Data lengkap yang digunakan dalam analisis dapat diunduh melalui link berikut:
Internet merupakan salah satu bagian penting dalam aktivitas masyarakat modern. Informasi mengenai media yang digunakan untuk mengakses internet dapat membantu menggambarkan pola pemanfaatan teknologi informasi di berbagai wilayah.
Pada tugas ini digunakan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai persentase penduduk usia 5 tahun ke atas yang pernah mengakses internet dalam 3 bulan terakhir menurut provinsi dan media pada tahun 2024.
Analisis difokuskan pada empat media akses internet, yaitu:
Data tersebut digunakan untuk membuat visualisasi data kategorik dan numerik serta memberikan interpretasi terhadap hasil visualisasi.
Tujuan analisis ini adalah:
Data bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) melalui tabel statistik:
“Persentase Penduduk Usia 5 Tahun ke Atas yang Pernah Mengakses Internet dalam 3 Bulan Terakhir Menurut Provinsi dan Media, 2024.”
Data BPS berasal dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Tabel tersebut mencakup 38 provinsi di Indonesia dan persentase penggunaan empat media akses internet.
Link sumber data:
Data ini dipilih karena:
| Variabel | Jenis Data | Keterangan |
|---|---|---|
| Provinsi | Kategorik | Nama provinsi di Indonesia |
| Komputer | Numerik | Persentase pengguna internet yang menggunakan komputer |
| Laptop | Numerik | Persentase pengguna internet yang menggunakan laptop |
| Telepon Seluler | Numerik | Persentase pengguna internet yang menggunakan telepon seluler |
| Lainnya | Numerik | Persentase pengguna internet yang menggunakan media lainnya |
Catatan: Menurut keterangan BPS, pembagi adalah total penduduk yang mengakses internet dan jawaban media dapat lebih dari satu. Karena itu, persentase antar-media tidak harus berjumlah 100%.
# Memanggil packages
library(ggplot2)
library(dplyr)
library(tidyr)
library(knitr)
library(scales)
options(scipen = 999)
theme_set(
theme_minimal(base_size = 12)
)
Data berikut ditulis berdasarkan tabel BPS tahun 2024.
data_internet <- data.frame(
Provinsi = c(
"Aceh", "Sumatera Utara", "Sumatera Barat", "Riau", "Jambi",
"Sumatera Selatan", "Bengkulu", "Lampung", "Kep. Bangka Belitung",
"Kep. Riau", "DKI Jakarta", "Jawa Barat", "Jawa Tengah",
"DI Yogyakarta", "Jawa Timur", "Banten", "Bali", "Nusa Tenggara Barat",
"Nusa Tenggara Timur", "Kalimantan Barat", "Kalimantan Tengah",
"Kalimantan Selatan", "Kalimantan Timur", "Kalimantan Utara",
"Sulawesi Utara", "Sulawesi Tengah", "Sulawesi Selatan",
"Sulawesi Tenggara", "Gorontalo", "Sulawesi Barat", "Maluku",
"Maluku Utara", "Papua Barat", "Papua Barat Daya", "Papua",
"Papua Selatan", "Papua Tengah", "Papua Pegunungan"
),
Komputer = c(
2.12, 1.68, 3.20, 2.11, 1.92, 1.43, 1.47, 1.45, 2.20, 3.85,
3.41, 2.82, 2.99, 4.53, 2.86, 3.19, 3.91, 1.63, 2.35, 1.84,
1.78, 2.18, 2.79, 1.94, 2.02, 2.49, 1.80, 1.67, 3.57, 1.83,
2.84, 1.31, 1.61, 1.66, 2.80, 4.85, 1.73, 1.50
),
Laptop = c(
8.55, 7.72, 8.45, 7.09, 8.01, 6.76, 9.03, 5.78, 8.65, 14.30,
21.04, 10.49, 8.07, 17.67, 10.10, 12.64, 15.18, 7.90, 8.97,
7.64, 8.82, 9.46, 12.65, 8.78, 7.78, 8.86, 10.75, 9.21, 9.73,
6.90, 10.21, 7.91, 8.65, 8.02, 12.40, 12.46, 9.55, 7.37
),
Telepon_Seluler = c(
99.16, 99.05, 99.30, 99.28, 99.16, 99.20, 99.30, 99.36, 99.33,
98.39, 98.40, 99.08, 99.29, 98.80, 99.02, 98.57, 99.24, 99.45,
99.04, 99.38, 99.40, 99.30, 99.03, 99.12, 99.08, 99.20, 99.11,
99.27, 99.11, 98.79, 99.21, 99.38, 99.26, 98.92, 98.56, 98.15,
97.81, 98.62
),
Lainnya = c(
0.25, 0.17, 0.13, 0.19, 0.34, 0.34, 0.30, 0.14, 0.21, 1.12,
0.25, 0.16, 0.29, 0.74, 0.22, 1.02, NA, 0.03, 0.19, 0.08,
0.17, 0.13, 0.31, 0.97, 0.06, 0.24, 0.26, 0.14, 0.22, 0.14,
0.17, 0.16, 0.23, 0.85, 2.02, 0.15, 0.32, 0.29
)
)
kable(
head(data_internet, 10),
caption = "10 baris pertama data penggunaan media internet"
)
| Provinsi | Komputer | Laptop | Telepon_Seluler | Lainnya |
|---|---|---|---|---|
| Aceh | 2.12 | 8.55 | 99.16 | 0.25 |
| Sumatera Utara | 1.68 | 7.72 | 99.05 | 0.17 |
| Sumatera Barat | 3.20 | 8.45 | 99.30 | 0.13 |
| Riau | 2.11 | 7.09 | 99.28 | 0.19 |
| Jambi | 1.92 | 8.01 | 99.16 | 0.34 |
| Sumatera Selatan | 1.43 | 6.76 | 99.20 | 0.34 |
| Bengkulu | 1.47 | 9.03 | 99.30 | 0.30 |
| Lampung | 1.45 | 5.78 | 99.36 | 0.14 |
| Kep. Bangka Belitung | 2.20 | 8.65 | 99.33 | 0.21 |
| Kep. Riau | 3.85 | 14.30 | 98.39 | 1.12 |
dim(data_internet)
## [1] 38 5
summary(data_internet[, -1])
## Komputer Laptop Telepon_Seluler Lainnya
## Min. :1.310 Min. : 5.780 Min. :97.81 Min. :0.0300
## 1st Qu.:1.692 1st Qu.: 7.935 1st Qu.:98.94 1st Qu.:0.1600
## Median :2.115 Median : 8.840 Median :99.14 Median :0.2200
## Mean :2.403 Mean : 9.830 Mean :99.03 Mean :0.3514
## 3rd Qu.:2.855 3rd Qu.:10.420 3rd Qu.:99.29 3rd Qu.:0.3100
## Max. :4.850 Max. :21.040 Max. :99.45 Max. :2.0200
## NAs :1
Terdapat 38 provinsi dalam data. Nilai
NA pada variabel Lainnya untuk Bali
menunjukkan bahwa tabel BPS menampilkan tanda “-” pada observasi
tersebut.
Untuk membuat beberapa visualisasi, data diubah dari format lebar menjadi format panjang.
data_long <- data_internet %>%
pivot_longer(
cols = Komputer:Lainnya,
names_to = "Media",
values_to = "Persentase"
)
data_long$Media <- recode(
data_long$Media,
"Telepon_Seluler" = "Telepon Seluler"
)
head(data_long)
Provinsi merupakan variabel kategorik. Setiap provinsi menjadi satu kategori pengamatan.
jumlah_provinsi <- data_internet %>%
summarise(Jumlah_Provinsi = n())
kable(
jumlah_provinsi,
caption = "Jumlah provinsi yang dianalisis"
)
| Jumlah_Provinsi |
|---|
| 38 |
Data mencakup 38 provinsi di Indonesia. Dengan cakupan tersebut, data dapat digunakan untuk melihat variasi penggunaan media internet antarwilayah.
media_count <- data_long %>%
group_by(Media) %>%
summarise(
Jumlah_Provinsi = sum(!is.na(Persentase)),
.groups = "drop"
)
ggplot(media_count, aes(x = Media, y = Jumlah_Provinsi)) +
geom_col() +
labs(
title = "Jumlah Provinsi yang Memiliki Data untuk Setiap Media",
x = "Media",
y = "Jumlah Provinsi"
)
Grafik menunjukkan bahwa hampir seluruh media memiliki data pada 38
provinsi. Variabel Lainnya memiliki satu nilai yang
ditampilkan sebagai tanda “-” oleh BPS, yaitu Bali, sehingga setelah
dikonversi menjadi NA jumlah observasinya menjadi 37.
statistik_media <- data_long %>%
group_by(Media) %>%
summarise(
Jumlah = sum(!is.na(Persentase)),
Rata_rata = mean(Persentase, na.rm = TRUE),
Median = median(Persentase, na.rm = TRUE),
Minimum = min(Persentase, na.rm = TRUE),
Maksimum = max(Persentase, na.rm = TRUE),
Simpangan_Baku = sd(Persentase, na.rm = TRUE)
)
kable(
statistik_media,
digits = 2,
caption = "Statistik deskriptif penggunaan media internet"
)
| Media | Jumlah | Rata_rata | Median | Minimum | Maksimum | Simpangan_Baku |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Komputer | 38 | 2.40 | 2.12 | 1.31 | 4.85 | 0.90 |
| Lainnya | 37 | 0.35 | 0.22 | 0.03 | 2.02 | 0.39 |
| Laptop | 38 | 9.83 | 8.84 | 5.78 | 21.04 | 3.10 |
| Telepon Seluler | 38 | 99.03 | 99.14 | 97.81 | 99.45 | 0.38 |
Statistik deskriptif digunakan untuk melihat pusat dan penyebaran data. Rata-rata dan median memberikan gambaran nilai tipikal persentase penggunaan media, sedangkan minimum, maksimum, dan simpangan baku menunjukkan variasi antarprovinsi.
rata_media <- data_long %>%
group_by(Media) %>%
summarise(
Rata_rata = mean(Persentase, na.rm = TRUE)
)
ggplot(rata_media, aes(x = reorder(Media, Rata_rata), y = Rata_rata)) +
geom_col() +
coord_flip() +
labs(
title = "Rata-rata Persentase Penggunaan Media Internet",
x = "Media",
y = "Rata-rata Persentase (%)"
)
Grafik memperlihatkan perbedaan rata-rata penggunaan setiap media. Telepon seluler memiliki persentase penggunaan yang jauh lebih tinggi dibandingkan komputer, laptop, maupun media lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa telepon seluler merupakan media yang sangat dominan untuk mengakses internet dalam data BPS tahun 2024.
ggplot(
data_long %>% filter(!is.na(Persentase)),
aes(x = Persentase)
) +
geom_histogram(
bins = 15,
boundary = 0
) +
facet_wrap(~Media, scales = "free") +
labs(
title = "Distribusi Persentase Penggunaan Internet Menurut Media",
x = "Persentase (%)",
y = "Frekuensi"
)
Histogram memperlihatkan distribusi persentase penggunaan masing-masing media. Distribusi telepon seluler terkonsentrasi pada nilai yang sangat tinggi, sedangkan komputer dan laptop memiliki persentase yang lebih rendah dan lebih bervariasi antarprovinsi.
data_laptop <- data_internet %>%
arrange(desc(Laptop)) %>%
slice_head(n = 10)
ggplot(
data_laptop,
aes(x = reorder(Provinsi, Laptop), y = Laptop)
) +
geom_col() +
coord_flip() +
labs(
title = "10 Provinsi dengan Persentase Penggunaan Laptop Tertinggi",
x = "Provinsi",
y = "Persentase (%)"
)
Grafik menampilkan 10 provinsi dengan persentase penggunaan laptop tertinggi berdasarkan data yang dianalisis. Perbedaan antarprovinsi menunjukkan bahwa penggunaan laptop sebagai media akses internet tidak seragam di seluruh Indonesia.
data_hp <- data_internet %>%
arrange(desc(Telepon_Seluler)) %>%
slice_head(n = 10)
ggplot(
data_hp,
aes(x = reorder(Provinsi, Telepon_Seluler), y = Telepon_Seluler)
) +
geom_col() +
coord_flip() +
labs(
title = "10 Provinsi dengan Persentase Penggunaan Telepon Seluler Tertinggi",
x = "Provinsi",
y = "Persentase (%)"
)
Penggunaan telepon seluler sebagai media akses internet berada pada tingkat yang sangat tinggi di berbagai provinsi. Rentang nilainya relatif sempit dibandingkan media komputer dan laptop.
ggplot(
data_long %>% filter(!is.na(Persentase)),
aes(x = Media, y = Persentase)
) +
geom_boxplot() +
labs(
title = "Sebaran Persentase Penggunaan Media Internet",
x = "Media",
y = "Persentase (%)"
)
Boxplot digunakan untuk membandingkan median, penyebaran, dan nilai ekstrem antar-media. Telepon seluler memiliki posisi nilai yang jauh lebih tinggi dibandingkan media lain, sedangkan komputer dan laptop menunjukkan penyebaran yang lebih rendah tetapi tetap memiliki variasi antarprovinsi.
ggplot(
data_internet,
aes(x = Komputer, y = Laptop)
) +
geom_point() +
geom_smooth(method = "lm", se = FALSE) +
labs(
title = "Hubungan Persentase Penggunaan Komputer dan Laptop",
x = "Penggunaan Komputer (%)",
y = "Penggunaan Laptop (%)"
)
## `geom_smooth()` using formula = 'y ~ x'
Scatter plot digunakan untuk melihat pola hubungan antara penggunaan komputer dan laptop antarprovinsi. Garis regresi pada grafik hanya digunakan sebagai alat bantu visual untuk melihat kecenderungan umum dan bukan sebagai bukti hubungan sebab-akibat.
Karena Banten merupakan salah satu provinsi tempat lingkungan kampus Untirta berada, data Banten dapat dilihat secara khusus.
banten <- data_internet %>%
filter(Provinsi == "Banten") %>%
pivot_longer(
cols = Komputer:Lainnya,
names_to = "Media",
values_to = "Persentase"
)
banten$Media <- recode(
banten$Media,
"Telepon_Seluler" = "Telepon Seluler"
)
kable(
banten,
digits = 2,
caption = "Persentase penggunaan media internet di Banten"
)
| Provinsi | Media | Persentase |
|---|---|---|
| Banten | Komputer | 3.19 |
| Banten | Laptop | 12.64 |
| Banten | Telepon Seluler | 98.57 |
| Banten | Lainnya | 1.02 |
ggplot(
banten %>% filter(!is.na(Persentase)),
aes(x = Media, y = Persentase)
) +
geom_col() +
labs(
title = "Penggunaan Media Internet di Provinsi Banten",
x = "Media",
y = "Persentase (%)"
)
Di Provinsi Banten, telepon seluler memiliki persentase penggunaan yang jauh lebih tinggi dibandingkan komputer, laptop, dan media lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa akses internet di Banten pada data Susenas 2024 sangat didominasi oleh perangkat telepon seluler.
Berdasarkan visualisasi dan statistik deskriptif yang telah dibuat, beberapa hal yang dapat dirangkum adalah:
Provinsi dan Media merupakan
variabel kategorik.Data BPS tahun 2024 menunjukkan bahwa telepon seluler merupakan media yang sangat dominan digunakan untuk mengakses internet oleh penduduk usia 5 tahun ke atas yang pernah mengakses internet dalam tiga bulan terakhir.
Visualisasi kategorik membantu menunjukkan kategori provinsi dan media yang dianalisis, sedangkan visualisasi numerik membantu melihat tingkat, distribusi, dan variasi persentase penggunaan media antarprovinsi.
Data ini memberikan gambaran bahwa pola akses internet di Indonesia sangat berkaitan dengan penggunaan perangkat seluler, sementara penggunaan komputer dan laptop memiliki persentase yang lebih rendah dan lebih bervariasi antarwilayah.
Badan Pusat Statistik (BPS).
Persentase Penduduk Usia 5 Tahun ke Atas yang Pernah Mengakses Internet dalam 3 Bulan Terakhir Menurut Provinsi dan Media, 2024.
Sumber data:
Sumber survei: BPS, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).
Data persentase media tidak harus berjumlah 100% karena BPS mencatat bahwa jawaban mengenai media yang digunakan dapat lebih dari satu.
Dengan demikian, angka persentase setiap media harus dibaca sebagai persentase penduduk pengguna internet yang menggunakan media tersebut, bukan sebagai pembagian tunggal yang totalnya harus 100%.