data <- c(22, 25, 19, 30, 24, 21, 45, 23, 20,
26, 24, 22, 18, 27, 23)
data
## [1] 22 25 19 30 24 21 45 23 20 26 24 22 18 27 23
# Mean
mean_data <- mean(data)
# Median
median_data <- median(data)
# Modus
frekuensi <- table(data)
modus <- as.numeric(names(frekuensi[frekuensi == max(frekuensi)]))
mean_data
## [1] 24.6
median_data
## [1] 23
modus
## [1] 22 23 24
```{r}echo=FALSE} cat(“Mean :”, mean_data, “”) cat(“Median :”, median_data, “”) cat(“Modus :”, paste(modus, collapse = “,”))
</div>
<div style="background-color: #F7F0E3; border: 2px solid #D8C7AA; border-left: 7px solid #C8A97E; padding: 20px; margin: 20px 0; border-radius: 8px;">
Berdasarkan hasil analisis menggunakan RStudio, diperoleh **mean sebesar 24,6 menit**, **median sebesar 23 menit**, serta **modus sebesar 22, 23, dan 24 menit**.
Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata penggunaan aplikasi EcoTrack adalah **24,6 menit per hari**. Nilai tengah dari data adalah **23 menit**, sedangkan nilai yang paling sering muncul adalah **22, 23, dan 24 menit**.
</div>
## 2. Q1, Q3, dan IQR
### Perhitungan dengan RStudio
<div style="background-color: #F7F0E3; border: 2px solid #D8C7AA; border-left: 7px solid #C8A97E; padding: 20px; margin: 20px 0; border-radius: 8px;">
``` r
# Kuartil
Q1 <- quantile(data, 0.25)
Q3 <- quantile(data, 0.75)
# Interquartile Range
IQR_data <- IQR(data)
Q1
## 25%
## 21.5
Q3
## 75%
## 25.5
IQR_data
## [1] 4
{r}echo=FALSE} cat("Q1 :", Q1, "\n") cat("Q3 :", Q3, "\n") cat("IQR :", IQR_data)
Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh:
Nilai IQR sebesar 4 menit menunjukkan bahwa 50% data yang berada di bagian tengah memiliki rentang penggunaan antara 21,5 sampai 25,5 menit. Dengan demikian, penyebaran 50% data tengah relatif tidak terlalu lebar.
# Varians
varians <- var(data)
# Standar deviasi
standar_deviasi <- sd(data)
varians
## [1] 41.54286
standar_deviasi
## [1] 6.445375
{r}echo=FALSE} cat("Varians :", varians, "\n") cat("Standar Deviasi :", standar_deviasi)
Hasil analisis menunjukkan bahwa varians data sebesar 41,5429 dan standar deviasi sebesar 6,4454 menit.
Standar deviasi sebesar 6,4454 menunjukkan bahwa nilai penggunaan harian pengguna secara umum memiliki penyimpangan sekitar 6,45 menit dari rata-rata 24,6 menit.
Berdasarkan nilai tersebut, data memiliki variasi yang cukup terlihat. Hal ini terutama dipengaruhi oleh adanya nilai 45 menit, yang cukup jauh dibandingkan sebagian besar data lainnya.
Koefisien skewness Pearson dihitung menggunakan rumus:
Skewness Pearson = 3 × (Mean - Median) / Standar Deviasi
# Koefisien skewness Pearson
skewness_pearson <-
3 * (mean(data) - median(data)) / sd(data)
skewness_pearson
## [1] 0.7447201
skewness()# Install package e1071 jika belum tersedia
# install.packages("e1071")
library(e1071)
skewness(data)
## [1] 1.995046
{r}echo=FALSE} cat("Skewness Pearson :", skewness_pearson, "\n") cat("Skewness e1071 :", skewness(data))
Koefisien skewness Pearson yang diperoleh adalah sekitar 0,7447.
Nilai skewness Pearson bernilai positif, sehingga data memiliki arah kemencengan positif (right-skewed). Hal tersebut menunjukkan bahwa distribusi data cenderung memiliki ekor yang lebih panjang ke arah kanan.
Kemencengan tersebut dapat dipengaruhi oleh adanya nilai 45 menit, yang relatif tinggi dibandingkan sebagian besar data lainnya.Jika EcoTrack memiliki data yang lebih besar, misalnya dari 100 pengguna, maka data dapat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi berkelompok.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
Untuk menghitung mean data berkelompok, terlebih dahulu ditentukan titik tengah setiap kelas. Kemudian titik tengah dikalikan dengan frekuensi masing-masing kelas dan seluruh hasilnya dijumlahkan. Hasil tersebut kemudian dibagi dengan jumlah seluruh frekuensi.
Untuk menentukan median data berkelompok, terlebih dahulu dicari kelas median berdasarkan frekuensi kumulatif. Setelah itu digunakan rumus median data berkelompok dengan mempertimbangkan tepi bawah kelas median, jumlah data, frekuensi kumulatif sebelum kelas median, frekuensi kelas median, dan panjang kelas.
Untuk menentukan modus data berkelompok, dicari kelas dengan frekuensi paling besar atau kelas modus. Selanjutnya digunakan frekuensi kelas modus, frekuensi kelas sebelum dan sesudahnya untuk memperoleh nilai modus menggunakan rumus data berkelompok.
Berdasarkan analisis menggunakan RStudio terhadap data penggunaan aplikasi EcoTrack, diperoleh mean sebesar 24,6 menit, median sebesar 23 menit, dan modus sebesar 22, 23, serta 24 menit.
Nilai Q1 sebesar 21,5 menit, Q3 sebesar 25,5 menit, dan IQR sebesar 4 menit. Sementara itu, varians data sebesar 41,5429 dan standar deviasi sebesar 6,4454 menit.
Koefisien skewness Pearson sebesar 0,7447, yang menunjukkan bahwa data memiliki kemencengan positif (right-skewed). Salah satu faktor yang memengaruhi kemencengan tersebut adalah adanya nilai penggunaan sebesar 45 menit yang relatif tinggi dibandingkan sebagian besar data lainnya.