Tugas 5 - Analisis Deret Waktu
Berikut data volume produksi air minum PDAM Kabupaten Serang, Januari 2022–Desember 2024 (ribu m³/bulan):
# Input Data
data_PDAM <- data.frame(
Tahun = rep(c(2022, 2023, 2024), each = 12),
Bulan = rep(month.abb, 3),
Volume_Air = c(
410, 415, 405, 420, 430, 445, 455, 440, 425, 420, 418, 435,
440, 445, 438, 452, 462, 478, 488, 472, 458, 452, 450, 468,
470, 476, 468, 483, 494, 510, 521, 504, 489, 483, 480, 499
)
)
data_PDAM## Tahun Bulan Volume_Air
## 1 2022 Jan 410
## 2 2022 Feb 415
## 3 2022 Mar 405
## 4 2022 Apr 420
## 5 2022 May 430
## 6 2022 Jun 445
## 7 2022 Jul 455
## 8 2022 Aug 440
## 9 2022 Sep 425
## 10 2022 Oct 420
## 11 2022 Nov 418
## 12 2022 Dec 435
## 13 2023 Jan 440
## 14 2023 Feb 445
## 15 2023 Mar 438
## 16 2023 Apr 452
## 17 2023 May 462
## 18 2023 Jun 478
## 19 2023 Jul 488
## 20 2023 Aug 472
## 21 2023 Sep 458
## 22 2023 Oct 452
## 23 2023 Nov 450
## 24 2023 Dec 468
## 25 2024 Jan 470
## 26 2024 Feb 476
## 27 2024 Mar 468
## 28 2024 Apr 483
## 29 2024 May 494
## 30 2024 Jun 510
## 31 2024 Jul 521
## 32 2024 Aug 504
## 33 2024 Sep 489
## 34 2024 Oct 483
## 35 2024 Nov 480
## 36 2024 Dec 499
Objek Data Time Series
## Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
## 2022 410 415 405 420 430 445 455 440 425 420 418 435
## 2023 440 445 438 452 462 478 488 472 458 452 450 468
## 2024 470 476 468 483 494 510 521 504 489 483 480 499
A. Dekomposisi Additive
1. Dekomposisi additive menggunakan decompose()
2. Tampilkan dan gambarkan komponen tren
## Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug
## 2022 NA NA NA NA NA NA 427.7500 430.2500
## 2023 443.7083 446.4167 449.1250 451.8333 454.5000 457.2083 459.8333 462.3750
## 2024 475.4583 478.1667 480.7917 483.3750 485.9167 488.4583 NA NA
## Sep Oct Nov Dec
## 2022 432.8750 435.5833 438.2500 440.9583
## 2023 464.9167 467.4583 470.0833 472.7500
## 2024 NA NA NA NA
# plot
plot(dec_add$trend,
main = "Komponen Tren Produksi Air",
xlab = "Tahun",
ylab = "Volume Produksi (ribu m³/bulan)")Berdasarkan nilai dan grafik komponen tren, terlihat bahwa nilai tren produksi air minum PDAM Kabupaten Serang cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Nilai tren naik dari 427.75 ribu \(m^3/bulan\) pada Juli 2022 menjadi 488.46 \(m^3/bulan\) pada Juni 2024. Sehingga dapat disimpulkan bahwa produksi air minum menunjukkan tren naik.
3. 12 Indeks Musiman
## [1] -4.53993056 -1.74826389 -11.91493056 -0.06076389 7.83506944
## [6] 21.21006944 27.75173611 9.73090278 -7.35243056 -15.47743056
## [11] -20.12326389 -5.31076389
## [1] 27.75174
## [1] -20.12326
Bulan dengan indeks musiman tertinggi adalah bulan Juli, yaitu sebesar 27.75 ribu \(m^3/bulan\). Tingginya produksi diduga berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan air akibat aktivitas masyarakat yang lebih tinggi atau kondisi cuaca yang dapat meningkatkan penggunaan air.
Sementara itu, bulan dengan indeks musiman terendah adalah bulan November, yaitu sebesar 20.12 ribu \(m^3/bulan\). Rendahnya produksi diduga berhubungan dengan meningkatnya curah hujan sehingga kebutuhan air dari PDAM menurun.
4. Periksa Komponen Residu
## Jan Feb Mar Apr May Jun
## 2022 NA NA NA NA NA NA
## 2023 0.83159722 0.33159722 0.78993056 0.22743056 -0.33506944 -0.41840278
## 2024 -0.91840278 -0.41840278 -0.87673611 -0.31423611 0.24826389 0.33159722
## Jul Aug Sep Oct Nov Dec
## 2022 -0.50173611 0.01909722 -0.52256944 -0.10590278 -0.12673611 -0.64756944
## 2023 0.41493056 -0.10590278 0.43576389 0.01909722 0.03993056 0.56076389
## 2024 NA NA NA NA NA NA
## Min. 1st Qu. Median Mean 3rd Qu. Max. NA's
## -0.9184 -0.4184 -0.0434 -0.0434 0.3316 0.8316 12
## [1] 0.4862621
Berdasarkan hasil dekomposisi additive, komponen residu memiliki nilai mean sebesar -0.0434. Nilai mean mendekati nol menunjukkan bahwa secara keseluruhan residu berada di sekitar nol. Residu memiliki nilai positif dan negatif yang bergantian pada beberapa periode yang menunjukkan bahwa pola berfluktuasi.
Dengan demikian, residu produksi air minum PDAM Kabupaten Serang secara umum tampak berfluktuasi secara acak di sekitar nol. Sehingga, komponen tren dan musiman dalam model dekomposisi additive mampu menjelaskan sebagian besar pola pada data produksi air.
B. Dekomposisi Multiplicative
1. Dekomposisi Multiplicative dan 12 Faktor Musiman
## [1] 0.990 0.996 0.974 1.000 1.017 1.045 1.063 1.022 0.984 0.966 0.956 0.988
Berdasarkan analisis dekomposisi multiplicative, faktor musiman tertinggi terjadi pada bulan Juli, yaitu 1.063. Artinya, pada bulan Juli produksi air cenderung lebih tinggi dibandingkan tingkat produksi berdasarkan tren.
Sedangkan, faktor musiman terendah terjadi pada bulan November yaitu 0.956. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa air minum memiliki pola yang berbeda setiap bulannya, sehingga terdapat indikasi pola musiman pada produksi air minum PDAM Kabupaten Serang.
2. Bandingkan SD Residu Multiplicative dengan SD Residu Additive
## [1] 0.4862621
## [1] 0.001249183
Berdasarkan perbandingan simpangan baku residu, model additive memiliki SD residu sebesar 0.4862621, sedangkan SD model multiplicative yaitu 0.001249183, jauh lebih kecil dibandingkan dengan model additive. Hal ini menunjukkan bahwa residu pada model multiplticative memiliki variasi yang lebih kecil.
3. Kesimpulan Model yang Sesuai
Dengan demikian, model multiplicative lebih sesuai digunakan karena menghasilkan simpangan baku residu yang jauh lebih kecil dibandingkan model additive. Selain itu, kedua model sama-sama menunjukkan adanya pola tren dan musiman pada data, dengan bulan Juli sebagai periode dengan pengaruh musiman tertinggi dan November sebagai periode dengan pengaruh musiman terendah.