# Membaca data dari file
data <- read.table(file.choose(), header = TRUE, sep = "\t")
data
## Kabupaten.Kota Pertanian Industri Jasa Jumlah
## 1 Paser 131 6 7 144
## 2 Kutai Barat 163 14 17 194
## 3 Kutai Kartanegara 179 42 22 243
## 4 Kutai Timur 133 15 4 152
## 5 Berau 90 11 9 110
## 6 Penajam Paser Utara 44 1 9 54
## 7 Mahakam Ulu 50 0 0 50
## 8 Balikpapan 0 1 33 34
## 9 Samarinda 7 4 48 59
## 10 Bontang 3 4 8 15
# Sektor Pertanian
cat("Pertanian terbanyak:", data$Kabupaten.Kota
[which.max(data$Pertanian)], "dengan nilai",
max(data$Pertanian), "\n")
## Pertanian terbanyak: Kutai Kartanegara dengan nilai 179
cat("Pertanian tersedikit:", data$Kabupaten.Kota[which.min(data$Pertanian)], "dengan nilai", min(data$Pertanian), "\n\n")
## Pertanian tersedikit: Balikpapan dengan nilai 0
# Sektor Industri
cat("Industri terbanyak:", data$Kabupaten.Kota[which.max(data$Industri)], "dengan nilai", max(data$Industri), "\n")
## Industri terbanyak: Kutai Kartanegara dengan nilai 42
cat("Industri tersedikit:", data$Kabupaten.Kota[which.min(data$Industri)], "dengan nilai", min(data$Industri), "\n\n")
## Industri tersedikit: Mahakam Ulu dengan nilai 0
# Sektor Jasa
cat("Jasa terbanyak:", data$Kabupaten.Kota[which.max(data$Jasa)], "dengan nilai", max(data$Jasa), "\n")
## Jasa terbanyak: Samarinda dengan nilai 48
cat("Jasa tersedikit:", data$Kabupaten.Kota[which.min(data$Jasa)], "dengan nilai", min(data$Jasa), "\n")
## Jasa tersedikit: Mahakam Ulu dengan nilai 0
# Diagram Batang
sumber_penghasilan <- c(
Pertanian = sum(data$Pertanian),
Industri = sum(data$Industri),
Jasa = sum(data$Jasa)
)
bp <- barplot(
sumber_penghasilan,
main = "Sumber Penghasilan Utama Desa/Kelurahan\nProvinsi Kalimantan Timur, 2025",
xlab = "Sumber Penghasilan",
ylab = "Jumlah Desa/Kelurahan",
col = c("steelblue", "orange", "seagreen"),
border = "white",
ylim = c(0, 900),
las = 1
)
text(
x = bp,
y = sumber_penghasilan,
labels = sumber_penghasilan,
pos = 3,
cex = 1,
font = 1.5
)
