library(ggplot2)

data_ihpb <- data.frame(
  indikator = c("pertanian dan kehutanan", "bijih besi dan energi", "makanan dan tekstil", "barang lainnya", "logam dan mesin"),
  persentase = c(5.89, 14.50, 4.52, 8.15, 6.07)
)

ggplot(data_ihpb, aes(x = reorder(indikator, persentase), y = persentase)) +
  geom_col(fill = "darkblue") +
  geom_text(aes(label = paste0(persentase, "%")), hjust = -0.1) +
  coord_flip() +
  labs(title = "inflasi IHPD Y-on-Y menurut seksi",
       x = "Indikator", y = "Perubahan (%)") +
  ylim(0, 16)

Grafik di atas menunjukkan perubahan IHPB (y-on-y) Agustus 2026 pada lima seksi/kelompok komoditas. Kenaikan tertinggi terjadi pada seksi Bijih Besi dan Mineral; Listrik, Gas, dan Air sebesar 14,50 persen, jauh melampaui empat seksi lainnya, menunjukkan sektor pertambangan dan energi menjadi pendorong utama kenaikan harga perdagangan besar pada periode ini.

Seksi Barang Lainnya yang Dapat Diangkut (kecuali produk logam, mesin, dan perlengkapannya) berada di posisi kedua dengan kenaikan 8,15 persen, diikuti oleh Produk Logam, Mesin, dan Perlengkapannya sebesar 6,07 persen.

Sementara itu, Hasil Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mencatat kenaikan yang lebih moderat, yaitu 5,89 persen. Kenaikan terendah terjadi pada seksi Produk Makanan, Minuman dan Tembakau; Tekstil,

Pakaian, dan Produk Kulit, hanya 4,52 persen, menunjukkan tekanan harga di sektor konsumsi sehari-hari relatif lebih terkendali dibanding sektor pertambangan dan energi.

Secara keseluruhan, kesenjangan yang cukup besar antara seksi Bijih Besi dan Mineral (14,50%) dengan seksi lainnya menunjukkan bahwa kenaikan IHPB Agustus 2026 tidak merata di seluruh sektor, melainkan terkonsentrasi pada komoditas pertambangan dan energi sebagai penyebab utamanya.

library(ggplot2)
bulan_urut <- c("Agt25","Sep","Okt","Nov","Des","Jan26",
                 "Feb","Mar","Apr","Mei","Jun","Jul","Agt26")

data_ihpb_tren <- data.frame(
  bulan = factor(bulan_urut, levels = bulan_urut),
  indeks = c(105.20, 105.27, 105.46, 105.40, 106.30, 106.00, 
             106.85, 107.52, 109.07, 110.63, 111.55, 111.14, 111.70)
)

ggplot(data_ihpb_tren, aes(x = bulan, y = indeks, group = 1)) +
  geom_line(color = "darkblue", linewidth = 1) +
  geom_point(color = "darkorange", size = 2) +
  geom_text(aes(label = indeks), vjust = -1, size = 3) +
  labs(title = "Perkembangan IHPB Umum Nasional 2023",
       subtitle = "Agustus 2025 - Agustus 2026",
       x = "Bulan", y = "Indeks (2023=100)") +
  ylim(100, 115) +
  theme_minimal()

Grafik di atas menunjukkan tren Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional dari Agustus 2025 hingga Agustus 2026, dengan tahun dasar 2023=100. Secara umum, indeks menunjukkan tren kenaikan yang konsisten, meningkat dari 105,20 pada Agustus 2025 menjadi 111,70 pada Agustus 2026.

Peningkatan cukup tajam terlihat mulai Maret 2026 (107,52) hingga Juni 2026 (111,55). Setelah itu, indeks sedikit menurun pada Juli 2026 (111,14) sebelum kembali naik pada Agustus 2026 (111,70),

menunjukkan adanya sedikit fluktuasi meski tren jangka panjangnya tetap meningkat. Ini sejalan dengan perubahan IHPB y-on-y sebesar 6,18 persen dan y-to-d sebesar 5,08 persen.

riview singkat kenapa memilih data tersebut Data Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) dipilih karena merupakan data resmi yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sehingga kredibel dan mudah diverifikasi kebenarannya.

sumber https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/09/01/2610/pada-agustus-2026--perubahan-indeks-harga-perdagangan-besar--ihpb--umum-nasional-tahun-ke-tahun-sebesar-6-18-persen.html