1 Identitas Kelompok

Kelas: C26
Kelompok: 5

No Nama NIM
1 Firjal Dzulqornain 3337260013
2 Rivero Rahel Radiyansyah 3337260014
3 Pratiwi Julyanti Ludiro 3337260009
4 Obit Tertia Gantari 3337260037

2 Pendahuluan

Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang dapat ditemukan pada berbagai kelompok umur di Indonesia. Persentase penduduk yang merokok dapat berbeda berdasarkan kelompok umur maupun wilayah tempat tinggal.

Pada analisis ini digunakan data persentase penduduk usia 15 tahun ke atas yang merokok dalam sebulan terakhir berdasarkan provinsi dan kelompok umur di Indonesia tahun 2025.

Data tersebut dianalisis menggunakan bahasa pemrograman R dengan bantuan beberapa library, terutama ggplot2 untuk membuat visualisasi data.

Visualisasi digunakan untuk melihat perbedaan persentase penduduk yang merokok berdasarkan kelompok umur dan provinsi. Selain itu, visualisasi juga digunakan untuk melihat distribusi dan sebaran data.

Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengetahui pola persentase penduduk yang merokok berdasarkan kelompok umur serta melihat perbedaan persentase tersebut antarprovinsi di Indonesia.

3 Sumber Data

Data yang digunakan berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) dengan judul:

Persentase Penduduk Umur 15 Tahun ke Atas yang Merokok dalam Sebulan Terakhir Menurut Provinsi dan Kelompok Umur, 2025.

Sumber Data: Badan Pusat Statistik (BPS)

Data dipilih karena memiliki data kategorikal berupa provinsi dan kelompok umur, serta data numerik berupa persentase penduduk yang merokok. Dengan demikian, data dapat digunakan untuk membuat berbagai jenis visualisasi sesuai dengan materi yang telah dipelajari.

4 Persiapan Data

4.1 Library

Library yang digunakan dalam analisis ini adalah ggplot2, dplyr, tidyr, dan readr.

library(ggplot2)
library(dplyr)
## 
## Attaching package: 'dplyr'
## The following objects are masked from 'package:stats':
## 
##     filter, lag
## The following objects are masked from 'package:base':
## 
##     intersect, setdiff, setequal, union
library(tidyr)
library(readr)

4.2 Memasukkan Data

Data hasil unduhan dari BPS disimpan dalam bentuk CSV dan kemudian dimasukkan ke dalam R menggunakan fungsi read_csv().

data <- read_csv(
  "data_merokok_2025.csv",
  show_col_types = FALSE
)

head(data)

4.3 Mengubah Nama Kolom

Nama kolom disesuaikan agar lebih mudah digunakan dalam proses pengolahan dan visualisasi data.

names(data) <- c(
  "Provinsi",
  "15_24",
  "25_34",
  "35_44",
  "45_54",
  "55_64",
  "65_plus"
)

head(data)

4.4 Membersihkan Data

Data kemudian dibersihkan dengan menghapus baris yang tidak memiliki nama provinsi serta baris keterangan yang tidak diperlukan dalam analisis.

data <- data %>%
  filter(!is.na(Provinsi)) %>%
  filter(Provinsi != "Keterangan") %>%
  filter(!grepl("^\\*", Provinsi))

head(data)

4.5 Mengubah Bentuk Data

Data awal memiliki kelompok umur dalam bentuk kolom. Agar lebih mudah digunakan untuk visualisasi, data diubah menjadi bentuk panjang menggunakan fungsi pivot_longer().

data_long <- data %>%
  pivot_longer(
    cols = c(
      `15_24`,
      `25_34`,
      `35_44`,
      `45_54`,
      `55_64`,
      `65_plus`
    ),
    names_to = "Kelompok_Umur",
    values_to = "Persentase"
  )

head(data_long)

Selanjutnya, nama kelompok umur dibuat lebih mudah dibaca.

data_long <- data_long %>%
  mutate(
    Kelompok_Umur = recode(
      Kelompok_Umur,
      "15_24" = "15-24",
      "25_34" = "25-34",
      "35_44" = "35-44",
      "45_54" = "45-54",
      "55_64" = "55-64",
      "65_plus" = "65+"
    )
  )

head(data_long)

Data dengan nama Indonesia merupakan nilai keseluruhan nasional. Karena analisis antarprovinsi akan dilakukan menggunakan data masing-masing provinsi, baris Indonesia tidak digunakan dalam perbandingan tersebut.

data_provinsi <- data_long %>%
  filter(Provinsi != "Indonesia")

head(data_provinsi)

5 Visualisasi Data

5.1 Rata-rata Persentase Berdasarkan Kelompok Umur

Untuk melihat perbedaan rata-rata persentase penduduk yang merokok berdasarkan kelompok umur, dihitung rata-rata dari seluruh provinsi untuk setiap kelompok umur.

rata_umur <- data_provinsi %>%
  group_by(Kelompok_Umur) %>%
  summarise(
    Rata_Rata = mean(Persentase, na.rm = TRUE)
  )

ggplot(
  rata_umur,
  aes(x = Kelompok_Umur, y = Rata_Rata)
) +
  geom_col() +
  geom_text(
    aes(label = round(Rata_Rata, 1)),
    vjust = -0.4,
    size = 5
  ) +
  labs(
    title = "Rata-rata Persentase Penduduk yang Merokok",
    subtitle = "Berdasarkan kelompok umur di Indonesia, 2025",
    x = "Kelompok Umur",
    y = "Persentase (%)"
  ) +
  theme_minimal(base_size = 15)

Berdasarkan grafik, terdapat perbedaan rata-rata persentase penduduk yang merokok pada setiap kelompok umur. Kelompok umur 35–44 tahun memiliki rata-rata persentase yang paling tinggi, sedangkan kelompok umur 15–24 tahun memiliki persentase yang relatif lebih rendah.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa persentase penduduk yang merokok tidak sama pada setiap kelompok umur. Grafik ini juga memberikan gambaran umum mengenai kelompok umur yang memiliki persentase merokok lebih tinggi berdasarkan data tahun 2025.

5.2 Perbandingan Antarprovinsi Usia 35–44 Tahun

Selanjutnya, analisis difokuskan pada kelompok umur 35–44 tahun untuk melihat perbedaan persentase penduduk yang merokok antarprovinsi.

data_35_44 <- data_provinsi %>%
  filter(Kelompok_Umur == "35-44") %>%
  arrange(Persentase)

ggplot(
  data_35_44,
  aes(
    x = reorder(Provinsi, Persentase),
    y = Persentase
  )
) +
  geom_col() +
  geom_text(
    aes(label = round(Persentase, 1)),
    hjust = -0.1,
    size = 3.5
  ) +
  coord_flip() +
  labs(
    title = "Persentase Penduduk yang Merokok Usia 35–44 Tahun",
    subtitle = "Perbandingan antarprovinsi di Indonesia, 2025",
    x = "Provinsi",
    y = "Persentase (%)"
  ) +
  expand_limits(
    y = max(data_35_44$Persentase) + 5
  ) +
  theme_minimal(base_size = 13)

Grafik menunjukkan bahwa persentase penduduk yang merokok pada kelompok umur 35–44 tahun berbeda-beda antarprovinsi. Terdapat provinsi dengan persentase yang relatif tinggi dan terdapat pula provinsi dengan persentase yang lebih rendah.

Perbedaan nilai antarprovinsi menunjukkan bahwa pola persentase penduduk yang merokok tidak sama di seluruh wilayah Indonesia. Diagram batang horizontal digunakan agar nama setiap provinsi dapat dibaca dengan lebih jelas.

5.3 Perbandingan Rata-rata Berdasarkan Kelompok Umur

Diagram lingkaran digunakan untuk melihat perbandingan rata-rata persentase penduduk yang merokok pada setiap kelompok umur.

pie_data <- data_provinsi %>%
  group_by(Kelompok_Umur) %>%
  summarise(
    Rata_Rata = mean(Persentase, na.rm = TRUE)
  )

ggplot(
  pie_data,
  aes(
    x = "",
    y = Rata_Rata,
    fill = Kelompok_Umur
  )
) +
  geom_col(width = 1) +
  coord_polar(theta = "y") +
  
  geom_text(
    aes(
      label = paste0(
        Kelompok_Umur,
        "\n",
        round(Rata_Rata, 1),
        "%"
      )
    ),
    position = position_stack(vjust = 0.5),
    size = 4.5
  ) +
  
  labs(
    title = "Perbandingan Rata-rata Persentase Penduduk yang Merokok",
    subtitle = "Berdasarkan kelompok umur di Indonesia, 2025",
    fill = "Kelompok Umur"
  ) +
  
  theme_void(base_size = 15)

Diagram menunjukkan perbandingan rata-rata persentase penduduk yang merokok pada setiap kelompok umur. Besarnya bagian pada diagram menggambarkan perbedaan rata-rata antar kelompok umur.

Kelompok umur dengan bagian yang lebih besar memiliki rata-rata persentase merokok yang lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya. Visualisasi ini memberikan gambaran secara keseluruhan mengenai perbedaan rata-rata persentase berdasarkan kelompok umur.

5.4 Distribusi Persentase Usia 35–44 Tahun

Histogram digunakan untuk melihat bagaimana nilai persentase penduduk yang merokok pada kelompok umur 35–44 tahun tersebar di berbagai provinsi.

ggplot(
  data_35_44,
  aes(x = Persentase)
) +
  geom_histogram(bins = 8) +
  labs(
    title = "Distribusi Persentase Penduduk yang Merokok",
    subtitle = "Kelompok umur 35–44 tahun berdasarkan provinsi, 2025",
    x = "Persentase (%)",
    y = "Jumlah Provinsi"
  ) +
  theme_minimal(base_size = 15)

Histogram menunjukkan penyebaran persentase penduduk yang merokok pada kelompok umur 35–44 tahun di berbagai provinsi.

Setiap batang menunjukkan jumlah provinsi yang memiliki persentase pada rentang tertentu. Dengan grafik ini dapat dilihat apakah sebagian besar provinsi memiliki nilai yang berdekatan atau justru tersebar pada rentang persentase yang cukup luas.

5.5 Sebaran Persentase Berdasarkan Kelompok Umur

Boxplot digunakan untuk melihat sebaran persentase penduduk yang merokok pada masing-masing kelompok umur berdasarkan data seluruh provinsi.

ggplot(
  data_provinsi,
  aes(
    x = Kelompok_Umur,
    y = Persentase
  )
) +
  geom_boxplot() +
  labs(
    title = "Sebaran Persentase Penduduk yang Merokok",
    subtitle = "Berdasarkan kelompok umur dan provinsi, 2025",
    x = "Kelompok Umur",
    y = "Persentase (%)"
  ) +
  theme_minimal(base_size = 15)

Boxplot menunjukkan sebaran persentase penduduk yang merokok pada setiap kelompok umur. Bagian tengah box menunjukkan posisi nilai tengah data, sedangkan panjang box dan garis menunjukkan tingkat variasi persentase antarprovinsi.

Dengan visualisasi ini, perbedaan sebaran data antar kelompok umur dapat terlihat dengan lebih mudah. Boxplot juga dapat membantu melihat apakah terdapat nilai tertentu yang berada cukup jauh dari sebagian besar data.

6 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan visualisasi data BPS tahun 2025, persentase penduduk usia 15 tahun ke atas yang merokok menunjukkan adanya perbedaan berdasarkan kelompok umur dan provinsi.

Berdasarkan rata-rata antarprovinsi, kelompok umur 35–44 tahun memiliki persentase yang relatif tinggi dibandingkan kelompok umur lainnya. Selain itu, pada kelompok umur 35–44 tahun juga terlihat adanya perbedaan persentase antarprovinsi.

Kelima visualisasi memberikan sudut pandang yang berbeda terhadap data. Diagram batang digunakan untuk membandingkan nilai, diagram lingkaran untuk melihat perbandingan rata-rata, histogram untuk melihat distribusi data, dan boxplot untuk melihat sebaran serta variasi data.

Secara keseluruhan, visualisasi membantu membuat data persentase penduduk yang merokok lebih mudah dipahami dan menunjukkan adanya variasi berdasarkan kelompok umur maupun provinsi.