## 1. Data TS
data_air<-c(
410, 415, 405, 420, 430, 445,
455, 440, 425, 420, 418, 435,
440, 445, 438, 452, 462, 478,
488, 472, 458, 452, 450, 468,
470, 476, 468, 483, 494, 510,
521, 504, 489, 483, 480, 499
)
air_ts<-ts(data_air,start=c(2022,1),frequency=12)
air_ts
## Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
## 2022 410 415 405 420 430 445 455 440 425 420 418 435
## 2023 440 445 438 452 462 478 488 472 458 452 450 468
## 2024 470 476 468 483 494 510 521 504 489 483 480 499
## 2. Decompose
dekomp_air<-decompose(air_ts,type="additive")
plot(dekomp_air)
## Menampilkan 12 indeks musiman
dekomp_air$seasonal
## Jan Feb Mar Apr May
## 2022 -4.53993056 -1.74826389 -11.91493056 -0.06076389 7.83506944
## 2023 -4.53993056 -1.74826389 -11.91493056 -0.06076389 7.83506944
## 2024 -4.53993056 -1.74826389 -11.91493056 -0.06076389 7.83506944
## Jun Jul Aug Sep Oct
## 2022 21.21006944 27.75173611 9.73090278 -7.35243056 -15.47743056
## 2023 21.21006944 27.75173611 9.73090278 -7.35243056 -15.47743056
## 2024 21.21006944 27.75173611 9.73090278 -7.35243056 -15.47743056
## Nov Dec
## 2022 -20.12326389 -5.31076389
## 2023 -20.12326389 -5.31076389
## 2024 -20.12326389 -5.31076389
round(dekomp_air$seasonal[1:12],2)
## [1] -4.54 -1.75 -11.91 -0.06 7.84 21.21 27.75 9.73 -7.35 -15.48
## [11] -20.12 -5.31
plot(dekomp_air$seasonal)
Berdasarkan nilai dari 12 indeks musiman, bulan tertinggi adalah Juli dengan indeks puncak 27.75, sedangkan untuk bulan terendah adalah November dengan indeks jatuh ke angka -20.12
## Memeriksa komponen residu
dekomp_air$random
## Jan Feb Mar Apr May Jun
## 2022 NA NA NA NA NA NA
## 2023 0.83159722 0.33159722 0.78993056 0.22743056 -0.33506944 -0.41840278
## 2024 -0.91840278 -0.41840278 -0.87673611 -0.31423611 0.24826389 0.33159722
## Jul Aug Sep Oct Nov Dec
## 2022 -0.50173611 0.01909722 -0.52256944 -0.10590278 -0.12673611 -0.64756944
## 2023 0.41493056 -0.10590278 0.43576389 0.01909722 0.03993056 0.56076389
## 2024 NA NA NA NA NA NA
plot(dekomp_air$random)
summary(dekomp_air$random)
## Min. 1st Qu. Median Mean 3rd Qu. Max. NAs
## -0.9184 -0.4184 -0.0434 -0.0434 0.3316 0.8316 12
sd(dekomp_air$random, na.rm=TRUE)
## [1] 0.4862621
Berdasarkan plot grafik residu menunjukkan terdapat pergerakan naik turun yang acak tanpa membentuk pola teratur, serta berdasarkan summary, nilai rata-rata dan median berada di angka -0.0434 yang sangat mendekati nol.
plot(air_ts,
main = "Plot Produksi Air Minum PDAM (2022-2024)",
ylab = "Volume (ribu m3)",
xlab = "Waktu")
Berdasarkan output plot, terdapat fluktuasi dari plot “Produksi Air Minum PDAM”. Seiring dengan berjalannya waktu dan seiring dengan tren yang menanjak, rentang atau jarak antara puncak tertinggi dan lembah dalam siklus musimannya terlihat semakin melebar dan semakin tinggi.
dekomp_air_mul<-decompose(air_ts,type = "multiplicative")
plot(dekomp_air_mul)
## 12 Faktor musiman
round(dekomp_air_mul$seasonal[1:12],3)
## [1] 0.990 0.996 0.974 1.000 1.017 1.045 1.063 1.022 0.984 0.966 0.956 0.988
Nilai faktor musiman tertinggi tetap jatuh pada bulan Juli di angka 1.063 (produksi berada di atar rata-rata tren), dan nilai terendah jatuh pada bulan November di angka 0.956 (produksi berada di bawah rata-rata tren).
sd_additive<-sd(dekomp_air$random, na.rm=TRUE)
sd_multiplicative<-sd(dekomp_air_mul$random, na.rm=TRUE)
cat("Standar Deviasi Residu Additive:",sd_additive,"\n")
## Standar Deviasi Residu Additive: 0.4862621
cat("Standar Deviasi Residu Multiplicative:",sd_multiplicative,"\n")
## Standar Deviasi Residu Multiplicative: 0.001249183
Model Multiplicative jauh lebih sesuai untuk data produksi air minum. Dapat dilihat dari standar deviasi residu pada model Multiplicative (0.001249183) sangat jauh lebih kecil mendekati nol dibandingkan dengan standar deviasi residu ketika model additive dipaksakan (0.4862621). Semakin kecil nilai standar deviasi residu, semakin baik model tersebut dalam menjelaskan tren dan variasi musiman dari data aslinya tanpa menyisakan banyak galat acak. Kemudian secara visual, fluktuasi tidak konstan, melainkan semakin membesar seiring dengan meningkatnya tren dari tahun 2022 - 2024.