Dinas Perhubungan mencatat jumlah kendaraan yang menyeberang di Pelabuhan Merak–Bakauheni setiap bulan selama Januari 2023–Desember 2024. Data dinyatakan dalam ribuan kendaraan.
Analisis ini bertujuan untuk:
data <- data.frame(
Tahun = rep(c(2023, 2024), each = 12),
Bulan = rep(month.abb, 2),
Jumlah = c(
420, 410, 430, 780, 460, 470,
460, 480, 440, 450, 460, 600,
450, 440, 460, 820, 490, 500,
495, 510, 470, 480, 490, 640
)
)
data
## Tahun Bulan Jumlah
## 1 2023 Jan 420
## 2 2023 Feb 410
## 3 2023 Mar 430
## 4 2023 Apr 780
## 5 2023 May 460
## 6 2023 Jun 470
## 7 2023 Jul 460
## 8 2023 Aug 480
## 9 2023 Sep 440
## 10 2023 Oct 450
## 11 2023 Nov 460
## 12 2023 Dec 600
## 13 2024 Jan 450
## 14 2024 Feb 440
## 15 2024 Mar 460
## 16 2024 Apr 820
## 17 2024 May 490
## 18 2024 Jun 500
## 19 2024 Jul 495
## 20 2024 Aug 510
## 21 2024 Sep 470
## 22 2024 Oct 480
## 23 2024 Nov 490
## 24 2024 Dec 640
Data terdiri dari 24 observasi, yaitu 12 bulan pada tahun 2023 dan 12 bulan pada tahun 2024.
kendaraan_ts <- ts(
data$Jumlah,
start = c(2023, 1),
frequency = 12
)
kendaraan_ts
## Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
## 2023 420 410 430 780 460 470 460 480 440 450 460 600
## 2024 450 440 460 820 490 500 495 510 470 480 490 640
Objek ts menggunakan frekuensi 12 karena data merupakan
data bulanan.
autoplot(kendaraan_ts) +
labs(
title = "Jumlah Kendaraan yang Menyeberang Merak–Bakauheni",
subtitle = "Januari 2023 – Desember 2024",
x = "Tahun",
y = "Jumlah Kendaraan (ribu)"
) +
theme_minimal()
Plot runtun waktu menunjukkan adanya pola naik dan turun dari bulan ke bulan. Terlihat lonjakan yang cukup besar pada bulan April dan peningkatan kembali pada bulan Desember. Selain itu, tingkat jumlah kendaraan pada tahun 2024 secara umum lebih tinggi dibandingkan tahun 2023.
Untuk melihat indikasi tren, rata-rata jumlah kendaraan tahun 2023 dibandingkan dengan tahun 2024.
data %>%
group_by(Tahun) %>%
summarise(
Rata_rata = mean(Jumlah),
Minimum = min(Jumlah),
Maksimum = max(Jumlah),
.groups = "drop"
)
## # A tibble: 2 Ă— 4
## Tahun Rata_rata Minimum Maksimum
## <dbl> <dbl> <dbl> <dbl>
## 1 2023 488. 410 780
## 2 2024 520. 440 820
data %>%
group_by(Tahun) %>%
summarise(Rata_rata = mean(Jumlah), .groups = "drop") %>%
ggplot(aes(x = factor(Tahun), y = Rata_rata)) +
geom_col() +
labs(
title = "Rata-rata Jumlah Kendaraan per Tahun",
x = "Tahun",
y = "Rata-rata Jumlah Kendaraan (ribu)"
) +
theme_minimal()
ggplot(data, aes(
x = as.Date(paste(Tahun, match(Bulan, month.abb), "01", sep = "-")),
y = Jumlah
)) +
geom_line(linewidth = 0.8) +
geom_smooth(
method = "lm",
se = FALSE,
linewidth = 0.8
) +
labs(
title = "Indikasi Tren Jumlah Kendaraan",
x = "Waktu",
y = "Jumlah Kendaraan (ribu)"
) +
theme_minimal()
model_tren <- lm(Jumlah ~ seq_along(Jumlah), data = data)
coef(model_tren)
## (Intercept) seq_along(Jumlah)
## 468.913043 2.836957
Rata-rata jumlah kendaraan pada tahun 2024 lebih tinggi dibandingkan tahun 2023. Garis tren juga menunjukkan kecenderungan meningkat selama periode pengamatan. Dengan demikian, data menunjukkan indikasi adanya tren meningkat.
Namun, periode pengamatan hanya mencakup dua tahun sehingga kesimpulan mengenai tren jangka panjang masih terbatas. Oleh karena itu, pola peningkatan ini sebaiknya dipahami sebagai indikasi tren, bukan bukti tren jangka panjang yang kuat.
data %>%
arrange(desc(Jumlah)) %>%
select(Tahun, Bulan, Jumlah)
## Tahun Bulan Jumlah
## 1 2024 Apr 820
## 2 2023 Apr 780
## 3 2024 Dec 640
## 4 2023 Dec 600
## 5 2024 Aug 510
## 6 2024 Jun 500
## 7 2024 Jul 495
## 8 2024 May 490
## 9 2024 Nov 490
## 10 2023 Aug 480
## 11 2024 Oct 480
## 12 2023 Jun 470
## 13 2024 Sep 470
## 14 2023 May 460
## 15 2023 Jul 460
## 16 2023 Nov 460
## 17 2024 Mar 460
## 18 2023 Oct 450
## 19 2024 Jan 450
## 20 2023 Sep 440
## 21 2024 Feb 440
## 22 2023 Mar 430
## 23 2023 Jan 420
## 24 2023 Feb 410
Dari data terlihat bahwa puncak tertinggi terjadi pada:
Selain itu, terjadi peningkatan pada bulan Desember:
rata_bulan <- data %>%
group_by(Bulan) %>%
summarise(
Rata_rata = mean(Jumlah),
.groups = "drop"
) %>%
mutate(
Bulan = factor(Bulan, levels = month.abb)
)
rata_bulan
## # A tibble: 12 Ă— 2
## Bulan Rata_rata
## <fct> <dbl>
## 1 Apr 800
## 2 Aug 495
## 3 Dec 620
## 4 Feb 425
## 5 Jan 435
## 6 Jul 478.
## 7 Jun 485
## 8 Mar 445
## 9 May 475
## 10 Nov 475
## 11 Oct 465
## 12 Sep 455
ggplot(rata_bulan, aes(x = Bulan, y = Rata_rata)) +
geom_col() +
labs(
title = "Rata-rata Jumlah Kendaraan Menurut Bulan",
x = "Bulan",
y = "Rata-rata Jumlah Kendaraan (ribu)"
) +
theme_minimal()
April merupakan bulan dengan jumlah kendaraan paling tinggi. Lonjakan tersebut dapat dikaitkan dengan peningkatan mobilitas masyarakat selama periode Lebaran dan arus mudik.
Peningkatan pada Desember juga terlihat pada kedua tahun pengamatan dan dapat dikaitkan dengan periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang biasanya meningkatkan mobilitas masyarakat.
Dengan demikian, kenaikan pada periode tertentu tidak hanya menunjukkan perubahan acak, tetapi memiliki kemungkinan hubungan dengan peristiwa kalender yang berulang setiap tahun.
Seasonal plot digunakan untuk melihat apakah pola pada bulan yang sama berulang dari tahun ke tahun.
ggseasonplot(
kendaraan_ts,
year.labels = TRUE,
year.labels.left = TRUE
) +
labs(
title = "Seasonal Plot Jumlah Kendaraan",
x = "Bulan",
y = "Jumlah Kendaraan (ribu)"
) +
theme_minimal()
Seasonal plot menunjukkan bahwa pola jumlah kendaraan pada tahun 2023 dan 2024 memiliki bentuk yang relatif serupa. Kedua tahun menunjukkan peningkatan yang jelas pada bulan April dan peningkatan kembali pada bulan Desember.
Pengulangan pola pada bulan yang sama dari tahun ke tahun merupakan indikasi adanya komponen musiman (seasonality).
data %>%
mutate(Bulan = factor(Bulan, levels = month.abb)) %>%
ggplot(aes(x = Bulan, y = Jumlah)) +
geom_boxplot() +
labs(
title = "Distribusi Jumlah Kendaraan Menurut Bulan",
x = "Bulan",
y = "Jumlah Kendaraan (ribu)"
) +
theme_minimal()
Boxplot menunjukkan adanya perbedaan tingkat jumlah kendaraan antarbulan. April memiliki nilai yang relatif tinggi dibandingkan sebagian besar bulan lainnya, sedangkan Januari dan Februari cenderung berada pada tingkat yang lebih rendah.
Karena setiap bulan hanya memiliki dua pengamatan, yaitu tahun 2023 dan 2024, boxplot lebih tepat digunakan untuk melihat perbedaan pola antarbulan daripada untuk menarik kesimpulan distribusi secara mendalam.
Berdasarkan analisis deret waktu jumlah kendaraan yang menyeberang di Pelabuhan Merak–Bakauheni selama Januari 2023 hingga Desember 2024, terdapat tiga pola utama.
Pertama, terdapat indikasi tren meningkat, karena jumlah kendaraan pada tahun 2024 secara umum lebih tinggi dibandingkan tahun 2023.
Kedua, terdapat pola musiman tahunan. Bulan yang sama cenderung memiliki pola yang serupa pada kedua tahun pengamatan. Puncak utama terjadi pada bulan April dan peningkatan kembali terjadi pada bulan Desember.
Ketiga, lonjakan pada bulan April dapat dikaitkan dengan Lebaran dan arus mudik, sedangkan peningkatan pada bulan Desember dapat dikaitkan dengan libur Natal dan Tahun Baru.
Dengan demikian, pola data lebih tepat dikategorikan sebagai seasonality (pola musiman) daripada cycle (siklus). Pola tersebut berulang pada periode kalender tertentu, sedangkan periode pengamatan dua tahun belum cukup panjang untuk mengidentifikasi siklus jangka panjang secara kuat.