Pada Tugas Pendalaman Materi Pertemuan 2 Analisis Data Kategorik ini
terdiri dari 2 bagian atau 2 studi kasus. bagian A itu mengenai
Pendugaan Parameter & Uji Satu Proporsi dan bagian B itu mengenai
Uji Kebaikan Suai Chi-Square. untuk datanya yaitu data simulasi berupa
file excel
Pada studi kasus ini menggunakan data simulasi dengan file excel
yaitu mengenai hasil pasca tes peserta pelatihan fundamental statistika
(data bersifat ilustratif / simulasi untuk keperluan tugas)
1. Hitung proporsi sampel (p̂) peserta yang “Lulus” beserta selang
kepercayaan 95%-nya.
2. Perusahaan menargetkan tingkat kelulusan pelatihan minimal 80% (p0 =
0,80). Periksa apakah syarat kecukupan sampel untuk pendekatan normal
terpenuhi.
3. Lakukan pengujian hipotesis yang sesuai (Uji Z Proporsi atau Uji
Eksak Binomial —pilih berdasarkan hasil langkah 2) untuk menguji apakah
tingkat kelulusan aktual berada di bawah target 80%, pada α =
0,05.
4. Kerjakan seluruh perhitungan secara manual DAN verifikasi menggunakan
R Studio. Sertakan sintaks dan tangkapan layar/salinan output R
5. Tuliskan kesimpulan dalam kalimat yang mudah dipahami, sesuai konteks
permasalahan.
Pada studi kasus ini menggunakan data simulasi dengan file excel
yaitu mengenai jenis layanan akademik dengan konteks distribusi jenis
pertanyaan / keluhan yang masuk kelayanan akademik prodi statistika
selama satu semester (data bersifat ilustratif/ simulsi untuk keperluan
tugas)
1. Susun hipotesis nol dan alternatif untuk menguji apakah distribusi
jenis pertanyaan terbaru masih sesuai dengan proporsi historis.
2. Hitung nilai harapan (expected frequency) untuk setiap
kategori.
3. Hitung statistik uji Chi-Square dan derajat bebasnya, lalu bandingkan
dengan nilai kritis pada α = 0,05.
4. Verifikasi hasil perhitungan manual menggunakan R Studio (fungsi
chisq.test()).
5. Simpulkan apakah distribusi jenis pertanyaan layanan akademik saat
ini masih konsisten dengan proporsi historis.
Input Data
library(readxl)
data_proporsi <- read_excel("C:/Users/Lenovo/OneDrive - untirta.ac.id/Kuliah/Semester 5/Analisis Data Kategorik/Before UTS/Data_Simulasi_Tugas_Pertemuan2_1.xlsx", sheet = "Data Proporsi")
print(data_proporsi, n= 40)## # A tibble: 40 × 3
## No Peserta `Status Kelulusan`
## <dbl> <chr> <chr>
## 1 1 Peserta 1 Lulus
## 2 2 Peserta 2 Lulus
## 3 3 Peserta 3 Lulus
## 4 4 Peserta 4 Lulus
## 5 5 Peserta 5 Tidak Lulus
## 6 6 Peserta 6 Lulus
## 7 7 Peserta 7 Tidak Lulus
## 8 8 Peserta 8 Lulus
## 9 9 Peserta 9 Lulus
## 10 10 Peserta 10 Lulus
## 11 11 Peserta 11 Lulus
## 12 12 Peserta 12 Lulus
## 13 13 Peserta 13 Lulus
## 14 14 Peserta 14 Lulus
## 15 15 Peserta 15 Lulus
## 16 16 Peserta 16 Lulus
## 17 17 Peserta 17 Lulus
## 18 18 Peserta 18 Lulus
## 19 19 Peserta 19 Tidak Lulus
## 20 20 Peserta 20 Lulus
## 21 21 Peserta 21 Tidak Lulus
## 22 22 Peserta 22 Lulus
## 23 23 Peserta 23 Lulus
## 24 24 Peserta 24 Lulus
## 25 25 Peserta 25 Tidak Lulus
## 26 26 Peserta 26 Lulus
## 27 27 Peserta 27 Lulus
## 28 28 Peserta 28 Lulus
## 29 29 Peserta 29 Tidak Lulus
## 30 30 Peserta 30 Lulus
## 31 31 Peserta 31 Tidak Lulus
## 32 32 Peserta 32 Tidak Lulus
## 33 33 Peserta 33 Lulus
## 34 34 Peserta 34 Tidak Lulus
## 35 35 Peserta 35 Lulus
## 36 36 Peserta 36 Lulus
## 37 37 Peserta 37 Tidak Lulus
## 38 38 Peserta 38 Lulus
## 39 39 Peserta 39 Tidak Lulus
## 40 40 Peserta 40 Lulus
1. Hitung proporsi sampel (p̂) peserta yang “Lulus” beserta selang kepercayaan 95%-nya.
# Jumlah seluruh peserta
n <- nrow(data_proporsi)
# Jumlah peserta yang lulus
x <- sum(data_proporsi$`Status Kelulusan`== "Lulus")
alpha <- 0.05
# Proporsi Sampel
p_hat <- x / n
p_hat## [1] 0.725
##
## 1-sample proportions test without continuity correction
##
## data: x out of n, null probability 0.5
## X-squared = 8.1, df = 1, p-value = 0.004427
## alternative hypothesis: true p is not equal to 0.5
## 95 percent confidence interval:
## 0.5716504 0.8389198
## sample estimates:
## p
## 0.725
Interpretasi:
Proporsi sampel peserta yang lulus adalah \(\hat{p} = 0{,}725\) atau 72,5%. Selang
kepercayaan 95% yang diperoleh adalah (0,5717 ; 0,8389). Artinya, dengan
tingkat keyakinan 95%, proporsi peserta lulus di populasi berada antara
57,17% sampai 83,89%.
2. Perusahaan menargetkan tingkat kelulusan pelatihan minimal 80% (p0 = 0,80). Periksa apakah syarat kecukupan sampel untuk pendekatan normal terpenuhi.
## [1] 32
## [1] 8
## [1] TRUE
## [1] TRUE
Interpretasi:
Diperoleh \(np_0 = 32\) dan \(n(1-p_0) = 8\), keduanya \(\ge 5\). Maka syarat kecukupan sampel
terpenuhi dan Uji Z Proporsi dapat digunakan.
3. Lakukan pengujian hipotesis yang sesuai (Uji Z Proporsi atau Uji Eksak Binomial —pilih berdasarkan hasil langkah 2) untuk menguji apakah tingkat kelulusan
Karena syarat kecukupan sampel pada Nomor 2 terpenuhi, maka Uji Z Proporsi digunakan di Nomor 3. Uji ini bertujuan untuk menguji apakah proporsi peserta yang lulus berada di bawah target 80%.
Hipotesis:
\[H_0: p \ge 0{,}80\] \[H_1: p < 0{,}80\]
Taraf signifikansi: \(\alpha = 5\%\)
Statistik uji: \[Z = \frac{\hat{p} - p_0}{\sqrt{\dfrac{p_0(1-p_0)}{n}}}\]
## [1] 0.725
## [1] 0.06324555
## [1] -1.185854
## [1] -1.644854
## [1] 0.11784
Keputusan
Berdasarkan perhitungan manual, diperoleh statistik uji \(Z = -1{,}186\). Nilai kritis untuk uji satu
arah kiri pada \(\alpha = 5\%\) adalah
\(Z_{0{,}05} = -1{,}645\). Karena \(Z_{\text{hitung}} = -1{,}186\) lebih besar
dari \(Z_{\text{kritis}} = -1{,}645\)
(tidak berada di daerah penolakan), maka gagal tolak \(H_0\). Nilai-p yang diperoleh sebesar \(0{,}1178\) juga lebih besa* dari \(\alpha = 0{,}05\), yang menguatkan
keputusan yang sama.
Kesimpulan Berdasarkan taraf signifikansi 5% Tidak
cukup bukti untuk menyatakan tingkat kelulusan peserta berada di bawah
target 80%.
4. Kerjakan seluruh perhitungan secara manual DAN verifikasi
menggunakan R Studio. Sertakan sintaks dan tangkapan layar/salinan
output R
Fungsi prop.test() di R digunakan untuk memastikan bahwa
hasil perhitungan manual konsisten dengan output R.
##
## 1-sample proportions test without continuity correction
##
## data: x out of n, null probability p0
## X-squared = 1.4063, df = 1, p-value = 0.1178
## alternative hypothesis: true p is less than 0.8
## 95 percent confidence interval:
## 0.000000 0.824034
## sample estimates:
## p
## 0.725
Verifikasi dengan fungsi
prop.test(x, n, p = p0, alternative = "less", correct = FALSE)
menghasilkan output:
- \(X^2 = 1{,}4062\) dengan \(df = 1\)
- Nilai-p \(= 0{,}1178\)
- Proporsi sampel \(= 0{,}725\)
Karena uji satu arah kiri, maka \(Z = -\sqrt{X^2} = -\sqrt{1{,}4062} = -1{,}186\). Hasil ini identik dengan perhitungan manual pada Nomor 3, sehingga dapat disimpulkan bahwa prosedur manual sudah benar dan sesuai dengan implementasi R.
5. Tuliskan kesimpulan dalam kalimat yang mudah dipahami,
sesuai konteks permasalahan.
Kesimpulan :
Berdasarkan hasil analisis, Proporsi peserta yang lulus adalah 72,5%,
dengan selang kepercayaan 95% antara 57,17% dan 83,89%. Uji Z Proporsi
satu arah kiri menghasilkan nilai-p 0,1178 \(> 0{,}05\), sehingga gagal tolak \(H_0\). artinya tidak cukup bukti untuk
menyatakan tingkat kelulusan peserta pelatihan berada di bawah target
80%.
Input Data
library(readxl)
data_GOF <- read_excel("C:/Users/Lenovo/OneDrive - untirta.ac.id/Kuliah/Semester 5/Analisis Data Kategorik/Before UTS/Data_Simulasi_Tugas_Pertemuan2_1.xlsx", sheet = "Data GOF")
print(data_GOF)## # A tibble: 5 × 3
## Kategori `Proporsi Historis` `Frekuensi Observasi (Terbaru)`
## <chr> <dbl> <dbl>
## 1 Akademik 0.4 70
## 2 Administrasi 0.3 40
## 3 Teknis Sistem 0.2 25
## 4 Lainnya 0.1 15
## 5 Total 1 150
1. Susun hipotesis nol dan alternatif untuk menguji apakah distribusi jenis pertanyaan terbaru masih sesuai dengan proporsi historis
Uji Kebaikan Suai Chi-Square digunakan untuk mengetahui apakah
distribusi jenis pertanyaan layanan akademik terbaru masih sesuai dengan
proporsi historis tahun sebelumnya.
Hipotesis
\(H_0\): proporsi jenis pertanyaan
terbaru sesuai historis (Akademik 40%, Administrasi 30%, Teknis Sistem
20%, Lainnya 10%).
\(H_1\): minimal ada satu proporsi yang
berbeda.
Taraf signifikansi \(\alpha =
5\%\).
2. Hitung nilai harapan (expected frequency) untuk setiap
kategori.
Nilai harapan adalah berapa banyak observasi yang seharusnya muncul di
setiap kategori jika \(H_0\) benar.
Nilai ini dihitung dengan rumus \(E_i = n
\times p_{i0}\).
# Nomor 2 — Nilai Harapan
# Buang baris Total
data_GOF <- data_GOF[data_GOF$Kategori != "Total", ]
# Ambil komponen data — INI YANG KURANG
observed <- data_GOF$`Frekuensi Observasi (Terbaru)`
expected_p <- data_GOF$`Proporsi Historis`
kategori <- data_GOF$Kategori
n_total <- sum(observed)
expected <- n_total * expected_p
expected## [1] 60 45 30 15
# Tabel lengkap
tabel_gof <- data.frame(
Kategori = kategori,
Oi = observed,
pi0 = expected_p,
Ei = expected
)
tabel_gof## Kategori Oi pi0 Ei
## 1 Akademik 70 0.4 60
## 2 Administrasi 40 0.3 45
## 3 Teknis Sistem 25 0.2 30
## 4 Lainnya 15 0.1 15
Nilai harapan dihitung dengan mengalikan total observasi (\(n = 150\)) dengan proporsi historis setiap
kategori. Hasilnya yaitu :
- Akademik: \(150 \times 0{,}4 =
60\)
- Administrasi: \(150 \times 0{,}3 =
45\)
- Teknis Sistem: \(150 \times 0{,}2 =
30\)
- Lainnya: \(150 \times 0{,}1 =
15\)
Nilai harapan ini menggambarkan berapa banyak pertanyaan yang seharusnya muncul di setiap kategori jika proporsi historis masih berlaku. Perbandingan antara frekuensi observasi (\(O_i\)) dan frekuensi harapan (\(E_i\)) akan menentukan seberapa besar penyimpangan yang terjadi.
3. Hitung statistik uji Chi-Square dan derajat bebasnya, lalu bandingkan dengan nilai kritis pada α = 0,05.
## [1] 1.6666667 0.5555556 0.8333333 0.0000000
## [1] 3.055556
## [1] 3
## [1] 7.814728
## [1] 0.3831387
Keputusan :Total \(\chi^2_{\text{hitung}} = 3{,}0556\) dengan
derajat bebas \(df = k-1 = 3\).
Nilai kritis pada \(\alpha = 5\%\) dan
\(df = 3\) adalah \(\chi^2_{0{,}05;3} = 7{,}815\).
Karena \(\chi^2_{\text{hitung}} <
\chi^2_{\text{kritis}}\), maka gagal tolak \(H_0\). Nilai-p juga mendukung: \(P(\chi^2_3 > 3{,}0556) = 0{,}3832 >
0{,}05\).
Kesimpulan: Pada taraf signifikansi 5%, tidak cukup bukti untuk mengatakan bahwa distribusi jenis pertanyaan layanan akademik terbaru berbeda dengan proporsi historis tahun sebelumnya.
4. Verifikasi hasil perhitungan manual menggunakan R Studio
(fungsi chisq.test()).
Fungsi chisq.test() digunakan untuk memastikan bahwa hasil
perhitungan manual konsisten dengan output R.
##
## Chi-squared test for given probabilities
##
## data: observed
## X-squared = 3.0556, df = 3, p-value = 0.3831
Verifikasi dengan chisq.test(observed, p = expected_p)
menghasilkan output: - \(X^2 =
3{,}0556\) - \(df = 3\) -
Nilai-p \(= 0{,}3832\)
Hasil ini identik dengan perhitungan manual, sehingga dapat disimpulkan bahwa prosedur manual sudah benar dan sesuai dengan implementasi R.
5. Simpulkan apakah distribusi jenis pertanyaan layanan akademik saat ini masih konsisten dengan proporsi historis.
Kesimpulan: Berdasarkan hasil uji Kebaikan Suai Chi-Square, diperoleh \(\chi^2_{\text{hitung}} = 3{,}0556\) dengan nilai-p \(= 0{,}3832\). Karena nilai-p lebih besar dari \(\alpha = 5\%\), maka gagal tolak \(H_0\).Artinya, tidak cukup bukti untuk menyatakan bahwa distribusi jenis pertanyaan layanan akademik terbaru berbeda dengan proporsi historis tahun sebelumnya.
Dengan kata lain, distribusi jenis pertanyaan layanan akademik masih konsisten dengan proporsi historis (Akademik 40%, Administrasi 30%, Teknis Sistem 20%, dan Lainnya 10%.)