Nama: Firjal Dzulqornain
NIM: 3337260013
Kelas:
C26
Tim IT kampus Untirta mencatat kecepatan unduh (Mbps) dari 25 titik akses WiFi yang dipilih secara acak untuk memperkirakan rata-rata kecepatan unduh seluruh titik akses WiFi di kampus.
Instruksi: Masukkan data ke RStudio sebagai vektor, lalu hitung estimasi titik (rata-rata) dan standar deviasi kecepatan unduh menggunakan
mean()dansd().
data_wifi <- c(18.2, 21.5, 19.8, 23.1, 17.6, 20.4, 22.9, 16.8, 19.1, 24.3,
18.7, 21.0, 20.2, 17.9, 23.6, 19.4, 22.1, 18.0, 20.9, 21.7,
16.5, 19.9, 23.4, 18.3, 21.2)
Untuk menghitung rata-rata dan standar deviasi:
mean(data_wifi)
## [1] 20.26
sd(data_wifi)
## [1] 2.217732
Hasil:
Rata-rata = 20,26 Mbps
Standar deviasi = 2,22 Mbps
Kesimpulan:
Berdasarkan 25 data kecepatan unduh WiFi, diperoleh rata-rata sebesar
20,26 Mbps dengan standar deviasi sebesar 2,22
Mbps.
Instruksi: Hitung interval kepercayaan 95% untuk rata-rata kecepatan unduh SELURUH titik akses di kampus menggunakan RStudio (
t.test()) atau perhitungan manual denganqt().
t.test(data_wifi, conf.level = 0.95)
##
## One Sample t-test
##
## data: data_wifi
## t = 45.677, df = 24, p-value < 2.2e-16
## alternative hypothesis: true mean is not equal to 0
## 95 percent confidence interval:
## 19.34457 21.17543
## sample estimates:
## mean of x
## 20.26
Hasil:
Interval kepercayaan 95% = 19,34 – 21,18 Mbps
Kesimpulan:
Dengan tingkat kepercayaan 95%, rata-rata kecepatan unduh seluruh titik
akses WiFi diperkirakan berada antara 19,34 sampai 21,18
Mbps.
Instruksi: Hitung dan bandingkan interval kepercayaan 90% dan 99% untuk data yang sama. Jelaskan pengaruh perubahan tingkat kepercayaan terhadap lebar interval.
t.test(data_wifi, conf.level = 0.90)
##
## One Sample t-test
##
## data: data_wifi
## t = 45.677, df = 24, p-value < 2.2e-16
## alternative hypothesis: true mean is not equal to 0
## 90 percent confidence interval:
## 19.50114 21.01886
## sample estimates:
## mean of x
## 20.26
t.test(data_wifi, conf.level = 0.95)
##
## One Sample t-test
##
## data: data_wifi
## t = 45.677, df = 24, p-value < 2.2e-16
## alternative hypothesis: true mean is not equal to 0
## 95 percent confidence interval:
## 19.34457 21.17543
## sample estimates:
## mean of x
## 20.26
t.test(data_wifi, conf.level = 0.99)
##
## One Sample t-test
##
## data: data_wifi
## t = 45.677, df = 24, p-value < 2.2e-16
## alternative hypothesis: true mean is not equal to 0
## 99 percent confidence interval:
## 19.01943 21.50057
## sample estimates:
## mean of x
## 20.26
Hasil:
| Tingkat Kepercayaan | Interval |
|---|---|
| 90% | 19,50 – 21,02 Mbps |
| 95% | 19,34 – 21,18 Mbps |
| 99% | 19,02 – 21,50 Mbps |
Kesimpulan:
Semakin tinggi tingkat kepercayaan, semakin lebar
interval yang dihasilkan.
Instruksi: Jelaskan arti margin of error yang diperoleh dalam konteks kasus ini (kecepatan unduh WiFi kampus).
Jawaban:
Margin of Error pada tingkat kepercayaan 95% adalah sekitar 0,92
Mbps.
Artinya, rata-rata sampel sebesar 20,26 Mbps memiliki batas ketidakpastian sekitar ±0,92 Mbps dalam mengestimasi rata-rata kecepatan unduh populasi.
Instruksi: Jika manajemen kampus harus memutuskan “apakah kecepatan WiFi sudah memenuhi standar minimum 20 Mbps” berdasarkan sampel ini, jelaskan risiko Galat Tipe I dan Tipe II yang mungkin terjadi.
Hipotesis:
Untuk melakukan pengujian:
t.test(data_wifi, mu = 20, alternative = "greater")
##
## One Sample t-test
##
## data: data_wifi
## t = 0.58618, df = 24, p-value = 0.2816
## alternative hypothesis: true mean is greater than 20
## 95 percent confidence interval:
## 19.50114 Inf
## sample estimates:
## mean of x
## 20.26
Hasil:
p-value = 0,2816
Karena p-value > 0,05, maka H₀ tidak ditolak.
Kesimpulan:
Berdasarkan 25 titik akses yang diamati, belum terdapat bukti yang cukup
untuk menyatakan bahwa rata-rata kecepatan WiFi kampus lebih dari 20
Mbps. Dengan demikian, WiFi belum dapat dinyatakan memenuhi standar
minimum 20 Mbps secara statistik.
Galat Tipe I:
Menyimpulkan bahwa WiFi memenuhi standar 20 Mbps, padahal sebenarnya
rata-rata populasi tidak memenuhi standar.
Galat Tipe II:
Menyimpulkan bahwa WiFi tidak memenuhi standar 20 Mbps, padahal
sebenarnya rata-rata populasi memang memenuhi standar.
Berdasarkan 25 titik akses WiFi, diperoleh rata-rata kecepatan unduh sebesar 20,26 Mbps dengan standar deviasi 2,22 Mbps.
Interval kepercayaan 95% berada pada 19,34–21,18 Mbps dengan Margin of Error sekitar 0,92 Mbps.
Hasil pengujian menunjukkan p-value sebesar 0,2816, sehingga belum terdapat bukti yang cukup bahwa rata-rata kecepatan WiFi kampus lebih dari 20 Mbps.