Data yang digunakan dalam analisis ini diperoleh dari data proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia mengenai Jumlah Penduduk Perempuan menurut Kabupaten/Kota dan Kelompok Umur Tahun 2026.
Link Data: https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/Mjc5MiMy/jumlah-penduduk-perempuan-menurut-kabupaten-kota-dan-kelompok-umur.html / Repository: Badan Pusat Statistik (BPS)
Pemilihan topik kependudukan perempuan di Provinsi Banten didasari oleh pentingnya perencanaan kebijakan publik yang berbasis gender dan struktur usia. Dengan memahami sebaran umur penduduk perempuan di 8 kabupaten/kota se-Provinsi Banten, pemerintah maupun akademisi dapat merancang program kesehatan reproduksi, pendidikan, ketenagakerjaan, hingga perlindungan sosial secara lebih tepat sasaran.
# Load library
library(readxl)
library(dplyr)
library(ggplot2)
library(tidyr)
# Membaca data Excel
df_raw <- read_excel(file.choose(), col_names = FALSE)
# Extract data khusus 8 Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (Baris 286 sampai 293)
banten_data <- df_raw[286:293, 1:18]
colnames(banten_data) <- c("Kabupaten_Kota", "Total", "0-4", "5-9", "10-14", "15-19",
"20-24", "25-29", "30-34", "35-39", "40-44", "45-49",
"50-54", "55-59", "60-64", "65-69", "70-74", "75+")
# Konversi tipe data numerik & penambahan variabel kategorik Tipe_Wilayah
banten_clean <- banten_data %>%
mutate(across(Total:`75+`, as.numeric)) %>%
mutate(Tipe_Wilayah = if_else(grepl("^Kota", Kabupaten_Kota), "Kota", "Kabupaten"))
# Menampilkan ringkasan tabel data Banten
knitr::kable(banten_clean[, c("Kabupaten_Kota", "Tipe_Wilayah", "Total")],
caption = "Tabel Total Penduduk Perempuan per Wilayah Banten (2026)")
| Kabupaten_Kota | Tipe_Wilayah | Total |
|---|---|---|
| Pandeglang | Kabupaten | 659723 |
| Lebak | Kabupaten | 719415 |
| Tangerang | Kabupaten | 1702234 |
| Serang | Kabupaten | 852425 |
| Kota Tangerang | Kota | 983913 |
| Kota Cilegon | Kota | 229819 |
| Kota Serang | Kota | 370791 |
| Kota Tangerang Selatan | Kota | 705788 |
ggplot(banten_clean, aes(x = Tipe_Wilayah, fill = Tipe_Wilayah)) +
geom_bar() +
scale_fill_manual(values = c("#2b5c8f", "#d95f02")) +
theme_minimal() +
labs(title = "Perbandingan Jumlah Kabupaten dan Kota di Provinsi Banten",
x = "Tipe Wilayah",
y = "Jumlah Wilayah",
fill = "Tipe Wilayah")
Interpretasi Grafik 3.1: Grafik batang di atas menunjukkan pembagian
administratif Provinsi Banten yang berimbang secara kuantitas kategorik,
yaitu terdiri dari 4 Kabupaten (Pandeglang, Lebak, Tangerang, Serang)
dan 4 Kota (Kota Tangerang, Kota Cilegon, Kota Serang, Kota Tangerang
Selatan).
ggplot(banten_clean, aes(x = reorder(Kabupaten_Kota, Total), y = Total, fill = Tipe_Wilayah)) +
geom_col() +
coord_flip() +
scale_fill_manual(values = c("#2b5c8f", "#e6ab02")) +
theme_minimal() +
labs(title = "Total Penduduk Perempuan per Kabupaten/Kota di Banten (2026)",
x = "Kabupaten / Kota",
y = "Jumlah Penduduk Perempuan (Jiwa)",
fill = "Tipe Wilayah")
Interpretasi Grafik 3.2: Dari visualisasi di atas, Kabupaten Tangerang
menjadi wilayah dengan jumlah penduduk perempuan terbanyak di Provinsi
Banten (melebihi 1,7 juta jiwa), disusul oleh Kota Tangerang dan
Kabupaten Serang. Sementara itu, Kota Cilegon memiliki jumlah penduduk
perempuan terendah di Banten (sekitar 229 ribu jiwa).
ggplot(banten_clean, aes(x = Total)) +
geom_histogram(bins = 5, fill = "#2ca25f", color = "white", alpha = 0.8) +
theme_minimal() +
labs(title = "Distribusi Frekuensi Total Penduduk Perempuan Wilayah Banten",
x = "Total Penduduk Perempuan",
y = "Frekuensi (Jumlah Wilayah)")
Interpretasi Grafik 4.1: Histogram menunjukkan bahwa mayoritas wilayah
di Provinsi Banten memiliki total penduduk perempuan berkisar antara
200.000 hingga 1.000.000 jiwa. Terdapat pola right-skewed kecil di mana
Kabupaten Tangerang menjadi nilai amatan terbesar di sisi kanan
distribusi.
# Transformasi data ke format long untuk analisis kelompok umur
banten_long <- banten_clean %>%
pivot_longer(cols = `0-4`:`75+`, names_to = "Kelompok_Umur", values_to = "Jumlah")
ggplot(banten_long, aes(x = Kelompok_Umur, y = Jumlah)) +
geom_boxplot(fill = "#9ebcda", color = "#8856a7") +
theme_minimal() +
theme(axis.text.x = element_text(angle = 45, hjust = 1)) +
labs(title = "Boxplot Sebaran Jumlah Penduduk Perempuan Berdasarkan Kelompok Umur",
x = "Kelompok Umur",
y = "Jumlah Penduduk (Jiwa)")
Interpretasi Grafik 4.2: Boxplot memvisualisasikan rentang interkuartil
(IQR) serta median jumlah penduduk perempuan pada tiap kelompok usia.
Terlihat bahwa pada kelompok usia produktif (seperti usia 10-14 hingga
35-39), variasi dan nilai median jumlah penduduk relatif lebih tinggi
dibandingkan dengan kelompok usia lanjut (65+).
# Menghitung rerata jumlah penduduk per kelompok umur di Banten
avg_age <- banten_long %>%
group_by(Kelompok_Umur) %>%
summarise(Rerata = mean(Jumlah))
ggplot(avg_age, aes(x = factor(Kelompok_Umur, levels = unique(banten_long$Kelompok_Umur)), y = Rerata, group = 1)) +
geom_line(color = "#e41a1c", size = 1.2) +
geom_point(color = "#e41a1c", size = 3) +
theme_minimal() +
theme(axis.text.x = element_text(angle = 45, hjust = 1)) +
labs(title = "Tren Rerata Penduduk Perempuan Banten Berdasarkan Kelompok Umur",
x = "Kelompok Umur",
y = "Rerata Jumlah (Jiwa)")
Interpretasi Grafik 4.3: Garis tren menunjukkan struktur demografi tipe
ekspansif menuju stasioner, di mana proporsi penduduk perempuan usia
muda hingga produktif (0–44 tahun) masih sangat dominan. Terjadi
penurunan tajam jumlah penduduk pada kelompok usia lansia (60+
tahun).
Struktur Wilayah: Provinsi Banten memiliki keseimbangan wilayah secara administratif (4 Kabupaten dan 4 Kota).
Konsentrasi Penduduk: Wilayah Tangerang Raya (Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan) mendominasi jumlah penduduk perempuan di Banten.
Bonus Demografi: Mayoritas penduduk perempuan berada pada kelompok usia produktif (15–64 tahun), yang menjadi modal penting pembangunan ekonomi daerah.