Regresi linear sederhana adalah metode statistika yang digunakan untuk memodelkan hubungan antara satu variabel respon (Y) dengan satu variabel prediktor (X) yang diasumsikan bersifat linear. Model umum regresi linear sederhana dituliskan sebagai:
\[Y_i = \beta_0 + \beta_1 X_i + \varepsilon_i\]
dengan:
Parameter \(\beta_0\) dan \(\beta_1\) diestimasi menggunakan metode kuadrat terkecil (Ordinary Least Squares/OLS), yang meminimumkan jumlah kuadrat residual. Kebaikan model dievaluasi antara lain melalui koefisien determinasi (\(R^2\)), uji signifikansi parameter (uji-t), dan uji signifikansi model secara keseluruhan (uji-F), serta pemeriksaan asumsi klasik (linearitas, normalitas residual, homoskedastisitas, dan non-autokorelasi).
Data yang digunakan adalah dataset bawaan R, yaitu
trees, yang berisi hasil pengukuran 31 pohon ceri
(black cherry trees): diameter batang (Girth,
dalam inci), tinggi pohon (Height, dalam feet), dan volume
kayu yang dihasilkan (Volume, dalam kaki kubik). Pada
laporan ini, Volume diposisikan sebagai variabel respon dan
Girth sebagai variabel prediktor.
data(trees)
str(trees)
## 'data.frame': 31 obs. of 3 variables:
## $ Girth : num 8.3 8.6 8.8 10.5 10.7 10.8 11 11 11.1 11.2 ...
## $ Height: num 70 65 63 72 81 83 66 75 80 75 ...
## $ Volume: num 10.3 10.3 10.2 16.4 18.8 19.7 15.6 18.2 22.6 19.9 ...
summary(trees)
## Girth Height Volume
## Min. : 8.30 Min. :63 Min. :10.20
## 1st Qu.:11.05 1st Qu.:72 1st Qu.:19.40
## Median :12.90 Median :76 Median :24.20
## Mean :13.25 Mean :76 Mean :30.17
## 3rd Qu.:15.25 3rd Qu.:80 3rd Qu.:37.30
## Max. :20.60 Max. :87 Max. :77.00
# Tabel ringkasan yang lebih rapi
knitr::kable(
data.frame(
Statistik = c("Minimum", "Q1", "Median", "Mean", "Q3", "Maximum", "Std. Dev"),
Girth = c(min(trees$Girth), quantile(trees$Girth, 0.25), median(trees$Girth),
round(mean(trees$Girth), 2), quantile(trees$Girth, 0.75),
max(trees$Girth), round(sd(trees$Girth), 2)),
Volume = c(min(trees$Volume), quantile(trees$Volume, 0.25), median(trees$Volume),
round(mean(trees$Volume), 2), quantile(trees$Volume, 0.75),
max(trees$Volume), round(sd(trees$Volume), 2))
),
caption = "Ringkasan Statistik Deskriptif Variabel Girth dan Volume"
)
| Statistik | Girth | Volume |
|---|---|---|
| Minimum | 8.30 | 10.20 |
| Q1 | 11.05 | 19.40 |
| Median | 12.90 | 24.20 |
| Mean | 13.25 | 30.17 |
| Q3 | 15.25 | 37.30 |
| Maximum | 20.60 | 77.00 |
| Std. Dev | 3.14 | 16.44 |
plot(trees$Girth, trees$Volume,
main = "Scatter Plot: Diameter Batang vs Volume Kayu",
xlab = "Girth / Diameter Batang (inci)", ylab = "Volume Kayu (kaki kubik)",
pch = 19, col = "darkgreen")
par(mfrow = c(1, 2))
hist(trees$Girth, main = "Histogram Girth", xlab = "Girth (inci)", col = "lightgreen")
hist(trees$Volume, main = "Histogram Volume", xlab = "Volume (kaki kubik)", col = "lightyellow")
Dari scatter plot terlihat pola hubungan yang cenderung positif dan linear antara diameter batang dan volume kayu: semakin besar diameter batang pohon, semakin besar pula volume kayu yang dihasilkan.
cor(trees$Girth, trees$Volume)
## [1] 0.9671194
model <- lm(Volume ~ Girth, data = trees)
summary(model)
##
## Call:
## lm(formula = Volume ~ Girth, data = trees)
##
## Residuals:
## Min 1Q Median 3Q Max
## -8.065 -3.107 0.152 3.495 9.587
##
## Coefficients:
## Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)
## (Intercept) -36.9435 3.3651 -10.98 7.62e-12 ***
## Girth 5.0659 0.2474 20.48 < 2e-16 ***
## ---
## Signif. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1
##
## Residual standard error: 4.252 on 29 degrees of freedom
## Multiple R-squared: 0.9353, Adjusted R-squared: 0.9331
## F-statistic: 419.4 on 1 and 29 DF, p-value: < 2.2e-16
Berdasarkan hasil estimasi, persamaan regresi umum adalah:
\[\hat{Y} = \hat{\beta}_0 + \hat{\beta}_1 X\]
dengan nilai koefisien hasil estimasi model:
coef(model)
## (Intercept) Girth
## -36.943459 5.065856
Sehingga model akhirnya (nilai diambil otomatis dari output di atas):
\[\hat{Volume} = -36.943 + 5.066 \times Girth\]
plot(trees$Girth, trees$Volume,
main = "Garis Regresi: Volume ~ Girth",
xlab = "Girth / Diameter Batang (inci)", ylab = "Volume Kayu (kaki kubik)",
pch = 19, col = "darkgreen")
abline(model, col = "red", lwd = 2)
par(mfrow = c(2, 2))
plot(model)
# Uji normalitas residual
shapiro.test(residuals(model))
##
## Shapiro-Wilk normality test
##
## data: residuals(model)
## W = 0.97889, p-value = 0.7811
Girth
(lihat summary(model)) jauh lebih kecil dari 0.05, artinya
variabel Girth berpengaruh signifikan terhadap
Volume.summary(model))
menunjukkan proporsi keragaman Volume yang dapat dijelaskan
oleh variabel Girth.(Catatan: lengkapi bagian ini dengan menuliskan angka-angka
aktual dari hasil summary(model) dan
shapiro.test() di komputer Anda setelah di-knit, agar
narasi interpretasi sesuai persis dengan output yang
dihasilkan.)
Berdasarkan analisis regresi linear sederhana antara diameter batang
(Girth) dan volume kayu (Volume) pada data
trees, diperoleh model regresi yang signifikan secara
statistik, dengan arah hubungan positif — semakin besar diameter batang
pohon, semakin besar volume kayu yang dihasilkan. Model ini dapat
digunakan sebagai dasar prediksi sederhana volume kayu berdasarkan
pengukuran diameter batang, dengan tetap memperhatikan hasil pemeriksaan
asumsi klasik yang telah dilakukan.