data(iris)
head(iris)
## Sepal.Length Sepal.Width Petal.Length Petal.Width Species
## 1 5.1 3.5 1.4 0.2 setosa
## 2 4.9 3.0 1.4 0.2 setosa
## 3 4.7 3.2 1.3 0.2 setosa
## 4 4.6 3.1 1.5 0.2 setosa
## 5 5.0 3.6 1.4 0.2 setosa
## 6 5.4 3.9 1.7 0.4 setosa
#Kode data(iris) digunakan untuk memanggil dataset iris
yang sudah tersedia di R. Kemudian, head(iris) digunakan
untuk menampilkan beberapa baris pertama dari data untuk melihat isi dan
bentuk data yang digunakan.
summary(iris)
## Sepal.Length Sepal.Width Petal.Length Petal.Width
## Min. :4.300 Min. :2.000 Min. :1.000 Min. :0.100
## 1st Qu.:5.100 1st Qu.:2.800 1st Qu.:1.600 1st Qu.:0.300
## Median :5.800 Median :3.000 Median :4.350 Median :1.300
## Mean :5.843 Mean :3.057 Mean :3.758 Mean :1.199
## 3rd Qu.:6.400 3rd Qu.:3.300 3rd Qu.:5.100 3rd Qu.:1.800
## Max. :7.900 Max. :4.400 Max. :6.900 Max. :2.500
## Species
## setosa :50
## versicolor:50
## virginica :50
##
##
##
#Berdasarkan hasil statistik deskriptif, dataset iris memiliki 150 data yang terbagi menjadi tiga spesies, yaitu setosa, versicolor, dan virginica, dengan masing-masing sebanyak 50 data. Nilai rata-rata Sepal.Length adalah 5,843, Sepal.Width sebesar 3,057, Petal.Length sebesar 3,758, dan Petal.Width sebesar 1,199. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa setiap variabel memiliki nilai yang berbeda-beda, dengan rentang nilai yang cukup beragam. Data ini selanjutnya dapat digunakan untuk melakukan analisis lebih lanjut, seperti analisis MANOVA.
hasil_manova <- manova( cbind(Sepal.Length, Sepal.Width, Petal.Length, Petal.Width) ~ Species, data = iris )
summary(hasil_manova, test = "Pillai")
## Df Pillai approx F num Df den Df Pr(>F)
## Species 2 1.1919 53.466 8 290 < 2.2e-16 ***
## Residuals 147
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
#Berdasarkan hasil uji MANOVA dengan statistik Pillai, diperoleh nilai Pillai sebesar 1,1919 dengan p-value < 2,2 × 10⁻¹⁶. Karena p-value lebih kecil dari 0,05, maka terdapat perbedaan yang signifikan pada variabel Sepal.Length, Sepal.Width, Petal.Length, dan Petal.Width secara bersama-sama berdasarkan spesies bunga iris. Artinya, jenis spesies memiliki hubungan dengan perbedaan karakteristik pengukuran bunga iris secara simultan.