ecotrack <- c(22, 25, 19, 30, 24, 21, 45, 23, 20, 26, 24, 22, 18, 27, 23)
sort(ecotrack)
## [1] 18 19 20 21 22 22 23 23 24 24 25 26 27 30 45
mean(ecotrack)
## [1] 24.6
Mean = 24.6 Menit
median(ecotrack)
## [1] 23
Median = 23 Menit
modus <- function(x) {
u <- unique(x)
tab <- tabulate(match(x, u))
u[tab == max(tab)]
}
modus(ecotrack)
## [1] 22 24 23
Modus = 22,23,24 Menit
quantile(ecotrack, probs = c(0.25, 0.75), type = 6)
## 25% 75%
## 21 26
Q1 = 21 Menit Q3 = 26 Menit
IQR(ecotrack, type = 6)
## [1] 5
IQR = 5 Menit
Interpretasi: Dengan Q1 = 21 menit dan Q3 = 26 menit (IQR = 5 menit), separuh dari populasi tengah pengguna beraktivitas di aplikasi selama 21–26 menit. Variasi waktu yang sempit ini menandakan pola penggunaan yang cukup seragam dan konsisten.
3 * (mean(ecotrack) - median(ecotrack)) / sd(ecotrack)
## [1] 0.7447201
skewness(ecotrack)
## [1] 2.212573
Koefisien skewness Pearson yang didapat adalah +0,74. Karena hasilnya bernilai positif, artinya bentuk distribusi data ini menceng ke kanan (positively skewed).