set.seed(123)
y = rpois(n=10, lambda=4)
print(y)
## [1] 3 6 3 6 7 1 4 7 4 4
set.seed(2)
y = rpois(n=10, lambda=4)
print(y)
## [1] 2 5 4 2 7 7 2 6 4 4
set.seed(0123)
y = rpois(n=10, lambda=4)
print(y)
## [1] 3 6 3 6 7 1 4 7 4 4
z=rbinom(n=10,size=1,prob=0.7)
print(z)
## [1] 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0
z=rbinom(n=10,size=1,prob=0.5)
print(z)
## [1] 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0
z=rbinom(n=10,size=1,prob=0.3)
print(z)
## [1] 1 1 0 1 0 0 1 0 0 0
# Parameter distribusi Bernoulli
p <- 0.6
# Nilai X
x <- c(0, 1)
# Probabilitas
prob <- c(1-p, p)
# Membuat diagram batang
barplot(prob,
names.arg = x,
main = "Diagram Distribusi Bernoulli",
xlab = "Nilai X",
ylab = "Probabilitas",
ylim = c(0, 1))

p <- 0.6
x <- c(0, 1)
prob <- c(1-p, p)
bar <- barplot(prob,
names.arg = x,
main = "Diagram Distribusi Bernoulli",
xlab = "Nilai X",
ylab = "Probabilitas",
ylim = c(0, 1))
text(bar, prob, labels = prob, pos = 3)

# Data kategori
kategori <- c("A", "B", "C", "D")
# Probabilitas masing-masing kategori
probabilitas <- c(0.2, 0.3, 0.25, 0.25)
# Membuat diagram lingkaran
pie(probabilitas,
labels = paste(kategori, probabilitas),
main = "Diagram Distribusi Multinomial",
col = c("skyblue", "pink", "lightgreen", "orange"))

kategori <- c("A", "B", "C", "D")
probabilitas <- c(0.2, 0.3, 0.25, 0.25)
persen <- paste0(probabilitas * 100, "%")
pie(probabilitas,
labels = paste(kategori, persen),
main = "Diagram Distribusi Multinomial",
col = c("skyblue", "pink", "lightgreen", "orange"))

kategori <- c("A", "B", "C", "D")
probabilitas <- c(0.2, 0.3, 0.25, 0.25)
batang <- barplot(probabilitas,
names.arg = kategori,
main = "Diagram Distribusi Multinomial",
xlab = "Kategori",
ylab = "Probabilitas",
col = c("skyblue", "pink", "lightgreen", "orange"),
ylim = c(0, 0.4))
text(batang,
probabilitas,
labels = probabilitas,
pos = 3)

# Data tingkat pendidikan
pendidikan <- c("SD", "SMP", "SMA", "PT")
jumlah <- c(15, 20, 40, 25)
# Menghitung probabilitas
prob <- jumlah / sum(jumlah)
# Diagram batang
batang <- barplot(prob,
names.arg = pendidikan,
main = "Distribusi Penduduk Berdasarkan Pendidikan",
xlab = "Tingkat Pendidikan",
ylab = "Probabilitas",
col = c("skyblue", "pink", "lightgreen", "orange"),
ylim = c(0, 0.5))
# Menampilkan nilai probabilitas
text(batang, prob,
labels = prob,
pos = 3)

# Data tingkat pendidikan
pendidikan <- c("SD", "SMP", "SMA", "PT")
jumlah <- c(15, 20, 40, 25)
# Membuat 2 diagram
par(mfrow = c(1, 2))
# Diagram batang
barplot(jumlah,
names.arg = pendidikan,
main = "Tingkat Pendidikan",
xlab = "Pendidikan",
ylab = "Jumlah Orang",
col = c("skyblue", "pink", "lightgreen", "orange"))
# Diagram lingkaran
pie(jumlah,
labels = paste(pendidikan, jumlah, "orang"),
main = "Tingkat Pendidikan",
col = c("skyblue", "pink", "lightgreen", "orange"))

# Mengembalikan tampilan
par(mfrow = c(1, 1))
# Data tingkat pekerjaan
pekerjaan <- c("Pelajar", "Karyawan", "Wiraswasta", "PNS", "Tidak Bekerja")
jumlah <- c(20, 30, 25, 15, 10)
# Membuat 2 diagram
par(mfrow = c(1, 2))
# Diagram batang
barplot(jumlah,
names.arg = pekerjaan,
main = "Tingkat Pekerjaan",
xlab = "Pekerjaan",
ylab = "Jumlah Orang",
col = c("skyblue", "pink", "lightgreen", "orange", "plum"))
# Diagram lingkaran
pie(jumlah,
labels = paste(pekerjaan, jumlah, "orang"),
main = "Tingkat Pekerjaan",
col = c("skyblue", "pink", "lightgreen", "orange", "plum"))

# Mengembalikan tampilan
par(mfrow = c(1, 1))
# Data tingkat pekerjaan
pekerjaan <- c("Pelajar", "Karyawan", "Wiraswasta", "PNS", "Tidak Bekerja")
jumlah <- c(20, 30, 25, 15, 10)
# Menampilkan diagram batang dan lingkaran
par(mfrow = c(1, 2))
# Diagram batang: jumlah orang
barplot(jumlah,
names.arg = pekerjaan,
main = "Jumlah Orang Berdasarkan Pekerjaan",
xlab = "Jenis Pekerjaan",
ylab = "Jumlah Orang",
col = c("skyblue", "pink", "lightgreen", "orange", "plum"))
# Diagram lingkaran: jenis pekerjaan
pie(jumlah,
labels = pekerjaan,
main = "Jenis Pekerjaan",
col = c("skyblue", "pink", "lightgreen", "orange", "plum"))

# Mengembalikan tampilan
par(mfrow = c(1, 1))
# Data
pendidikan <- c(15, 20, 40, 25)
pekerjaan <- c(20, 30, 25, 15)
# Menggabungkan data
data <- rbind(pendidikan, pekerjaan)
# Diagram batang
barplot(data,
beside = FALSE,
col = c("skyblue", "orange"),
names.arg = c("Kategori 1", "Kategori 2", "Kategori 3", "Kategori 4"),
main = "Distribusi Pendidikan dan Pekerjaan",
xlab = "Kategori",
ylab = "Jumlah Orang")
# Keterangan warna
legend("topright",
legend = c("Tingkat Pendidikan", "Jenis Pekerjaan"),
fill = c("skyblue", "orange"))

# Data 20 orang
pendidikan <- c("SMP", "SMA", "SMA", "SD", "SMA",
"PT", "SMP", "SMA", "PT", "SMA",
"SMP", "SMA", "PT", "SD", "SMA",
"PT", "SMP", "SMA", "PT", "SMA")
pekerjaan <- c("Wirausaha", "Karyawan", "Wirausaha", "Petani", "Karyawan",
"PNS", "Wirausaha", "Karyawan", "Karyawan", "Wirausaha",
"Petani", "Karyawan", "PNS", "Petani", "Wirausaha",
"Karyawan", "Wirausaha", "Karyawan", "PNS", "Wirausaha")
# Menghitung jumlah masing-masing kategori
jumlah_pendidikan <- table(pendidikan)
jumlah_pekerjaan <- table(pekerjaan)
# Diagram batang
par(mfrow = c(1, 2))
barplot(jumlah_pendidikan,
main = "Tingkat Pendidikan",
xlab = "Pendidikan",
ylab = "Jumlah Orang",
col = "skyblue")
barplot(jumlah_pekerjaan,
main = "Jenis Pekerjaan",
xlab = "Pekerjaan",
ylab = "Jumlah Orang",
col = "orange")

par(mfrow = c(1, 1))
# Data jumlah orang berdasarkan pendidikan dan pekerjaan
data <- matrix(c(
2, 3, 1, 0, # SD
3, 4, 3, 0, # SMP
2, 5, 8, 2, # SMA
0, 3, 5, 7 # PT
), nrow = 4, byrow = TRUE)
# Nama baris dan kolom
rownames(data) <- c("SD", "SMP", "SMA", "PT")
colnames(data) <- c("Pelajar", "Wirausaha", "Karyawan", "PNS")
# Diagram batang bertumpuk
barplot(t(data),
beside = FALSE,
col = c("skyblue", "orange", "lightgreen", "pink"),
main = "Tingkat Pendidikan Berdasarkan Pekerjaan",
xlab = "Tingkat Pendidikan",
ylab = "Jumlah Orang")
# Keterangan warna
legend("topleft",
legend = colnames(data),
fill = c("skyblue", "orange", "lightgreen", "pink"))

# Data jumlah orang berdasarkan tingkat pendidikan dan pekerjaan
data <- matrix(c(
4, 1, # SD
3, 2, # SMP
2, 3, # SMA
1, 4 # PT
), nrow = 4, byrow = TRUE)
# Nama tingkat pendidikan
rownames(data) <- c("SD", "SMP", "SMA", "PT")
# Nama pekerjaan
colnames(data) <- c("Petani", "Wirausaha")
# Membuat diagram batang
barplot(
t(data),
beside = FALSE,
col = c("skyblue", "orange"),
names.arg = c("SD", "SMP", "SMA", "PT"),
xlab = "Tingkat Pendidikan",
ylab = "Jumlah Orang",
main = "Tingkat Pendidikan dan Jenis Pekerjaan"
)
# Keterangan warna
legend(
"topright",
legend = c("Petani", "Wirausaha"),
fill = c("skyblue", "orange")
)

# Data jumlah orang berdasarkan tingkat pendidikan dan pekerjaan
data <- matrix(c(
15, 8, 5, 2, # SD
10, 12, 8, 5, # SMP
5, 12, 15, 10, # SMA
2, 6, 10, 10 # PT
), nrow = 4, byrow = TRUE)
# Memberikan nama tingkat pendidikan
rownames(data) <- c("SD", "SMP", "SMA", "PT")
# Memberikan nama jenis pekerjaan
colnames(data) <- c("Petani", "Wirausaha", "Karyawan", "PNS")
# Melihat tabel data
data
## Petani Wirausaha Karyawan PNS
## SD 15 8 5 2
## SMP 10 12 8 5
## SMA 5 12 15 10
## PT 2 6 10 10
# Membuat diagram batang
barplot(
t(data),
beside = FALSE,
col = c("skyblue", "orange", "lightgreen", "pink"),
names.arg = c("SD", "SMP", "SMA", "PT"),
xlab = "Tingkat Pendidikan",
ylab = "Jumlah Orang",
main = "Distribusi Pekerjaan Berdasarkan Tingkat Pendidikan"
)
# Menambahkan legenda
legend(
"topright",
legend = colnames(data),
fill = c("skyblue", "orange", "lightgreen", "pink")
)

# Data jumlah orang
data <- matrix(c(
15, 8, 5, 2, # SD
10, 12, 8, 5, # SMP
5, 12, 15, 10, # SMA
2, 6, 10, 10 # PT
), nrow = 4, byrow = TRUE)
# Nama tingkat pendidikan
rownames(data) <- c("SD", "SMP", "SMA", "PT")
# Nama pekerjaan
colnames(data) <- c("Petani", "Wirausaha", "Karyawan", "PNS")
# Melihat data
data
## Petani Wirausaha Karyawan PNS
## SD 15 8 5 2
## SMP 10 12 8 5
## SMA 5 12 15 10
## PT 2 6 10 10
# Diagram batang berjejer
barplot(
t(data),
beside = TRUE,
col = c("skyblue", "orange", "lightgreen", "pink"),
names.arg = c("SD", "SMP", "SMA", "PT"),
xlab = "Tingkat Pendidikan",
ylab = "Jumlah Orang",
main = "Distribusi Pekerjaan Berdasarkan Tingkat Pendidikan",
ylim = c(0, 20)
)
# Legenda
legend(
"topright",
legend = colnames(data),
fill = c("skyblue", "orange", "lightgreen", "pink")
)

# Data jumlah orang berdasarkan tingkat pendidikan dan pekerjaan
data <- matrix(c(
12, 5, 2, 1, # SD
8, 6, 4, 2, # SMP
4, 6, 7, 3, # SMA
1, 4, 7, 8 # PT
),
nrow = 4,
byrow = TRUE)
# Nama tingkat pendidikan
rownames(data) <- c("SD", "SMP", "SMA", "PT")
# Nama jenis pekerjaan
colnames(data) <- c(
"Petani",
"Wirausaha",
"Karyawan",
"PNS"
)
# Menampilkan tabel data
data
## Petani Wirausaha Karyawan PNS
## SD 12 5 2 1
## SMP 8 6 4 2
## SMA 4 6 7 3
## PT 1 4 7 8
# Membuat diagram batang berjejer
barplot(
t(data),
beside = TRUE,
col = c(
"skyblue",
"orange",
"lightgreen",
"pink"
),
names.arg = c("SD", "SMP", "SMA", "PT"),
xlab = "Tingkat Pendidikan",
ylab = "Jumlah Orang",
main = "Distribusi Jenis Pekerjaan Berdasarkan Tingkat Pendidikan",
ylim = c(0, 14)
)
# Menambahkan legenda
legend(
"topright",
legend = colnames(data),
fill = c(
"skyblue",
"orange",
"lightgreen",
"pink"
)
)

# Data jumlah orang
data <- matrix(c(
12, 5, 2, 1, # SD
8, 6, 4, 2, # SMP
4, 6, 7, 3, # SMA
1, 4, 7, 8 # PT
), nrow = 4, byrow = TRUE)
# Nama tingkat pendidikan
rownames(data) <- c("SD", "SMP", "SMA", "PT")
# Nama pekerjaan
colnames(data) <- c("Petani", "Wirausaha", "Karyawan", "PNS")
# Membuat diagram batang berjejer
posisi <- barplot(
t(data),
beside = TRUE,
col = c("skyblue", "orange", "lightgreen", "pink"),
names.arg = c("SD", "SMP", "SMA", "PT"),
xlab = "Tingkat Pendidikan",
ylab = "Jumlah Orang",
main = "Distribusi Pekerjaan Berdasarkan Tingkat Pendidikan",
ylim = c(0, 14)
)
# Menampilkan angka di dalam batang
text(
x = posisi,
y = t(data) / 2,
labels = t(data),
cex = 0.9
)
# Menambahkan legenda
legend(
"topright",
legend = colnames(data),
fill = c("skyblue", "orange", "lightgreen", "pink")
)
