Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kecepatan unduh WiFi kampus berdasarkan data dari 25 access point yang dipilih secara acak. Analisis dilakukan menggunakan RStudio untuk menghitung rata-rata, standar deviasi, interval kepercayaan, margin of error, serta memahami kemungkinan kesalahan dalam pengambilan keputusan. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata kecepatan unduh dari 25 access point adalah 20,26 Mbps dengan standar deviasi sebesar 2,22 Mbps. Interval kepercayaan 95% berada pada rentang 19,34–21,18 Mbps, sedangkan margin of error sebesar 0,92 Mbps. Hasil pengujian terhadap batas minimum 20 Mbps menunjukkan bahwa belum terdapat bukti yang cukup untuk menyatakan rata-rata kecepatan WiFi berada di bawah 20 Mbps.
Kata kunci: WiFi kampus, rata-rata, standar deviasi, interval kepercayaan, margin of error.
Kecepatan internet menjadi salah satu hal yang penting dalam kegiatan perkuliahan. WiFi kampus digunakan mahasiswa untuk berbagai kebutuhan, seperti mencari materi, mengakses sistem akademik, mengirim tugas, hingga mengikuti pembelajaran secara daring.
Untuk mengetahui kondisi kecepatan WiFi kampus secara keseluruhan, tidak harus mengukur seluruh access point. Sebagian access point dapat dipilih sebagai sampel, kemudian hasilnya digunakan untuk memperkirakan kondisi populasi.
Pada penelitian ini digunakan data kecepatan unduh dari 25 access point WiFi kampus. Data tersebut dianalisis menggunakan RStudio untuk mengetahui rata-rata dan standar deviasi, menghitung interval kepercayaan pada beberapa tingkat kepercayaan, menentukan margin of error, serta membahas galat tipe I dan tipe II dalam pengambilan keputusan terhadap batas minimum kecepatan 20 Mbps.
Data penelitian berupa kecepatan unduh WiFi dalam satuan Mbps dari 25 access point kampus yang dipilih secara acak.
Data dimasukkan ke dalam RStudio menggunakan kode berikut:
data_wifi <- c(
18.2, 21.5, 19.8, 23.1, 17.6,
20.4, 22.9, 16.8, 19.1, 24.3,
18.7, 21.0, 20.2, 17.9, 23.6,
19.4, 22.1, 18.0, 20.9, 21.7,
16.5, 19.9, 23.4, 18.3, 21.2
)
data_wifi
## [1] 18.2 21.5 19.8 23.1 17.6 20.4 22.9 16.8 19.1 24.3 18.7 21.0 20.2 17.9 23.6
## [16] 19.4 22.1 18.0 20.9 21.7 16.5 19.9 23.4 18.3 21.2
Jumlah data yang digunakan adalah 25 pengamatan.
Analisis data dilakukan menggunakan beberapa fungsi pada RStudio, yaitu:
mean() untuk menghitung rata-rata.sd() untuk menghitung standar deviasi.t.test() untuk menghitung interval kepercayaan dan
melakukan pengujian rata-rata.qt() untuk memperoleh nilai t kritis dalam perhitungan
margin of error.Analisis dilakukan untuk menjawab lima bagian permasalahan yang berkaitan dengan estimasi rata-rata kecepatan WiFi kampus.
Estimasi titik untuk rata-rata populasi diperoleh dari rata-rata data sampel. Standar deviasi digunakan untuk melihat tingkat penyebaran data kecepatan WiFi dari nilai rata-ratanya.
rata_rata <- mean(data_wifi)
standar_deviasi <- sd(data_wifi)
cat("Rata-rata =", round(rata_rata, 2), "Mbps\n")
## Rata-rata = 20.26 Mbps
cat("Standar deviasi =", round(standar_deviasi, 2), "Mbps")
## Standar deviasi = 2.22 Mbps
Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh rata-rata kecepatan unduh sebesar 20,26 Mbps dan standar deviasi sebesar 2,22 Mbps.
Rata-rata tersebut menjadi estimasi titik untuk rata-rata kecepatan unduh seluruh access point kampus. Sementara itu, standar deviasi menunjukkan bahwa kecepatan antar-access point tidak semuanya sama dan memiliki penyebaran sekitar 2,22 Mbps dari rata-ratanya.
Interval kepercayaan digunakan untuk memperkirakan rentang nilai
rata-rata kecepatan unduh populasi berdasarkan data sampel. Karena
standar deviasi populasi tidak diketahui, digunakan distribusi t melalui
fungsi t.test().
hasil_95 <- t.test(
data_wifi,
conf.level = 0.95
)
batas_95 <- hasil_95$conf.int
cat("Batas bawah =", round(batas_95[1], 2), "Mbps\n")
## Batas bawah = 19.34 Mbps
cat("Batas atas =", round(batas_95[2], 2), "Mbps")
## Batas atas = 21.18 Mbps
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa interval kepercayaan 95% berada pada 19,34 Mbps sampai 21,18 Mbps.
Dengan demikian, berdasarkan sampel yang digunakan, rata-rata kecepatan unduh WiFi kampus diperkirakan berada dalam rentang tersebut pada tingkat kepercayaan 95%.
Selain interval kepercayaan 95%, dilakukan perhitungan menggunakan tingkat kepercayaan 90% dan 99% untuk melihat perubahan lebar interval.
hasil_90 <- t.test(data_wifi, conf.level = 0.90)
hasil_95 <- t.test(data_wifi, conf.level = 0.95)
hasil_99 <- t.test(data_wifi, conf.level = 0.99)
interval <- data.frame(
Tingkat_Kepercayaan = c("90%", "95%", "99%"),
Batas_Bawah = c(
hasil_90$conf.int[1],
hasil_95$conf.int[1],
hasil_99$conf.int[1]
),
Batas_Atas = c(
hasil_90$conf.int[2],
hasil_95$conf.int[2],
hasil_99$conf.int[2]
)
)
interval$Batas_Bawah <- round(interval$Batas_Bawah, 2)
interval$Batas_Atas <- round(interval$Batas_Atas, 2)
knitr::kable(
interval,
col.names = c(
"Tingkat Kepercayaan",
"Batas Bawah (Mbps)",
"Batas Atas (Mbps)"
)
)
| Tingkat Kepercayaan | Batas Bawah (Mbps) | Batas Atas (Mbps) |
|---|---|---|
| 90% | 19.50 | 21.02 |
| 95% | 19.34 | 21.18 |
| 99% | 19.02 | 21.50 |
Hasil perhitungan dapat dilihat pada tabel berikut.
| Tingkat Kepercayaan | Batas Bawah (Mbps) | Batas Atas (Mbps) |
|---|---|---|
| 90% | 19,50 | 21,02 |
| 95% | 19,34 | 21,18 |
| 99% | 19,02 | 21,50 |
Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa interval 90% memiliki rentang paling sempit, sedangkan interval 99% memiliki rentang paling lebar.
Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kepercayaan, semakin lebar interval yang dihasilkan. Interval dibuat lebih lebar karena kita ingin memiliki tingkat keyakinan yang lebih tinggi bahwa interval tersebut dapat mencakup rata-rata populasi yang sebenarnya.
Margin of error menunjukkan batas kesalahan dari hasil estimasi rata-rata sampel terhadap rata-rata populasi pada tingkat kepercayaan tertentu. Pada penelitian ini, margin of error dihitung pada tingkat kepercayaan 95%.
n <- length(data_wifi)
s <- sd(data_wifi)
standard_error <- s / sqrt(n)
t_kritis <- qt(
0.975,
df = n - 1
)
margin_of_error <- t_kritis * standard_error
cat(
"Margin of error =",
round(margin_of_error, 2),
"Mbps"
)
## Margin of error = 0.92 Mbps
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa margin of error adalah sekitar 0,92 Mbps.
Artinya, rata-rata sampel sebesar 20,26 Mbps memiliki batas sekitar 0,92 Mbps pada tingkat kepercayaan 95%. Hal tersebut sesuai dengan interval kepercayaan 95% yang berada sekitar 0,92 Mbps di bawah dan di atas rata-rata sampel.
Untuk menentukan apakah rata-rata kecepatan WiFi kampus berada di bawah batas minimum 20 Mbps, dapat dibuat hipotesis sebagai berikut:
Pengujian dilakukan menggunakan uji t satu arah.
uji_wifi <- t.test(
data_wifi,
mu = 20,
alternative = "less"
)
cat("Nilai t =", round(uji_wifi$statistic, 3), "\n")
## Nilai t = 0.586
cat("p-value =", round(uji_wifi$p.value, 3))
## p-value = 0.718
Hasil pengujian menghasilkan nilai t = 0,586 dan p-value ≈ 0,717. Karena nilai p-value lebih besar dari 0,05, maka H₀ tidak ditolak.
Artinya, berdasarkan data sampel yang digunakan, belum terdapat bukti yang cukup untuk menyatakan bahwa rata-rata kecepatan WiFi kampus kurang dari 20 Mbps.
Galat Tipe I
Galat tipe I terjadi ketika H₀ sebenarnya benar, tetapi kita menolaknya. Dalam kasus ini, artinya kita menyimpulkan bahwa rata-rata kecepatan WiFi kurang dari 20 Mbps, padahal sebenarnya rata-rata kecepatan WiFi tidak kurang dari 20 Mbps.
Galat Tipe II
Galat tipe II terjadi ketika H₀ sebenarnya salah, tetapi kita tidak menolaknya. Dalam kasus ini, artinya kita menyimpulkan bahwa belum ada bukti rata-rata WiFi kurang dari 20 Mbps, padahal sebenarnya rata-rata kecepatan WiFi memang kurang dari 20 Mbps.
Hasil pengujian pada sampel ini bukan berarti membuktikan bahwa WiFi pasti memenuhi standar 20 Mbps. Hasilnya hanya menunjukkan bahwa data yang diperoleh belum cukup kuat untuk menyatakan bahwa rata-rata kecepatan WiFi berada di bawah 20 Mbps.
Berdasarkan analisis data 25 access point WiFi kampus menggunakan RStudio, diperoleh rata-rata kecepatan unduh sebesar 20,26 Mbps dengan standar deviasi sebesar 2,22 Mbps.
Interval kepercayaan 95% berada pada rentang 19,34–21,18 Mbps. Sementara itu, perbandingan interval 90%, 95%, dan 99% menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kepercayaan, semakin lebar interval yang diperoleh. Margin of error pada tingkat kepercayaan 95% adalah sekitar 0,92 Mbps.
Berdasarkan pengujian terhadap batas minimum 20 Mbps, diperoleh p-value sekitar 0,717, sehingga belum terdapat bukti yang cukup untuk menyatakan bahwa rata-rata kecepatan WiFi kampus berada di bawah 20 Mbps. Selain itu, dalam pengambilan keputusan tersebut terdapat kemungkinan terjadinya galat tipe I maupun tipe II.