1. Pendahuluan & Latar Belakang

1.1 Sumber Data

Sumber data: Badan Pusat Statistik (BPS).

Judul data: Jumlah Pendidik dan Tenaga Pendidik Menurut Jenjang Pendidikan dan Jenis Kelamin, 2025.

Data yang digunakan berisi jumlah pendidik dan tenaga pendidik di Indonesia berdasarkan provinsi, jenjang pendidikan, dan jenis kelamin.

Link Data:
- Web Resmi BPS: https://www.bps.go.id/id/statistics-table/1/MjMxOCMx/jumlah-pendidik-dan-tenaga-pendidik-menurut-jenjang-pendidikan-dan-jenis-kelamin--2025.html
- File Data Excel: Data Pendidik 2025

Data terdiri dari 38 provinsi di Indonesia serta satu baris Indonesia yang merupakan total nasional. Jenjang pendidikan yang tersedia meliputi TK, KB, TPA, SPS, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB.

1.2 Review Singkat Data

Data ini menunjukkan jumlah pendidik dan tenaga pendidik berdasarkan jenjang pendidikan dan jenis kelamin pada tahun 2025.

Terdapat tiga variabel kategorik utama: - Provinsi - Kelompok Pulau / Wilayah (8 wilayah kepulauan/geografis besar) - Jenjang Pendidikan - Jenis Kelamin

Sedangkan variabel numeriknya berupa jumlah pendidik dan tenaga pendidik.

Secara nasional, terdapat 4.633.944 pendidik dan tenaga pendidik, yang terdiri dari 1.466.704 laki-laki dan 3.167.240 perempuan.

1.3 Alasan Pemilihan Data

Data ini dipilih karena memiliki kombinasi variabel kategorik dan numerik yang cukup jelas sehingga dapat digunakan untuk berbagai jenis visualisasi.

Selain itu, data ini menarik untuk melihat: 1. Perbedaan jumlah pendidik antarprovinsi dan antarpulau. 2. Perbedaan jumlah pendidik berdasarkan jenjang pendidikan. 3. Komposisi laki-laki dan perempuan pada setiap jenjang pendidikan. 4. Pola hubungan serta perbandingan tenaga pendidik laki-laki dan perempuan di setiap daerah.


2. Persiapan & Ringkasan Data

2.1 Pembersihan Data

Data asli memiliki beberapa baris header sebelum data provinsi dimulai. Oleh karena itu, bagian tersebut perlu dilewati ketika membaca file.

raw <- read.csv(
  "Jumlah Pendidik Dan Tenaga Pendidik Menurut Jenjang Pendidikan Dan Jenis Kelamin, 2025.csv.xls",
  skip = 5,
  header = FALSE,
  fileEncoding = "UTF-8-BOM"
)

# Nama kolom berdasarkan struktur data asli
jenjang <- c(
  "TK", "KB", "TPA", "SPS",
  "SD", "SMP", "SMA", "SMK", "SLB",
  "Total"
)

colnames(raw) <- c(
  "Provinsi",
  unlist(
    lapply(
      jenjang,
      function(j) paste0(j, c("_L", "_P"))
    )
  ),
  "Kosong"
)

# Hapus kolom kosong terakhir
raw$Kosong <- NULL

Mengubah Data Menjadi Numerik dan Pengelompokan Wilayah

Nilai pada file menggunakan tanda koma sebagai pemisah ribuan. Tanda tersebut dibersihkan agar dapat dihitung secara numerik. Selain itu, dilakukan pengelompokan 38 provinsi ke dalam 8 wilayah kepulauan/geografis besar (Pulau).

for (col in names(raw)[-1]) {
  raw[[col]] <- as.numeric(
    gsub(",", "", raw[[col]])
  )
}

# Hanya mengambil baris data provinsi dan Indonesia
raw <- raw[
  !is.na(raw$Total_L) &
  !is.na(raw$Provinsi) &
  raw$Provinsi != "",
]

# Pemisahan data nasional dan provinsi
total_nasional <- raw[raw$Provinsi == "Indonesia", ]
df_provinsi <- raw[raw$Provinsi != "Indonesia", ]

# Bersihkan spasi tambahan di awal/akhir nama provinsi
df_provinsi$Provinsi <- trimws(df_provinsi$Provinsi)

# Menghitung total pendidik per provinsi
df_provinsi$Total_Pendidik <- df_provinsi$Total_L + df_provinsi$Total_P

# Menambahkan variabel kategorik Kelompok Pulau dengan memisahkan Bali dan Nusa Tenggara
df_provinsi <- df_provinsi %>%
  mutate(Pulau = case_when(
    grepl("Aceh|Sumat|Riau|Jambi|Bengkulu|Lampung|Bangka", Provinsi, ignore.case = TRUE) ~ "Sumatra",
    grepl("Jakarta|Jawa|Yogyakarta|Banten", Provinsi, ignore.case = TRUE) ~ "Jawa",
    grepl("Bali", Provinsi, ignore.case = TRUE) ~ "Bali",
    grepl("Nusa Tenggara", Provinsi, ignore.case = TRUE) ~ "Nusa Tenggara",
    grepl("Kalimantan", Provinsi, ignore.case = TRUE) ~ "Kalimantan",
    grepl("Sulawesi|Gorontalo", Provinsi, ignore.case = TRUE) ~ "Sulawesi",
    grepl("Maluku", Provinsi, ignore.case = TRUE) ~ "Maluku",
    grepl("Papua", Provinsi, ignore.case = TRUE) ~ "Papua",
    TRUE ~ "Lainnya"
  ))

# Pengaturan urutan provinsi
df_provinsi <- df_provinsi[order(-df_provinsi$Total_Pendidik), ]
df_provinsi$Provinsi <- factor(df_provinsi$Provinsi, levels = rev(df_provinsi$Provinsi))

2.2 Tabel Ringkasan Data

Berikut adalah ringkasan jumlah pendidik dan tenaga pendidik pada setiap provinsi beserta pengelompokan wilayah kepulauannya.

tabel_provinsi <- df_provinsi %>%
  select(
    Provinsi,
    Pulau,
    Total_L,
    Total_P,
    Total_Pendidik
  )

colnames(tabel_provinsi) <- c(
  "Provinsi",
  "Wilayah Pulau",
  "Laki-laki",
  "Perempuan",
  "Total"
)

kable(
  tabel_provinsi,
  row.names = FALSE,
  format.args = list(big.mark = ",")
)
Provinsi Wilayah Pulau Laki-laki Perempuan Total
JAWA BARAT Jawa 234,790 423,828 658,618
JAWA TIMUR Jawa 189,292 373,894 563,186
JAWA TENGAH Jawa 163,998 321,156 485,154
SUMATERA UTARA Sumatra 74,145 198,449 272,594
SULAWESI SELATAN Sulawesi 51,341 134,236 185,577
BANTEN Jawa 61,649 113,085 174,734
SUMATERA SELATAN Sumatra 46,390 120,865 167,255
NUSA TENGGARA TIMUR Nusa Tenggara 56,996 105,782 162,778
LAMPUNG Sumatra 45,277 106,947 152,224
ACEH Sumatra 35,286 110,981 146,267
RIAU Sumatra 37,427 103,103 140,530
NUSA TENGGARA BARAT Nusa Tenggara 48,448 82,700 131,148
D.K.I. JAKARTA Jawa 44,645 81,038 125,683
SUMATERA BARAT Sumatra 28,495 95,783 124,278
KALIMANTAN BARAT Kalimantan 33,416 64,397 97,813
SULAWESI TENGAH Sulawesi 24,002 59,603 83,605
JAMBI Sumatra 22,838 58,024 80,862
SULAWESI TENGGARA Sulawesi 23,655 57,011 80,666
KALIMANTAN TIMUR Kalimantan 24,313 54,891 79,204
KALIMANTAN SELATAN Kalimantan 23,362 55,385 78,747
D.I. YOGYAKARTA Jawa 20,677 50,265 70,942
BALI Bali 25,844 45,054 70,898
KALIMANTAN TENGAH Kalimantan 19,221 46,351 65,572
MALUKU Maluku 15,815 40,855 56,670
SULAWESI UTARA Sulawesi 12,754 39,607 52,361
BENGKULU Sumatra 14,153 36,814 50,967
SULAWESI BARAT Sulawesi 13,709 28,004 41,713
KEPULAUAN RIAU Sumatra 12,603 27,690 40,293
MALUKU UTARA Maluku 10,830 28,062 38,892
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Sumatra 8,650 18,970 27,620
GORONTALO Sulawesi 5,845 20,254 26,099
PAPUA Papua 7,039 14,516 21,555
KALIMANTAN UTARA Kalimantan 6,237 11,884 18,121
PAPUA BARAT Papua 4,454 9,354 13,808
PAPUA TENGAH Papua 5,382 8,357 13,739
PAPUA BARAT DAYA Papua 3,854 8,787 12,641
PAPUA SELATAN Papua 4,314 6,919 11,233
PAPUA PEGUNUNGAN Papua 5,558 4,339 9,897

3. Visualisasi Data

Variabel kategorik yang digunakan pada bagian ini adalah kelompok Pulau, hasil pengelompokan dari 38 provinsi ke dalam 8 wilayah kepulauan/geografis di Indonesia, serta jenjang pendidikan dan jenis kelamin.

3.1 Bar Chart - Total Pendidik Berdasarkan Kelompok Pulau

df_pulau <- df_provinsi %>%
  group_by(Pulau) %>%
  summarise(Total_Pendidik = sum(Total_Pendidik)) %>%
  arrange(desc(Total_Pendidik))

df_pulau$Pulau <- factor(df_pulau$Pulau, levels = df_pulau$Pulau)

ggplot(
  df_pulau,
  aes(
    x = Pulau,
    y = Total_Pendidik,
    fill = Pulau
  )
) +
  geom_col(show.legend = FALSE) +
  geom_text(
    aes(label = comma(Total_Pendidik)),
    vjust = -0.5,
    size = 3.5
  ) +
  labs(
    title = "Total Pendidik dan Tenaga Pendidik Berdasarkan Kelompok Pulau, 2025",
    x = "Kelompok Pulau / Wilayah",
    y = "Jumlah Pendidik dan Tenaga Pendidik"
  ) +
  scale_y_continuous(
    labels = scales::comma,
    expand = expansion(mult = c(0, 0.15))
  ) +
  theme_minimal(base_size = 11) +
  scale_fill_brewer(palette = "Set2")

Interpretasi

Diagram batang di atas mengelompokkan data ke dalam 8 wilayah kepulauan/geografis di Indonesia.

Pulau Jawa mendominasi jumlah pendidik dan tenaga pendidik secara signifikan dengan total melebihi 2,3 juta orang, disusul oleh Pulau Sumatra. Sementara itu, wilayah Bali dan Nusa Tenggara kini dipisahkan secara tersendiri, di mana Nusa Tenggara menampung jumlah pendidik yang lebih besar dibanding Bali karena mencakup provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Sebaliknya, wilayah Maluku dan Papua memiliki akumulasi jumlah pendidik yang relatif lebih kecil, sejalan dengan proporsi sebaran penduduk dan jumlah sekolah di daerah tersebut.


3.2 Grouped Bar Chart - Komposisi Gender per Jenjang Pendidikan

jenjang_gender <- data.frame(
  Jenjang = rep(jenjang[1:9], each = 2),
  Gender = rep(c("Laki-laki", "Perempuan"), times = 9),
  Jumlah = as.vector(
    rbind(
      as.numeric(total_nasional[1, paste0(jenjang[1:9], "_L")]),
      as.numeric(total_nasional[1, paste0(jenjang[1:9], "_P")])
    )
  )
)

jenjang_gender$Jenjang <- factor(
  jenjang_gender$Jenjang,
  levels = jenjang[1:9]
)
ggplot(
  jenjang_gender,
  aes(
    x = Jenjang,
    y = Jumlah,
    fill = Gender
  )
) +
  geom_col(position = "dodge") +
  labs(
    title = "Jumlah Pendidik Menurut Jenjang dan Jenis Kelamin, 2025",
    x = "Jenjang Pendidikan",
    y = "Jumlah Pendidik",
    fill = "Jenis Kelamin"
  ) +
  scale_y_continuous(labels = scales::comma) +
  scale_fill_manual(
    values = c(
      "Laki-laki" = "steelblue",
      "Perempuan" = "darkorange"
    )
  ) +
  theme_minimal(base_size = 11)

Interpretasi

Grafik ini menggunakan jenjang pendidikan dan jenis kelamin sebagai variabel kategorik, sedangkan jumlah pendidik merupakan variabel numerik.

Jumlah pendidik perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki pada seluruh jenjang pendidikan. Ketimpangan paling besar terlihat pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (TK, KB, TPA, SPS) di mana proporsi perempuan mencapai lebih dari 90%. Pada jenjang pendidikan menengah seperti SMA dan SMK, perbandingannya relatif lebih mendekati seimbang.


3.3 Histogram - Distribusi Jumlah Pendidik Antarprovinsi

ggplot(
  df_provinsi,
  aes(x = Total_Pendidik)
) +
  geom_histogram(
    bins = 10,
    fill = "steelblue",
    color = "white"
  ) +
  labs(
    title = "Distribusi Jumlah Pendidik dan Tenaga Pendidik Antarprovinsi",
    x = "Jumlah Pendidik dan Tenaga Pendidik",
    y = "Jumlah Provinsi"
  ) +
  scale_x_continuous(labels = scales::comma) +
  theme_minimal(base_size = 11)

Interpretasi

Histogram menunjukkan pola sebaran jumlah pendidik dan tenaga pendidik di 38 provinsi.

Distribusi data tidak simetris (menceng ke kanan / right-skewed). Sebagian besar provinsi memiliki jumlah pendidik pada rentang di bawah 150.000 orang, sementara sebagian kecil provinsi di Pulau Jawa berada di batas kanan frekuensi karena memiliki jumlah pendidik yang sangat tinggi.


3.4 Scatter Plot - Hubungan Pendidik Laki-Laki vs Perempuan per Provinsi

ggplot(
  df_provinsi,
  aes(
    x = Total_L,
    y = Total_P,
    color = Pulau
  )
) +
  geom_abline(
    intercept = 0,
    slope = 1,
    linetype = "dashed",
    color = "gray50",
    linewidth = 0.8
  ) +
  geom_point(size = 3.5, alpha = 0.85) +
  geom_smooth(
    method = "lm",
    se = FALSE,
    color = "darkred",
    linetype = "dotted",
    inherit.aes = FALSE,
    aes(x = Total_L, y = Total_P)
  ) +
  labs(
    title = "Hubungan Jumlah Pendidik Laki-Laki dan Perempuan per Provinsi",
    subtitle = "Garis putus-putus abu-abu menunjukkan rasio seimbang (1:1)",
    x = "Jumlah Pendidik Laki-Laki",
    y = "Jumlah Pendidik Perempuan",
    color = "Kelompok Wilayah"
  ) +
  scale_x_continuous(labels = scales::comma) +
  scale_y_continuous(labels = scales::comma) +
  theme_minimal(base_size = 11) +
  scale_color_brewer(palette = "Set1")

Interpretasi

Diagram tebar (scatter plot) di atas digunakan untuk melihat hubungan linier antara jumlah pendidik laki-laki (sumbu X) dan perempuan (sumbu Y) pada 38 provinsi yang dikelompokkan berdasarkan 8 wilayah kepulauan/geografis (Pulau).

  1. Korelasi Positif Kuat: Terdapat hubungan linier positif yang sangat kuat. Provinsi dengan jumlah pendidik laki-laki yang banyak juga memiliki pendidik perempuan yang tinggi.
  2. Dominasi Pendidik Perempuan: Hampir seluruh titik berada di atas garis acuan 1:1 (garis putus-putus abu-abu). Hal ini menegaskan bahwa pada hampir semua provinsi, jumlah pendidik perempuan secara konsisten melebihi pendidik laki-laki.
  3. Pengelompokan Wilayah: Provinsi dari wilayah Jawa berkumpul di kanan atas (high volume), sedangkan wilayah Maluku, Papua, dan Bali berada di area kiri/bawah sesuai skala provinsinya.

4. Kesimpulan

Berdasarkan analisis data tahun 2025:

  1. Disparitas Wilayah: Terdapat perbedaan jumlah pendidik yang signifikan antarwilayah kepulauan. Pulau Jawa menampung proporsi pendidik terbesar di Indonesia.
  2. Komposisi Gender: Secara nasional, jumlah pendidik perempuan jauh lebih banyak dibanding laki-laki (3.167.240 perempuan vs 1.466.704 laki-laki dari total 4.633.944 pendidik).
  3. Pola Variasi: Tingkat dominasi perempuan sangat tinggi pada jenjang pendidikan anak usia dini dan melandai pada jenjang menengah. Berdasarkan analisis scatter plot, dominasi jumlah pendidik perempuan ini konsisten terjadi di hampir seluruh provinsi di Indonesia.