Pendahuluan

Laporan ini memuat penyelesaian dua bagian tugas pada materi Pertemuan 2 mata kuliah Analisis Data Kategorik:

  1. Bagian A: Pendugaan Parameter & Uji Satu Proporsi, menggunakan data status kelulusan peserta pelatihan statistik dari sheet Data_Proporsi.
  2. Bagian B: Uji Kebaikan Suai Chi-Square (Goodness-of-Fit), menggunakan data distribusi pertanyaan layanan akademik dari sheet Data_GOF.

Setiap bagian diselesaikan dengan perhitungan manual rinci, verifikasi menggunakan sintaks dan output R, serta kesimpulan yang relevan dengan konteks permasalahan.

1 Bagian A: Pendugaan Parameter & Uji Satu Proporsi

Pada bagian ini dianalisis data hasil pasca-tes dari 40 peserta Pelatihan Fundamental Statistika untuk melihat proporsi kelulusan dan menguji apakah tingkat kelulusan aktual berada di bawah target yang ditetapkan perusahaan.

1.1 Data dan Frekuensi Status Kelulusan

Data dibaca dari file Excel Data_Simulasi_Tugas_Pertemuan2.xlsx pada sheet Data_Proporsi.

# Penentuan path dataset
file_path <- if (file.exists("docs/Data_Simulasi_Tugas_Pertemuan2.xlsx")) {
  "docs/Data_Simulasi_Tugas_Pertemuan2.xlsx"
} else if (file.exists("Data_Simulasi_Tugas_Pertemuan2.xlsx")) {
  "Data_Simulasi_Tugas_Pertemuan2.xlsx"
} else {
  file.path("..", "docs", "Data_Simulasi_Tugas_Pertemuan2.xlsx")
}

# Membaca data simulasi kelulusan peserta
data_prop <- read_excel(file_path, sheet = "Data_Proporsi", skip = 4)
data_prop <- data_prop[!is.na(data_prop$Peserta), ]

# Ringkasan frekuensi kategori
tabel_a <- table(data_prop$`Status Kelulusan`)
prop_a <- prop.table(tabel_a)

ringkasan_a <- data.frame(
  `Status Kelulusan` = names(tabel_a),
  `Frekuensi (n)` = as.numeric(tabel_a),
  `Proporsi` = round(as.numeric(prop_a), 4),
  `Persentase` = paste0(round(as.numeric(prop_a) * 100, 2), "%"),
  check.names = FALSE
)

kable(ringkasan_a, align = "lccc", caption = "Tabel 1. Distribusi Frekuensi Kelulusan Peserta Pelatihan")
Tabel 1. Distribusi Frekuensi Kelulusan Peserta Pelatihan
Status Kelulusan Frekuensi (n) Proporsi Persentase
Lulus 29 0.725 72.5%
Tidak Lulus 11 0.275 27.5%

Dari total \(n = 40\) peserta pelatihan:

  • Jumlah peserta yang Lulus (\(x\)) = 29 orang
  • Jumlah peserta yang Tidak Lulus (\(n - x\)) = 11 orang

1.2 Nomor 1: Proporsi Sampel dan Selang Kepercayaan 95%

1.2.1 Perhitungan Manual

Proporsi sampel peserta yang lulus dinotasikan dengan \(\hat{p}\):

\[\hat{p} = \frac{x}{n} = \frac{29}{40} = 0{,}725 \quad (72{,}5\%)\]

Proporsi peserta yang tidak lulus adalah:

\[\hat{q} = 1 - \hat{p} = 1 - 0{,}725 = 0{,}275 \quad (27{,}5\%)\]

Untuk mengonstruksi Selang Kepercayaan (SK) 95% bagi proporsi populasi \(p\), metode standar yang digunakan adalah Selang Kepercayaan Wald:

\[SK_{95\%} = \hat{p} \pm Z_{\alpha/2} \cdot SE(\hat{p})\]

Di mana:

  • Tingkat signifikansi \(\alpha = 0{,}05 \implies \alpha/2 = 0{,}025\)
  • Nilai kritis \(Z_{0{,}025} = 1{,}96\)
  • Standar error penduga proporsi:

\[SE(\hat{p}) = \sqrt{\frac{\hat{p}(1 - \hat{p})}{n}} = \sqrt{\frac{0{,}725 \times 0{,}275}{40}} = \sqrt{\frac{0{,}199375}{40}} = \sqrt{0{,}004984375} \approx 0{,}0706\]

Margin of Error (\(ME\)):

\[ME = Z_{0{,}025} \times SE(\hat{p}) = 1{,}96 \times 0{,}07059996 \approx 0{,}1384\]

Batas selang kepercayaan:

\[\text{Batas Bawah} = \hat{p} - ME = 0{,}725 - 0{,}1384 = 0{,}5866 \quad (58{,}66\%)\]

\[\text{Batas Atas} = \hat{p} + ME = 0{,}725 + 0{,}1384 = 0{,}8634 \quad (86{,}34\%)\]

Jadi, selang kepercayaan 95% metode Wald adalah \([0{,}5866;\ 0{,}8634]\) atau \(58{,}66\%\) sampai \(86{,}34\%\).

1.2.2 Verifikasi Menggunakan R

Di R, pendugaan selang kepercayaan untuk satu proporsi dapat dihitung menggunakan fungsi binom.test() (metode eksak Clopper-Pearson) serta fungsi prop.test() (metode Wilson Score).

n <- nrow(data_prop)
x <- sum(data_prop$`Status Kelulusan` == "Lulus")
p_hat <- x / n

# Perhitungan manual Wald
se_wald <- sqrt(p_hat * (1 - p_hat) / n)
me_wald <- qnorm(0.975) * se_wald
ci_wald <- c(p_hat - me_wald, p_hat + me_wald)

# Clopper-Pearson Exact CI via binom.test
ci_exact <- binom.test(x, n, conf.level = 0.95)$conf.int

# Wilson Score CI via prop.test (tanpa dan dengan continuity correction)
ci_wilson_nocc <- prop.test(x, n, conf.level = 0.95, correct = FALSE)$conf.int
ci_wilson_cc   <- prop.test(x, n, conf.level = 0.95, correct = TRUE)$conf.int

# Rangkuman perbandingan selang kepercayaan
tabel_ci <- data.frame(
  Metode = c("Wald (Asimtotik Normal)", "Wilson Score (tanpa koreksi)", 
             "Wilson Score (dengan koreksi)", "Clopper-Pearson (Eksak)"),
  `Batas Bawah` = round(c(ci_wald[1], ci_wilson_nocc[1], ci_wilson_cc[1], ci_exact[1]), 4),
  `Batas Atas`  = round(c(ci_wald[2], ci_wilson_nocc[2], ci_wilson_cc[2], ci_exact[2]), 4),
  `Panjang Selang` = round(c(diff(ci_wald), diff(ci_wilson_nocc), diff(ci_wilson_cc), diff(ci_exact)), 4),
  check.names = FALSE
)

kable(tabel_ci, align = "lccc", caption = "Tabel 2. Perbandingan Selang Kepercayaan 95% Proporsi Kelulusan")
Tabel 2. Perbandingan Selang Kepercayaan 95% Proporsi Kelulusan
Metode Batas Bawah Batas Atas Panjang Selang
Wald (Asimtotik Normal) 0.5866 0.8634 0.2767
Wilson Score (tanpa koreksi) 0.5717 0.8389 0.2673
Wilson Score (dengan koreksi) 0.5586 0.8486 0.2900
Clopper-Pearson (Eksak) 0.5611 0.8540 0.2929
# Output lengkap binom.test untuk SK 95%
binom.test(x, n, conf.level = 0.95)
## 
##  Exact binomial test
## 
## data:  x and n
## number of successes = 29, number of trials = 40, p-value = 0.006427
## alternative hypothesis: true probability of success is not equal to 0.5
## 95 percent confidence interval:
##  0.5611171 0.8539910
## sample estimates:
## probability of success 
##                  0.725

1.2.3 Interpretasi

Proporsi kelulusan pada sampel adalah 72,5%. Dengan tingkat kepercayaan 95%, proporsi sebenarnya dari seluruh peserta pelatihan yang lulus berada di rentang antara 58,66% hingga 86,34% (metode Wald), atau 56,11% hingga 85,40% jika menggunakan pendekatan eksak Clopper-Pearson. Rentang ini masih mencakup nilai target 80% (0,80).

1.3 Nomor 2: Pemeriksaan Syarat Kecukupan Sampel untuk Pendekatan Normal

Perusahaan menargetkan tingkat kelulusan minimal 80%, sehingga nilai acuan hipotesis adalah \(p_0 = 0{,}80\).

Untuk menguji hipotesis satu proporsi dengan pendekatan normal (Uji Z), distribusi sampling dari \(\hat{p}\) didekati dengan distribusi normal baku di bawah kondisi hipotesis nol. Syarat kecukupan sampel yang umum digunakan dalam literatur statistika (misalnya Agresti, 2013) mensyaratkan bahwa frekuensi harapan untuk kedua kemungkinan hasil (sukses dan gagal) di bawah \(H_0\) memenuhi aturan:

\[n \cdot p_0 \ge 10 \quad \text{dan} \quad n \cdot (1 - p_0) \ge 10\]

Mari kita periksa nilai-nilai tersebut dengan \(n = 40\) dan \(p_0 = 0{,}80\):

  1. Jumlah sukses yang diharapkan di bawah \(H_0\): \[n \cdot p_0 = 40 \times 0{,}80 = 32 \ge 10 \quad \text{(Terpenuhi)}\]

  2. Jumlah gagal yang diharapkan di bawah \(H_0\): \[n \cdot (1 - p_0) = 40 \times (1 - 0{,}80) = 40 \times 0{,}20 = 8 < 10 \quad \mathbf{(Tidak\ Terpenuhi)}\]

p0 <- 0.80
exp_sukses <- n * p0
exp_gagal <- n * (1 - p0)

cat("Pemeriksaan di bawah H0 (p0 = 0.80):\n")
## Pemeriksaan di bawah H0 (p0 = 0.80):
cat("n * p0       =", exp_sukses, "->", ifelse(exp_sukses >= 10, ">= 10 (Memenuhi)", "< 10 (Tidak Memenuhi)"), "\n")
## n * p0       = 32 -> >= 10 (Memenuhi)
cat("n * (1 - p0) =", exp_gagal,  "->", ifelse(exp_gagal >= 10, ">= 10 (Memenuhi)", "< 10 (Tidak Memenuhi)"), "\n")
## n * (1 - p0) = 8 -> < 10 (Tidak Memenuhi)

Evaluasi syarat:

  • Karena nilai \(n(1 - p_0) = 8 < 10\), aturan konservatif \(\ge 10\) tidak terpenuhi.
  • Sebagian literatur elementer memperbolehkan batas minimum 5 (\(n p_0 \ge 5\) dan \(n(1 - p_0) \ge 5\)). Pada batas ini, nilai \(8 \ge 5\) memang terpenuhi. Namun, karena \(p_0 = 0{,}80\) cukup jauh dari \(0{,}50\) dan ukuran sampel moderat (\(n = 40\)), distribusi binomial di bawah \(H_0\) masih memiliki ketidaksimetrisan (skewness negatif), sehingga pendekatan kurva normal berpotensi kurang presisi.
  • Oleh karena itu, uji yang paling tepat dan aman untuk digunakan pada langkah berikutnya adalah Uji Eksak Binomial (Exact Binomial Test). Meskipun demikian, Uji Z Proporsi juga tetap dapat dihitung sebagai perbandingan.

1.4 Nomor 3 & 4: Pengujian Hipotesis Satu Proporsi

1.4.1 Formulasi Hipotesis

Uji dilakukan untuk membuktikan apakah tingkat kelulusan aktual berada di bawah target 80%. Oleh karena itu, pengujian bersifat satu arah (sisi kiri / left-tailed test):

  • \(H_0: p \ge 0{,}80\) (Tingkat kelulusan pelatihan memenuhi target minimal 80%)
  • \(H_1: p < 0{,}80\) (Tingkat kelulusan pelatihan berada di bawah target 80%)
  • Tingkat signifikansi: \(\alpha = 0{,}05\)

1.4.2 Uji Utama: Uji Eksak Binomial (Berdasarkan Hasil Langkah 2)

Karena syarat \(n(1 - p_0) \ge 10\) tidak terpenuhi, pengujian utama yang dipilih adalah Uji Eksak Binomial.

1.4.2.1 Perhitungan Manual

Misalkan \(X\) adalah variabel acak yang menyatakan banyaknya peserta yang lulus dari \(n = 40\) peserta. Di bawah \(H_0\), \(X\) berdistribusi Binomial dengan parameter \(n = 40\) dan \(p = 0{,}80\):

\[X \sim \text{Binomial}(n = 40,\ p = 0{,}80)\]

Dari sampel amatan, diperoleh \(x = 29\). Nilai p-value untuk uji satu arah sisi kiri dihitung sebagai peluang kumulatif memperoleh paling banyak 29 peserta lulus di bawah \(H_0\):

\[p\text{-value} = P(X \le 29 \mid n = 40,\ p = 0{,}80) = \sum_{k=0}^{29} \binom{40}{k} (0{,}80)^k (0{,}20)^{40-k}\]

Untuk mempermudah perhitungan manual, kita gunakan aturan komplemen dari total peluang distribusi binomial:

\[P(X \le 29) = 1 - P(X \ge 30) = 1 - \sum_{k=30}^{40} \binom{40}{k} (0{,}80)^k (0{,}20)^{40-k}\]

Nilai peluang untuk masing-masing titik \(k = 30\) hingga \(k = 40\):

k_vals <- 30:40
prob_k <- dbinom(k_vals, size = 40, prob = 0.80)

tabel_prob_k <- data.frame(
  k = k_vals,
  `P(X = k)` = round(prob_k, 6),
  check.names = FALSE
)

kable(tabel_prob_k, align = "cc", caption = "Tabel 3. Peluang Titik Binomial(40, 0.80) untuk k = 30 s.d. 40")
Tabel 3. Peluang Titik Binomial(40, 0.80) untuk k = 30 s.d. 40
k P(X = k)
30 0.107454
31 0.138650
32 0.155981
33 0.151255
34 0.124563
35 0.085414
36 0.047452
37 0.020520
38 0.006480
39 0.001329
40 0.000133

Jumlah peluang untuk \(k \ge 30\):

\[\sum_{k=30}^{40} P(X = k) = 0{,}107454 + 0{,}138650 + \dots + 0{,}000133 \approx 0{,}839231\]

Maka nilai p-value eksak adalah:

\[p\text{-value} = 1 - 0{,}839231 = \mathbf{0{,}1608} \quad (16{,}08\%)\]

1.4.2.2 Verifikasi Sintaks dan Output R

# Verifikasi Uji Eksak Binomial satu arah kiri
uji_eksak <- binom.test(x = 29, n = 40, p = 0.80, alternative = "less", conf.level = 0.95)
uji_eksak
## 
##  Exact binomial test
## 
## data:  29 and 40
## number of successes = 29, number of trials = 40, p-value = 0.1608
## alternative hypothesis: true probability of success is less than 0.8
## 95 percent confidence interval:
##  0.0000000 0.8374785
## sample estimates:
## probability of success 
##                  0.725

Output R menunjukkan:

  • number of successes = 29
  • number of trials = 40
  • p-value = 0.1608
  • alternative hypothesis: true probability of success is less than 0.8

1.4.3 Uji Pembanding: Uji Z Proporsi (Pendekatan Normal)

Sebagai perbandingan terhadap Uji Eksak Binomial, berikut perhitungan Uji Z Satu Proporsi.

1.4.3.1 Perhitungan Manual Uji Z

  1. Standar error di bawah \(H_0\):

\[SE_0 = \sqrt{\frac{p_0(1 - p_0)}{n}} = \sqrt{\frac{0{,}80 \times 0{,}20}{40}} = \sqrt{\frac{0{,}16}{40}} = \sqrt{0{,}004} \approx 0{,}063246\]

  1. Statistik uji Z (tanpa koreksi kontinuitas):

\[Z = \frac{\hat{p} - p_0}{SE_0} = \frac{0{,}725 - 0{,}80}{0{,}06324555} = \frac{-0{,}075}{0{,}06324555} \approx -1{,}1859\]

  • Daerah penolakan pada \(\alpha = 0{,}05\) (uji satu arah kiri): \(Z < -Z_{0{,}05} = -1{,}6449\).
  • Karena \(Z_{hitung} = -1{,}1859 > -1{,}6449\), statistik uji tidak berada di daerah penolakan.
  • p-value dari tabel normal baku:

\[p\text{-value} = P(Z \le -1{,}1859) \approx 0{,}1178\]

  1. Statistik uji Z dengan Koreksi Kontinuitas (Yates’ Continuity Correction): Karena \(x/n < p_0\), koreksi dilakukan dengan menambahkan \(\frac{1}{2n} = \frac{1}{80} = 0{,}0125\) pada \(\hat{p}\):

\[Z_{cc} = \frac{\hat{p} + \frac{1}{2n} - p_0}{SE_0} = \frac{0{,}725 + 0{,}0125 - 0{,}80}{0{,}06324555} = \frac{-0{,}0625}{0{,}06324555} \approx -0{,}9882\]

  • Kuadrat dari \(Z_{cc}\): \((-0{,}9882)^2 \approx 0{,}9766\) (ekuivalen dengan statistik \(\chi^2\) pada prop.test).
  • p-value dengan koreksi kontinuitas:

\[p\text{-value} = P(Z \le -0{,}9882) \approx 0{,}1615\]

Perhatikan bahwa p-value Uji Z dengan koreksi kontinuit (\(0{,}1615\)) sangat dekat dengan p-value Uji Eksak Binomial (\(0{,}1608\)).

1.4.3.2 Verifikasi Sintaks dan Output R

# prop.test dengan koreksi kontinuitas (default R)
prop.test(x = 29, n = 40, p = 0.80, alternative = "less", correct = TRUE)
## 
##  1-sample proportions test with continuity correction
## 
## data:  29 out of 40, null probability 0.8
## X-squared = 0.97656, df = 1, p-value = 0.1615
## alternative hypothesis: true p is less than 0.8
## 95 percent confidence interval:
##  0.0000000 0.8342177
## sample estimates:
##     p 
## 0.725
# prop.test tanpa koreksi kontinuitas
prop.test(x = 29, n = 40, p = 0.80, alternative = "less", correct = FALSE)
## 
##  1-sample proportions test without continuity correction
## 
## data:  29 out of 40, null probability 0.8
## X-squared = 1.4063, df = 1, p-value = 0.1178
## alternative hypothesis: true p is less than 0.8
## 95 percent confidence interval:
##  0.000000 0.824034
## sample estimates:
##     p 
## 0.725

Baik Uji Eksak Binomial (\(p = 0{,}1608\)) maupun Uji Z Proporsi (\(p = 0{,}1178\) tanpa koreksi, \(p = 0{,}1615\) dengan koreksi) sama-sama menghasilkan \(p\text{-value} > 0{,}05\).

1.5 Nomor 5: Kesimpulan Bagian A

Berdasarkan hasil pengujian pada tingkat signifikansi \(\alpha = 0{,}05\), nilai p-value dari Uji Eksak Binomial adalah \(0{,}1608\), yang lebih besar dari \(0{,}05\). Dengan demikian, \(H_0\) tidak ditolak.

Secara kontekstual, data dari sampel 40 peserta ini belum memberikan bukti statistik yang cukup untuk menyatakan bahwa tingkat kelulusan aktual pelatihan berada di bawah target minimal 80%. Meskipun secara amatan proporsi kelulusan hanya mencapai 72,5%, selisih tersebut belum signifikan secara statistik dan masih wajar terjadi karena keragaman pengambilan sampel acak.

2 Bagian B: Uji Kebaikan Suai Chi-Square (Goodness-of-Fit)

Bagian ini bertujuan untuk menguji apakah sebaran jenis pertanyaan layanan akademik yang masuk ke Program Studi Statistika selama satu semester terakhir masih konsisten dengan proporsi historis tahun sebelumnya.

2.1 Data Observasi dan Proporsi Historis

Data diambil dari sheet Data_GOF pada file Data_Simulasi_Tugas_Pertemuan2.xlsx.

# Membaca data sheet Data_GOF (4 kategori utama)
data_gof <- read_excel(file_path, sheet = "Data_GOF", skip = 5)
data_gof <- data_gof[1:4, ]
colnames(data_gof) <- c("Kategori", "Proporsi_Historis", "Frekuensi_Observasi")

# Total sampel amatan
N_total <- sum(data_gof$Frekuensi_Observasi)

tabel_ringkas_b <- data_gof
tabel_ringkas_b$Proporsi_Sampel <- round(tabel_ringkas_b$Frekuensi_Observasi / N_total, 4)

kable(tabel_ringkas_b, align = "lccc", 
      caption = "Tabel 4. Data Observasi dan Proporsi Historis Jenis Pertanyaan Layanan Akademik")
Tabel 4. Data Observasi dan Proporsi Historis Jenis Pertanyaan Layanan Akademik
Kategori Proporsi_Historis Frekuensi_Observasi Proporsi_Sampel
Akademik 0.4 70 0.4667
Administrasi 0.3 40 0.2667
Teknis Sistem 0.2 25 0.1667
Lainnya 0.1 15 0.1000

Total frekuensi observasi adalah \(N = 70 + 40 + 25 + 15 = 150\) pertanyaan.

2.2 Nomor 1: Penyusunan Hipotesis

Uji Kebaikan Suai Chi-Square digunakan untuk menguji kesesuaian antara distribusi peluang multinomial amatan dengan distribusi acuan historis.

  • Hipotesis Nol (\(H_0\)): Distribusi jenis pertanyaan layanan akademik saat ini masih sesuai dengan proporsi historis. \[H_0: p_1 = 0{,}40;\ p_2 = 0{,}30;\ p_3 = 0{,}20;\ p_4 = 0{,}10\]

  • Hipotesis Alternatif (\(H_1\)): Distribusi jenis pertanyaan layanan akademik saat ini tidak sesuai dengan proporsi historis (setidaknya ada satu kategori \(i\) dengan \(p_i \neq p_{0,i}\)).

  • Tingkat signifikansi: \(\alpha = 0{,}05\).

2.3 Nomor 2: Perhitungan Nilai Harapan (Expected Frequency)

Nilai harapan (\(E_i\)) untuk setiap kategori dihitung dengan mengalikan total amatan (\(N\)) dengan proporsi teoritis di bawah \(H_0\) (\(p_{0,i}\)):

\[E_i = N \times p_{0,i}\]

Dengan total amatan \(N = 150\):

  1. Kategori Akademik: \[E_1 = 150 \times 0{,}40 = 60\]

  2. Kategori Administrasi: \[E_2 = 150 \times 0{,}30 = 45\]

  3. Kategori Teknis Sistem: \[E_3 = 150 \times 0{,}20 = 30\]

  4. Kategori Lainnya: \[E_4 = 150 \times 0{,}10 = 15\]

Total nilai harapan adalah \(60 + 45 + 30 + 15 = 150 = N\).

Pemeriksaan Syarat Uji Chi-Square: Syarat kelayakan uji Chi-Square mensyaratkan tidak ada nilai harapan \(E_i < 1\) dan tidak lebih dari 20% kategori yang memiliki \(E_i < 5\) (umumnya semua \(E_i \ge 5\)). Pada data ini, nilai harapan terkecil adalah \(E_4 = 15 \ge 5\), sehingga syarat uji Chi-Square terpenuhi dengan sangat baik.

2.4 Nomor 3: Perhitungan Statistik Uji Chi-Square, Derajat Bebas, dan Nilai Kritis

2.4.1 Perhitungan Manual Statistik Uji

Rumus statistik uji Chi-Square Kebaikan Suai (Goodness-of-Fit):

\[\chi^2 = \sum_{i=1}^{k} \frac{(O_i - E_i)^2}{E_i}\]

Berikut rincian perhitungan kontribusi setiap kategori:

  1. Akademik: \[\frac{(O_1 - E_1)^2}{E_1} = \frac{(70 - 60)^2}{60} = \frac{10^2}{60} = \frac{100}{60} = \frac{5}{3} \approx 1{,}6667\]

  2. Administrasi: \[\frac{(O_2 - E_2)^2}{E_2} = \frac{(40 - 45)^2}{45} = \frac{(-5)^2}{45} = \frac{25}{45} = \frac{5}{9} \approx 0{,}5556\]

  3. Teknis Sistem: \[\frac{(O_3 - E_3)^2}{E_3} = \frac{(25 - 30)^2}{30} = \frac{(-5)^2}{30} = \frac{25}{30} = \frac{5}{6} \approx 0{,}8333\]

  4. Lainnya: \[\frac{(O_4 - E_4)^2}{E_4} = \frac{(15 - 15)^2}{15} = \frac{0^2}{15} = \frac{0}{15} = 0{,}0000\]

Jumlah seluruh kontribusi:

\[\chi^2 = \frac{5}{3} + \frac{5}{9} + \frac{5}{6} + 0 = \frac{30 + 10 + 15}{18} = \frac{55}{18} \approx \mathbf{3{,}0556}\]

2.4.2 Tabel Perhitungan Manual Rinci

obs <- data_gof$Frekuensi_Observasi
p_0 <- data_gof$Proporsi_Historis
exp_val <- N_total * p_0
selisih <- obs - exp_val
selisih_kuadrat <- selisih^2
komponen_chi <- selisih_kuadrat / exp_val

tabel_detail_chi <- data.frame(
  Kategori = data_gof$Kategori,
  `p_0` = p_0,
  `O_i` = obs,
  `E_i` = exp_val,
  `O_i - E_i` = selisih,
  `(O_i - E_i)^2` = selisih_kuadrat,
  `(O_i - E_i)^2 / E_i` = round(komponen_chi, 4),
  check.names = FALSE
)

# Menambahkan baris Total
baris_total <- data.frame(
  Kategori = "Total",
  `p_0` = sum(p_0),
  `O_i` = sum(obs),
  `E_i` = sum(exp_val),
  `O_i - E_i` = sum(selisih),
  `(O_i - E_i)^2` = "-",
  `(O_i - E_i)^2 / E_i` = round(sum(komponen_chi), 4),
  check.names = FALSE
)

tabel_lengkap_chi <- rbind(tabel_detail_chi, baris_total)
kable(tabel_lengkap_chi, align = "lcccccc", caption = "Tabel 5. Perhitungan Rinci Statistik Uji Chi-Square Goodness-of-Fit")
Tabel 5. Perhitungan Rinci Statistik Uji Chi-Square Goodness-of-Fit
Kategori p_0 O_i E_i O_i - E_i (O_i - E_i)^2 (O_i - E_i)^2 / E_i
Akademik 0.4 70 60 10 100 1.6667
Administrasi 0.3 40 45 -5 25 0.5556
Teknis Sistem 0.2 25 30 -5 25 0.8333
Lainnya 0.1 15 15 0 0 0.0000
Total 1.0 150 150 0 - 3.0556

2.4.3 Derajat Bebas dan Nilai Kritis

  • Banyaknya kategori: \(k = 4\)
  • Derajat bebas (degrees of freedom): \[df = k - 1 = 4 - 1 = 3\]
  • Nilai kritis Chi-Square pada \(\alpha = 0{,}05\) dan \(df = 3\): \[\chi^2_{0{,}05;\ 3} = 7{,}8147\]

2.4.4 Kriteria dan Keputusan Uji

  • Aturan keputusan: Tolak \(H_0\) jika \(\chi^2_{hitung} > \chi^2_{tabel}\).
  • Perbandingan: \[\chi^2_{hitung} = 3{,}0556 < \chi^2_{0{,}05;\ 3} = 7{,}8147\]
  • Karena nilai \(\chi^2_{hitung}\) lebih kecil dari nilai kritis (tidak berada di daerah penolakan), maka \(H_0\) tidak ditolak.

2.5 Nomor 4: Verifikasi Menggunakan R Studio (chisq.test())

Berikut verifikasi perhitungan menggunakan fungsi bawaan R chisq.test().

# Eksekusi uji Goodness-of-Fit Chi-Square
uji_gof <- chisq.test(x = obs, p = p_0)
uji_gof
## 
##  Chi-squared test for given probabilities
## 
## data:  obs
## X-squared = 3.0556, df = 3, p-value = 0.3831

Dari hasil verifikasi R diperoleh:

  • X-squared = 3.0556
  • df = 3
  • p-value = 0.3831

Kita juga dapat melihat nilai harapan dan residu dari objek hasil uji R:

# Menampilkan nilai harapan dari fungsi chisq.test
cat("Nilai Harapan (Expected):\n")
## Nilai Harapan (Expected):
print(uji_gof$expected)
## [1] 60 45 30 15
# Menampilkan residu Pearson: (O - E) / sqrt(E)
cat("\nResidu Pearson (O - E) / sqrt(E):\n")
## 
## Residu Pearson (O - E) / sqrt(E):
print(round(uji_gof$residuals, 4))
## [1]  1.2910 -0.7454 -0.9129  0.0000

Hasil verifikasi R sama persis dengan seluruh perhitungan manual:

  • Nilai statistik uji: \(\chi^2 = 3{,}0556\)
  • Derajat bebas: \(df = 3\)
  • Nilai p-value: \(0{,}3831 > 0{,}05\)

2.6 Nomor 5: Kesimpulan Bagian B

Karena nilai statistik uji \(\chi^2_{hitung} = 3{,}0556\) lebih kecil dari nilai kritis \(\chi^2_{0{,}05;\ 3} = 7{,}8147\), dan nilai p-value sebesar \(0{,}3831\) jauh lebih besar dari tingkat signifikansi \(\alpha = 0{,}05\), maka \(H_0\) tidak ditolak.

Secara kontekstual, data amatan selama satu semester ini belum memberikan bukti yang cukup untuk menyatakan adanya pergeseran pola pada layanan akademik Prodi Statistika. Dengan kata lain, distribusi jenis pertanyaan layanan akademik saat ini masih konsisten dengan proporsi historis tahun sebelumnya (40% Akademik, 30% Administrasi, 20% Teknis Sistem, dan 10% Lainnya).