pengeluaran Mingguan:",persen,"%\n",
    "Kategori Pengeluaran Mingguan:",kategori)
## Persentase Pengeluaran Mingguan: 105.7143 %
##  Kategori Pengeluaran Mingguan: Melebihi Anggaran

c) Output

Dengan data contoh, persentase pengeluarannya adalah 105,7143% dari anggaran. Karena persentase melebihi 100%, kategorinya adalah Melebihi Anggaran.

H. Pembahasan

Pada program tersebut, pengguna memasukkan anggaran yang ditetapkan dan pengeluaran mingguan. Pengeluaran mingguan didapatkan dari penjumlahan antara pengeluaran makan, pengeluaran transportasi dan pengeluaran kebutuhan harian (di luar kebutuhan makan dan transportasi).

Setelah pengeluaran mingguan diperoleh, program menggunakan percabangan if, else if, dan else untuk menentukan kategori. Jika pengeluaran mingguan <80% anggaran, masuk ke kategori hemat. Jika berada di antara 80%-100% dari anggaran, masuk ke kategori boros. Dan jika lebih dari anggaran, masuk ke kategori melebihi anggaran.

Pada contoh, pengguna memasukkan input berupa anggaran sebesar Rp350.000 dan total pengeluaran mingguan sebesar Rp370.000. Karena pengeluaran mingguan lebih dari anggaran, maka pengeluaran minggu tersebut termasuk kategori melebihi anggaran.

I. Kesimpulan

Praktikum ini berhasil mengimplementasikan penggunaan variabel, operasi aritmetika, dan struktur percabangan bertingkat (if, else if, else) di R Studio. Program menghitung persentase pengeluaran mingguan terhadap anggaran mingguan, lalu menentukan kategorinya secara otomatis: hemat jika kurang dari 80%, boros jika 80%–100%, dan melebihi anggaran jika lebih dari 100%. Studi kasus ini menunjukkan bahwa percabangan bertingkat efektif untuk mengklasifikasikan kondisi keuangan mahasiswa berdasarkan satu nilai ukur yang sederhana. Hasilnya dapat membantu mahasiswa mengevaluasi dan mengendalikan pengeluaran mingguannya.