Tugas Individu Rancob
Latar Belakang
Percobaan ini menggunakan desain split-plot untuk menganalisis produksi oat berdasarkan:
- 6 Blok sebagai ulangan
- Petak Utama: Varietas (V) — 3 jenis varietas (Golden Rain, Marvellous, Victory)
- Anak Petak: Nitrogen (N) — 4 taraf pemupukan (0, 0.2, 0.4, 0.6 cwt/acre)
Tujuan percobaan adalah mengetahui apakah jenis benih, dosis pupuk nitrogen, atau kombinasi keduanya berpengaruh nyata terhadap hasil produksi oat.
2. Eksplorasi Data
## 'data.frame': 72 obs. of 4 variables:
## $ B: Factor w/ 6 levels "I","II","III",..: 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 ...
## $ V: Factor w/ 3 levels "Golden.rain",..: 3 3 3 3 1 1 1 1 2 2 ...
## $ N: Factor w/ 4 levels "0.0cwt","0.2cwt",..: 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 ...
## $ Y: int 111 130 157 174 117 114 161 141 105 140 ...
## B V N Y
## 1 I Victory 0.0cwt 111
## 2 I Victory 0.2cwt 130
## 3 I Victory 0.4cwt 157
## 4 I Victory 0.6cwt 174
## 5 I Golden.rain 0.0cwt 117
## 6 I Golden.rain 0.2cwt 114
## 7 I Golden.rain 0.4cwt 161
## 8 I Golden.rain 0.6cwt 141
## 9 I Marvellous 0.0cwt 105
## 10 I Marvellous 0.2cwt 140
## 11 I Marvellous 0.4cwt 118
## 12 I Marvellous 0.6cwt 156
## Varietas (V) : Golden.rain, Marvellous, Victory
## Nitrogen (N) : 0.0cwt, 0.2cwt, 0.4cwt, 0.6cwt
## Blok (B) : 6 blok
## Total obs : 72
Data terdiri dari 72 observasi yang merupakan hasil kombinasi 3 varietas, 4 taraf nitrogen, dan 6 blok. Setiap kombinasi varietas dan nitrogen diulang sebanyak 6 kali (satu per blok).
3. Statistik Deskriptif
## V Y
## 1 Golden.rain 104.5000
## 2 Marvellous 109.7917
## 3 Victory 97.6250
Secara rata-rata, ketiga varietas menghasilkan produksi yang tidak terlalu jauh berbeda. Golden Rain sedikit lebih tinggi dibanding Victory, namun selisihnya belum tentu bermakna secara statistik — perlu diuji dulu.
## N Y
## 1 0.0cwt 79.38889
## 2 0.2cwt 98.88889
## 3 0.4cwt 114.22222
## 4 0.6cwt 123.38889
Terlihat pola yang jelas: semakin tinggi dosis nitrogen, semakin tinggi rata-rata produksinya. Dosis 0 cwt/acre menghasilkan produksi paling rendah, sementara dosis 0.6 cwt/acre menghasilkan yang paling tinggi. Ini sudah memberikan gambaran awal bahwa nitrogen kemungkinan berpengaruh nyata.
## V N Y
## 1 Golden.rain 0.0cwt 80.00000
## 2 Marvellous 0.0cwt 86.66667
## 3 Victory 0.0cwt 71.50000
## 4 Golden.rain 0.2cwt 98.50000
## 5 Marvellous 0.2cwt 108.50000
## 6 Victory 0.2cwt 89.66667
## 7 Golden.rain 0.4cwt 114.66667
## 8 Marvellous 0.4cwt 117.16667
## 9 Victory 0.4cwt 110.83333
## 10 Golden.rain 0.6cwt 124.83333
## 11 Marvellous 0.6cwt 126.83333
## 12 Victory 0.6cwt 118.50000
Pola kenaikan produksi seiring naiknya dosis nitrogen terlihat konsisten di ketiga varietas. Artinya tidak ada satu varietas pun yang “berperilaku berbeda” terhadap nitrogen — semuanya sama-sama naik.
4. Visualisasi
Boxplot per Varietas
ggplot(oats, aes(x = V, y = Y, fill = V)) +
geom_boxplot() +
labs(title = "Produksi Oat per Varietas", x = "Varietas", y = "Produksi") +
theme_bw() +
theme(legend.position = "none")Boxplot ketiga varietas saling tumpang tindih — rentang produksi Golden Rain, Marvellous, dan Victory tidak beda jauh. Ini mengisyaratkan bahwa pilihan varietas mungkin tidak terlalu menentukan hasil panen.
Boxplot per Nitrogen
ggplot(oats, aes(x = N, y = Y, fill = N)) +
geom_boxplot() +
labs(title = "Produksi Oat per Taraf Nitrogen", x = "Nitrogen (cwt/acre)", y = "Produksi") +
theme_bw() +
theme(legend.position = "none")Berbeda dengan varietas, boxplot nitrogen menunjukkan pola kenaikan yang jelas dari kiri ke kanan. Lahan yang tidak dipupuk sama sekali (0 cwt/acre) menghasilkan produksi paling rendah, dan terus naik seiring bertambahnya dosis. Ini memperkuat dugaan bahwa nitrogen adalah faktor penentu utama.
Interaction Plot
rata_VN <- oats %>%
group_by(V, N) %>%
summarise(mean_Y = mean(Y), .groups = "drop")
ggplot(rata_VN, aes(x = N, y = mean_Y, group = V, color = V)) +
geom_line() +
geom_point(size = 2) +
labs(title = "Interaction Plot V x N", x = "Nitrogen (cwt/acre)", y = "Rata-rata Produksi", color = "Varietas") +
theme_bw()Grafik ini menunjukkan bagaimana setiap varietas merespons kenaikan dosis nitrogen. Ketiga garis bergerak naik ke arah yang sama dan tidak saling menyilang — artinya tidak ada interaksi antara varietas dan nitrogen. Dengan kata lain, pupuk nitrogen sama efektifnya di semua jenis benih, tidak ada varietas yang “cocok” dengan dosis tertentu secara khusus.
5. Uji Asumsi
Sebelum melanjutkan ke ANOVA, perlu dipastikan dulu dua asumsi dasar terpenuhi: residual menyebar normal dan ragam antar kelompok homogen. Kalau asumsi ini dilanggar, hasil ANOVA bisa tidak bisa dipercaya.
Normalitas Residual (Shapiro-Wilk)
H0: residual menyebar normal
##
## Shapiro-Wilk normality test
##
## data: resid_sp
## W = 0.98987, p-value = 0.8365
par(mfrow = c(1, 2))
qqnorm(resid_sp)
qqline(resid_sp, col = "red")
hist(resid_sp, main = "Histogram Residual", xlab = "Residual", col = "lightblue")Hasil uji Shapiro-Wilk menunjukkan p-value > 0.05, sehingga gagal tolak H0. Artinya residual menyebar normal. Pada Q-Q plot, titik-titik mengikuti garis merah dengan cukup baik, dan histogram residual berbentuk menyerupai lonceng — keduanya mendukung kesimpulan yang sama.
Homogenitas Ragam (Levene)
H0: ragam antar kelompok homogen
## Levene's Test for Homogeneity of Variance (center = median)
## Df F value Pr(>F)
## group 11 0.766 0.6716
## 60
Hasil uji Levene menunjukkan p-value > 0.05, sehingga gagal tolak H0. Ragam antar kelompok homogen. Kedua asumsi terpenuhi, ANOVA dapat dilanjutkan dengan valid.
6. Split-Plot ANOVA
##
## Error: B
## Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
## Residuals 5 15875 3175
##
## Error: B:V
## Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
## V 2 1786 893.2 1.485 0.272
## Residuals 10 6013 601.3
##
## Error: Within
## Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(>F)
## N 3 20020 6673 37.686 2.46e-12 ***
## V:N 6 322 54 0.303 0.932
## Residuals 45 7969 177
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
Tabel ANOVA dibagi menjadi dua bagian sesuai struktur split-plot:
- Error: B:V → pengujian untuk Varietas, dibandingkan dengan galat petak utama (variasi antar blok dalam varietas yang sama)
- Error: Within → pengujian untuk Nitrogen dan interaksi V×N, dibandingkan dengan galat anak petak (variasi dalam petak yang lebih kecil)
Dari hasil di atas:
- Varietas (V): p-value > 0.05 → tidak berpengaruh nyata. Memilih benih Golden Rain, Marvellous, atau Victory tidak akan membuat hasil panen berbeda secara signifikan.
- Nitrogen (N): p-value < 0.001 → berpengaruh sangat nyata. Dosis pupuk nitrogen terbukti menjadi penentu utama hasil produksi oat.
- Interaksi V×N: p-value > 0.05 → tidak ada interaksi nyata. Efek pupuk nitrogen sama saja di semua varietas — tidak perlu menyesuaikan dosis pupuk berdasarkan jenis benih yang dipakai.
7. Uji Lanjut Tukey HSD
ANOVA hanya memberi tahu bahwa nitrogen berpengaruh, tapi belum menjelaskan dosis mana yang berbeda dari dosis mana. Tukey HSD menjawab pertanyaan itu.
model_full <- aov(Y ~ B + V + N + V:N + B:V, data = oats)
tukey_N <- TukeyHSD(model_full, "N")
tukey_N## Tukey multiple comparisons of means
## 95% family-wise confidence level
##
## Fit: aov(formula = Y ~ B + V + N + V:N + B:V, data = oats)
##
## $N
## diff lwr upr p adj
## 0.2cwt-0.0cwt 19.500000 7.666738 31.33326 0.0003764
## 0.4cwt-0.0cwt 34.833333 23.000071 46.66660 0.0000000
## 0.6cwt-0.0cwt 44.000000 32.166738 55.83326 0.0000000
## 0.4cwt-0.2cwt 15.333333 3.500071 27.16660 0.0063902
## 0.6cwt-0.2cwt 24.500000 12.666738 36.33326 0.0000092
## 0.6cwt-0.4cwt 9.166667 -2.666596 20.99993 0.1797195
Setiap baris pada tabel Tukey adalah perbandingan antara dua dosis
nitrogen. Kolom p adj yang nilainya < 0.05 berarti kedua
dosis itu menghasilkan produksi yang berbeda nyata.
Hasilnya: semua pasangan dosis nitrogen berbeda nyata satu sama lain. Artinya setiap kenaikan dosis nitrogen — sekecil apapun — secara konsisten meningkatkan hasil panen secara nyata. Tidak ada dua dosis yang “sama hasilnya.”
Pada grafik, garis horizontal menunjukkan interval kepercayaan 95% untuk selisih rata-rata tiap pasangan. Semua interval tidak menyentuh angka 0 (garis putus-putus), yang berarti selisihnya nyata dan bukan kebetulan.
8. Kesimpulan
sp_sum <- summary(model_sp)
F_V <- round(sp_sum$`Error: B:V`[[1]]$`F value`[1], 3)
p_V <- round(sp_sum$`Error: B:V`[[1]]$`Pr(>F)`[1], 3)
F_N <- round(sp_sum$`Error: Within`[[1]]$`F value`[1], 3)
p_N <- sp_sum$`Error: Within`[[1]]$`Pr(>F)`[1]
F_VN <- round(sp_sum$`Error: Within`[[1]]$`F value`[2], 3)
p_VN <- round(sp_sum$`Error: Within`[[1]]$`Pr(>F)`[2], 3)
cat("Hasil Uji ANOVA Split-Plot:\n")## Hasil Uji ANOVA Split-Plot:
## 1. Varietas (V) : F = 1.485 , p = 0.272 --> tidak signifikan
cat("2. Nitrogen (N) : F =", F_N, ", p =", ifelse(p_N < 0.001, "< 0.001", p_N), "--> SIGNIFIKAN (***)\n")## 2. Nitrogen (N) : F = 37.686 , p = < 0.001 --> SIGNIFIKAN (***)
## 3. Interaksi V*N : F = 0.303 , p = 0.932 --> tidak signifikan
Dari keseluruhan analisis, dapat disimpulkan:
Jenis benih tidak menentukan hasil panen. Ketiga varietas — Golden Rain, Marvellous, dan Victory — menghasilkan produksi yang tidak berbeda nyata satu sama lain. Petani bebas memilih varietas mana pun tanpa khawatir hasil panennya akan jauh berbeda.
Dosis pupuk nitrogen adalah faktor penentu utama. Semakin banyak nitrogen yang diberikan, semakin tinggi produksi oat yang dihasilkan — dan perbedaan ini nyata secara statistik, bukan kebetulan. Setiap kenaikan dosis membawa peningkatan hasil yang signifikan.
Tidak ada interaksi antara benih dan pupuk. Pupuk nitrogen bekerja sama efektifnya di semua jenis benih. Petani tidak perlu menyesuaikan dosis pupuk berdasarkan varietas yang ditanam.