1. Estimasi Titik: Rata-rata dan Standar Deviasi

data_wifi <- c(18.2, 21.5, 19.8, 23.1, 17.6, 20.4, 22.9, 16.8, 19.1, 24.3,
               18.7, 21.0, 20.2, 17.9, 23.6, 19.4, 22.1, 18.0, 20.9, 21.7,
               16.5, 19.9, 23.4, 18.3, 21.2)
mean(data_wifi)
## [1] 20.26
sd(data_wifi)
## [1] 2.217732

2. Interval Kepercayaan 95%

t.test(data_wifi, conf.level = 0.95)
## 
##  One Sample t-test
## 
## data:  data_wifi
## t = 45.677, df = 24, p-value < 2.2e-16
## alternative hypothesis: true mean is not equal to 0
## 95 percent confidence interval:
##  19.34457 21.17543
## sample estimates:
## mean of x 
##     20.26

Kita 95% yakin bahwa rata-rata kecepatan unduh seluruh titik akses WiFi di kampus (bukan cuma yang disurvei) berada di antara 19,34 dan 21,18 Mbps.

3. Perbandingan Interval Kepercayaan

t.test(data_wifi, conf.level = 0.90)
## 
##  One Sample t-test
## 
## data:  data_wifi
## t = 45.677, df = 24, p-value < 2.2e-16
## alternative hypothesis: true mean is not equal to 0
## 90 percent confidence interval:
##  19.50114 21.01886
## sample estimates:
## mean of x 
##     20.26
t.test(data_wifi, conf.level = 0.95)
## 
##  One Sample t-test
## 
## data:  data_wifi
## t = 45.677, df = 24, p-value < 2.2e-16
## alternative hypothesis: true mean is not equal to 0
## 95 percent confidence interval:
##  19.34457 21.17543
## sample estimates:
## mean of x 
##     20.26
t.test(data_wifi, conf.level = 0.99)
## 
##  One Sample t-test
## 
## data:  data_wifi
## t = 45.677, df = 24, p-value < 2.2e-16
## alternative hypothesis: true mean is not equal to 0
## 99 percent confidence interval:
##  19.01943 21.50057
## sample estimates:
## mean of x 
##     20.26

Berdasarkan hasil perhitungan, interval kepercayaan 90% adalah 19,50–21,02 Mbps, interval kepercayaan 95% adalah 19,34–21,18 Mbps, dan interval kepercayaan 99% adalah 19,02–21,50 Mbps.Semakin tinggi tingkat kepercayaan yang diinginkan (90% → 95% → 99%), maka interval semakin lebar.

4. Margin of Error

Artinya:Rata-rata kecepatan unduh dari 25 sampel adalah 20,26 Mbps,tapi karena hanya berdasarkan sampel (bukan mengukur semua titik akses), hasil ini punya kemungkinan meleset kurang lebih 0,92 Mbps dari rata-rata kecepatan unduh*seluruh titik akses WiFi kampus yang sebenarnya.Jadi nilai sebenarnya diperkirakan ada di rentang 20,26 ± 0,92 Mbps.

5. Risiko Galat Tipe I dan Tipe II

Galat Tipe I : Terjadi ketika kita menyimpulkan WiFi tidak memenuhi standar (menolak Ho), padahal kenyataannya WiFi sebenarnya sudah memenuhi standar ≥20 Mbps. Dampaknya: Kampus jadi buru-buru upgrade/ganti infrastruktur WiFi padahal sebenarnya tidak perlu — pemborosan biaya dan sumber daya.

Galat Tipe II : Terjadi ketika kita menyimpulkan WiFi memenuhi standar (gagal menolak Ho), padahal kenyataannya kecepatan WiFi sebenarnya di bawah standar* 20 Mbps. Dampak: Kampus merasa WiFi sudah cukup baik dan tidak melakukan perbaikan, padahal mahasiswa/dosen sebenarnya mengalami koneksi lambat — keluhan pengguna terus berlanjut tanpa solusi.