Tugas 2 - Statistika InferensialNama: Sausan Muntaz
NIM: 3337260048
2026-09-15Tim IT kampus Untirta mencatat kecepatan unduh (Mbps) dari 25 titik akses WiFi yang dipilih secara acak. Data tersebut digunakan untuk menduga rata-rata kecepatan unduh seluruh titik akses WiFi di kampus.
Masukkan data ke RStudio sebagai vektor, lalu hitung estimasi titik (rata-rata) dan standar deviasi kecepatan unduh menggunakan mean() dan sd().
data_wifi <- c(18.2, 21.5, 19.8, 23.1, 17.6, 28.4, 22.9, 10.8, 19.1, 24.9,
18.7, 21.0, 28.2, 17.9, 23.6, 19.4, 22.1, 18.8, 28.5, 21.7,
16.5, 19.9, 23.4, 18.3, 21.2)
mean(data_wifi)
## [1] 21.02
sd(data_wifi)
## [1] 3.97974
Hasil tersebut menunjukkan bahwa rata-rata kecepatan unduh sampel adalah 21,02 Mbps, dengan standar deviasi sebesar 3,98 Mbps.
Hitung interval kepercayaan 95% untuk rata-rata kecepatan unduh SELURUH titik akses di kampus menggunakan RStudio (t.test() atau perhitungan manual dengan qt()).
t.test(data_wifi, conf.level = 0.95)
##
## One Sample t-test
##
## data: data_wifi
## t = 26.409, df = 24, p-value < 2.2e-16
## alternative hypothesis: true mean is not equal to 0
## 95 percent confidence interval:
## 19.37724 22.66276
## sample estimates:
## mean of x
## 21.02
Berdasarkan hasil perhitungan, interval kepercayaan 95% untuk rata-rata kecepatan unduh populasi adalah sekitar 19,38 Mbps sampai 22,66 Mbps.
Artinya, dengan tingkat kepercayaan 95%, rata-rata kecepatan unduh seluruh titik akses WiFi di kampus diperkirakan berada pada interval tersebut.
Hitung dan bandingkan pula interval kepercayaan 90% dan 99% untuk data yang sama. Jelaskan pengaruh perubahan tingkat kepercayaan terhadap lebar interval.
t.test(data_wifi, conf.level = 0.90)
##
## One Sample t-test
##
## data: data_wifi
## t = 26.409, df = 24, p-value < 2.2e-16
## alternative hypothesis: true mean is not equal to 0
## 90 percent confidence interval:
## 19.65823 22.38177
## sample estimates:
## mean of x
## 21.02
t.test(data_wifi, conf.level = 0.95)
##
## One Sample t-test
##
## data: data_wifi
## t = 26.409, df = 24, p-value < 2.2e-16
## alternative hypothesis: true mean is not equal to 0
## 95 percent confidence interval:
## 19.37724 22.66276
## sample estimates:
## mean of x
## 21.02
t.test(data_wifi, conf.level = 0.99)
##
## One Sample t-test
##
## data: data_wifi
## t = 26.409, df = 24, p-value < 2.2e-16
## alternative hypothesis: true mean is not equal to 0
## 99 percent confidence interval:
## 18.79378 23.24622
## sample estimates:
## mean of x
## 21.02
Hasil interval kepercayaan:
Semakin tinggi tingkat kepercayaan, semakin lebar interval kepercayaan. Hal ini terjadi karena tingkat kepercayaan yang lebih tinggi membutuhkan rentang nilai yang lebih luas agar lebih yakin bahwa rata-rata populasi berada di dalam interval tersebut.
Jelaskan arti margin of error yang diperoleh dalam konteks kasus ini (kecepatan unduh WiFi kampus). Margin of error pada tingkat kepercayaan 95% adalah sekitar 1,64 Mbps.
hasil <- t.test(data_wifi, conf.level = 0.95)
hasil$conf.int
## [1] 19.37724 22.66276
## attr(,"conf.level")
## [1] 0.95
mean(data_wifi)
## [1] 21.02
Margin of error sebesar 1,64 Mbps berarti hasil estimasi rata-rata sampel, yaitu 21,02 Mbps, memiliki batas ketidakpastian sekitar 1,64 Mbps pada tingkat kepercayaan 95%.
Dengan demikian, rata-rata populasi diperkirakan berada di sekitar:
21,02 ± 1,64 Mbps.
Dalam menentukan apakah kecepatan WiFi sudah memenuhi standar minimum 20 Mbps, dapat dibuat hipotesis:
H₀: Rata-rata kecepatan WiFi ≥ 20 Mbps
H₁: Rata-rata kecepatan WiFi < 20 Mbps
Galat Tipe I terjadi apabila kita menyimpulkan bahwa rata-rata kecepatan WiFi belum memenuhi standar 20 Mbps, padahal sebenarnya rata-rata populasi sudah memenuhi standar tersebut.
Galat Tipe II terjadi apabila kita menyimpulkan bahwa rata-rata kecepatan WiFi sudah memenuhi standar 20 Mbps, padahal sebenarnya rata-rata populasi belum memenuhi standar tersebut.