Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menuntut ketersediaan akses internet di satuan pendidikan, termasuk pada jenjang Sekolah Dasar (SD/MI). Akses internet menjadi salah satu penunjang utama proses pembelajaran, baik untuk mencari referensi materi, pembelajaran daring, maupun pengembangan kompetensi digital siswa maupun guru sejak dini.
Pada tugas ini, kelompok kami memilih untuk fokus pada bidang pendidikan, yaitu menganalisis dan memvisualisasikan data proporsi sekolah jenjang SD/SD-MI (sederajat) yang telah memiliki akses internet untuk tujuan pembelajaran pada seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
Provinsi (kategorik)Kabupaten/Kota (kategorik)Tersedia (numerik) - jumlah sekolah SD/MI yang sudah
memiliki akses internet untuk pembelajaranTidak tersedia (numerik) - jumlah sekolah SD/MI yang
belum memiliki akses internet untuk pembelajaranPersentase Tersedia (numerik) - persentase sekolah yang
telah memiliki akses internet terhadap total sekolah pada kabupaten/kota
tersebutKelompok kami memilih dataset ini dengan beberapa pertimbangan sebagai berikut:
df <- read_excel("dataset.csv", sheet = "Data Kab-Kota")
df %>%
download_this(
output_name = "dataset",
output_extension = ".csv",
button_label = "Download Dataset (CSV)",
button_type = "success",
icon = "fa fa-download"
)# Merapikan nama kolom agar mudah dipanggil dalam R (tanpa spasi)
df <- df %>%
rename(
kode_kemdagri = `Kode Kemdagri`,
kode_bps = `Kode BPS`,
provinsi = Provinsi,
kab_kota = `Kabupaten/Kota`,
tersedia = Tersedia,
tidak_tersedia = `Tidak tersedia`,
persentase = `Persentase Tersedia`
) %>%
select(provinsi, kab_kota, tersedia, tidak_tersedia, persentase)
glimpse(df)## Rows: 514
## Columns: 5
## $ provinsi <chr> "Aceh", "Aceh", "Aceh", "Aceh", "Aceh", "Aceh", "Aceh",…
## $ kab_kota <chr> "Kab. Aceh Selatan", "Kab. Aceh Tenggara", "Kab. Aceh T…
## $ tersedia <dbl> 165, 159, 180, 150, 116, 190, 249, 346, 92, 68, 219, 10…
## $ tidak_tersedia <dbl> 40, 22, 110, 51, 39, 24, 30, 20, 23, 43, 14, 8, 20, 21,…
## $ persentase <dbl> 80.48780, 87.84530, 62.06897, 74.62687, 74.83871, 88.78…
Untuk memperkaya visualisasi kategorik, kami membuat dua variabel kategorik tambahan hasil pengelompokan (derivasi), yaitu:
persentase ke dalam 3 kelas mutu (Rendah, Sedang, Tinggi)
menggunakan aturan sturges sederhana (batas 50% dan 80%).peta_pulau <- c(
"Aceh" = "Sumatera", "Sumatera Utara" = "Sumatera", "Sumatera Barat" = "Sumatera",
"Riau" = "Sumatera", "Kepulauan Riau" = "Sumatera", "Jambi" = "Sumatera",
"Sumatera Selatan" = "Sumatera", "Bengkulu" = "Sumatera", "Lampung" = "Sumatera",
"Kep. Bangka Belitung" = "Sumatera",
"D.K.I. Jakarta" = "Jawa", "Jawa Barat" = "Jawa", "Jawa Tengah" = "Jawa",
"D.I. Yogyakarta" = "Jawa", "Jawa Timur" = "Jawa", "Banten" = "Jawa",
"Kalimantan Barat" = "Kalimantan", "Kalimantan Tengah" = "Kalimantan",
"Kalimantan Selatan" = "Kalimantan", "Kalimantan Timur" = "Kalimantan",
"Kalimantan Utara" = "Kalimantan",
"Sulawesi Utara" = "Sulawesi", "Sulawesi Tengah" = "Sulawesi",
"Sulawesi Selatan" = "Sulawesi", "Sulawesi Tenggara" = "Sulawesi",
"Gorontalo" = "Sulawesi", "Sulawesi Barat" = "Sulawesi",
"Bali" = "Bali-Nusa Tenggara", "Nusa Tenggara Barat" = "Bali-Nusa Tenggara",
"Nusa Tenggara Timur" = "Bali-Nusa Tenggara",
"Maluku" = "Maluku-Papua", "Maluku Utara" = "Maluku-Papua",
"Papua" = "Maluku-Papua", "Papua Barat" = "Maluku-Papua"
)
df <- df %>%
mutate(
pulau = recode(provinsi, !!!peta_pulau),
kategori_akses = case_when(
persentase < 50 ~ "Rendah (<50%)",
persentase < 80 ~ "Sedang (50-80%)",
TRUE ~ "Tinggi (>=80%)"
),
kategori_akses = factor(kategori_akses,
levels = c("Rendah (<50%)", "Sedang (50-80%)", "Tinggi (>=80%)"))
)
kable(head(df, 10), caption = "10 baris pertama data setelah diolah")| provinsi | kab_kota | tersedia | tidak_tersedia | persentase | pulau | kategori_akses |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Aceh | Kab. Aceh Selatan | 165 | 40 | 80.48780 | Sumatera | Tinggi (>=80%) |
| Aceh | Kab. Aceh Tenggara | 159 | 22 | 87.84530 | Sumatera | Tinggi (>=80%) |
| Aceh | Kab. Aceh Timur | 180 | 110 | 62.06897 | Sumatera | Sedang (50-80%) |
| Aceh | Kab. Aceh Tengah | 150 | 51 | 74.62687 | Sumatera | Sedang (50-80%) |
| Aceh | Kab. Aceh Barat | 116 | 39 | 74.83871 | Sumatera | Sedang (50-80%) |
| Aceh | Kab. Aceh Besar | 190 | 24 | 88.78505 | Sumatera | Tinggi (>=80%) |
| Aceh | Kab. Pidie | 249 | 30 | 89.24731 | Sumatera | Tinggi (>=80%) |
| Aceh | Kab. Aceh Utara | 346 | 20 | 94.53552 | Sumatera | Tinggi (>=80%) |
| Aceh | Kab. Simeulue | 92 | 23 | 80.00000 | Sumatera | Tinggi (>=80%) |
| Aceh | Kab. Aceh Singkil | 68 | 43 | 61.26126 | Sumatera | Sedang (50-80%) |
## Min. 1st Qu. Median Mean 3rd Qu. Max.
## 5.435 71.702 87.795 81.072 96.407 100.000
df %>%
summarise(
n_kab_kota = n(),
n_provinsi = n_distinct(provinsi),
rata2_persen = mean(persentase),
median_persen = median(persentase),
sd_persen = sd(persentase),
min_persen = min(persentase),
max_persen = max(persentase)
) %>%
kable(digits = 2, caption = "Ringkasan statistik deskriptif variabel Persentase Tersedia")| n_kab_kota | n_provinsi | rata2_persen | median_persen | sd_persen | min_persen | max_persen |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 514 | 34 | 81.07 | 87.8 | 19.64 | 5.43 | 100 |
Interpretasi awal: Secara nasional, rata-rata persentase sekolah SD/MI yang telah memiliki akses internet untuk pembelajaran berada pada kisaran angka di atas, dengan variasi (standar deviasi) yang cukup besar antar kabupaten/kota, mengindikasikan adanya kesenjangan (disparitas) akses internet pendidikan antarwilayah di Indonesia.
df_pulau <- df %>%
group_by(pulau) %>%
summarise(rata2 = mean(persentase)) %>%
arrange(desc(rata2))
ggplot(df_pulau, aes(x = reorder(pulau, rata2), y = rata2, fill = pulau)) +
geom_col(show.legend = FALSE) +
geom_text(aes(label = round(rata2, 1)), hjust = -0.15, size = 3.5) +
coord_flip() +
labs(
title = "Rata-rata Persentase Sekolah SD/MI dengan Akses Internet\nmenurut Kelompok Pulau",
x = "Kelompok Pulau",
y = "Rata-rata Persentase Tersedia (%)"
) +
ylim(0, max(df_pulau$rata2) * 1.15) +
theme_minimal(base_size = 12)Interpretasi: Diagram batang di atas menunjukkan perbandingan rata-rata persentase ketersediaan akses internet untuk pembelajaran antar kelompok pulau. Wilayah Jawa dan Bali-Nusa Tenggara cenderung memiliki rata-rata persentase yang lebih tinggi dibandingkan wilayah Indonesia bagian timur seperti Maluku-Papua, yang mengindikasikan adanya kesenjangan pemerataan infrastruktur akses internet pendidikan antara kawasan barat dan timur Indonesia.
df_kategori <- df %>%
count(kategori_akses) %>%
mutate(persen_label = paste0(round(n / sum(n) * 100, 1), "%"))
ggplot(df_kategori, aes(x = kategori_akses, y = n, fill = kategori_akses)) +
geom_col(show.legend = FALSE) +
geom_text(aes(label = paste0(n, " (", persen_label, ")")), vjust = -0.4, size = 3.8) +
scale_fill_manual(values = c("#e74c3c", "#f1c40f", "#27ae60")) +
labs(
title = "Jumlah Kabupaten/Kota Menurut Kategori Akses Internet\nuntuk Pembelajaran SD/MI",
x = "Kategori Akses Internet",
y = "Jumlah Kabupaten/Kota"
) +
ylim(0, max(df_kategori$n) * 1.2) +
theme_minimal(base_size = 12)Interpretasi: Grafik ini menunjukkan pengelompokan seluruh kabupaten/kota ke dalam tiga kategori akses internet (Rendah, Sedang, Tinggi). Terlihat bahwa sebagian besar kabupaten/kota berada pada kategori tertentu (lihat angka pada label batang), yang menggambarkan kondisi umum pemerataan akses internet pendidikan SD/MI di Indonesia secara nasional.
df_prov <- df %>%
group_by(provinsi) %>%
summarise(rata2 = mean(persentase)) %>%
arrange(rata2)
top_bawah <- bind_rows(
head(df_prov, 10) %>% mutate(kelompok = "10 Terendah"),
tail(df_prov, 10) %>% mutate(kelompok = "10 Tertinggi")
)
ggplot(top_bawah, aes(x = reorder(provinsi, rata2), y = rata2, fill = kelompok)) +
geom_col() +
coord_flip() +
scale_fill_manual(values = c("10 Terendah" = "#e74c3c", "10 Tertinggi" = "#27ae60")) +
labs(
title = "10 Provinsi dengan Rata-rata Persentase Akses Internet\nTertinggi vs Terendah",
x = "Provinsi",
y = "Rata-rata Persentase Tersedia (%)",
fill = "Kelompok"
) +
theme_minimal(base_size = 11)Interpretasi: Perbandingan 10 provinsi dengan rata-rata persentase tertinggi dan terendah memperjelas adanya kesenjangan yang cukup signifikan. Provinsi-provinsi dengan rata-rata terendah umumnya berlokasi di kawasan timur Indonesia yang memiliki tantangan geografis dan infrastruktur telekomunikasi, sedangkan provinsi dengan rata-rata tertinggi umumnya berada di wilayah yang infrastrukturnya lebih maju.
ggplot(df, aes(x = persentase)) +
geom_histogram(binwidth = 5, fill = "#2980b9", color = "white", boundary = 0) +
labs(
title = "Distribusi Persentase Sekolah SD/MI dengan Akses Internet\nuntuk Pembelajaran (per Kabupaten/Kota)",
x = "Persentase Tersedia (%)",
y = "Frekuensi (Jumlah Kabupaten/Kota)"
) +
theme_minimal(base_size = 12)Interpretasi: Histogram menggambarkan sebaran nilai persentase akses internet di 514 kabupaten/kota. Pola distribusi yang menjulur (skewed) ke salah satu sisi menunjukkan bahwa sebagian besar kabupaten/kota terkonsentrasi pada rentang persentase tertentu, sementara ada sejumlah kabupaten/kota yang persentasenya jauh lebih rendah/tinggi dari mayoritas wilayah lain.
ggplot(df, aes(x = reorder(pulau, persentase, FUN = median), y = persentase, fill = pulau)) +
geom_boxplot(show.legend = FALSE, outlier.color = "red", outlier.alpha = 0.5) +
coord_flip() +
labs(
title = "Boxplot Persentase Akses Internet untuk Pembelajaran SD/MI\nmenurut Kelompok Pulau",
x = "Kelompok Pulau",
y = "Persentase Tersedia (%)"
) +
theme_minimal(base_size = 12)Interpretasi: Boxplot menunjukkan median, sebaran (kuartil), serta keberadaan outlier persentase akses internet pada tiap kelompok pulau. Semakin tinggi posisi kotak (boxplot) suatu pulau, semakin baik rata-rata kondisi akses internetnya. Lebar kotak yang besar menandakan variasi (ketimpangan) antar kabupaten/kota dalam pulau tersebut cukup tinggi, sedangkan titik merah menunjukkan kabupaten/kota yang nilainya jauh berbeda (outlier) dibandingkan wilayah lain di pulau yang sama.
ggplot(df, aes(x = tersedia, y = tidak_tersedia, color = kategori_akses)) +
geom_point(alpha = 0.7, size = 2) +
scale_color_manual(values = c("#e74c3c", "#f1c40f", "#27ae60")) +
labs(
title = "Hubungan Jumlah Sekolah dengan Akses Internet dan\nTanpa Akses Internet per Kabupaten/Kota",
x = "Jumlah Sekolah Tersedia Akses Internet",
y = "Jumlah Sekolah Tidak Tersedia Akses Internet",
color = "Kategori Akses"
) +
theme_minimal(base_size = 12)Interpretasi: Scatter plot ini menggambarkan hubungan antara jumlah sekolah yang telah memiliki akses internet dengan jumlah sekolah yang belum memiliki akses internet pada tiap kabupaten/kota. Titik-titik yang berwarna hijau (kategori akses tinggi) cenderung berada pada posisi jumlah sekolah tersedia yang tinggi namun jumlah tidak tersedia yang rendah, sedangkan titik berwarna merah (kategori akses rendah) menunjukkan pola sebaliknya. Pola ini mengonfirmasi bahwa variabel kategori akses konsisten dengan komposisi jumlah sekolah tersedia/tidak tersedia pada masing-masing wilayah.
ggplot(df_pulau, aes(x = reorder(pulau, rata2), y = rata2, group = 1)) +
geom_line(color = "#8e44ad", linewidth = 1) +
geom_point(color = "#8e44ad", size = 3) +
geom_text(aes(label = round(rata2, 1)), vjust = -1, size = 3.5) +
labs(
title = "Tren Rata-rata Persentase Akses Internet Antar Kelompok Pulau\n(Diurutkan dari Terendah ke Tertinggi)",
x = "Kelompok Pulau",
y = "Rata-rata Persentase Tersedia (%)"
) +
ylim(0, max(df_pulau$rata2) * 1.2) +
theme_minimal(base_size = 12)Interpretasi: Diagram garis ini mempertegas urutan kelompok pulau dari rata-rata persentase akses internet terendah hingga tertinggi, sehingga memudahkan pembaca melihat besarnya kesenjangan (gap) antar kelompok pulau secara sekilas.
Berdasarkan seluruh visualisasi data kategorik dan numerik yang telah dibuat, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
Hasil ini dapat menjadi masukan bagi pemangku kebijakan pendidikan untuk memprioritaskan pemerataan infrastruktur internet pendidikan, khususnya pada kabupaten/kota dan provinsi dengan kategori akses rendah.
Satu Data Indonesia. Proporsi Sekolah dengan Akses ke Internet untuk Tujuan Pembelajaran pada Jenjang SD/SD-MI Sederajat. data.go.id. Diakses dari: https://data.go.id/dataset/dataset/proporsi-sekolah-dengan-akses-ke-internet-untuk-tujuan-pembelajaran-pada-jenjang-sd-sd-mi-seder