# Membuat Data Frame
data_jk <- data.frame(
Jenis_Kelamin = rep(c("Laki-laki", "Perempuan"), times = c(50, 50)),
Status_PJK = c(rep("Ya", 30), rep("Tidak", 20),
rep("Ya", 15), rep("Tidak", 35))
)
# Membuat Tabel Kontingensi
tabel_jk <- table(data_jk$Jenis_Kelamin, data_jk$Status_PJK)
# Menampilkan Tabel dengan Total Baris & Kolom
addmargins(tabel_jk)
##
## Tidak Ya Sum
## Laki-laki 20 30 50
## Perempuan 35 15 50
## Sum 55 45 100
# Uji Chi-Square
chisq.test(tabel_jk)
##
## Pearson's Chi-squared test with Yates' continuity correction
##
## data: tabel_jk
## X-squared = 7.9192, df = 1, p-value = 0.004891
# Membuat Data Frame
data_pendidikan <- data.frame(
Pendidikan = rep(c("SD", "SMP", "SMA", "PT"), each = 30),
Status_PJK = c(rep("Ya", 18), rep("Tidak", 12),
rep("Ya", 15), rep("Tidak", 15),
rep("Ya", 10), rep("Tidak", 20),
rep("Ya", 5), rep("Tidak", 25))
)
# Mengurutkan Kategori Pendidikan
data_pendidikan$Pendidikan <- factor(data_pendidikan$Pendidikan,
levels = c("SD", "SMP", "SMA", "PT"))
# Membuat Tabel Kontingensi
tabel_pendidikan <- table(data_pendidikan$Pendidikan, data_pendidikan$Status_PJK)
# Menampilkan Tabel dengan Total Baris & Kolom
addmargins(tabel_pendidikan)
##
## Tidak Ya Sum
## SD 12 18 30
## SMP 15 15 30
## SMA 20 10 30
## PT 25 5 30
## Sum 72 48 120
# Uji Chi-Square
chisq.test(tabel_pendidikan)
##
## Pearson's Chi-squared test
##
## data: tabel_pendidikan
## X-squared = 13.611, df = 3, p-value = 0.003485