Warna rambut dan warna mata merupakan dua ciri fisik yang sering dikaitkan satu sama lain dalam pengamatan sehari-hari, misalnya anggapan bahwa orang berambut pirang cenderung bermata biru, atau orang berambut hitam cenderung bermata coklat. Anggapan semacam ini menarik untuk diuji secara statistik, karena warna rambut dan warna mata sama-sama ditentukan oleh faktor genetik (pigmentasi melanin) sehingga secara biologis dimungkinkan adanya keterkaitan di antara keduanya. Analisis ini penting untuk memverifikasi secara kuantitatif apakah pola yang diyakini secara umum tersebut didukung oleh data, menggunakan pendekatan uji independensi chi-square pada dua variabel kategorik.
Apakah terdapat hubungan antara warna rambut dengan warna mata
mahasiswa pada dataset HairEyeColor?
Mengetahui apakah terdapat hubungan antara warna rambut dengan warna mata mahasiswa menggunakan uji Chi-Square.
Variabel kategorik adalah variabel yang nilainya berupa kategori atau label, bukan angka yang dapat dioperasikan secara aritmatika. Variabel kategorik dapat bersifat nominal (tidak memiliki urutan, misalnya warna rambut: Black, Brown, Red, Blond) maupun ordinal (memiliki urutan, misalnya tingkat pendidikan). Dalam analisis ini, digunakan dua variabel kategorik nominal, yaitu Warna Rambut (Black, Brown, Red, Blond) dan Warna Mata (Brown, Blue, Hazel, Green).
Tabel kontingensi (contingency table) adalah tabel yang menyajikan frekuensi bersama (joint frequency) dari dua atau lebih variabel kategorik. Baris tabel biasanya mewakili kategori satu variabel, sedangkan kolom mewakili kategori variabel lainnya. Tabel ini menjadi dasar perhitungan pada uji chi-square independensi.
Uji chi-square independensi (\(\chi^2\) test of independence) digunakan untuk menguji apakah terdapat hubungan (asosiasi) antara dua variabel kategorik yang diamati pada subjek yang sama. Uji ini membandingkan frekuensi hasil pengamatan (observed) dengan frekuensi yang diharapkan (expected) apabila kedua variabel benar-benar independen.
\[ \begin{aligned} H_0 &: \text{Warna rambut dan warna mata saling independen (tidak ada hubungan)} \\ H_1 &: \text{Warna rambut dan warna mata tidak independen (ada hubungan)} \end{aligned} \]
\[ \chi^2 = \sum_{i=1}^{r}\sum_{j=1}^{c} \frac{(O_{ij}-E_{ij})^2}{E_{ij}} \]
dengan \(O_{ij}\) adalah frekuensi observasi dan \(E_{ij}\) adalah frekuensi harapan pada baris ke-\(i\) dan kolom ke-\(j\).
\[ E_{ij} = \frac{R_i \, C_j}{n} \]
dengan \(R_i\) = total baris ke-\(i\), \(C_j\) = total kolom ke-\(j\), dan \(n\) = total seluruh pengamatan.
\[ df = (r-1)(c-1) \]
dengan \(r\) = jumlah baris dan \(c\) = jumlah kolom pada tabel kontingensi.
Tolak \(H_0\) jika nilai p-value < \(\alpha\) (0.05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara warna rambut dan warna mata. Sebaliknya, jika p-value \(\geq \alpha\), maka \(H_0\) gagal ditolak dan kedua variabel dianggap independen.
Informasi Dataset: Dataset
HairEyeColormemuat data survei warna rambut dan warna mata dari 592 mahasiswa statistika di University of Delaware, dengan dua variabel kategorik utama: 1.Hair: Warna rambut (Black, Brown, Red, Blond). 2.Eye: Warna mata (Brown, Blue, Hazel, Green).Data asli berbentuk tabel 3 dimensi (Hair x Eye x Sex); pada laporan ini, variabel
Sexdijumlahkan sehingga diperoleh tabel kontingensi 2 arah antara Warna Rambut dan Warna Mata.Misalnya: Black-Brown = Black-Brown-Male + Black-Brown-Female
data("HairEyeColor")
tabel <- margin.table(HairEyeColor, c(1, 2)) # jumlahkan lintas variabel Sex
tabel
## Eye
## Hair Brown Blue Hazel Green
## Black 68 20 15 5
## Brown 119 84 54 29
## Red 26 17 14 14
## Blond 7 94 10 16
kable(as.data.frame.matrix(tabel),
caption = "Tabel Kontingensi Warna Rambut x Warna Mata")
| Brown | Blue | Hazel | Green | |
|---|---|---|---|---|
| Black | 68 | 20 | 15 | 5 |
| Brown | 119 | 84 | 54 | 29 |
| Red | 26 | 17 | 14 | 14 |
| Blond | 7 | 94 | 10 | 16 |
df <- as.data.frame(tabel)
ggplot(df, aes(x = Hair, y = Freq, fill = Eye)) +
geom_bar(stat = "identity", position = "dodge") +
labs(title = "Distribusi Warna Rambut Berdasarkan Warna Mata",
x = "Warna Rambut", y = "Frekuensi", fill = "Warna Mata") +
theme_minimal() +
theme(text = element_text(family = "sans", color = "black"))
Dari grafik terlihat pola awal: mata biru cenderung lebih banyak muncul pada rambut pirang (blond), sedangkan mata coklat lebih banyak muncul pada rambut hitam/coklat. Pola ini akan diuji secara formal melalui uji chi-square berikut.
\[ \begin{aligned} H_0 &: \text{Warna rambut dan warna mata saling independen} \\ H_1 &: \text{Warna rambut dan warna mata tidak independen} \end{aligned} \]
Taraf signifikansi yang digunakan adalah \(\alpha = 0.05\).
Sebelum uji utama dilakukan, syarat \(E_{ij} \geq 5\) pada setiap sel harus dibuktikan menggunakan data yang ada, dengan rumus:
\[ E_{ij} = \frac{R_i \, C_j}{n} \]
uji_awal <- chisq.test(tabel)
uji_awal$expected
## Eye
## Hair Brown Blue Hazel Green
## Black 40.13514 39.22297 16.96622 11.675676
## Brown 106.28378 103.86824 44.92905 30.918919
## Red 26.38514 25.78547 11.15372 7.675676
## Blond 47.19595 46.12331 19.95101 13.729730
Berdasarkan hasil di atas, seluruh nilai expected frequency bernilai \(\geq 5\), sehingga asumsi terpenuhi dan uji chi-square standar layak digunakan tanpa perlu Fisher’s Exact Test.
Statistik uji dihitung dengan rumus:
\[ \chi^2 = \sum_{i=1}^{r}\sum_{j=1}^{c} \frac{(O_{ij}-E_{ij})^2}{E_{ij}} \]
hasil_uji <- chisq.test(tabel)
hasil_uji
##
## Pearson's Chi-squared test
##
## data: tabel
## X-squared = 138.29, df = 9, p-value < 2.2e-16
Derajat bebas dihitung dengan rumus:
\[ df = (r-1)(c-1) \]
Dengan \(r = 4\) (kategori warna rambut) dan \(c = 4\) (kategori warna mata), diperoleh \(df = 9\).
Kriteria keputusan: tolak \(H_0\) jika p-value < \(\alpha\) (0.05).
Diperoleh \(\chi^2 = 138.29\) dengan p-value \(= < 0.001\), yang berarti \(H_0\) ditolak karena p-value < 0.05.
Hasil uji chi-square independensi menunjukkan nilai \(\chi^2 = 138.29\) dengan derajat bebas
\(9\) dan p-value \(= < 0.001\), yang lebih kecil dari taraf
signifikansi 0.05. Dengan demikian, \(H_0\) ditolak dan dapat disimpulkan bahwa
warna rambut dan warna mata pada mahasiswa dalam dataset
HairEyeColor tidak independen, atau dengan
kata lain terdapat hubungan yang signifikan secara statistik di antara
kedua variabel tersebut.