| Dataset | Observasi awal | Observasi setelah cleaning | Variabel | NA setelah cleaning | Duplikat pada data awal |
|---|---|---|---|---|---|
| Attenu | 182 | 166 | 5 | 0 | 0 |
| Airquality | 153 | 111 | 7 | 0 | 0 |
Berdasarkan hasil pengolahan dataset attenu, data awal memiliki 16 missing value yang kemudian dihapus melalui proses data cleaning, sehingga diperoleh 166 observasi dan 5 variabel tanpa missing value maupun data duplikat. Pada visualisasi histogram magnitudo gempa, dapat diketahui bahwa data menunjukkan variasi kekuatan gempa yang terjadi. Scatter plot hubungan jarak dan percepatan tanah digunakan untuk melihat pola hubungan antara jarak stasiun pengamatan dari sumber gempa dengan percepatan tanah. Secara umum, percepatan tanah cenderung lebih besar pada jarak yang dekat dengan sumber gempa dan menurun seiring bertambahnya jarak. Sementara itu, boxplot percepatan tanah berdasarkan event gempa digunakan untuk membandingkan median, penyebaran, dan kemungkinan pencilan pada setiap kejadian gempa. Dengan demikian, ketiga visualisasi tersebut membantu memahami distribusi magnitudo, hubungan jarak dengan percepatan tanah, serta perbedaan percepatan tanah antarperistiwa gempa.
Berdasarkan hasil pengolahan dataset airquality, data awal terdiri atas 153 observasi dan 6 variabel, dengan 37 missing value pada variabel Ozone dan 7 missing value pada variabel Solar.R. Setelah dilakukan data cleaning menggunakan fungsi na.omit(), diperoleh 111 observasi tanpa missing value. Pada visualisasi histogram kadar ozon, distribusi data dapat diamati untuk mengetahui rentang nilai dan frekuensi kemunculan kadar ozon di udara. Scatter plot hubungan kecepatan angin (Wind) dan kadar ozon (Ozone) digunakan untuk melihat pola hubungan kedua variabel, yang secara umum dapat menunjukkan kecenderungan kadar ozon menurun ketika kecepatan angin meningkat. Sementara itu, boxplot suhu berdasarkan bulan (Month) digunakan untuk membandingkan median, variasi, dan kemungkinan pencilan suhu udara pada setiap bulan pengamatan. Ketiga visualisasi tersebut membantu memahami distribusi kadar ozon, hubungan kecepatan angin dengan kadar ozon, serta perubahan suhu udara selama periode pengamatan.