1 Bagian A - Pendugaan Parameter & Uji Satu Proporsi

  1. Hitung proporsi sampel (p̂) peserta yang “Lulus” beserta selang kepercayaan 95%-nya.

  2. Perusahaan menargetkan tingkat kelulusan pelatihan minimal 80% (p0 = 0,80). Periksa apakah syarat kecukupan sampel untuk pendekatan normal terpenuhi.

  3. Lakukan pengujian hipotesis yang sesuai (Uji Z Proporsi atau Uji Eksak Binomial — pilih berdasarkan hasil langkah 2) untuk menguji apakah tingkat kelulusan aktual berada di bawah target 80%, pada α = 0,05.

  4. Kerjakan seluruh perhitungan secara manual DAN verifikasi menggunakan R Studio. Sertakan sintaks dan tangkapan layar/salinan output R.

  5. Tuliskan kesimpulan dalam kalimat yang mudah dipahami, sesuai konteks permasalahan.

1.1 Data

Data status kelulusan 40 peserta Pelatihan Fundamental Statistika

status <- c("Lulus","Lulus","Lulus","Lulus","Tidak Lulus","Lulus","Tidak Lulus",
            "Lulus","Lulus","Lulus","Lulus","Lulus","Lulus","Lulus","Lulus","Lulus","Lulus",
            "Lulus","Tidak Lulus","Lulus","Tidak Lulus","Lulus","Lulus","Lulus","Tidak Lulus",
            "Lulus","Lulus","Lulus","Tidak Lulus","Lulus","Tidak Lulus","Tidak Lulus","Lulus",
            "Tidak Lulus","Lulus","Lulus","Tidak Lulus","Lulus","Tidak Lulus","Lulus")

table(status)
## status
##       Lulus Tidak Lulus 
##          29          11
n <- length(status)
x <- sum(status == "Lulus")
cat("n =", n, " x (Lulus) =", x, "\n")
## n = 40  x (Lulus) = 29

Data memiliki total 40 dengan

  • Lulus 29

  • Tidak Lulus 11

1.2 Dugaan proporsi (p-hat) & Selang Kepercayaan 95%

phat <- x/n
SE_ci <- sqrt(phat*(1-phat)/n)
CI <- phat + c(-1, 1) * 1.96 * SE_ci
cat("p-hat =", phat, "\n")
## p-hat = 0.725
cat("CI 95% = (", CI[1], ",", CI[2], ")\n")
## CI 95% = ( 0.5866238 , 0.8633762 )

Interpretasi

Proporsi sampel peserta yang lulus adalah p̂ = 0,725 atau 72,5%. Dengan tingkat kepercayaan 95%, proporsi kelulusan peserta di populasi diperkirakan berada di antara 58,66% dan 86,34%.

1.3 Cek syarat kecukupan sampel untuk pendekatan normal

p0 <- 0.80
cat("n*p0 =", n*p0, "\n")
## n*p0 = 32
cat("n*(1-p0) =", n*(1-p0), "\n")
## n*(1-p0) = 8

Interpretasi

Karena n·p₀ = 32 ≥ 5 dan n·(1−p₀) = 8 ≥ 5, kedua syarat kecukupan sampel untuk pendekatan normal terpenuhi. Dengan demikian, pengujian yang tepat digunakan adalah Uji Z Proporsi.

1.4 Uji hipotesis satu arah

Hipotesis:

  • H0 : p ≥ 0,80 (tingkat kelulusan sesuai/tidak kurang dari target)
  • H1 : p < 0,80 (tingkat kelulusan aktual di bawah target)
Z <- (phat - p0) / sqrt(p0*(1-p0)/n)
cat("Z hitung =", Z, "\n")
## Z hitung = -1.185854
zcrit <- qnorm(0.05)   
cat("Z kritis (alpha=0.05, one-sided) =", zcrit, "\n")
## Z kritis (alpha=0.05, one-sided) = -1.644854
pvalue <- pnorm(Z)     
cat("p-value =", pvalue, "\n")
## p-value = 0.11784

Interpretasi

Z hitung = −1,186 <= Z kritis = −1,645, dan nilai p-value = 0,1178 lebih besar dari α = 0,05. Artinya H0 gagal ditolak.

1.5 Verifikasi dengan prop.test()

hasil <- prop.test(x, n, p = p0, alternative = "less", correct = FALSE)
hasil
## 
##  1-sample proportions test without continuity correction
## 
## data:  x out of n, null probability p0
## X-squared = 1.4063, df = 1, p-value = 0.1178
## alternative hypothesis: true p is less than 0.8
## 95 percent confidence interval:
##  0.000000 0.824034
## sample estimates:
##     p 
## 0.725

Interpretasi:

Output R menunjukkan

  • X-squared = 1,4063 (yang merupakan Z² = (−1,186)² = 1,4063)
  • p-value = 0,1178

Identik dengan hasil perhitungan manual di atas. Hasil ini mengonfirmasi bahwa H0 gagal ditolak.

1.6 Kesimpulan Bagian A

Berdasarkan data 40 peserta dengan tingkat kelulusan sampel sebesar 72,5%, pada taraf signifikansi 5% belum terdapat cukup bukti statistik untuk menyatakan bahwa tingkat kelulusan pelatihan yang sesungguhnya berada di bawah target perusahaan sebesar 80%. Meskipun proporsi sampel (72,5%) lebih rendah dari target (80%), selisih tersebut masih berada dalam batas variasi sampling yang wajar, sehingga secara statistik belum dapat disimpulkan bahwa performa pelatihan gagal memenuhi target.

2 Bagian B - Uji Kebaikan Suai Chi-Square

  1. Susun hipotesis nol dan alternatif untuk menguji apakah distribusi jenis pertanyaan terbaru masih sesuai dengan proporsi historis.

  2. Hitung nilai harapan (expected frequency) untuk setiap kategori.

  3. Hitung statistik uji Chi-Square dan derajat bebasnya, lalu bandingkan dengan nilai kritis pada α = 0,05.

  4. Verifikasi hasil perhitungan manual menggunakan R Studio (fungsi chisq.test()).

  5. Simpulkan apakah distribusi jenis pertanyaan layanan akademik saat ini masih konsisten dengan proporsi historis

2.1 Data

observed <- c(70, 40, 25, 15)
expected_p <- c(0.40, 0.30, 0.20, 0.10)

n <- sum(observed)
E <- n * expected_p
n; E
## [1] 150
## [1] 60 45 30 15

2.2 Hipotesis

  • H0 : p1 = 0,40 ; p2 = 0,30 ; p3 = 0,20 ; p4 = 0,10 (distribusi terbaru sesuai proporsi historis)
  • H1 : minimal ada satu pi ≠ pi0 (distribusi terbaru sudah tidak sesuai proporsi historis)

2.3 Statistik uji Chi-Square

chisq_terms <- (observed - E)^2 / E
chisq_terms
## [1] 1.6666667 0.5555556 0.8333333 0.0000000
chi2_hitung <- sum(chisq_terms)
chi2_hitung
## [1] 3.055556

Interpretasi

Semua nilai frekuensi harapan (Ei = 60, 45, 30, 15) sudah ≥ 5, sehingga syarat aproksimasi Chi-Square terpenuhi. Statistik uji χ²_hitung = 3,0556.

2.4 Nilai Kritis

df <- length(observed) - 1
qchisq(0.95, df)
## [1] 7.814728

Interpretasi

Dengan df = k − 1 = 3, nilai kritis χ²(0,05 ; 3) = 7,815. Karena χ²_hitung (3,0556) < χ²_kritis (7,815), maka H0 gagal ditolak.

2.5 Verifikasi dengan chisq.test()

hasil <- chisq.test(x = observed, p = expected_p)
hasil
## 
##  Chi-squared test for given probabilities
## 
## data:  observed
## X-squared = 3.0556, df = 3, p-value = 0.3831

Interpretasi

Output R menunjukkan X-squared = 3,0556, df = 3, p-value = 0,3831 — persis sama dengan hasil perhitungan manual. Karena p-value (0,3831) jauh lebih besar dari α (0,05), hasil ini menegaskan bahwa H0 gagal ditolak.

2.6 Kesimpulan Bagian B

Pada taraf signifikansi 5%, distribusi jenis pertanyaan layanan akademik yang masuk pada semester terbaru masih konsisten dengan proporsi historis tahun sebelumnya (Akademik 40%, Administrasi 30%, Teknis Sistem 20%, Lainnya 10%). Tidak ditemukan bukti bahwa pola kebutuhan layanan akademik telah bergeser secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.