Tugas 2 - Statistika InferensialNama: Sausan Muntaz
NIM: 3337260048
Kelas: A26Tim IT kampus Untirta mencatat kecepatan unduh (Mbps) dari 25 titik akses WiFi yang dipilih secara acak. Data tersebut digunakan untuk menduga rata-rata kecepatan unduh seluruh titik akses WiFi di kampus.
Masukkan data ke RStudio sebagai vektor, lalu hitung estimasi titik (rata-rata) dan standar deviasi kecepatan unduh menggunakan mean() dan sd().
data_wifi <- c(18.2, 21.5, 19.8, 23.1, 17.6, 20.4, 22.9, 16.8, 19.1, 24.3,
18.7, 21.0, 20.2, 17.9, 23.6, 19.4, 22.1, 18.0, 20.9, 21.7,
16.5, 19.9, 23.4, 18.3, 21.2)
summary(data_wifi)
## Min. 1st Qu. Median Mean 3rd Qu. Max.
## 16.50 18.30 20.20 20.26 21.70 24.30
mean(data_wifi)
## [1] 20.26
sd(data_wifi)
## [1] 2.217732
Hasil tersebut menunjukkan bahwa rata-rata kecepatan unduh sampel adalah 20,26 Mbps, dengan standar deviasi sebesar 2,22 Mbps.
Hitung interval kepercayaan 95% untuk rata-rata kecepatan unduh SELURUH titik akses di kampus menggunakan RStudio (t.test() atau perhitungan manual dengan qt()).
t.test(data_wifi, conf.level = 0.95)
##
## One Sample t-test
##
## data: data_wifi
## t = 45.677, df = 24, p-value < 2.2e-16
## alternative hypothesis: true mean is not equal to 0
## 95 percent confidence interval:
## 19.34457 21.17543
## sample estimates:
## mean of x
## 20.26
Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan t.test(), interval kepercayaan 95% untuk rata-rata kecepatan unduh seluruh titik akses WiFi di kampus adalah sekitar 19,34 Mbps sampai 21,18 Mbps.
Artinya, dengan tingkat kepercayaan 95%, rata-rata kecepatan unduh seluruh titik akses WiFi di kampus diperkirakan berada pada interval tersebut.
Hitung dan bandingkan pula interval kepercayaan 90% dan 99% untuk data yang sama. Jelaskan pengaruh perubahan tingkat kepercayaan terhadap lebar interval.
t.test(data_wifi, conf.level = 0.90)
##
## One Sample t-test
##
## data: data_wifi
## t = 45.677, df = 24, p-value < 2.2e-16
## alternative hypothesis: true mean is not equal to 0
## 90 percent confidence interval:
## 19.50114 21.01886
## sample estimates:
## mean of x
## 20.26
t.test(data_wifi, conf.level = 0.99)
##
## One Sample t-test
##
## data: data_wifi
## t = 45.677, df = 24, p-value < 2.2e-16
## alternative hypothesis: true mean is not equal to 0
## 99 percent confidence interval:
## 19.01943 21.50057
## sample estimates:
## mean of x
## 20.26
Hasil interval kepercayaan:
Semakin tinggi tingkat kepercayaan, semakin lebar interval kepercayaan. Hal ini terjadi karena tingkat kepercayaan yang lebih tinggi membutuhkan rentang nilai yang lebih luas agar lebih yakin bahwa rata-rata populasi berada di dalam interval tersebut.
Jelaskan arti margin of error yang diperoleh dalam konteks kasus ini (kecepatan unduh WiFi kampus).
hasil <- t.test(data_wifi, conf.level = 0.95)
hasil$conf.int
## [1] 19.34457 21.17543
## attr(,"conf.level")
## [1] 0.95
mean(data_wifi)
## [1] 20.26
MOE <- hasil$conf.int[2] - mean(data_wifi)
MOE
## [1] 0.9154346
Margin of error sebesar 0,92 Mbps berarti rata-rata kecepatan unduh WiFi kampus yang diperoleh dari sampel, yaitu 20,26 Mbps, memiliki ketidakpastian sekitar 0,92 Mbps pada tingkat kepercayaan 95%.
Dengan demikian, rata-rata kecepatan unduh WiFi kampus pada populasi diperkirakan berada dalam rentang:
20,26 ± 0,92 Mbps
atau sekitar 19,34 Mbps hingga 21,18 Mbps.
Jika manajemen kampus harus memutuskan “apakah kecepatan WiFi sudah memenuhi standar minimum 20 Mbps” berdasarkan sampel ini, jelaskan risiko Galat Tipe I dan Tipe II yang mungkin terjadi.
Dalam menentukan apakah kecepatan WiFi sudah memenuhi standar minimum 20 Mbps, dapat dibuat hipotesis:
H₀: Rata-rata kecepatan WiFi ≥ 20 Mbps
H₁: Rata-rata kecepatan WiFi < 20 Mbps
Galat Tipe I terjadi apabila kita menolak H₀ dan menyimpulkan bahwa rata-rata kecepatan WiFi belum memenuhi standar 20 Mbps, padahal sebenarnya rata-rata populasi sudah memenuhi standar tersebut.
Galat Tipe II terjadi apabila kita gagal menolak H₀ dan menyimpulkan bahwa rata-rata kecepatan WiFi sudah memenuhi standar 20 Mbps, padahal sebenarnya rata-rata populasi belum memenuhi standar tersebut.