Jumlah komentar per unggahan merupakan variabel acak diskrit, karena nilainya berupa bilangan bulat yang dapat dihitung. Contoh : 1 komentar, 2 komenar, dst.
Jawaban: Diskrit
Durasi video merupakan variabel acak kontinu, karena waktu dapat memiliki nilai pecahan.
Contoh: 10 detik, 10,5 detik, 10,25 detik, dan sebagainya.
Jawaban: Kontinu
Diketahui:
Rumus:
\[ P(X=x) = {n \choose x}p^x(1-p)^{n-x} \]
Substitusi:
\[ P(X=2) = {10 \choose 2}(0,25)^2(0,75)^8 \]
Hasil:
\[ P(X=2) = 0,2815676 \]
Jadi peluang tepat 2 pengguna mengklik adalah:
28,16%
# Data
n <- 10
p <- 0.25
x <- 2
# Peluang tepat 2 pengguna mengklik
peluang_binomial <- dbinom(
x,
size = n,
prob = p
)
peluang_binomial
## [1] 0.2815676
Rumus:
\[ \mu = np \]
mean_binomial <- n * p
mean_binomial
## [1] 2.5
Rumus:
\[ SD = \sqrt{np(1-p)} \]
sd_binomial <- sqrt(n * p * (1 - p))
sd_binomial
## [1] 1.369306
cat("Mean =", mean_binomial, "\n")
## Mean = 2.5
cat("SD =", sd_binomial, "\n")
## SD = 1.369306
Diketahui:
Rumus:
\[ P(X=x) = \frac{e^{-\lambda}\lambda^x}{x!} \]
Substitusi:
\[ P(X=5) = \frac{e^{-8}(8)^5}{5!} \]
Hasil:
\[ P(X=5) = 0,0915782 \]
Jadi:
P(tepat 5 unggahan) = 9,16%
# Lambda
lambda <- 8
# Tepat 5 unggahan
peluang_poisson_5 <- dpois(5, lambda = lambda)
peluang_poisson_5
## [1] 0.09160366
Yang dicari:
\[ P(X > 12) \]
Dalam R dapat menggunakan ppois() dengan
lower.tail = FALSE.
# Peluang lebih dari 12 unggahan
peluang_lebih_12 <- ppois(
12,
lambda = lambda,
lower.tail = FALSE
)
peluang_lebih_12
## [1] 0.0637972
cat("P(tepat 5 unggahan) =", peluang_poisson_5, "\n")
## P(tepat 5 unggahan) = 0.09160366
cat("P(lebih dari 12 unggahan) =", peluang_lebih_12, "\n")
## P(lebih dari 12 unggahan) = 0.0637972
Diketahui:
# Data distribusi normal
mu <- 3
sigma <- 0.5
Rumus Z:
\[ Z = \frac{X-\mu}{\sigma} \]
\[ Z = \frac{4-3}{0,5} \]
\[ Z = 2 \]
Sehingga:
\[ P(X>4) = P(Z>2) \]
Hasilnya sekitar:
0,02275 atau 2,28%
# P(loading lebih dari 4 detik)
peluang_loading <- pnorm(
4,
mean = mu,
sd = sigma,
lower.tail = FALSE
)
peluang_loading
## [1] 0.02275013
Menampilkan hasil:
cat(
"P(Loading > 4 detik) =",
peluang_loading,
"\n"
)
## P(Loading > 4 detik) = 0.02275013
Untuk mencari batas 5% loading terlama, digunakan kuantil 95%.
# Batas 5% loading terlama
batas_5_persen <- qnorm(
0.95,
mean = mu,
sd = sigma
)
batas_5_persen
## [1] 3.822427
Hasil:
3,8225 detik
Artinya, sekitar 5% pengguna memiliki waktu loading lebih dari 3,82 detik.
Menampilkan hasil:
cat(
"Batas 5% loading terlama =",
batas_5_persen,
"detik\n"
)
## Batas 5% loading terlama = 3.822427 detik
# Membuat rekap hasil
hasil <- data.frame(
Analisis = c(
"P(tepat 2 klik)",
"Mean Binomial",
"SD Binomial",
"P(tepat 5 unggahan)",
"P(lebih dari 12 unggahan)",
"P(loading > 4 detik)",
"Batas 5% loading terlama"
),
Hasil = c(
peluang_binomial,
mean_binomial,
sd_binomial,
peluang_poisson_5,
peluang_lebih_12,
peluang_loading,
batas_5_persen
)
)
hasil
## Analisis Hasil
## 1 P(tepat 2 klik) 0.28156757
## 2 Mean Binomial 2.50000000
## 3 SD Binomial 1.36930639
## 4 P(tepat 5 unggahan) 0.09160366
## 5 P(lebih dari 12 unggahan) 0.06379720
## 6 P(loading > 4 detik) 0.02275013
## 7 Batas 5% loading terlama 3.82242681
Berdasarkan hasil perhitungan, jumlah komentar per unggahan termasuk variabel acak diskrit, sedangkan durasi video yang ditonton termasuk variabel acak kontinu.
Pada distribusi Binomial, peluang tepat 2 dari 10 pengguna mengklik iklan adalah sekitar 28,16%, dengan rata-rata 2,5 pengguna dan standar deviasi sekitar 1,3693.
Pada distribusi Poisson, peluang tepat 5 unggahan dalam satu menit adalah sekitar 9,16%, sedangkan peluang lebih dari 12 unggahan sekitar 1,19%.
Pada distribusi Normal, peluang waktu loading lebih dari 4 detik adalah sekitar 2,28%, sedangkan batas 5% waktu loading terlama adalah sekitar 3,82 detik.