| Variabel | Tipe | Alasan |
|---|---|---|
| (a) Jumlah komentar per unggahan | Diskrit | Hasil pencacahan (0, 1, 2, …), berupa bilangan bulat |
| (b) Durasi video yang ditonton (detik) | Kontinu | Hasil pengukuran, dapat bernilai pecahan dalam suatu interval |
Diketahui \(n = 10\) pengguna dan peluang klik \(p = 0{,}25\), sehingga \(X \sim Bin(10;\ 0{,}25)\).
n <- 10
p <- 0.25
# P(X = 2)
p_tepat2 <- dbinom(2, size = n, prob = p)
# Rata-rata dan simpangan baku
rata2 <- n * p
sd_x <- sqrt(n * p * (1 - p))
hasil2 <- data.frame(
Ukuran = c("P(X = 2)", "Rata-rata", "Simpangan baku"),
Nilai = round(c(p_tepat2, rata2, sd_x), 4)
)
hasil2
## Ukuran Nilai
## 1 P(X = 2) 0.2816
## 2 Rata-rata 2.5000
## 3 Simpangan baku 1.3693
Interpretasi: peluang tepat 2 dari 10 pengguna mengklik iklan adalah 0.2816 (28.16%). Rata-rata jumlah klik adalah 2.5 dengan simpangan baku 1.369.
x <- 0:n
barplot(dbinom(x, n, p), names.arg = x,
col = ifelse(x == 2, "tomato", "grey70"),
xlab = "Jumlah klik (x)", ylab = "P(X = x)",
main = "Distribusi Binomial (n = 10, p = 0,25)")
Rata-rata unggahan foto per menit \(\lambda = 8\), sehingga \(X \sim Pois(8)\).
lambda <- 8
p5 <- dpois(5, lambda = lambda)
p5
## [1] 0.09160366
“Lebih dari 12” berarti \(X \geq 13\), sehingga \(P(X > 12) = 1 - P(X \leq 12)\).
p_lebih12 <- 1 - ppois(12, lambda = lambda)
p_lebih12
## [1] 0.0637972
# Cara lain (hasil sama)
ppois(12, lambda = lambda, lower.tail = FALSE)
## [1] 0.0637972
Interpretasi: peluang server menerima tepat 5 unggahan dalam satu menit adalah 0.0916, sedangkan peluang menerima lebih dari 12 unggahan hanya 0.0638 (6.38%), sehingga jarang terjadi.
x <- 0:20
barplot(dpois(x, lambda), names.arg = x,
col = ifelse(x > 12, "tomato", "grey70"),
xlab = "Jumlah unggahan per menit (x)", ylab = "P(X = x)",
main = "Distribusi Poisson (lambda = 8)")
Waktu muat halaman \(X \sim N(\mu = 3,\ \sigma = 0{,}5)\) detik.
mu <- 3
sigma <- 0.5
# Nilai Z
z <- (4 - mu) / sigma
z
## [1] 2
# P(X > 4)
p_lebih4 <- pnorm(4, mean = mu, sd = sigma, lower.tail = FALSE)
p_lebih4
## [1] 0.02275013
# Cek lewat distribusi normal baku: P(Z > 2)
1 - pnorm(z)
## [1] 0.02275013
Batas ini adalah persentil ke-95, yaitu nilai \(x\) dengan luas di sebelah kirinya 0,95.
z_95 <- qnorm(0.95)
batas <- qnorm(0.95, mean = mu, sd = sigma)
z_95
## [1] 1.644854
batas
## [1] 3.822427
# Cek: mu + z * sigma
mu + z_95 * sigma
## [1] 3.822427
Interpretasi: sekitar 2.28% halaman dimuat lebih lama dari 4 detik. Halaman dengan waktu muat lebih dari 3.82 detik termasuk 5% loading terlama.
x <- seq(1, 5, length.out = 400)
xx <- seq(batas, 5, length.out = 100)
plot(x, dnorm(x, mu, sigma), type = "l", lwd = 2,
xlab = "Waktu muat (detik)", ylab = "Kepadatan",
main = "Waktu Muat Halaman ~ N(3; 0,5)")
polygon(c(batas, xx, 5), c(0, dnorm(xx, mu, sigma), 0),
col = "tomato", border = NA)
abline(v = 4, lty = 2)
legend("topright", legend = c("5% terlama", "x = 4 detik"),
fill = c("tomato", NA), border = c(NA, NA),
lty = c(NA, 2), bty = "n")
| No | Pertanyaan | Hasil |
|---|---|---|
| 1a | Jumlah komentar per unggahan | Diskrit |
| 1b | Durasi video ditonton | Kontinu |
| 2 | P(X = 2) | 0.2816 |
| 2 | Rata-rata | 2.5 |
| 2 | Simpangan baku | 1.3693 |
| 3a | P(X = 5), lambda = 8 | 0.0916 |
| 3b | P(X > 12), lambda = 8 | 0.0638 |
| 4a | P(loading > 4 detik) | 0.0228 |
| 4b | Batas 5% loading terlama | 3.82 detik |