---
title: "Rancangan Acak Lengkap (RAL)_Tugas Praktikum"
author: "Nurhalimah"
date: "2026-09-28"
date-format: "D MMMM YYYY"
format:
html:
theme: flatly # Pilihan lain: cosmo, spacelab, cerulean
highlight-style: nord
toc: true
toc-depth: 4
toc-location: left # Daftar isi diletakkan di panel kiri
toc-title: "Daftar Isi"
number-sections: false
code-fold: show # Tombol sembunyikan/tampilkan kode
code-tools: true # Menu utilitas kode di sudut kanan atas
code-copy: hover # Ikon salin kode otomatis saat mouse diarahkan
df-print: paged
embed-resources: true
execute:
warning: false
message: false
---
```{=html}
<style>
/* Latar kotak kode abu-abu gelap kebiruan (slate) yang teduh */
div.sourceCode, pre.sourceCode {
background-color: #2e3440 !important;
border: 1px solid #3b4252 !important;
border-left: 4px solid #88c0d0 !important;
border-radius: 6px !important;
}
/* Warna teks kode lebih redup/krem */
div.sourceCode code, pre.sourceCode code {
color: #d8dee9 !important;
}
/* Warna teks komentar (# ...) menjadi abu-abu kalem */
span.co {
color: #616e88 !important;
font-style: italic;
}
/* Latar hasil keluaran R (stdout) */
.cell-output-stdout pre {
background-color: #f8f9fa !important;
border: 1px solid #dee2e6 !important;
border-left: 4px solid #88c0d0 !important;
border-radius: 6px !important;
padding: 12px !important;
}
/* Khusus variabel/inline code di dalam kalimat */
code:not(pre code) {
background-color: #eef2f7 !important;
color: #c7254e !important;
padding: 2px 6px !important;
border-radius: 4px !important;
border: 1px solid #dce4ec !important;
font-size: 90% !important;
}
</style>
```
## 6.1 Studi Kasus
Menjelang pelaksanaan kegiatan pendataan, sebuah tim ingin mengevaluasi metode pelatihan yang efektif untuk meningkatkan kesiapan petugas lapangan.
Tim tersebut mempertimbangkan empat metode pelatihan:
- **Metode A**: pembelajaran melalui pemaparan materi di kelas;
- **Metode B**: pembelajaran menggunakan modul secara mandiri;
- **Metode C**: pembelajaran berbasis video dan demonstrasi;
- **Metode D**: pembelajaran melalui simulasi dan praktik langsung.
Sebanyak **20 petugas** dengan karakteristik yang dianggap relatif homogen dilibatkan dalam percobaan. Petugas kemudian dialokasikan secara acak ke dalam empat metode pelatihan, sehingga setiap metode diterapkan kepada **5 petugas**.
Setelah menyelesaikan pelatihan, setiap petugas diminta melakukan satu simulasi wawancara menggunakan kuesioner dan prosedur yang sama. Kondisi pelaksanaan simulasi dibuat relatif seragam untuk seluruh petugas.
Respons yang diamati adalah **waktu yang diperlukan setiap petugas untuk menyelesaikan simulasi wawancara**, dalam satuan menit.
Diperoleh data sebagai berikut:
| Ulangan | Metode A | Metode B | Metode C | Metode D |
|---------|----------|----------|----------|----------|
| 1 | 42 | 38 | 35 | 31 |
| 2 | 40 | 37 | 33 | 30 |
| 3 | 43 | 39 | 34 | 32 |
| 4 | 41 | 36 | 32 | 29 |
| 5 | 44 | 38 | 35 | 31 |
Tim ingin mengetahui apakah **rataan waktu penyelesaian simulasi wawancara berbeda di antara keempat metode pelatihan tersebut**.
Gunakan taraf nyata 𝛼=0,05.
## 6.1 Pembahasan
#### #1. Identifikasi Elemen Percobaan
- **Faktor yang diteliti:** Metode pelatihan petugas lapangan.
- **Taraf dari faktor:** 4 taraf, yaitu:
- Metode A (Pemaparan materi di kelas)
- Metode B (Modul mandiri)
- Metode C (Video dan demonstrasi)
- Metode D (Simulasi dan praktik langsung)
- **Perlakuan:** Penerapan masing-masing metode pelatihan kepada petugas lapangan (Metode A, Metode B, Metode C, dan Metode D).
- **Unit percobaan:** Setiap petugas lapangan yang mengikuti pelatihan dan melakukan simulasi wawancara.
- **Variabel respons:** Waktu yang diperlukan setiap petugas untuk menyelesaikan simulasi wawancara (dalam satuan menit).
- **Jumlah ulangan:** 5 ulangan per perlakuan (r = 5).
- **Jumlah seluruh unit percobaan:** $4 \times 5 = 20$ orang petugas lapangan ($N = 20$).
#### #2. Alasan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Dapat Digunakan
- RAL sesuai digunakan karena:
1. **Homogenitas unit percobaan:** Pada studi kasus dinyatakan bahwa 20 petugas yang dilibatkan memiliki karakteristik yang dianggap **relatif homogen** sebelum perlakuan diberikan.
2. **Keseragaman kondisi lingkungan:** Kondisi pelaksanaan simulasi wawancara dibuat relatif seragam untuk seluruh petugas, sehingga tidak ada faktor gradien lingkungan atau keragaman lain yang perlu dikendalikan melalui pengelompokan (*blocking*).
3. **Pengalokasian acak penuh:** Petugas dialokasikan secara acak langsung ke dalam empat metode pelatihan tanpa pembatasan kelompok.
#### #3. **Susunan Data dalam *Long Format* di R**
```{r}
# Membuat data frame dalam format long
data_percobaan <- data.frame(
petugas = 1:20,
metode = factor(rep(c("A", "B", "C", "D"), each = 5)),
ulangan = rep(1:5, times = 4),
waktu = c(
42, 40, 43, 41, 44, # Metode A
38, 37, 39, 36, 38, # Metode B
35, 33, 34, 32, 35, # Metode C
31, 30, 32, 29, 31 # Metode D
)
)
# Memeriksa struktur data
str(data_percobaan)
head(data_percobaan, 10)
```
#### #4. Hipotesis yang Diuji
**Hipotesis Statistik:**
- $$H_0: \mu_A = \mu_B = \mu_C = \mu_D$$\
*(Tidak ada perbedaan rataan waktu penyelesaian simulasi wawancara di antara keempat metode pelatihan).*
- $$H_1: \text{Minimal ada satu pasang } (i, j) \text{ di mana } \mu_i \neq \mu_j \quad (i \neq j)$$
*(Minimal ada satu metode pelatihan yang menghasilkan rataan waktu penyelesaian simulasi wawancara yang berbeda).*
#### #5. **Analisis Ragam RAL Menggunakan `aov()` dan `summary()`**
```{r}
# Menjalankan model ANOVA RAL
model_ral <- aov(waktu ~ metode, data = data_percobaan)
# Menampilkan tabel ANOVA
summary(model_ral)
```
#### #6. Identifikasi Output R
- **Derajat bebas perlakuan (**$\text{Df}_{\text{metode}}$): $3$
- **Derajat bebas galat (**$\text{Df}_{\text{Residuals}}$): $16$
- **Jumlah kuadrat perlakuan (**$\text{Sum Sq}_{\text{metode}}$): $362{,}8$
- **Jumlah kuadrat galat (**$\text{Sum Sq}_{\text{Residuals}}$): $27{,}2$
- **Kuadrat tengah perlakuan (**$\text{Mean Sq}_{\text{metode}}$): $120{,}93$ (atau $120{,}933$)
- **Kuadrat tengah galat (**$\text{Mean Sq}_{\text{Residuals}}$): $1{,}70$
- **Nilai F-hitung:** $71{,}14$
- $p\text{-value}$: $1{,}13 \times 10^{-9}$ (atau $< 0{,}001$)
#### #7. Keputusan Pengujian dan Alasannya
- **Nilai Kritis:** $F_{\text{tabel}(0{,}05;\, 3,\, 16)} = 3{,}24$
- **Keputusan:** **Tolak** $H_0$
- **Alasan:**
- Berdasarkan F-hitung: $F_{\text{hitung}} = 71{,}14 > F_{\text{tabel}} = 3{,}24$.
- Berdasarkan $p\text{-value}$: $p\text{-value} = 1{,}13 \times 10^{-9} < \alpha = 0{,}05$.
#### #8. Interpretasi Hasil Analisis
Pada taraf nyata 5% ($\alpha = 0{,}05$), terdapat cukup bukti statistik untuk menyatakan bahwa **metode pelatihan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap rataan waktu penyelesaian simulasi wawancara petugas lapangan**.
Secara deskriptif:
- **Metode D** (simulasi & praktik langsung) menghasilkan rataan waktu tercepat ($30{,}6$ menit).
- **Metode C** menghasilkan rataan $33{,}8$ menit.
- **Metode B** menghasilkan rataan $37{,}6$ menit.
- **Metode A** (pemaparan kelas) membutuhkan waktu paling lama ($42{,}0$ menit).
#### #9. Apakah Sudah Dapat Diketahui Metode Mana yang Berbeda?
*Belum dapat dipastikan secara statistik antar-pasangan mana saja yang berbeda signifikan.*
Penjelasan:
- Uji F pada tabel ANOVA bersifat **uji simultan / uji serentak (*omnibus test*)**. Uji ini hanya menunjukkan bahwa *minimal ada satu pasang metode yang berbeda*, namun tidak memberikan informasi spesifik mengenai pasangan metode mana saja yang berbeda nyata (misalnya apakah Metode A berbeda signifikan dengan B, atau C dengan D).
- Untuk mengetahui perbandingan spesifik antar-metode, perlu dilakukan **uji perbandingan berganda / uji lanjut (*post-hoc test*)**, seperti uji Tukey HSD.
###