BAB 2

FUNGSI DASAR DALAM R

1. Menyimpan Data dalam Variabel dengan Fungsi c()

Dalam R, fungsi c() digunakan untuk menggabungkan satu nilai data dengan nilai data lainnya. Sebagai contoh, diberikan data 10, 20, 40, 15, dan 40 yang akan disimpan dalam variabel bernama simpan.

simpan = c(10, 20, 40, 15, 40)

Untuk menampilkan data yang telah disimpan dalam variabel simpan, digunakan perintah berikut.

simpan
## [1] 10 20 40 15 40

2. Mengakses Data dengan [ ]

Data yang tersimpan dalam sebuah variabel dapat diakses berdasarkan posisi atau indeksnya. Misalnya, untuk menampilkan nilai pada posisi ke-3 dari variabel simpan, digunakan perintah berikut.

simpan[3]
## [1] 40

Untuk menampilkan nilai pada posisi ke-4, digunakan perintah berikut.

simpan[4]
## [1] 15

Untuk menampilkan nilai pada posisi ke-1, ke-3, dan ke-4, digunakan c() di dalam tanda [ ].

simpan[c(1,3,4)]
## [1] 10 40 15

Selain itu, data pada beberapa posisi yang berurutan dapat diakses menggunakan tanda :. Berikut digunakan untuk menampilkan data pada posisi ke-2 sampai ke-4.

simpan[2:4]
## [1] 20 40 15

3. Mengubah Nilai Data

Nilai data yang tersimpan dalam variabel dapat diubah berdasarkan posisi atau indeksnya. Pada contoh berikut, nilai pada posisi ke-3 yang semula 40 diubah menjadi 100.

simpan[3] = 100
simpan
## [1]  10  20 100  15  40

Selanjutnya, nilai pada posisi ke-4 yang semula 15 diubah menjadi 10000.

simpan[4] = 10000
simpan
## [1]    10    20   100 10000    40

4. Menghapus Nilai Data

Misalkan sebuah variabel bernama NILAI menyimpan lima nilai, yaitu 10, 40, 45, 30, dan 80.

NILAI = c(10, 40, 45, 30, 80)
NILAI
## [1] 10 40 45 30 80

Nilai 45 berada pada posisi atau indeks ke-3. Untuk menghapus nilai tersebut, digunakan tanda negatif pada indeks.

NILAI = NILAI[-3]
NILAI
## [1] 10 40 30 80

Selanjutnya, nilai 80 berada pada posisi ke-4 dari data yang tersisa. Nilai tersebut dapat dihapus dengan perintah berikut.

NILAI = NILAI[-4]
NILAI
## [1] 10 40 30

Untuk menghapus nilai pada posisi pertama dan ketiga secara bersamaan, digunakan kode berikut.

NILAI = NILAI[c(-1,-3)]
NILAI
## [1] 40

5. Penggunaan Operator > (Lebih Besar Dari)

Operator > digunakan untuk memilih atau menampilkan nilai yang lebih besar dari suatu nilai tertentu.

Misalkan variabel NILAI menyimpan data 100, 95, 70, 80, 25, 60, 80, 60, 55, dan 90.

NILAI = c(100, 95, 70, 80, 25, 60, 80, 60, 55, 90)

Untuk menampilkan nilai yang lebih besar dari 80, digunakan perintah berikut.

NILAI[NILAI > 80]
## [1] 100  95  90

6. Penggunaan Operator < (Lebih Kecil Dari)

Operator < digunakan untuk memilih atau menampilkan nilai yang lebih kecil dari suatu nilai tertentu.

Dengan data NILAI yang sama, untuk menampilkan nilai yang lebih kecil dari 70 digunakan perintah berikut.

NILAI[NILAI < 70]
## [1] 25 60 60 55

7. Penggunaan Operator & (Dan)

Operator & digunakan untuk menggabungkan dua kondisi yang harus dipenuhi secara bersamaan.

Misalkan akan ditampilkan nilai NILAI yang lebih besar dari 60 dan lebih kecil dari 80.

NILAI[NILAI > 60 & NILAI < 80]
## [1] 70

8. Penggunaan Operator | (Atau)

Operator | digunakan untuk menggabungkan dua kondisi yang salah satunya dapat terpenuhi.

Misalkan akan ditampilkan nilai NILAI yang lebih besar dari 80 atau lebih kecil dari 30.

NILAI[NILAI > 80 | NILAI < 30]
## [1] 100  95  25  90

9. Penggunaan Operator < dan > Lebih Lanjut

Operator < dapat digunakan untuk menghapus atau mempertahankan data berdasarkan suatu batas nilai.

Misalkan nilai-nilai yang lebih besar atau sama dengan 75 akan dihapus dari variabel NILAI. Dengan demikian, nilai yang tersisa adalah nilai yang lebih kecil dari 75.

NILAI = c(100, 95, 70, 80, 25, 60, 80, 60, 55, 90)
NILAI = NILAI[NILAI < 75]
NILAI
## [1] 70 25 60 60 55

Operator > juga dapat digunakan untuk mempertahankan nilai yang lebih besar dari suatu batas tertentu.

Misalkan nilai-nilai yang lebih kecil atau sama dengan 90 akan dihapus, sehingga nilai yang tersisa adalah 100 dan 95.

NILAI = c(100, 95, 70, 80, 25, 60, 80, 60, 55, 90)
NILAI = NILAI[NILAI > 90]
NILAI
## [1] 100  95

10. Contoh Sederhana Bahasa Pemrograman R dengan Function, For, dan If

Misalkan variabel NILAI menyimpan 10 nilai. Setiap nilai yang lebih kecil dari 65 akan ditambah dengan 10.

Kode berikut menggunakan function, for, dan if.

fungsi = function(x)
{
  for(i in 1:length(x))
  {
    if(x[i] < 65)
    {
      x[i] = x[i] + 10;
    }
    print(x[i])
  }
}

A = c(100, 95, 70, 80, 25, 60, 80, 60, 55, 90)
fungsi(A)
## [1] 100
## [1] 95
## [1] 70
## [1] 80
## [1] 35
## [1] 70
## [1] 80
## [1] 70
## [1] 65
## [1] 90

11. Jenis Data R

Dalam R terdapat beberapa jenis data, yaitu:

  • Numeric atau angka
  • Character atau karakter
  • Logical atau logika
  • Function atau fungsi

11.1 Numeric

Data yang berupa angka merupakan data berjenis numeric. Sebagai contoh, angka 1000 merupakan data numeric.

mode(1000)
## [1] "numeric"

11.2 Character

Data yang berupa karakter diapit dengan tanda petik ganda. Contohnya adalah "HALO".

mode("HALO")
## [1] "character"

11.3 Logical

Data yang berjenis logika terdiri dari dua nilai, yaitu T atau F. T merupakan singkatan dari True, sedangkan F merupakan singkatan dari False.

Misalkan sebuah variabel bernama d menyimpan data logika F.

d = (F)
mode(d)
## [1] "logical"

11.4 Function

Data yang berjenis fungsi mempunyai ciri menggunakan kata function. Berikut merupakan contoh fungsi kuadrat.

kuadrat = function(x)
{
  print(x*x);
}

A = c(4)
kuadrat(A)
## [1] 16
mode(kuadrat)
## [1] "function"

12. Operator Matematika

R menyediakan beberapa operator matematika, yaitu penjumlahan +, pengurangan -, perkalian *, pembagian /, pangkat ^, dan sisa pembagian %%.

Penjumlahan

Contoh berikut menggunakan dua variabel A dan B.

A = c(1,2,3)
B = c(4,5,6)
C = A+B
C
## [1] 5 7 9

Contoh penjumlahan lainnya adalah menambahkan nilai 2 ke setiap nilai dalam A.

A = c(1,2,3)
B = 2+A
B
## [1] 3 4 5

Pengurangan

Operator pengurangan digunakan untuk mengurangi nilai-nilai dalam dua variabel.

A = c(2,4,6)
B = c(1,3,5)
B-A
## [1] -1 -1 -1

Perkalian

Operator perkalian dapat digunakan dengan mengalikan data dengan suatu nilai.

A = c(4,8,12)
A*0.5
## [1] 2 4 6

Pembagian

Operator pembagian digunakan untuk membagi nilai dalam satu variabel dengan nilai dalam variabel lainnya.

A = c(4,8,12)
B = c(2,2,2)
A/B
## [1] 2 4 6

Pangkat

Operator ^ digunakan untuk perpangkatan.

A = c(3,6,1)
B = c(2,2,0)
A^B
## [1]  9 36  1

Sisa Pembagian

Operator %% digunakan untuk mendapatkan sisa hasil pembagian.

A = c(5,2,7)
B = c(3,2,6)
C = A%%B
C
## [1] 2 0 1

13. Fungsi length()

Fungsi length() digunakan untuk mengetahui jumlah elemen yang tersimpan atau terkandung dalam sebuah variabel.

Misalkan variabel A menyimpan nilai 100, 70, 80, 55, 80, 70, dan 80.

A = c(100,70,80,55,80,70,80)
length(A)
## [1] 7

14. Fungsi sort()

Fungsi sort() digunakan untuk mengurutkan data.

Misalkan variabel A menyimpan nilai 70, 80, 50, 25, 100, dan 60.

A = c(70,80,50,25,100,60)
sort(A)
## [1]  25  50  60  70  80 100

15. Fungsi diff()

Fungsi diff() digunakan untuk menghitung selisih antara nilai yang berurutan.

Misalkan diberikan data 100, 50, 70, 80, dan 60. Selisihnya adalah:

  • 50 - 100 = -50
  • 70 - 50 = 20
  • 80 - 70 = 10
  • 60 - 80 = -20

Kode R yang digunakan adalah sebagai berikut.

A = c(100,50,70,80,60)
diff(A)
## [1] -50  20  10 -20

16. Fungsi sum()

Fungsi sum() digunakan untuk menjumlahkan seluruh nilai data.

Misalkan variabel A menyimpan nilai 50, 60, 70, dan 80.

A = c(50,60,70,80)
sum(A)
## [1] 260

17. Fungsi sqrt()

Fungsi sqrt() digunakan untuk menghitung nilai akar pangkat dua dari suatu bilangan.

Sebagai contoh, akar pangkat dua dari 81 adalah 9.

sqrt(81)
## [1] 9

18. Fungsi max() dan min()

Fungsi max() digunakan untuk menentukan nilai maksimum dalam suatu data.

Misalkan diberikan data 10, 25, 90, 75, 95, dan 57.

A = c(10,25,90,75,95,57)
max(A)
## [1] 95

Fungsi min() digunakan untuk menentukan nilai minimum dalam suatu data.

A = c(10,25,90,75,95,57)
min(A)
## [1] 10

19. Fungsi exp()

exp merupakan singkatan dari exponential atau eksponensial. Nilai eksponensial adalah 2,71828182845…

Contoh penggunaan fungsi exp() dalam R adalah sebagai berikut.

exp(1)
## [1] 2.718282
exp(2)
## [1] 7.389056

20. Fungsi pi atau π

Pi atau π mempunyai nilai sekitar 3,141593.

Nilai pi dapat ditampilkan menggunakan perintah berikut.

pi
## [1] 3.141593

21. Fungsi options()

Fungsi options() dapat digunakan untuk mengatur jumlah digit angka yang ditampilkan.

Misalkan hanya ingin ditampilkan 3 digit angka dari nilai pi.

options(digits=3)
pi
## [1] 3.14

22. Fungsi seq()

Fungsi seq() dapat digunakan untuk menampilkan urutan nilai.

Misalkan ingin ditampilkan nilai dari 1 sampai 10.

seq(from=1, to=10)
##  [1]  1  2  3  4  5  6  7  8  9 10

Misalkan ingin ditampilkan 4 buah nilai, dimulai dari 2, kemudian 2.5, 3, dan 3.5, dengan jarak 0.5.

seq(from=2, by=0.5, length.out=4)
## [1] 2.0 2.5 3.0 3.5

Contoh berikut digunakan untuk menampilkan nilai-nilai dengan jarak 3, dimulai dari angka 2 sampai 30. Nilai yang dihasilkan adalah 2, 5, 8, 11, 14, 17, 20, 23, 26, dan 29.

panggil = function(x,y,z)
{
  a = x;
  print(a);
  for(i in x:z)
  {
    a = a+y;
    if(a>z)
    {
      break;
    }
    print(a);
  }
}

panggil(2,3,30)
## [1] 2
## [1] 5
## [1] 8
## [1] 11
## [1] 14
## [1] 17
## [1] 20
## [1] 23
## [1] 26
## [1] 29

23. Fungsi table()

Fungsi table() digunakan untuk menyajikan data dalam bentuk tabel.

Misalkan variabel A menyimpan data berikut.

A = c(10, 10, 30, 10, 30, 10, 10, 40, 40, 70, 90, 70, 80, 60, 60, 90)
table(A)
## A
## 10 30 40 60 70 80 90 
##  5  2  2  2  2  1  2

Penyajian data juga dapat dilakukan dengan menampilkan informasi proporsi.

A = c(10, 10, 30, 10, 30, 10, 10, 40, 40, 70, 90, 70, 80, 60, 60, 90)
table(A)/length(A)
## A
##     10     30     40     60     70     80     90 
## 0.3125 0.1250 0.1250 0.1250 0.1250 0.0625 0.1250

Sebagai contoh lain, terdapat survei terhadap 10 orang untuk melihat apakah seseorang terkena insomnia atau tidak. Data yang diperoleh adalah ya, tidak, ya, ya, ya, ya, tidak, ya, tidak, ya.

hasil = c("ya", "tidak", "ya", "ya", "ya", "ya", "tidak", "ya", "tidak", "ya")
table(hasil)
## hasil
## tidak    ya 
##     3     7

Data tersebut juga dapat disajikan dalam bentuk proporsi.

hasil = c("ya", "tidak", "ya", "ya", "ya", "ya", "tidak", "ya", "tidak", "ya")
table(hasil)/length(hasil)
## hasil
## tidak    ya 
##   0.3   0.7

24. Fungsi factor()

Fungsi factor() digunakan untuk mengetahui keragaman level atau faktor dalam suatu data.

Misalkan diberikan data ikan dan udang.

A = c("ikan", "ikan", "udang", "ikan", "udang", "ikan", "ikan", "udang")
factor(A)
## [1] ikan  ikan  udang ikan  udang ikan  ikan  udang
## Levels: ikan udang

Berdasarkan data tersebut terdapat dua faktor, yaitu ikan dan udang.

Contoh berikutnya menggunakan data sarjana, diploma, dan pengangguran.

A = c("sarjana", "diploma", "sarjana", "pengangguran", "sarjana", "diploma",
      "diploma", "pengangguran")
factor(A)
## [1] sarjana      diploma      sarjana      pengangguran sarjana     
## [6] diploma      diploma      pengangguran
## Levels: diploma pengangguran sarjana

Berdasarkan data tersebut terdapat tiga faktor, yaitu sarjana, diploma, dan pengangguran.


25. Fungsi barplot()

Fungsi barplot() digunakan untuk menyajikan data dalam bentuk diagram batang.

Misalkan variabel A menyimpan data 10, 10, 10, 10, 20, 20, 30, 30, 30, 30, 30, dan 30.

A = c(10, 10, 10, 10, 20, 20, 30, 30, 30, 30, 30, 30)
barplot(table(A))

Pada data tersebut, nilai 10 mempunyai frekuensi 4, nilai 20 mempunyai frekuensi 2, dan nilai 30 mempunyai frekuensi 6.

Grafik batang juga dapat disajikan dalam bentuk proporsi.

A = c(10, 10, 10, 10, 20, 20, 30, 30, 30, 30, 30, 30)
barplot(table(A)/length(A))


26. Fungsi plot()

Fungsi plot() dapat digunakan untuk memplot data.

Misalkan variabel A menyimpan data 10, 10, 10, 10, 10, 20, 20, 20, 30, 30, dan 40. Fungsi table() digunakan terlebih dahulu untuk mengetahui frekuensi masing-masing nilai.

A = c(10,10,10,10,10,20,20,20,30,30,40)
table(A)
## A
## 10 20 30 40 
##  5  3  2  1

Berdasarkan data tersebut, nilai 10 muncul sebanyak 5, nilai 20 sebanyak 3, nilai 30 sebanyak 2, dan nilai 40 sebanyak 1.

Untuk memplot nilai dan frekuensi, digunakan kode berikut.

nilai = c(10,20,30,40)
frekuensi = c(5,3,2,1)
plot(nilai,frekuensi)

Sebagai alternatif, data juga dapat diplot secara langsung menggunakan plot(table(A)).

A = c(10,10,10,10,10,20,20,20,30,30,40)
plot(table(A))

Selesai